Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERBANDINGAN KUALITAS PELAYANAN PERSALINAN ANTARA PUSKESMAS DENGAN PRAKTIK MANDIRI BIDAN DI KABUPATEN KUDUS Solichati Solichati; Martha Irene Kartasurya; Farid Agushybana
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2156

Abstract

Kebutuhan pelayanan kesehatan mempengaruhi masyarakat untuk memilih sarana kesehatan yang berkualitas. Tingkat kunjungan ibu bersalin di Praktik Mandiri Bidan (PMB) semakin menurun sedangkan tingkat kunjungan ibu bersalin di Puskesmas semakin meningkat. Penelitian bertujuan menganalisis perbandingan kualitas pelayanan persalinan antara Puskesmas dengan PMB. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin yang melakukan persalinan baik di Puskesmas maupun di PMB periode waktu Januari – Juni 2023 di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sampel penelitian di Puskesmas sebanyak 58 orang dan di PMB sebanyak 42 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney. Tidak terdapat perbedaan dimensi kehandalan, jaminan, dan bukti fisik dalam pelayanan persalinan pada responden melahirkan di Puskesmas dan PMB. Namun, terdapat perbedaan dimensi daya tanggap dan empati dalam pelayanan persalinan. Berdasarkan rerata skor, responden melahirkan di Puskesmas merasa lebih puas terhadap dimensi daya tanggap dan empati dibandingkan dengan responden melahirkan di PMB. Peningkatan kualitas pelayanan persalinan di Puskesmas dapat dilakukan dengan menambah dokter jaga sedangkan di PMB dengan bidan mendatangi ibu yang akan bersalin.
Analisis Mutu Pelayanan pada Pasien Covid – 19 di Rawat Inap Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati: Analysis of the Quality Service for Covid-19 Patients in Inpatients Pati Sehat Family Hospital Nanik Sulistyorini; Sutopo Patria Jati; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2550

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit merupakan suatu lembaga kesehatan yang berwewenang menyediakan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Covid-19 merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia sejak tahun 2020. Rumah sakit keluarga sehat pati memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terhadap pasien terutama saat pandemi covid-19. Namun saat terjadi pandemi Covid-19 sebagian pasien RS keluarga sehat pati masih mempunyai keluhaan terhadap mutu pelayanan pasien terkait administrasi, fasilitas, caring petugas, dan prosedur klinis dan pelayanan. Tujuan: Analisis pengaruh mutu pelayanan kesehatan pada pasien Covid – 19 yang terdiri dari Sumber Daya Manusia, Standar Operasional Prosedur, Alat Kesehatan, Penatalaksanaan Medis dan Penatalaksanaan Non Medis terhadap kepuasan pasien Covid– 19 selama di rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam terhadap informan utama dan informan triangulasi. Dimana analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data sampai penarikan kesimpulan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dari beberapa parameter mutu pelayanan kesehatan, pada saat terjadi lonjakan pasien covid-19 dapat berpengaruh terhadap mutu pelayanan di Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati. Dimana masih kurangnya sumber daya manusia baik medis dan paramedis, dengan adanya jam kerja yang berlebih untuk dokter spesialis paru dan perawat, standar operasional prosedur dalam pendokumentasian obat yang masih harus di perbaiki, pemeliharaan alat kesehatan yang tidak terjadwal dengan rutin oleh sarana medis, belum dilakukannya evaluasi terhadap penatalaksanaan medis, dan penatalaksanaan non medis yang sudah sesuai dengan kebutuhan pasien. Kesimpulan: Analisis mutu pelayanan pada pasien covid-19 di rawat inap Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati pada saat terjadi pandemi covid-19 dimana dilihat dari parameter sumber daya manusia, standar operasional prosedur, alat kesehatan, penatalaksanaan medis dan penatalaksanaan non medis masih perlu dilakukan perbaikan, sehingga mutu yang diberikan dapat menimbulkan kepuasan pada pasien covid– 19 yang di rawat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu terhadap Imunisasi Injeksi Ganda: Literature Review: Factors Affecting Mother's Interest in Multiple Injection Immunization: Literature Review Setyo Endah Pratiwi; Ayun Sriatmi; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2551

Abstract

Latar belakang: Imunisasi sangat penting bagi tubuh seseorang agar kebal dari penyakit. Keberhasilan pemberian imunisasi dasar lengkap berkaitan dengan beberapa faktor. Tujuan: Tujuan dari literature review adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi multiple junction dari berbagai literature review. Metode: Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan kata kunci “multiple junction immunity” pada database publikasi ilmiah Science Direct, ProQuest, Springer Link, Google Scholar, JSTOR dan Emerald Insight dengan populasi sebanyak 1180 artikel selama 5 tahun terakhir, kemudian diseleksi menjadi 10 artikel sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Dari 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi ditemukan beberapa faktor yang berhubungan dengan imunisasi yaitu Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Motif, Pekerjaan, Dukungan Keluarga, Lingkungan, Fasilitas Posyandu, Tenaga Kesehatan merupakan faktor imunisasi suntik ganda. Sebagian besar imunisasi dasar sudah selesai lebih dari 50%. Ada hubungan antara Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Motif, Pekerjaan, Dukungan Keluarga, Lingkungan, Tenaga Kesehatan dengan imunisasi lengkap. Kesimpulan: Dari tinjauan hasil, sebagian besar artikel menunjukkan bahwa ada hubungan antara Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Motif, Pekerjaan, Dukungan Keluarga, Lingkungan, Tenaga Kesehatan dengan imunisasi lengkap.
Analisis Pemanfaatan Posbindu oleh Lansia Melalui Pendekatan Health Belief Model : Literature Review: Analysis of Posbindu Utilization by the Elderly Through the Health Belief Model Approach : Literature Review Siti Rochmah; Cahya Tri Purnami; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3057

Abstract

Latar belakang: Peningkatan persentase populasi lansia dan peningkatan usia harapan hidup akan diiringi dengan peningkatan prevalensi masalah kesehatan pada populasi lansia. Fakta tersebut mendesak pemerintah untuk meningkatkan berbagai program bagi lanjut usia. Salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat adalah pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu. Metode: Penulisan ini menggunakan literature review. Artikel ilmiah ditemukan menggunakan database Google Scholar dan GARUDA dengan kata kunci “pemanfaatan posbindu”, “health belief model”, dan “lansia”. Didapatkan 13 artikel yang akan ditelaah. Hasil: Persepsi kerentanan mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu, persepsi keparahan mendorong lansia datang ke posbindu, persepsi manfaat yang dirasakan lansia datang ke posbindu, persepsi hambatan mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu dan orang sekitar mempengaruhi tingkat partisipasi lansia datang ke posbindu. Kesimpulan: Pemeriksaan kesehatan berkala merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan secara berkala, sehingga keadaan penyakit dapat diketahui lebih dini dan jika ditemukan faktor yang berisiko dapat segera dicegah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok : Literature Review: Factors Affecting the Implementation of Smoking-Free Area Policies : Literature Review Fariz Kahendra; Bagoes Widjanarko; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3284

Abstract

Latar Belakang: Kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang di nyatakan di larang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan produk-produk tembakau. Di Indonesia rokok masih menjadi permasalahan penting yang harus segera diatasi. Mengingat dampak dari rokok tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan tetapi juga berdampak pada beberapa aspek penting lainya seperti ekonomi dan sosial. Dari beberapa permasalahan yang terjadi karena dampak dari rokok, membuat pemerintah mengeluarkan UU no 36 tentang instruksi memberlakukan KTR di wilayah kerja masing masing pemerindah daerah. Dari diberlakukanya kebijakan tersebut adalah untuk melindungi masyarakat Indonesia dari paparan asap rokok dan memberikan rasa nyaman dalam menghirup udara segar. Tujuan: Tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok. Metode: Metode yang digunakan dalam Menyusun artikel ini adalah literature review, pencarian artikel di ini menggunakan google scolar, dengan kata kunci “kawasan tanpa rokok, kebijakan kawasan tanpa rokok dan perilaku merokok”. Artikel yang ditemukan dalam pencarian sebanyak 2050 artikel, kemudian dievaluasi kembali sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sehingga akhirnya tersedia 5 artikel yang dapat direview. Hasil: Penelaah ditemukan bahwa implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu peyampaian informasi, kejelasan informasi, sumber daya, komunikasi, disposisi, struktur birokrasi, perilaku merokok dan pengetahuan tentang peraturan daerah kawasan tanpa rokok. Saran: Disarankan untuk membuat standar operasional prosedur (SOP) dalam menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok serta membentuk komite atau tim khusus agar sebuah kebijakan dapat berjalan efektif dan efisien.