Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pelatihan Kewirausahan Bagi Usaha Sarung Alat Tenun Bukan Mesin Desa Semampir Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik YUNITA EKA RIZKI LESTARI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 6 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n6.p%p

Abstract

ABSTRAKIMPLEMENTASI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI USAHA SARUNG ALAT TENUN BUKAN MESIN DESA SEMAMPIR KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIKNama :Yunita Eka Rizki LestariNIM :14040674013Program Studi :S1 Ilmu Administrasi NegaraJurusan :Administrasi PublikFakultas :Ilmu Sosial dan HukumNama Lembaga :Universitas Negeri SurabayaPembimbing :Indah Prabawati, S.Sos., M.Si.Kegiatan pelatihan kewirausahaan merupakan kegiatan yang diberikan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik berupa pelatihan dengan materi yang disuguhkan sesuai dengan seputar kewirausahaan. Pelatihan tersebut dilakukan secara rutin di setiap desa yang memiliki usaha,yang dilaksanakan pada empat kecamatan, yaitu Kecamatan Cerme, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Balongpanggang, dan Kecamatan Kebomas. Kegiatan ini memiliki tujuan pengembangan kreatifitas wirausaha, mencari peluang usaha dan kemitraan usaha, konsep kewirausahaan dan pengendalian, penyusunan business plan dan marketing serta kiat pengembangan usaha bagi usaha mikro, kecil dan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Mikro Kecil pada Usaha Sarung Alat Tenun Bukan Mesin di Desa Semampir Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Staf Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik selaku pembuat dan penanggung jawabKegiatan Pelatihan Kewirausahaan, Pemerintah Desa Semampirselaku penyedia fasilitas pelatihan kewirausahaan dan pemilikusaha sarung alat tenun bukan mesin Desa Semampir selakupenerima kegiatan pelatihan kewirausahaan. Denganmenggunakan enam variabel yaitu Standar dan Tujuan, SumberDaya, Hubungan Antar Organisasi Pelaksana, Disposisi,Karakteristik Agen Pelaksana, dan Kondisi Sosial, Ekonomi, danPolitik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaPenyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan di Desa Semampir,sudah berjalan baik, meskipun masih terdapat kendala. Haltersebut diketahui melalui variabel standar dan tujuan masihbelum tercapai yaitu masyarakat kurang faham mengenai tujuansehingga kurangnya antusias dalam mengikuti kegiatanpelatihan. Variabel sumber daya yang meliputi sumberdayamanusia, finansial, serta waktu. Terdapat kendala pada sumberdaya finansial yaitu kurangnya dana sehingga tidak adanyapendampingan setelah kegiatan pelatihan kewirausahaan. Haltersebut diharuskan adanya pendampingan yang tercantumdalam rencana kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustriandan Perdagangan dan sesuai dengn ungkapan Ibu Ismiyatiselaku Kasi Produksi dan Pemsaran Bidang Usaha Mikro. Padavariabel hubungan antar organisasi pelaksana sudah terbilangcukup baik sehingga terbentuk koordinasi yang baik pula. Padakarakteristik agen pelaksana, para implementor terbilang sangatbaik karena tugan yang diberikan telah dilakukan dengan penuhtanggung jawab. Sedangkan pada variabel kondisi sosial,ekonomi, dan politik masyarakat terus mengharapkan bantuandari pemerintah padahal Dinas Koperasi Usaha MikroPerindustrian dan Perdagangan telah memfasilitasi jalurkemitraan dan permodalan melalui Bank maupun Perusahaanternama. Pada variabel disposisi, para implementor memilikirespon mendukung dan positif terhadap adanya kegiatanpelatihan kewirausahaan. Saran untuk penyelenggaraanpelatihan kewirausahaan yakni harus diadakannya sosialisasimengenai tujuan kegiatan serta informasi alur mengenaikemitraan dan permodalan agar masyarakat lebih berantusias, kemudian ditambahkan lagi anggaran pada kegiatan pelaihan kewirausahaan ini supaya adanya pendampingan untuk menindak lanjuti dan tujuan kegiatan tercapai.Kata kunci: Implementasi, Pelatihan, Kewirausahaan, Sarung ATBM
EFEKTIVITAS OPERASIONALISASI BUS SEKOLAH RUTE SELATAN OLEH DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GRESIK FINA ANGGRAENI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 6 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n6.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakatnya. Salah satu dimensi pelayanan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat ialah pelayanan jasa transportasi/angkutan. Bus sekolah merupakan suatu pelayanan transportasi bagi pelajar dari pemerintah yang bertujuan sebagai sarana transportasi untuk mengantar maupun menjemput para pelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas operasionalisasi bus sekolah rute selatan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Kelompok sasaran dari program Bus Sekolah adalah siswa-siswi yang ada di rute selatan Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah pelajar yang menaiki bus sekolah yang berjumlah 177 orang dengan menggunakan Random Sampling yang berjumlah sampel 64 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner (angket), observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas operasionalisasi bus sekolah rute selatan oleh Dinas Pendidikan kabupaten Gresik dinyatakan sangat efektif, namun terdapat 2 indikator yang masih berada dikategori efektif. Indikator tersebut yaitu indikator kenyamanan dan indikator keteraturan, dengan prosentase akhir yang diperoleh sebesar 73,87% dan 77,34%. Prosentase tersebut jika diklasifikasikan nilai interval maka masuk pada nilai 61%-80%. Saran yang diberikan pada indicator kenyamanan dan keteraturan yaitu menambahkan jumlah armada bus sekolah, sebaiknya menambahkan fasilitas kebersihan berupa tempat sampah paling sedikit 2 (dua) buah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai implementor perlu kiranya meningkatkan pengawasan terhadap jalannya bus sekolah. Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan, Public Transport Abstrack Public service is one form of activities provided by the government to the community. One of the dimensions of public service needed by society is transportation service / transportation. The school bus is a transportation service for students from government that aims to provide transportation to take or pick up students. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of school buses on the southern route at the Education Office of Gresik Regency. The target group of the School Bus program is the students who are in the Southern Routes of the Driyorejo region of Gresik Regency. This research is descriptive research with quantitative approach. The population of this study are students who boarded the school bus numbering 177 people. While the sampling technique in this study using Random Sampling with a sample size of 64 people. Data collection techniques used are through questionnaires (questionnaires), observation and interviews.The results showed that the effectiveness of school bus operational route south by the Education Office of Gresik Regency was stated very effective, but there are 2 indicators that are still in effective category. The indicators are comfort indicator and regularity indicator, with final percentage obtained is 73,87% and 77,34%. The percentage if classified to the value of the interval then entered at a value of 61% -80%.Suggestion given on the indicator of comfort and regularity is Adding the number of school bus fleet, you should add the cleanliness facility in the form of trash for at least 2 (two) pieces, Gresik District Education Office better improve socialization and Gresik District Education Office as the evaluator, presumably increasing the supervision of the school bus. Keywords: Effectiveness, Service, Public Transport
IMPLEMENTASI PERSYARATAN PERMOHONAN PENERBITAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN SEKTOR INDUSTRI DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN GRESIK MARIYA ULFA; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Seiring dengan perkembangan Kabupaten Gresik menuju kearah yang lebih baik terutama dalam sektor pembangunan fisik, maka perlu adanya peningkatan kegiatan pemerintah untuk menertibkan dan mengatur bangunan. Salah satunya dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 6 Tahun 2017 tentang IMB. Peraturan Daerah ini bertujuan untuk untuk mewujudkan bangunan gedung yang memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung sesuai dengan fungsi dan tata ruang yang diselenggarakan secara tertib untuk menjamin keandalan teknis bangunan gedung serta mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan IMB. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi persyaratan permohonan penerbitan IMB sektor industri di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Gresik. Pelaksana kebijakan IMB adalah Dinas Penanaman Modal dan PTSP dengan dibantu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Satuan Polisi Pamong Praja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan variable menurut Van Metter dan Van Horn yang meliputi Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumberdaya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap/Kecenderungan Para Pelaksana, Komunikasi Antarorganisasi dan Aktivitas Pelaksana, serta Lingkungan Ekonomi, Sosial dan Politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dan tujuan kebijakan sudah tercapai karena dengan adanya Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 6 Tahun 2017 tentang IMB, jumlah industri yang sudah memiliki IMB semakin meningkat. Sumber daya manusia yang tersedia sudah cukup untuk mendukung implementasi kebijakan dan pemahaman terhadap tupoksi, sumber daya anggaran sudah cukup dan digunakan secara maksimal dalam penyelenggaraan kebijakan, dan sumber daya waktu terkendala oleh pemohon dalam melengkapi berkas persyaratan dalam pengajuan perizinan, karena berkas persyaratan yang kurang tidak bisa langsung jadi. Karakteristik agen pelaksana sudah menjalankan sesuai dengan tupoksinya. Sikap dan kecenderungan pelaksana sudah memberikan respon yang baik kepada pemohon. Komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelasana dilakukan dengan mengadakan rapat satu minggu satu kali, tetapi masih terkendala terhadap penindakan kepada industri yang belum memiliki IMB namun sudah melakukan produksi. Lingkungan ekonomi tidak terlalu menjadi masalah karena ada penghapusan denda, sedangkan lingkungan sosial masih menghambat karena pelaku industri kurang merespon himbauan yang diberikan, dan lingkungan politik cukup mendukung kebijakan. Dengan demikian maka perlu adanya sosialisasi secara kontinyu baik melalui program kegiatan maupun media massa agar dapat memberikan pemahaman dan merubah sikap dan perilaku masyarakat untuk segera mengurus IMB, adanya ketegasan dalam memberikan sanksi kepada palaku industri yang melanggar peraturan. Kata Kunci: Implementasi, Izin Mendirikan Bangunan
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA PROGRAM MATERNAL DAN NEONATAL EMERGENCY SMS GATEWAY (Si MaNEiS) DI RSUD SIDOARJO SISKA WULANDARI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pelayanan publik dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Salah satu penyelenggara pelayanan publik yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo dengan meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway) serta berpegangan pada Manajemen strategi sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Si MaNEiS di RSUD Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Adapun fokus penelitian ini yaitu strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis di RSUD Sidoarjo. Indikator yang digunakan ialah 8 strategi meningkatkan kualitas jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis di RSUD Sidoarjo telah dijalankan sesuai dengan SOP dan beberapa komponen sudah baik. Namun dalam pelaksanaannya, indikator menciptakan automating quality dan indikator menindaklanjuti jasa masih terdapat kendala. Pada indikator menciptakan automating quality terdapat kendala pelaksanaan yang dikarenakan oleh koneksi internet yang terkadang mengalami kendala atau error, serta pada indikator menindaklanjuti jasa masih belum adanya kotak kritik dan saran sebagai media masukan dari pihak pengguna Si MaNEiS yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan pelayanan kedepannya. Saran dari peneliti yaitu kapasitas kecepatan intenet diperbesar pada ruang MNE agar saat aplikasi Simaneis sedang dijalankan tidak terhambat karena terputusnya koneksi internet, serta disediakannya kotak kritik dan saran pada ruang MNE, dan mungkin RSUD Sidoarjo dapat mengembangkan untuk memberikan terobosan dengan mekanisme pemberian saran dengan sistem online, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Kata Kunci: Pelayanan, Strategi, Si MaNEiS Abstrack The Organization of the public service is required to provide a quality service. One of the organizers of the public service who are working to improve the quality of service is the area of Sidoarjo General Hospital by improving the quality of service on the program Si MaNEiS (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway) as well as holding on to Management strategies as a guide in decision making in an effort to improve the quality of service. The purpose of this study is to describe the strategy of improving the quality of service in Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo. This research is descriptive research with qualitative approach. The retrieval of the data sources in this study using snowball sampling. As for the focus of the research is to improve service quality strategies on Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo. The indicator used is the 8 strategies to improve the quality of services. The results showed that the strategy of improving the quality of service on Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo has been run in accordance with SOP and some components are already good. But in practice, indicators created automating quality indicators and follow up services there are still constraints. Automating creating indicators on quality there is the implementation constraints due to internet connection sometimes experience the constraints or error, as well as on indicators of follow up services are still not the existence of the box as a media criticism and suggestions input from the users of Si MaNEiS that can be used to perform repair services in the future. The advice of researchers that is magnified in internet speed capacity space MNE so that when the application is running Si MaNEiS not hampered due to the disconnection of the internet connection, as well as providing a feedback box on the MNE, and space may be RSUD Sidoarjo can be developed to deliver breakthrough with advising mechanism with the online system, so that the public can access it easily. Keywords: Service, Strategy, Si MaNEiS
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI RT 03 RW 03 JAMBANGAN KOTA SURABAYA RUNGKY LECESNAWATI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Program pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai bentuk implementasi Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. Tujuan dari program pegelolaan sampah dan kebersihan lingkungan adalah untuk meningkatkan taraf kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan kesehatan dan kebersihan lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di RT 03 Jambangan, Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus dari penelitian ini mendeskripsikan Implementasi Program Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di RT 03 Jambangan dengan menggunakan implementasi kebijakan publik model George Edward III. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif-kualitatif, yakni teknik analisis dengan cara membangun konstruksi terhadap fakta, data, atau objek material yang terdiri dari bahasa atau wacana. Adapun hasil dari penelitian ini (1) proses komunikasi mengadakan pertemuan atau workshop dengan fasilitator lingkungan terhadap kader pengelola sampah yang rutin diadakan 2 bulan sekali untuk sharing tentang pengelolaan sampah. (2) Sumber daya terdiri dari 3 bagian, yakni (a) sumber daya manusia didukung oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, RT 03 Jambangan dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jambangan Hijau serta tokoh-tokoh setempat, (b) sumber daya anggaran bersumber dari masyarakat sendiri, pihak pemerintah hanya membantu pemberian stimulus melalui dana awal untuk menggelar lomba, dan (c) sumber daya sarana prasarana berupa ruangan, alat pemisah sampah, komposer, bak/tong sampah. Kemudian untuk (3) disposisi, pemilihan pegawai dan kaderisasi dengan membentuk tim dan panitia pelaksana mulai dari tenaga penyuluh, kader-kader dan tokoh lingkungan dari daerah tersebut dengan melibatkan ibu-ibu PKK. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan Abstract Waste management and environmental cleanliness program as a form of implementation of Surabaya City Regional Regulation No. 5 of 2014 on Waste Management and Hygiene in Surabaya City. The purpose of the waste management and environmental hygiene program is to improve the quality of life of the community through the improvement of health and environmental hygiene. The purpose of this research is to describe the implementation of Waste Management and Environmental Sanitation program at RT 03 Jambangan, Surabaya City. The type of research used in this study is the type of descriptive qualitative research The focus of this research is to describe the Implementation of Waste Management and Environmental Sanitation Program at RT 03 Jambangan using public policy implementation of George Edward III model. Data collection techniques used in this study is a technique of data collection with the method of observation, interview and documentation. Data analysis techniques used descriptive-qualitative, namely the technique of analysis by building construction of facts, data, or material objects consisting of language or discourse. The results of this study (1) the communication process held a meeting or workshop with environmental facilitators to the cadre of waste management that is regularly held 2 months for sharing about waste management. (2) The resources consist of 3 parts, namely (a) human resources supported by Hygiene Department and Green Open Space of Surabaya City, RT 03 Jambangan and Community Information Group (KIM) of Jambangan Hijau as well as local figures, (b) source the power of the budget comes from the community itself, the government only helps the provision of stimulus through initial funds to hold the race, and (c) infrastructure resources in the form of room, waste separator, composer, Then for (3) the disposition, the selection of employees and the regeneration by forming the team and the executing committee ranging from extension workers, cadres and environmental figures from the area by involving PKK. Keywords: Policy Implementation, Waste Management and Environmental Hygie
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DI DESAA SEPPONG KECAMATAN TAMMERODO SENDANA KABUPATEN MAJENE MUHAMMAD AKBAR; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

Dana desa sepenuhnya ditujukan untuk memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan desa sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang dan ketetapan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Dana Desa digunakan untuk membiayai pembangunan desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta penanggulangan kemiskinan. Walaupun demikian terdapat ketidakmerataan pembangunan di desa, khususnya di Desa Seppong dimana prasarana pendidikan dan kesehatan lebih lengkap dibandingkan prasarana ekonomi, terutama akses jalan yang masih rusak, padahal jalan merupakan hal fatal, jika jalan rusak maka akan menghambat aksessibilitas masyarakat desa bahkan bisa menghambat laju perkembangan ekonomi, selain itu akses air bersih masih sulit untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat masih mengandalkan sumur dan sungai yang ada di desa tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses Implementasi kebijakan Dana Desa di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, dianalisis menggunakan model implementasi Donald Van Metter dan Carl Van Horn dengan enam variabel yaitu Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumber daya, Karakteristik agen pelaksana, Sikap/Kecenderungan para pelaksana, Komunkasi antar organisasi dan Lingkungan sosial, Ekonomi dan Politik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kebijakan dana desa di Desa Seppong masih berjalan dengan baik. Hal ini terlihat bahwa pembangunan dalam bidang pendidikan dan kesehatan tidak jalan berdampingan denga bidang ekonomi yang sangat tertinggal, kebutuhan dasar seperti air bersih masih susah dan jalan masih rusak, hal ini juga disebabkan karena kurangnya sumber daya finansial yang menyebabkan program pembangunan terhambat, disebabkan karena desa tidak memiliki penghasilan sendiri yang dapat menopang penyelenggaraan pemerintah desa.Kata Kunci: Implementasi, Dana Desa, Pembangunan Infrastruktur
Implementasi Program Online SMS, Delivery Access, High Access LINK (ODHALINK) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan BERIL ISDITYO NADIS; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan instansi yang berperan sebagai salah satu penyelenggara pelayanan untuk melayani masyarakat. Oleh sebab itu Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan membuat sebuah inovasi program ODHA LINK (Online SMS 24 Jam, Delivery Access, High Access). ODHA LINK merupakan suatu program untuk melayani para odha (orang dengan HIV/AIDS) agar penyakit tersebut tidak menyebar dan meluas. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis dan mendiskripsikan implementasi program online sms 24 jam, delivery access, high access (Odha Link) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan. Subjek penelitian dari tim pelaksana dan masyarakat khususnya para pengguna program Odha Link. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Van Meter dan Van Horn yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, disposisi implementor, komunikasi antar organisasi, dan lingkungan sosial ekonomi dan politik. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, penelusuran data online. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program online sms 24 jam, delivery access, high access (Odha Link) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan sudah berjalan dengan baik, namun masih adanya kekurangan seperti kurangnya jumlah pegawai dalam pelaksana masih kurang sehingga pelaksana mengeluh, kurangnya koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membantu dalam ber sosialisasi, dan minimnya partisipasi dari pasien odha untuk mengikuti kegiatan yang diberikan. Saran perlu penambahan petugas, meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kata kunci: Implementasi, ODHA LINK, HIV/AIDS Abstract Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency is an institution that acts as one of the service providers to serve the community. Therefore Bangil District General Hospital Pasuruan District made an ODHA LINK program innovation (24 Hour Online SMS, Delivery Access, High Access). ODHA LINK is a program to serve people with HIV / AIDS so that the disease does not spread and spread. The purpose of this study was to find out and analyze the implementation of 24-hour online sms program, delivery access, high access (Odha Link) in the Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency. Research subjects from the implementing team and the community, especially users of the PLHIV Link program. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. This study was analyzed using the theory Van Meter and Van Horns theory are policy measures and objectives, resources, characteristics of implementing agents, disposition of implementors, communication between organizations, and socio-economic and political environments. Data collection techniques consist of observation, interviews, documentation, online data search. Data analysis techniques are carried out by data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the study showed that the implementation of 24-hour online sms program, delivery access, high access (Odha Link) at the Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency had gone well. However, there are still shortcomings, such as lack of staff in the implementation, which is still lacking, so the implementer complains, lack of coordination with the Health Office to assist in socializing, and lack of participation from the community to participate in the activities provided. Keywords: Implementation, ODHA LINK, HIV/AIDS
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH BAHASA DI KOMPLEKS BALAI PEMUDA KOTA SURABAYA AIMATUSH SHOLIHAH; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH BAHASA DI KOMPLEKS BALAI PEMUDA KOTA SURABAYA Aimatush Sholihah S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya aimat9rachmad@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos,, M.Si. S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya prabawatiindah@yahoo.co.id Abstrak Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community berlaku sejak awal tahun 2015 diseluruh wilayah Asia Tenggara. Pemerintah Kota Surabaya dalam mempersiapkan warganya dalam menghadapi persaingan pasar bebas dan tenaga kerja membentuk program Rumah Bahasa sebagai lembaga pelayanan publik untuk meningkatkan dan menunjang kualitas sumber daya manusia dalam berbahasa asing. Program Rumah Bahasa adalah program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan bahasa asing yang dilaksanakan secara gratis dengan sistem tenaga pengajar secara sukarelawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri Kota Surabaya, Kepala Sub Bagian Pelaporan dan Evaluasi Kerjasama, Ketua Koordinator Pelaksana Rumah Bahasa, tenaga pengajar bahasa asing di Rumah Bahasa, dan peserta Program Rumah Bahasa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi Pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya dengan menggunakan metode CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam (1971) yaitu, 1) konteks (context), tujuan program Rumah Bahasa menurut SOP Rumah Bahasa, Rumah Bahasa adalah program pemberdayaan masyarakat yang berupa pelatihan bahasa asing secara gratis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Kota Surabaya. 2) Masukan (input), pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya didanai oleh dana APBD Kota Surabaya. Implementor memiliki strategi untuk mendorong keberhasilan program dalam menarik perhatian sukarelawan dan peserta pelatihan dilakukan sosialisasi dan promosi secara online maupun offline. 3) Proses (procces), pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya berjalan lancar, dibuktikan dengan tingkat kepuasan dan naiknya tingkat penguasaan bahasa asing peserta pelatihan, namun dari sudut pandang sasaran program pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda bisa dikatakan belum berhasil karena adanya dominasi pelajar dan mahasiswa yang mengikuti program. 4) Produk (product), produk dari pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya adalah terciptanya komunitas bahasa asing yang terlahir dari pelatihan pembelajaran di Rumah Bahasa, sedangkan peningkatan kemampuan bahasa asing sendiri sudah tercapai karena peserta fokus dalam practical learning dan praktik secara langsung dengan native speaker yang menjadi tenaga pengajar. Hasil kesimpulan dari penelitian yang ditemukan bahwa Rumah Bahasa menarik perhatian banyak peserta tetapi tidak diimbangi dengan jumlah ruang kelas sehingga menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan yang diberikan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Pelatihan Bahasa Asing, Rumah Bahasa. Abstract Quoted from asean.org, the ASEAN Economic Community or AEC is the realization of the region’s end goal of economic integration. It envisions ASEAN as a single market and production base, a highly competitive region, with equitable economic development, and fully integrated into the global economy. ASEAN Economic Community was officially launched in the late 2015 along South East Asian countries. Due to this agreement Surabaya City Government created a public service named Rumah Bahasa, a community empowerment program to provide the citizen’s skill on speaking foreign language. Rumah Bahasa (House of Language) is a program that lets any Surabaya citizens to learn foreign languages for free. The volunteer teaching program is run in Rumah Bahasa. The purpose of this research is to analyze the program evaluation on Rumah Bahasa in Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya. The type of the research is descriptive methodology in qualitative approach. The subjects of the research consists of Head of Foreign Cooperation Sub-division, Head of Sub-division of Reporting and Cooperation’s Evaluation, Executive Coordinator of Rumah Bahasa, foreign language teaching staffs, and program participants. The theory used to analyze this research is CIPP (Context, Input, Process, and Product) by Stufflebeam. Data collection techniques were conducted through observation, interview, and documentation. Data analysis is done by data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The result from this study shows that Rumah Bahasa runs well. 1) Context, the purpose of Rumah Bahasa according to Rumah Bahasa’s standard operating procedure is to provide Surabaya citizens in learning and speaking foreign languages for free. 2) Input, Rumah Bahasa program is funded by Surabaya City’s Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah or APBD (Annual Local Government Finance Settlement). Program implementer strategically attracts volunteers and participants by promoting Rumah Bahasa through online and offline socializations. 3) Process, Rumah Bahasa runs well in the process proven by the level of participant’s satisfaction and foreign language skill but, based on target groups point of view it has not achieved its goal since the high school and university students been dominating the program. 4) Product, Rumah Bahasa creates foreign language communities. Teaching methods that’s been focused on is practical learning with the native speakers and it helps participants practice their language skill efficiently. It can be concluded that Rumah Bahasa attracts many participants but its lack of facility, specifically class room, and it affects the service given by the implementer. Keywords: Public Service, Foreign Language Skill Training Program, Rumah Bahasa.
EFEKTIVITAS PROGRAM CAMPUS SOCIAL RESPONSIBILITY DI KECAMATAN WONOKROMO KOTA SURABAYA (STUDI PADA PENDAMPINGAN MAHASISWA TERHADAP ANAK PUTUS SEKOLAH ATAU RAWAN PUTUS SEKOLAH) M AINUDIN AL AFGHONI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Program campus social responsibility (CSR) merupakan program pengembalian anak putus sekolah agar dapat bersekolah kembali dan anak rawan putus sekolah tidak menjadi putus sekolah. Program ini merupakan program yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya sebagai respon dari permasalahan anak putus sekolah yang menjamur di Kota Surabaya. Pada pelaksanaannya, program campus social responsibility melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Surabaya. Mahasiswa yang terlibat berperan sebagai kakak pendamping bagi anak putus sekolah atau rawan putus sekolah yang ada di Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas program campus social responsibility di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pedekatan kualitatif. Pisau analisis yang dipakai dalam penelitain ini adalah indikator efektivitas program yang dikemukakan oleh Budiani, antara lain: ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program campus social responsibility di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya sudah berjalan cukup baik. Pada indikator ketepatan sasaran program sudah sesuai dengan ketepatan yang ada. Pada indikator sosialisasi program Dinas Sosial telah melakukan sosialisasi baik kepada perguruan tinggi di Wilayah Kecamatan Wonokromo dan Pemerintah kecamatan Wonokromo, namun untuk sosialisasi ke perguruan tinggi masing kurang masif ke seluruh mahasiswa yang ada. Pada indikator tujuan program bila mengacu pada redaksi tujuan program campus social responsibility dapat dikategorikan berhasil, tetapi bila dilihat dari jumlah adik asuh yang berhasil dikembalikan bersekolah hanya ada 8 adik asuh dari 31 adik asuh yang didampingi di Kecamatan Wonokromo. Kemudian pada indikator pemantauan program sudah dilakukan dengan baik oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, namun dalam pemberian solusi kepada mahasiswa yang menghadapi permasalahn adik asuh hemat peneliti masih belum optimal. Saran peneliti berdasar hasil penelitian tentang efektivitas program campus social responsibility di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, sebagai berikut: 1) Melakukan sosialisasi yang lebih beragam dan inovatif agar dapat menarik lebih banyak mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial untuk bergabung, 2) Melakukan alokasi anggaran yang lebih banyak untuk program ini, atau setidaknya membuka lebih banyak jejaring-jeraring baik antar organisasi pemerintah atau organisasi non-pemerintah sebagai alternatif sumber dana, 3) Mengikutsertakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan sebagai pihak mitra konseling dan pemberi solusi perihal permasalahan adik asuh dan keluarga adik asuh yang dijumpai di lapangan. Kata Kunci : Efektivitas, Program, campus social responsibility
IMPLEMENTASI SUROBOYO BUS DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA ANUGRAH ARY KURNIAWAN; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Sarana transportasi yang layak merupakan salah satu masalah yang ada di Kota Surabaya. Kondisi transportasi yang ada di Kota Surabaya dirasa belum memenuhi standart kelayakan sehinga masyarakat enggan dalam menggunakan sarana transportasi umum, masyarakat lebih menggunakan sarana transportasi pribadi yang dirasa lebih aman dan nyaman.Sarana transportasi yang layak merupakan salah satu masalah yang ada di Kota Surabaya. Kondisi transportasi yang ada di Kota Surabaya dirasa belum memenuhi standart kelayakan sehinga masyarakat enggan dalam menggunakan sarana transportasi umum, masyarakat lebih menggunakan sarana transportasi pribadi yang dirasa lebih aman dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Suroboyo Bus Di Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan melalui model implementasi Donal D Van Metter dan Carl E. Van Horn yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi, disposisi, dan lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala unit Suroboyo bus, Bagian operator, Bagian teknis serat penumpang dari Suroboyo bus. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Implemetasi Suroboyo Bus Di Dinas Perhubungan Kota Surabaya sudah cukup baik meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang dihadapi. Kata Kunci : Implementasi, Suroboyo Bus. Abstarct Proper transportation facilities are one of the problems in the city of Surabaya. The transportation conditions in the city of Surabaya have not met the feasibility standard so that people are reluctant to use public transportation facilities, the community uses private transportation facilities which are considered safer and more comfortable. Proper transportation is one of the problems in the city of Surabaya. The existing transportation conditions in Surabaya City do not meet the feasibility standard so that people are reluctant to use public transportation facilities, the public uses more personal transportation facilities which are considered safer and more comfortable. The purpose of this study is to describe the implementation of Suroboyo Bus at the Surabaya City Transportation Agency. The focus of this research is on the factors that influence policy implementation through the implementation model Donald D Van Metter and Carl E. Van Horn, namely the size and objectives of policy, resources, characteristics of implementing agents, communication, disposition, and economic, social and political environment . The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The subject of this study consisted of the head of the Suroboyo bus unit, the operator section, the technical section of fiber passengers from Suroboyo bus. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data and drawing conclusions . Implication of Suroboyo Bus At the Surabaya City Transportation Agency, it is quite good even though there are still some obstacles encountered . Keywords: Implementation, Suroboyo Bus