Claim Missing Document
Check
Articles

Indonesia Paulina Binti Achmad; Indah Prabawati
Publika Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v12n4.p981-996

Abstract

Aplikasi Sicantik (Sidoarjo Cegah Angka Kematian Ibu dan Anak) merupakan trobosan baru dari Dinkes Kab. Sidoarjo untuk meningkatkan kinerja serta memungkinkan beragam aktivitas bisa dijalankan secara cepat, tepat, serta akurat, dan pada akhirnya dapat meningkat produktivitas. Namun, aplikasi tersebut masih memiliki banyak permasalahan terkait penggunaanya. Penelitian ini bertujuan mengulas terkait implemntasi aplikasi Sicantik dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Waru Sidoarjo. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data pada kajian ini dihimpun melalui teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi dan dianalisa melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Temuan penlitian menrangkan bahwa penerapan aplikasi Sicantik di Puskesmas Waru Sidoarjo dapat dikatakan cukup baik. Hal tersebut terlihat dari 1) Komunikasi, banyaknya masyarakat khususnya ibu hamil yang belum mengetahui aplikasi Sicantik, karena sosialisasi yang diterapkan belum menyeluruh; 2) Sumber daya manusia puskesmas sudah cukup memadahi dalam pelaksaannya dan fasilitas yang tersedia di aplikasi Sicantik cukup mendukung; 3) Disposisi, pengangkatan birokrasi dilakukan berdasarkan kriteria yang diberikan serta ditunjuk puskesmas Waru berdasarkan rapat resmi; dan 4) Struktur birokrasi, dalam pelaksanaan aplikasi Sicantik telah diterapkan berdasarkan tugas pokok serta fungsi yang ditetapkan. Manfaat yang dirasakan dari aplikasi Sicantik ialah dapat memantau perkembangan kehamilan ibu dan anak balita dengan mudah, cukup lewat aplikasi Sicantik dapat mengoptimalkan pelayanan serta menekan angka kematian ibu dan anak. Kata Kunci: Aplikasi Sicantik, Implementasi, Pelayanan.
IMPLEMENTASI PROGRAM PADAT KARYA DI KELURAHAN TANAH KALI KEDINDING KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA Muhammad Rizky Hidayat; Indah Prabawati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12803

Abstract

Padat Karya adalah program Pemerintah Kota Surabaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dalam rangka mengurangi kemiskinan. Kelurahan Tanah Kali Kedinding adalah kelurahan di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya yang melaksanakan program Padat karya yakni produksi paving. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih ada kendala, yakni minimnya penyaluran informasi program Padat Karya produksi paving, jumlah anggota kelompok Padat Karya produksi paving belum memadai, menurunnya motivasi kerja pelaku usaha produksi paving, dan minimnya persediaan air bersih yang masih menggunakan sumur bor. Penelitian deskriptif kualitatif ini memiliki tujuan yakni menggambarkan implementasi program Padat Karya di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya memakai teori implementasi kebijakan George C. Edward III yakni komunikasi mencakup transmisi, kejelasan, dan konsistensi. Sumber daya mencakup staf, wewenang, informasi, dan fasilitas. Disposisi mencakup pengangkatan birokrat dan insentif. Struktur birokrasi mencakup Standard Operating Procedures (SOP) dan fragmentasi. Pengumpulan datanya dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa implementasi program Padat Karya di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya yakni produksi paving belum optimal dikarenakan masih belum teratasi pada komunikasi, sumber daya, dan disposisi. Saran yang diberikan adalah 1) DSDABM Kota Surabaya perlu melakukan sosialisasi program Padat Karya produksi paving secara rutin; 2) Pemerintahan Kecamatan Kenjeran perlu membuat mekanisme SOP perizinan keluar masuk anggota kelompok Padat Karya produksi paving; 3) DSDABM Kota Surabaya perlu memberikan target tetap yaitu target minimal jumlah produksi paving setiap harinya; 4) DSDABM Kota Surabaya perlu melakukan pemasangan instalasi pipa air PDAM sebagai penyedia air bersih.