Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis tanda dan makna di balik mitos komplek candi Batu Jaya yang sudah sejak lama hidup di lingkungan masyarakat Karawang, Jawa Barat. Data berupa kumpulan mitos mengenai komplek candi Batu Jaya yang dikumpulkan dengan teknik observasi, teknik wawancara, serta teknik catat dan rekam. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif berdasarkan teori semiotik Roland Barthes. Pemikiran semiologi Roland Barthes meliputi sistem tanda, mitos, dan juga ideologi. Mengenai sistem tanda Barthes menggunakan istilah expression (ekspresi) untuk signifiant dan content (isi) untuk signifie . Dalam hal ini, teorinya bertumpu pada relation (R) antara expression (E) dan content (C). Data apa adanya sesuai fakta di lapangan dikaji secara deskriptif hingga diperoleh suatu simpulan. Dalam penelitian ini ditemukan lima buah data mitos yang menjadi hasil dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, ditarik kesimpulan bahwa tanda verbal yang dimunculkan dalam setiap mitos di komplek candi Batu Jaya, Karawang mengandung pemaknaan denotatif yang berupa serangkaian komponen yang terdapat di lingkungan komplek Percandian Batu Jaya, seperti unur, parit, batu bata merah, dan pohon bondhi. Sedangkan pemaknaan konotasi yang terkandung dalam mitos di komplek candi Batu Jaya sangat erat hubungannya dengan kepercayaan masyarakat sekitar. Mitos di komplek candi Batu Jaya meningterprestasikan himbauan dan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga cagar budaya