Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Edu Geography

Hubungan Tingkat Literasi Dengan Sikap Remaja Terhadap Program Generasi Berencana (Genre) Di Kecamatan Sukoharjo Dan Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo Hanafi, Imam; Ariyani Indrayati
Journal of Edugeography Vol. 12 No. 2 (2024): VOL 12 NO 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/7aehrq51

Abstract

Tahun 2022 tingkat pernikahan usia dini di Kabupaten Wonosobo berada di atas rata-rata presentase pernikahan usia dini Provinsi Jawa Tengah. Dengan diresmikanya program GenRe (Generasi Berencana) di bawah naungan BKKBN sejak tahun 2018, angka pernikahan usia dini di Kabupaten Wonosobo mengalami penururnan di setiap tahunya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran keruangan pernikahan usia dini di Kabuapaten Wonosobo, mengetahui tingkat literasi program GenRe pada remaja, mengetahui sikap remaja terhadap Program GenRe, dan mendeskripsikan hubungan tingkat literasi dengan sikap remaja terhadap program GenRe di Kecamatan Sukoharjo dan Kecamatan Kalikajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis deskriptif presentase untuk mengukur tingkat literasi dan sikap remaja, serta menggunakan analisis korelasi Pearson untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran keruangan pernikahan usia dini di Kabupaten Wonosobo terjadi di semua kecamatan. Wilayah yang secara geografis lebih tinggi memiliki prevalensi pernikahan usia dini yang tinggi dibandingkan wilayah yang secara geografis lebih rendah. Remaja di Kecamatan Sukoharjo yang secara geografis lebih dekat dengan perkotaan (urban) memiliki tingkat literasi dan sikap terhadap program GenRe yang lebih baik dibandingkan remaja di Kecamatan Kalikajar yang secara geografis lebih jauh dari perkotaan (rural). Terdapat hubungan yang positif dengan derajat korelasi sedang antara tingkat literasi dengan sikap remaja terhadap program GenRe dengan nilai sig sebesar 0.000 dan nilai  Pearson Correlation sebesar 0,428.
IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFIMATERI BIOSFER DAN ANTROPOSFER DI MAN 1 KEBUMEN Setianingrum, Wiwit Lutfita; Indrayati, Ariyani; Setyowati, Dewi Liesnoor; Santoso, Apik Budi
Journal of Edugeography Vol. 12 No. 3 (2024): VOL 12 NO 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/zav4c926

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka di MAN 1 Kebumen belum berjalan dengan optimal dan cenderung menggunakan metode pembelajaran yang masih terfokus pada guru (teacher centered), sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan siswa, salah satunya adalah discovery learning. Penelitian ini bertujuan 1) Membuat rancangan pembelajaran Model Discovery Learning pada mata pelajaran geografi materi biosfer dan antroposfer kelas X MAN 1 Kebumen, 2) Menganalisis implementasi Model Discovery Learning pada mata pelajaran geografi materi biosfer dan antroposfer kelas X MAN 1 Kebumen, 3) Menganalisis keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran geografi materi biosfer dan antroposfer kelas X MAN 1 Kebumen, 4) Menganalisis hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi materi biosfer dan antroposfer kelas X MAN 1 Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk double shoot case pretest -posttest design. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Rancangan pembelajaran discovery learning sesuai standar dan mendukung tujuan pembelajaran, 2) Implementasi model discovery learning pada materi biosfer dan antroposfer berjalan sesuai rancangan dan memenuhi kriteria model discovery learning, 3) Keaktifan siswa tergolong tinggi dengan keterlibatan yang baik selama pembelajaran, 4) Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan setelah penerapan model discovery learning, dimana meningkat dari 75,00% pada posttest pertama menjadi 87,50% pada posttest kedua.