Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DODOTO

PENGGUNAAN TINDAK TUTUR ILOKUSI PEGAWAI UPT PENDIDIKAN KECAMATAN TIDORE UTARA DAN TIDORE SELATAN KOTA TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA (Sebuah Tinjauan Pragmatik dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa) Iwan Irawan
JURNAL DODOTO Vol 1 No 01 (2020): Dodoto,Volume 01 No 01 Januari 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.436 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tindak tutur yang merupakan salah satu aspek penting yakni upaya untuk mencapai suatu hasil yang dikehendaki oleh penutur kepada mitra tuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan (1) jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi; (2) tindak tutur apa saja yang paling dominan dalam tuturan pegawai UPT Pendidikan Kecamatan Tidore Utara dan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara; (3) Implikasi tindak tutur terhadap pembelajaran bahasa di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskripsi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak untuk memperoleh data yang dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Metode ini memiliki teknik dasar yaitu teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data pada penelitian ini yaitu menggunakan model interaktif. Teknik yang digunakan adalah pereduksian, penyajian dan verifikasi. Ketiga teknik ini digunakan untuk mendeskripsikan tuturan pegawai UPT Pendidikan dan menyajikan tindak tutur dan maksud-maksud penutur berdasarkan teori tindak tutur. Penelitian ini mempunyai kesimpulan sebagai berikut: (1) berdasarkan temuan penelitian ini, tindak tutur ilokusi ang ditemukan dalam tuturan pegawai UPT pendidikan yaitu tiga jenis yakni tindak tutur representatid sebanyak 23%, tindak tutur direktif sebanyak 60%, dan tindak tutur ekspresif sebanyak 75%, (2) tindak tutur yang paling dominan yang digunakan oleh pegawai UPT Pendidikan yaitu tindak tutur direktif yang berfungsi perintah sebanyak 25%, (3) hasil temuan tindak tutur ilokusi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru-guru di sekolah dalam mengajarkan bahasa Indonesia khususnya teori pragmatik (komunikatif) untuk dapat melihat indikator kompetensi yang menjadi tujuan pengajaran, fungsi yang menjadi sarana pengajaran dan faktor-faktor yang mewatasi kompetensi dan fungsi yang dianjurkan
HUBUNGAN MINAT BACA TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA SEMESTER I ANGKATAN 2020 PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN (FIP) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA Iwan Irawan; Jusmin H Wahid
JURNAL DODOTO Vol 1 No 02 (2020): Volume 01 No 02, Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara minat baca terhadap keterampilan berbicara mahasiswa semester I angkatan 2020 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, secara umum minat baca mempunyai hubungan dengan keterampilan berbicara mahasiswa semester I angkatan 2020 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Secara khusus metode membaca yang diterapkan pada tahap awal dan ahkir proses pembelajaran dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa mengembangkan kreaktivitasnya dalam memilih dan menentukan tema, topik, serta latar cerita yang sesuai dengan minat, pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, serta dapat menyusun kerangka cerita. Selanjutnya, pada tahap saat berbicara atau menyampaikan prosesnya berlangsung dengan baik dan dinamis. Hal ini dapat terjadi pada saat siswa berbicara, memudahkan siswa mengembangkan ide cerita. Siswa berhasil melakukan kegiatan berbicara dengan memperhatikan unsur-unsur pembentuk cerita. Kemudian peningkatan kemampuan siswa berbicara dengan menggunakan metode membaca, yakni siswa dapat melakukan dapat menyampaikan setiap cerita yang telah disusun. Berdasarkan hasil penelitian membaca dengan ,disarankan kepada guru yang ingin menerapkan metode membaca pada pembelajaran berbicara agar memberikan bimbingan dan arahan yang maksimal kepada siswa. Penerapan metode membaca tidak mengekang kreaktivitas siswa dalam berkarya sehingga siswa dapat mengembangkan ide, pikiran, dan gagasannya sesuai dengan minat, pengetahuan, dan pengalaman yang dimilikinya.