Claim Missing Document
Check
Articles

Innovative Approaches and Traditional Methods: Constructing Qiroatul Kutub Learning in South Sumatran Islamic Boarding Schools Anang Walian; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Kusnadi Kusnadi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7308

Abstract

Qiroatul kutub is a critical language skill in pesantren education. Despite its importance, preliminary research indicates that only 30% of students in South Sumatra's pesantren can proficiently read classical Arabic texts, known as the yellow book. This gap highlights the need to examine how various pesantren implement qiroatul kutub learning. This qualitative study employed a phenomenological design to explore learning constructions in traditional, semi-modern, and modern pesantren. Data were collected through structured interviews, participatory observation, and documentation. Analysis followed Miles and Huberman's interactive model: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Findings reveal commonalities in the use of classical texts, focus on Arabic grammar (Nahwu and Shorf), Arabic proficiency development, and the overarching goal of producing Islamic scholars. Differences emerged in teaching methods, curricula, subject focus, and linguistic approaches. Traditional pesantren retain classical techniques such as sorogan, bandongan, muhafazhoh, tarjamah, and bahtsul masail. In contrast, semi-modern and modern pesantren integrate these with contemporary educational methods. The study concludes that each pesantren type adapts its qiroatul kutub system in line with its institutional identity and vision. Understanding these variations can inform strategies to enhance classical text literacy among pesantren students
Penerapan Terapi Acceptance And Commitment Therapy (ACT) Dalam Mengelola Emosi Negatif Pada Ibu Yang Mengalami Empty Nest Syndrome Salsabil Nasha; Kusnadi Kusnadi; Bela Janare Putra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.814

Abstract

    Empty Nest Syndrome (ENS) adalah kondisi psikologis yang sering dialami oleh ibu ketika anak-anak mulai mandiri dan meninggalkan rumah, yang dapat memicu munculnya emosi negatif seperti kesepian, kehilangan, dan kebingungan peran. Emosi negatif yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam mengelola emosi negatif pada ibu yang mengalami ENS. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang ibu berusia 50 tahun yang menunjukkan gejala ENS setelah anak-anaknya menikah dan meninggalkan rumah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui empat sesi terapi ACT, subjek mampu mengenali dan menerima emosi negatif yang dirasakannya tanpa menghindar, serta mulai memahami nilai-nilai hidup yang penting baginya. Subjek juga menunjukkan peningkatan fleksibilitas psikologis dan mulai membangun kembali aktivitas bermakna yang sesuai dengan nilai-nilainya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) efektif dalam membantu ibu mengelola emosi negatif akibat Empty Nest Syndrome, serta mendorong individu untuk menerima pengalaman hidup secara utuh dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna sesuai dengan nilai-nilai pribadi.
Penerapan Konseling Individu Dengan Pendekatan Logoterapi Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Kanker (Studi Kasus Klien "P" Di Kecamatan Jakabaring Kota Palembang) Destiana Azzahra; Kusnadi Kusnadi; Hartika Utami Fitri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.919

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Konseling Individu Dengan Pendekatan Logoterapi Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Kanker ( Studi Kasus Klien "P" Di Kecamatan Jakabaring Kota Palembang )”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup klien “P” sebelum dan sesudah diberikan konseling individu dengan pendekatan logoterapi, untuk mengetahui penerapan konseling individu dengan pendekatan logoterapi dalam meningkatkan kualitas hidup pada klien dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi meningkatnya kualitas hidup klien “P”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu perjodohon pola, eksplanasi dan analisis deret waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kualitas hidup yang dialami klien “P” sebelum dilakukan konseling individu dengan pendekatan logoterapi, menunjukan kualitas hidup yang rendah, hal ini ditandai dengan kecemasan berlebih, kesepian, kehampaan makna, ketidakmampuan menghadapi penderitaan, serta fungsi sosial dan. Selanjutnya penerapan konseling individu dengan pendekatan logoterapi, dilakukan sebanyak lima kali pertemuan dengan waktu 45 menit. Dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap awal, inti dan akhir. Setelah dilakukan konseling individu kualitas hidup klien “P” mengalami peningkatan, ditandai dengan memiliki tujuan dan makna hidup, lebih terbuka untuk bercerita, lebih percaya diri, lebih tenang dan penerimaan akan dirinya. Terakhir, Faktor yang mempengaruhi meningkatnya kualitas hidup klien dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor psikologis dan faktor hubungan sosial menjadi faktor yang paling signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup klien. Kedua faktor tersebut didukung oleh aspek fisik dan lingkungan klien “P”.
Penerapan Konseling Individu Dengan Teknik Biblliotherapy Dalam Meningkatkan Self Acceptance (Studi Kasus Klien “A” Di Sentra Budi Perkasa Palembang Futri Amalia; Kusnadi Kusnadi; Sri Hertimi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konseling individu dengan menggunakan teknik bibliotherapy dalam meningkatkan penerimaan diri pada klien “A” di Sentra Budi Perkasa Palembang. Penurunan penerimaan diri pada klien “A” disebabkan oleh perubahan kondisi fisik yang dialaminya, disertai dengan perasaan cemas dan rendah diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik bibliotherapy digunakan untuk membantu klien mengenali emosi negatif, menggali nilai dari pengalaman pribadi, dan menemukan makna hidup yang lebih mendalam. Melalui konseling individu, klien “A” mampu mengembangkan penerimaan diri yang lebih baik, berpikir positif terhadap kondisinya, bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan menunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki sikap dan perilakunya secara konstruktif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan bibliotherapy sebagai salah satu teknik alternatif dalam konseling individu bagi klien yang mengalami permasalahan serupa. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi konselor, pihak Sentra Budi Perkasa, serta individu lain yang menghadapi tantangan yang sama.
Analysis of Student Research Culture and Its Strengthening at Raden Fatah State Islamic University Palembang and Raden Intan State Islamic University Lampung Kusnadi Kusnadi; Ahmad Soleh Sakni; Bukhori Abdul Shomad
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v24i2.34106

Abstract

This study aims to look at how the Al-Quranic Science and Tafsir (IAT) Department at Raden Fatah State Islamic University and Raden Intan State Islamic University are making it easier for students to do research. This type of research is library research with a qualitative approach. The method used in this study is descriptive, namely revealing data through a person's dialogue, either orally or in writing, and behavior that can be observed. Taking all of this into account, the study's results show that the way IAT students at the two universities do research is still the most common way to do research in libraries. This can be seen in some of their research, both in the study of themes, the thoughts of Mufassir, the study of the book of interpretation, and the method of the book of interpretation. While the methods used in their research are tafsir-related, they are analysis, comparison, and thematic. In the meantime, field studies or the living Qur'an have not been the most common way to do research. The classification of student research includes three things: thematic themes, comparisons, and character studies. Second, to strengthen the capacity of students in research, several activities are carried out, including training activities for writing scientific papers by strengthening research methods, followed by the practice of writing scientific papers through the writing class program. The goal is to help students improve their writing skills and successfully publish articles in national journals, as well as to publish anthologies and Bunga Rampai Books on Religion & Society, Revealing Various Phenomena of Tradition, and Religious Problems. IAT students also take part in an academic writing class called ATLAS (Academic Writing Class). The writing class training results in students being able to become resource persons at international seminars held in the PTKIN environment.
PARADOKS BIOETIKA MEDIS DALAM PENYALAHGUNAAN ANESTESI PERSPEKTIF AL-QUR’AN Muhammad Adhim Rajasyah; Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah; Kusnadi Kusnadi; Pathur Rahman
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji paradoks bioetika medis dalam penyalahgunaan anestesi perspektif al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir maudhu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an menekankan pentingnya menunaikan amanah dan menjaga kehormatan manusia sebagaimana termuat dalam QS. an-Nisa ayat 58. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik medis harus dilandasi oleh prinsip etika seperti otonomi, beneficence, non-maleficence, dan keadilan, serta nilai-nilai syariat Islam dalam menjaga jiwa, akal, dan kehormatan. Kesimpulannya, untuk mencegah pelanggaran etika dalam praktik medis, diperlukan integrasi antara standar bioetika modern dan nilai-nilai spiritual Islam yang menekankan keadilan, amanah, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Etika Komunikasi Perspektif Al-Qur’an Dalam Menanggulangi Ujaran Kebencian Di Media Sosial Mawaliya Mawaliya; Kusnadi Kusnadi; Aristhopan Firdaus
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/631gvd52

Abstract

The rapid growth of social media in Indonesia has attracted widespread public interest across various segments of society. However, its use remains largely dominated by personal and entertainment-oriented activities, whereas digital technological advancements should be utilized in a more productive manner. At the same time, communication practices on Indonesian social media platforms face serious challenges in the form of moral and ethical decline, one of which is the increasing prevalence of hate speech. This study employs a qualitative method with a library research approach and applies the maudhu‘i method of Qur’anic interpretation to inventory verses related to the term qaulan in the Qur’an. The research aims to examine the concept of communication ethics in the Qur’an, relate it to the phenomenon of hate speech on social media, analyze the impacts of such communication practices, and propose solutions for addressing hate speech through the understanding and application of qaulan-based communication ethics. The findings reveal that the concept of qaulan in Islamic communication ethics encompasses qaulan sadidan (truthful speech), qaulan balighan (effective and impactful speech), qaulan ma‘rufan (appropriate and kind speech), qaulan kariman (honorable speech), qaulan layyinan (gentle speech), and qaulan maysuran (clear and easily understood speech). These principles emphasize that communication should be conducted politely, honestly, gently, and with respect for others. In the context of social media, communication ethics based on the concept of qaulan are highly relevant for addressing challenges such as hate speech, which has the potential to trigger conflict and undermine national unity.
Reconstruction of the Concept of Emotional Boundaries in Surah ‎Maryam 19:41–47: An Analysis of Ijtima’i Exegesis and Bowen’s Family ‎Systems Theory Muhammad Syukron Zun-Nurain; Kusnadi Kusnadi; Aristopan Aristopan; Nur Fitriyana
Jurnal Ulunnuha Vol 15, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v15i1.13074

Abstract

This study analyzes the reconstruction of the concept of emotional boundary in Surah Maryam (19:41–47) ‎through the al-adab al-ijtimā‘ī interpretive approach and Murray Bowen Bowen Family Systems Theory ‎‎(BFST). It is motivated by the increasing phenomenon of family estrangement, emotional cutoff, and no-‎contact practices in modern families caused by value conflicts and emotional distress. The study aims to ‎examine the construction of emotional boundary in Surah Maryam (19:41–47), reconstruct the Qur’anic ‎concept of relational boundaries, and relate it to BFST within contemporary family dynamics. This ‎research is a library study using tafsir ijtimā‘ī and contextual approaches. Primary data are drawn from ‎Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab, supported by classical commentaries such as Jami' al-Bayan, Al-‎Jami' li Ahkam al-Qur'an, and Tafsir Ibn Kathir. The analysis involves textual examination of verses, ‎comparative exegesis, identification of relational values, and conceptual dialogue with BFST. The findings ‎show that Surah Maryam (19:41–47) constructs emotional boundary through empathetic communication, ‎emotional regulation, and firm faith commitment. Prophet Ibrahim (peace be upon him) maintains respect ‎while establishing boundaries when faith is threatened. The study formulates Peaceful No Contact as an ‎ethical and spiritual model of Qur’anic family relations
Pendekatan Muhasabah Diri dalam Konseling Individu untuk Mengubah Perilaku Playing Victim Anak Risa Pitria; Kusnadi Kusnadi; Lena Marianti
Journal of Society Counseling Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Society Counseling
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/josc.v3i2.658

Abstract

This study examines the application of the Muhasabah Diri approach in individual counselling to change children's playing victim behaviour. The research is qualitative in nature, aiming to understand the subjective experience and behavioural transformation of children through the counselling process. The research subjects included three children in an elementary school in Palembang who showed a tendency of playing victim behaviour. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analysed using the Miles and Huberman qualitative data analysis model. The results showed that the Muhasabah Diri approach was effective in increasing children's self-awareness, responsibility, and emotion regulation, thereby reducing their tendency to play victim. The counselling process involves diagnosis, prognosis, therapy, and evaluation stages that are tailored to the developmental needs of children. This study concludes that Muhasabah Diri is a potential approach in individual counselling to shape a proactive and resilient mindset in children.
Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Role Playing dalam Mengurangi Abusive Language pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Seribandung Lutfia Auliatinnisa; Kusnadi Kusnadi
Journal of Society Counseling Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Society Counseling
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/josc.v3i2.660

Abstract

This research is titled "The Application of Group Counseling with Role Playing Techniques in Reducing Abusive Language in Elementary School Children." The study aims to analyze the use of abusive language among elementary school children, which is a common issue in their social development and can interfere with interpersonal relationships. The use of abusive language is often caused by the children's inability to manage their emotions and express their feelings in more positive ways. Therefore, role-playing techniques were chosen as a method to help children practice better social skills and develop empathy towards others. This research uses a qualitative approach with five child subjects selected based on the abusive language problems they faced. Data was collected through interviews with the children, teachers, and social community, direct observation during group counseling sessions, and documentation of the children's development over four counseling sessions. The results of the study show that the implementation of group counseling with role-playing techniques is effective in reducing the use of abusive language among children. Children who previously often used abusive words in social interactions began to show improvements in emotional regulation and chose more polite words when facing situations that triggered frustration or anger. Furthermore, through role-playing sessions, children practiced more constructive ways to resolve conflicts with peers or teachers without using hurtful language. An increase in empathy was also observed, with children becoming more aware of the negative impact of abusive language on others' feelings and making efforts to improve their social relationships. Overall, role-playing techniques have been shown to help children replace harsh emotional expressions with more effective communication and build healthier social relationships.
Co-Authors Abdul Kher Abdul Matin Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah Ade Dwi Maria Ningsih Ali Yamin Agung Madya Putra Ahmad Harun Yahya Ahmad Soleh Sakni Anang Walian Anggi Fitri Yani Anggi Nurhidayah Anisa Cikal Rambu Basaey Anjelli Nur Aisyah Aristhopan Firdaus Aristopan Aristopan Aristopan Aristophan Firdaus Aurilia Mika Hasanah Ayu Puteri Anrie Ayu Wahyuni Bela Adil Pertiwi Bela Janare Putra Bukhori Abdul Shomad Candra Darmawan Citra Mulyadi Citra Repsi Tri Rahayu Cylvia Syahpitri Deddy Ilyas Destiana Azzahra Eko Zulfikar Emi Puspita Dewi Fisronil Muntaha Fitriana Fitriana Futri Amalia Halimatussa'diyah Halimatussa'diyah Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah Hartika Utami Fitri Hidayat HT Ida Lestari Putri Iffatul Bayyinah Imron Taslim Intan Mayang Sawitri Intan Sri Ramadan Jeki Ariwibowo Karina Sefia Ananda Lena Marianti Lira Tegar Riyadi Lukmanul Khakim Lusiana Lusiana Lutfia Auliatinnisa M Fadhli Aviv M Maskun Hadi Manah Rasmanah Manalullaili Manalullaili Manalullaili Manalullaili Mawaliya Mawaliya Muhajirin Muhajirin Muhammad Adhim Rajasyah Muhammad Ahsanul Aziz Muhammad Syukron Zun-Nurain Nabillah Adhistia Neni Noviza Nofria Rahmadani Nur Fitriyana Nurjannah Nurjannah Nuruz Zhafirah Pandu Wijaya Putri Fersikasari Ragil Lutfiani rahman, pathur Rahmat Febrian Rara Regita Niosa Regina Januarti Risa Pitria Riska Amelia Riza Syahsia Hermawanti Rohimah Rohimah Salma Khoerotu Syarifah Salsabil Nasha Sara Yulita Sela Ayu Puspita Selly Tria Agustin Selvia Assoboru Sri Hertimi Suci Ayu Andini Tanti Indawati Thomas Alfajar Walian, anang Yati Oktavia Yusuf Baihaqi Zhila Jannati Zulhilmi Zulkarnain