Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Abdul Hamid Hakim: An Important Figure in the Transmission of the Ushul Fiqh in Indonesia Yahya Yahya; Romli SA; Muhajirin Muhajirin; Arwansyah bin Kirin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5166

Abstract

This study explores the pivotal role of Abdul Hamid Hakim in the transmission and development of ushul fiqh in Indonesia during the first half of the 20th century. As a prominent scholar, Abdul Hamid Hakim made significant contributions through his works, such as Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, and Al Bayan, which introduced a systematic and structured methodology in ushul fiqh and enriched the discourse with innovative legal principles. The research aims to analyze Abdul Hamid Hakim’s intellectual contributions and their impact within the socio-cultural context of Indonesia. Using a qualitative approach with historical-biographical methods and content analysis, the study examines his works and their role in shaping Islamic legal education and scholarship. The findings reveal that Abdul Hamid Hakim’s works remain foundational references in academic and religious institutions, bridging classical Islamic scholarship with contemporary needs. This research highlights his enduring influence in developing Islamic law in Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting Abdul Hamid Hakim dalam transmisi dan pengembangan ushul fiqh di Indonesia selama paruh pertama abad ke-20. Sebagai seorang ulama terkemuka, Abdul Hamid Hakim memberikan kontribusi signifikan melalui karya-karyanya, seperti Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, dan Al Bayan, yang memperkenalkan metodologi sistematis dan terstruktur dalam ushul fiqh dan memperkaya wacana dengan prinsip-prinsip hukum yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi intelektual Abdul Hamid Hakim dan dampaknya dalam konteks sosial budaya Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-biografis dan analisis konten, penelitian ini mengkaji karya-karyanya dan perannya dalam membentuk pendidikan dan beasiswa hukum Islam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa karya-karya Abdul Hamid Hakim tetap menjadi referensi mendasar dalam lembaga akademik dan keagamaan, menjembatani beasiswa Islam klasik dengan kebutuhan kontemporer. Penelitian ini menyoroti pengaruhnya yang abadi dalam pengembangan hukum Islam di Indonesia.
a Indonesian Iqna Auliyah; Muhajirin Muhajirin; Pathur Rahman
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v5i1.1809

Abstract

Kebiasaan baru di era abad-21 ini, mengikis kebutuhan masyarakat berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Akibatnya, banyak masyarakat yang enggan simpati dan empati terhadap apa yang terjadi di sekitarnya dan banyak pekerjaan yang terbengkalai. Tentu hal ini dipandang biasa oleh masyarakat zaman sekarang, akan tetapi di sinilah mula penanaman karakter anak yang kurang baik. Patologi sosial terhadap orang tua kini semakin menjadi. Seperti yang terjadi di Aceh, anak menganiaya ibunya hingga memar karena tidak di belikan motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan birr al-walidayn dalam mencegah patologi sosial terhadap orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Penulis akan menganalisa tafsir surah al-Isra’ ayat 23 dan merelevansikan antara konsep pendidikan birr al-walidayn dengan upaya mencegah patologi sosial terhadap orang tua. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan birr al-walidayn dalam mencegah patologi sosial terhadap orang tua yang terdapat dalam surah al-Isra’ ayat 23 terbagi menjadi tiga hal. Pertama, Membiasakan berbuat Ihsan kepada orang tua sejak usia dini. Kedua, menanamkan rasa kasih sayang anak kepada orang tua. Ketiga menegur anak jika mengatakan hal-hal yang kurang baik tanpa membentak dan memarahinya.
PERAN KELUARGA DALAM MENANAMKAN AKHLAK DI ERA MODERN: REFLEKSI QS. AN-NISA: 3 Muhammad Ghoust; Muhajirin Muhajirin
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.199

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi oleh umat manusia di era modern, yang ditandai dengan kemajuan teknologi, krisis sosial, dan kebingungan makna hidup. Modernitas sering kali membuat manusia terjebak dalam pandangan sempit yang melupakan kehidupan setelahnya, mengarah pada kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia. Dalam era Society 5.0 yang merupakan kelanjutan dari Industri 4.0, tantangan pendidikan menjadi semakin kompleks, terutama dalam pembentukan akhlak pada generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan akhlak yang berbasis pada ajaran agama menjadi sangat penting untuk membentengi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi dan globalisasi. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pendidikan akhlak dalam keluarga dapat dilaksanakan secara efektif di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana ketahanan keluarga dapat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengatasi tantangan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode pustaka (library research) yang berfokus pada tafsir maudhu'i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dalam keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu yang berlandaskan pada nilai-nilai agama. Ketahanan keluarga yang kuat dapat membantu anak-anak untuk mengatasi pengaruh negatif teknologi dan globalisasi. Nilai-nilai yang tercantum dalam Al-Qur'an memberikan pedoman yang relevan mengenai keharmonisan dalam keluarga, pelaksanaan hak dan kewajiban, serta tanggung jawab dalam hubungan keluarga. Selain itu, penggunaan teknologi dengan bijak dalam pendidikan akhlak terbukti efektif dalam menarik perhatian generasi muda dan memperkuat pemahaman mereka tentang nilai-nilai moral. Pendidikan akhlak berbasis Islam dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan keluarga untuk menghadapi tantangan zaman.