John Supriyanto
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Religious Moderation Education: An Interpreation Rahman, Pathur; Supriyanto, John; Takrip, Muhamad
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v7i2.10476

Abstract

The fact of the dynamics of the views of different religious communities towards the verses of the Koran shows conflict. Moderation education is very important to ask about in social life, especially in the academic world which can be carried out concretely with certain approaches based on values or exemplary technology based where data is compilation in cyberspace and can be used in all areas of life. The qualitative method that the researcher did observed activities in detail related to moderation education through the verses of interpretation in Penakita and analyzed them qualitatively with interview or documentation observation techniques to then analyze the data obtained, the data collected was presented related. The study of Majlis ta`lim at Pena Kita Indralaya Islamic boarding school provides stories of friends, tabi`in and scholars, by developing the concept of religious moderation education through the study of verses of interpretation to teach the congregation a moderate, inclusive and respectful attitude in understanding and implementing religious teachings such as justice, peace, tolerance, and interfaith harmony. 
HISTORIOGRAFI HAJI MENURUT AL QUR’AN John Supriyanto
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v17i1.633

Abstract

The study, entitled "Historiography Haji According to the Quran" is intended to reveal the whole concept of the historical aspects of the pilgrimage in the Qur'an. The Hajj initially has started since prophetic Ibrahim that expressed by the Qur'an scattered in separate passages. Historically Hajj begins with the history of Abraham which in turn are the basis religious practices (rituals of Hajj), the historical establishment of the Kaaba Baitullah as houses of worship were first built in the history of human religious and historical aspects syi'ar Allah (Propagation on God). Last, Hajj shows how the historicalpilgrimage later became simbols of human obedience and devotion to God in the system of worship of Muslims.
LEGENDA PULAU KEMARO : STUDI PANDANGAN PENGUNJUNG DAN HUBUNGANNYA DENGAN AYAT-AYAT KEIMANAN John Supriyanto
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2384

Abstract

Tulisan ini diarahkan untuk mengetahui bagaimana pandangan para pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro dan menghubungkannya dengan ayat-ayat keimanan yang ada dalam Alquran. Sebagaimana diketahui, Pulau Kemaro menyimpan legenda dan cerita cinta antara Pangeran Tan Bun An dan Putri Siti Fatimah. Dalam legenda tersebut, Pulau Kemaro dipercayai terbentuk karena kematian pangeran dan putri yang tenggelam di Sungai Musi akibat ingin menyelamatkan hartanya. Pandangan para pengunjung yang datang ke pulau inilah yang kemudian akan dihubungkan dengan ayat-ayat keimanan—sebagaimana yang ada di dalam al-Quran —untuk sebenarnya al-Quran berbicara tentang suatu legenda. Secara prinsip, ayat-ayat keimanan yang ada dalam al-Quran memang mengajak manusia untuk selalu mentauhidkan Allah dalam segala aspek; baik untuk kehidupan dunia atau agama. Dalam substansinya, ayat-ayat keimanan mengajak manusia untuk selalu percaya kepada Allah; tidak menyekutukan-Nya; dan selalu beribadah dan berserah diri hanya kepada-Nya. Karena itulah, motif dan niat para pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro memang bertujuan untuk berlibur; bukan beribadah. Hal sebaliknya terjadi dengan komunitas Cina dan pemeluk agama Konghucu yang datang memang untuk memuja dan mendoakan arwah nenak moyang atau dewa yang mereka percayai
AYAT-AYAT POLITIK DALAM WACANA TAFSIR KIAYI-SANTRI STUDI DI KOTA PALEMBANG John Supriyanto; Muhammad Noupal
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5073

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana wacana tafsir kiayi-santri yang ada di kota Palembang tentang ayat-ayat politik yang ada di dalam al-Quran. Pemahaman kiayi-santri tersebut penting diungkap mengingat kedudukan mereka yang cukup istimewa di masyarakat. Dari kiayi-santri, biasanya informasi seputar putusan-putusan hukum agama, tidak terkecuali pandangan politik mereka turut mempengaruhi dinamika sosial dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutic dan analisis wacana untuk melihat bagaimana wacana tafsir kiayi-santri tentang ayat-ayat politik. Dengan sampel para kiayi-santri yang diambil secara random dari berbagai pondok pesantren di kota Palembang didapati kesimpulan bahwa wacana tafsir mereka tentang ayat-ayat politik selalu bersifat kontekstual dan normatif. Hal ini disebabkan karena kiayi-santri selalu melihat realitas politik di sekitarnya dan nilai-nilai ideal yang ada dalam al-Quran. Kata kunci : ayat-ayat politik, wacana tafsir, kiayi-santri, kontekstualisasi