Deddy Ilyas
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Dialektika Ideologi Islam Tradisionalis dan Reformis: Analisis Pemahaman Bisri Musthafa dan Hasbi Ash-Shiddieqy Deddy Ilyas; Rahmat Hidayat; Thoriqul Aziz; Abdul Kher
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.22678

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa ideologi yang dianut oleh setiap mufasir tidak dapat dilepaskan dari dalam dirinya etika menafsirkan sebuah ayat al-Qur’an. Studi ini mengkaji tentang dialektika antara ideologi Islam tradisionalis dan reformis yang terdapat dalam tafsir al-Ibriz karya Bisri Musthafa dan tafsir an-Nur karya Hasbi ash-Shiddieqy. Dalam kajian ini, penulis menggunakan studi pustaka (library research) murni dengan menggunakan teori sosiologi pengetahuan dari Karl Mannheim secara deskriptif-komparatif. Dengan demikian, kajian ini menghasilkan bentuk-bentuk dialektika di antara kedua tafsir yang meliputi seputar masalah taqlid, tawassul, dan bid’ah. Dari berbagai masalah tersebut, kedua mufasir memiliki pedapat yang saling bertolak belakang. Bisri sebagai pembela muslim Tradisionalis menerima praktik-praktik tersebut. Sementara Hasbi sebagai pembela Muslim reformis dengan tegas menolaknya.  Dialektika tersebut berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan, pola pikir generasi setelah mufasir tersebut, dan memiliki kontribusi terhadap perkembangan khazanah tafsir al-Qur’an di Indonesia.
SURAH PALSU ANALISA TERHADAP SURAH AL-TAJASSUD Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.462

Abstract

Surah al-Tajassud adalah merupakan satu dari surah-surah yang tersebar di kalangan masyarakat era globalisasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi, yang menjadikan dunia  tanpa batas melaui internet dan alternatif lainnya yang menyuburkan aktifitas penyelewengan seperti ini dapat dilakukan ke publik dengan mudah. Diantara surah-surah palsu yang terditeksi penyebarannya melalui internet ialah al-Iman, al-Tajassud, al-Nurayni
Antara Surga dan Neraka : Menanti Kehidupan nan Kekal Bermula Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i2.474

Abstract

Surga dan Neraka adalah dua konsep yang sangat dikenal dan selalu mendapat tempat dan perhatian di kalangan umat Islam yang mengundang diskusi hingga perdebatan. Ragam perdebatan lahir dari perbedaan paham ditengah-tengah mereka yang tidak dapat dielakkan seputar persoalan dua hal tersebut.
Di Balik Kisah Adam as : Menarik Nalar Makna Penciptaan Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Al-Quran, ayat-ayat yang berbicara tentang kisah lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat tentang hukum. Hal ini memberikan isyarat bahwa Al-Quran sangat perhatian terhadap masalah kisah, yang banyak mengandung pelajaran (ibrah). Sesuai firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (Qs:12:111]. Kisah ataupun sejarah dalam Al-Quran memiliki makna tersendiri bila dibandingkan dengan isi kandungan kisah ataupun sejarah lain. 
ISU GENDER : POTRET RELASI MASA LAMPAU, AT A GLANCE Tri Handayani; Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.488

Abstract

Isu sekitar Islam dan relasi gender dewasa ini bukan lagi menjadi suatu yang asing, melainkan menjadi topik yang diperdebatkan. Banyak kalangan memahami bahwa Islam menempatkan kedudukan wanita lebih rendah dari pada laki-laki. Islam dianggap telah memberikan perlakuan-perlakuan istimewa kepada laki-laki dalam hak-hak individual dan sosial yang tidak diberikan kepada wanita. Namun banyak juga yang mencoba menempatkan pada tempat sebagaimana mestinya melalui ayat-ayat al-Quran dan hadis serta pemikiran ulama, cendikiawan.
GENDER DALAM SYARIAH : RELASI ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Tri Handayani; Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v16i1.500

Abstract

Conversation about women is not endless. Every conversation about women will occupy her position to be equal in the gender relation, but on the other hand women will occupy the lowest position, including in the the social, cultural, economic, political, and even religious fields.
PENAFSIRAN ABA K.H.M. ZEN SYUKRI : STUDI METODOLOGI TAFSIR KITAB QUT AL-QALB Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v17i1.645

Abstract

K.H.M. Zen Syukri is a famous scholar in South Sumatra. He spent time in the field of religious education, both formal and non-formal. He started from the madrassa to sue to boarding school, learning from famous priest-chaplain. His figure is recognized by other scholars from various Islamic organizations.
Pengaplikasian Q.S Al-Ahzab Ayat 56: Studi Pengamalan Zikir Dala’il Al-Khairat di Majelis Ta'lim Al-Iman Irfan Wardana; John Supriyanto; Deddy Ilyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15262

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengamalan Q.S. Al-Ahzab ayat 56 tentang perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang diimplementasikan dalam tradisi pembacaan zikir Dala’il Al-Khairat di Majelis Ta’lim Al-Iman Palembang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk pengaplikasian ayat tersebut dalam praktik zikir serta menganalisis resepsi masyarakatnya melalui pendekatan Living Qur’an. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama, didukung observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pengurus dan anggota majelis, sedangkan sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan keaktifan dan masa keikutsertaan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zikir Dala’il Al-Khairat berfungsi memperkuat hubungan spiritual dengan Allah dan Rasul, menumbuhkan cinta Rasul, serta meningkatkan kedisiplinan ibadah dan solidaritas sosial. Kesimpulannya, pengamalan zikir tersebut merepresentasikan bentuk konkret Living Qur’an yang mengintegrasikan nilai ritual, spiritual, dan sosial umat dalam kehidupan sehari-hari
Tafsir Ahkam dan Signifikansi Makna Perjuangan Palestina: Analisis Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 dalam Perspektif Ma’nā-cum-Maghzā Deddy Ilyas; Sulaiman M. Nur; Eko Zulfikar; Dwi Refalina Dly; Abdul Kher
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34228

Abstract

Artikel ini bertujuan menelaah ayat-ayat ahkam dalam fatwa MUI No. 83 tahun 2023 dalam perspektif ma’nā-cum-maghzā. Dengan menggunakan metode kualitatif secara deskriptif-analitis, artikel ini menyimpulkan bahwa melalui analisis linguistik dan konteks historis dalam ma’nā-cum-maghzā, ayat-ayat ahkam ini menjadi landasan normatif yang kuat untuk merespons berbagai persoalan kontemporer, termasuk konflik berkepanjangan di Palestina, di mana larangan fasād, prinsip perlindungan nyawa, dan kewajiban solidaritas menemukan aktualisasinya secara nyata. Signifikansi historis (al-maghzā al-tārikhī) ayat-ayat ahkam menggambarkan dinamika yang terjadi pada masa Nabi, sehingga membentuk fondasi etika dan hukum yang relevan baik untuk masa Nabi maupun untuk umat Islam hingga kini. Adapun signifikansi dinamis kontemporer (al-maghzā al-mutaḥarrik al-mu’āṣir) ayat-ayat ahkam, menunjukkan bahwa boikot terhadap produk dan perusahaan yang mendukung agresi Israel merupakan strategi damai yang berakar pada etika Qur’ani. Boikot termasuk perbuatan jihad non-kekerasan yang menyatukan nilai spiritual, sosial, dan politik umat Islam. Ayat-ayat ahkam dalam fatwa MUI menginstruksikan umat dalam mengambil sikap sosial-politik, di mana salah satu wujud aktualisasinya melalui praktik boikot terhadap produk atau institusi yang terlibat dalam penindasan. Dalam konteks perjuangan rakyat Palestina, boikot berfungsi meringankan penderitaan rakyat Palestina, melemahkan struktur penjajahan, serta membangun solidaritas lintas negara demi perdamaian dan penghormatan hak asasi manusia. Artikel ini berkontribusi dalam memberikan legitimasi teologis bagi aksi damai seperti boikot, yang menjadi perjuangan umat Islam secara etis sekaligus menunjukkan solidaritas dunia dan dukungan bagi rakyat Palestina dalam konflik Israel–Palestina.