Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Humanist Relationships Between Police and Prisoners: A Cyberpragmatic Study Wenny Wijayanti; Ardi Wina Saputra
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21759

Abstract

The background of this research is the existence of humanist relations between police and prisoners. This research aims to find humanist relations in the YouTube platform @indrasucipta. This type of research is qualitative research. The data source in this research is the @indrasucipta YouTube platform. The data analysis used in this research is cyberpragmatic analysis adapted from Fransisco Yus's cyberpragmatic theory. The results of the study prove that (1) the @indrasucipta youtube account is relevant to invite its audience to be moved in the action of spreading humanitarian values, (2) the @indrasucipta youtube account is responded to by its audience when taking the context of sharing with prisoners.
PERKEMBANGAN DAN EKSISTENSI KOMUNITAS SASTRA DI KOTA MADIUN ARDI WINA SAPUTRA
Jurnal Bebasan Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v6i2.94

Abstract

Setiap kota memiliki rekam jejak literasi dan kesusastraanya masing-masing, begitu juga dengan Madiun. Sastra merupakan sarana untuk mendorong manusia berpikir kritis kreatif, oleh sebab itu masyarakat perlu didekatkan dengan sastra. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan dan eksistensi komunitas sastra di Madiun. Hal itu juga sebagai wujud sumbangsih peneliti terhadap perkembangan pembelajaran sastra di Madiun. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah perkembangan komunitas sastra di Madiun dan eksistensi komunitas sastra di Madiun.
DEKONSTRUKSI NILAI HIDUP PASTOR DALAM NOVEL ORANG-ORANG OETIMU Ardi Wina Saputra
Jurnal Bebasan Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v9i2.134

Abstract

Nilai dalam karya sastra yang disampaikan secara tersirat cenderung tidak menggurui pembaca. Nilai ketuhanan sering disampaikan secara tersurat dalam kotbah dan ceramah agama. Posisi sastra adalah menyampaikan nilai-nilai ketuhanan yang tersirat, salah satunya adalah novel Orang-orang Oetimoe karya Felix K Nesi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai tersirat yang diwujudkan dalam dekonstruksi tokoh pastor dalam novel Orang-orang Oetimoe. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan analisis dekonstruksi dari Jacques Derida. Hasil penelitian ini adalah wujud dekonstruksi nilai-nilai hidup tokoh Pastor dalam novel “Orang-Orang Oetimoe.” Implikasi dari studi ini adalah memberikan penyadaran pada pembaca tentang cara pandang yang tidak dikotomis melainkan variatif dan mampu melihat segala hal di balik realitas.
Tinjauan Pragmatik Siber Pada Acara Virtual Doa Lintas Agama Pray from Home untuk Mengatasi Pandemi Covid-19 Sahrul Romadhon; Ardi Wina Saputra; Denny Adrian Nurhuda
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5195

Abstract

The purpose of this study is to explain the government's role in overcoming the Covid-19 problem through the socialization of PrayfromHome as an effort to improve ways to improve themselves in increasing the immunity of religious communities. This was done because a vaccine for the Covid-19 virus has not yet been found. To find out the role of the government, the researchers conducted data collection based on the propositions contained in the virtual joint editorial prayer offered by policy makers and representatives of interfaith prayer. The method used in this research is a qualitative research based on cyber pragmatics based on each thematic content contained in the editorial propositions of the prayers offered. The results of the study show that Pray from home activities have thematic content which is divided into (1) from the policy makers, the Covid-19 outbreak requires every religious adherent to provide physical and mental enthusiasm as an initial provision of intangible vaccines for the Indonesian people, (2) from the representative side of inter-religious prayer that raises several inner conditions, including (a) there are several acknowledgments of mistakes for all actions carried out in the world to the Creator before asking for the world to return to normal, (b) the existence of a form of superiority of God's natural power, as the greatest power, a place to surrender, (c) hope for all parties involved or at the forefront in handling the Covid-19 pandemic so as not to provide strength and safety during the handling process. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran pemerintah dalam mengatasi permasalahan Covid-19 melalui sosialisasi doa bersama PrayfromHome sebagai upaya meningkatkan keimanan yang berujung pada peningkatan imun umat beragama. Hal itu dilakukan karena vaksin dari virus Covid-19 belum ditemukan. Untuk mengetahui peran pemerintah tersebut, peneliti melakukan pengambilan data berdasarkan proposisi-proposisi yang terdapat dalam redaksional doa bersama secara virtual yang dipanjatkan oleh pemangku kebijakan dan perwakilan pendoa antaragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif berbasis analisis pragmatik siber berdasarkan setiap muatan tematik yang terdapat dalam proposisi-proposisi redaksional doa yang dipanjatkan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Pray from Home memiliki muatan tematik yang terbagi atas (1) dari sisi pemangku kebijakan, adanya wabah pandemi Covid-19 ini mengharuskan setiap pemeluk agama untuk memberikan penguatan diri secara fisik maupun mental sebagai bekal awal vaksin tak benda bagi masyarakat Indonesia, (2) dari sisi perwakilan pendoa antaragama yang memunculkan beberapa kondisi batiniah, di antaranya (a) terdapat beberapa pengakuan kekhilafan atas segala perbuatan yang dilakukan didunia kepada Sang Pencipta sebelum meminta agar dunia kembali seperti sediakala, (b) adanya bentuk superioritas kekuatan alami Tuhan, sebagai kekuatan terbesar, tempat memasrahkan diri, (c) terselipkan harapan kepada semua pihak yang terlibat atau garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 agar diberikan kekuatan serta keselamatan selama proses penanangan wabah berlangsung. 
Humanist Relationships Between Police and Prisoners: A Cyberpragmatic Study Wenny Wijayanti; Ardi Wina Saputra
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21759

Abstract

The background of this research is the existence of humanist relations between police and prisoners. This research aims to find humanist relations in the YouTube platform @indrasucipta. This type of research is qualitative research. The data source in this research is the @indrasucipta YouTube platform. The data analysis used in this research is cyberpragmatic analysis adapted from Fransisco Yus's cyberpragmatic theory. The results of the study prove that (1) the @indrasucipta youtube account is relevant to invite its audience to be moved in the action of spreading humanitarian values, (2) the @indrasucipta youtube account is responded to by its audience when taking the context of sharing with prisoners.