Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

DRAMA KOREA DAN BUDAYA POPULAR Velda Ardia
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 3 (2014): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.098 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v2i3.337

Abstract

Penelitian yang ini memfokuskan pada perkembangan budaya Korea di Indonesia akibat globalisasi media. Tahun 2010 hingga 2013 penyebaran drama Korea melalui media televisi tidak pelak sangat mempengaruhi masyarakat Indonesia. Pada akhirnya  drama Korea kian menjadi populer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bisa untuk mendeskripsikan secara luas dan gambang tentang fenomena drama Korea yang berkembang menjadi budaya populer di Indonesia yang kemudian dikenal dengan budaya Hallyu. Hegemoni drama Korea di Indonesia mempengaruhi peningkatan ekonomi dan kunjungan wisata ke Korea. Dampak dari sektor pariwisata meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara yang datang untuk mengunjungi Korea. Semakin popular dan menyebarnya produk-produk khas Korea dari segi elektronik, kuliner, pakaian, peralatan, dan lain-lain. Citra dari Negara tersebut semakin membaik di mata dunia, identitas sudah sudah berhasil mereka sebarkan melalui budaya populernya.
REPRESENTASI MASKULINITAS DALAM IKLAN YAMAHA CBU DAN YAMAHA YZF R15 (Studi Analisa Semiotika Roland Barthes) Velda Ardia
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2015): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.289 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v3i2.400

Abstract

Penelitian ini mencoba menggali tanda-tanda yang ada dalam sebuah iklan. Salah satu diantaranya adalah iklan di Indonesia yang mengangkat konsep laki-laki maskulin adalah iklan otomotif. Yamaha sebagai salah satu produsen otomotif roda dua yang kerap menyuguhkan iklan-iklan yang bertemakan maskulinitas atau kegagahan seorang lelaki. Iklan yang peneliti gunakan adalah ‘Yamaha CBU Mark of Origin’ dan Yamaha YZF R15. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana representasi dan pemaknaan maskulinitas yang ditampilkan pada Iklan Motor Yamaha CBU dan Yamaha YZF R15.  Penelitian ini mengunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif, dan bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui pengamatan secara menyeluruh pada objek penelitian Sebagai pisau analisis peneliti menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yaitu analisis tentang hubungan tanda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa representasi maskulinitas pada kedua iklan itu memilki perbedaan, untuk Yamaha CBU yang lebih merepresentasikan sifat metroseksual, sedangkan pada iklan Yamaha YZF R15 lebih merepresentasikan sifat maskulinitas macho perbedaan tersebut karena ada perbedaan untuk segmentasi targetnya.
TEKNOLOGI SEBAGAI SOLUSI KEHIDUPAN: ANALISIS SEMIOTIKA PADA IKLAN BANK MANDIRI “SOLUSI FINANSIAL TERBAIK Lutfi Zihni Qistan; Velda Ardia
Jurnal Bincang Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jbk.4.1.2026.1-20

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi digital perbankan yang cenderung menonjolkan aspek teknokratis. Iklan Bank Mandiri versi “Solusi Finansial Terbaik untuk #JadiLebihBaik” menjadi penting diteliti dibandingkan iklan bank lain karena keberaniannya menggeser fokus dari sekadar pamer fitur teknologi menuju narasi humanis-religius yang mendalam. Di saat kompetitor fokus pada efisiensi transaksi, iklan ini justru mengonstruksi teknologi sebagai instrumen moral dalam momentum Ramadan. Tujuan penelitian ini adalah membedah makna denotasi, konotasi, dan mitos guna memahami bagaimana teknologi dikonstruksi sebagai solusi kehidupan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes, didukung data dari informan ahli di bidang creative direction, strategic planning, dan video editing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotasi, iklan menampilkan kepraktisan fitur Livin’ by Mandiri. Secara konotasi, iklan merepresentasikan nilai kebajikan dan kepedulian sosial melalui bantuan finansial digital. Mitos yang terbangun adalah inovasi perbankan sebagai kunci kesejahteraan spiritual. Implikasi teoritis penelitian ini memperkaya kajian semiotika pada media digital dengan menunjukkan bahwa teknologi dapat “dimanusiakan” melalui simbol budaya. Secara praktis, temuan ini menyarankan praktisi periklanan untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan emosional guna membangun kedekatan merek di tengah kaku dan dinginnya ekosistem digital.
Pendampingan Komunikasi Pemasaran Berbasis Nilai FAST melalui Produksi Iklan Syariah untuk Penguatan Brand Awareness SMA Perjuangan Terpadu Depok Velda Ardia; Robby Milana; Istisari Bulan Lageni; Sigit Surahman; Sofia Hasna; Ichwan Arifin
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v4i2.29121

Abstract

Increasing competition among private schools requires effective marketing communication to strengthen institutional brand awareness. This community service program aimed to assist SMA Perjuangan Terpadu Depok in developing marketing communication based on FAST values (Siddiq, Amanah, Fathanah, and Tabligh) through the production of a Sharia advertising video. A participatory mentoring approach was implemented through four stages: needs assessment, communication strategy development, advertising production, and evaluation. The program resulted in a FAST based marketing communication mentoring model that integrated professional advertising practices with Islamic values. In addition to producing a Sharia advertising video, the program enhanced the school's understanding of communication planning, creative brief development, media planning, and digital promotion. Participants expressed positive responses and intended to use the video as a branding medium. The mentoring model offers a practical reference for Islamic educational institutions in developing ethical and sustainable marketing communication.