Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Mindfulness Spiritual-Based Cognitive Therapy (MSBCT) dalam Menurunkan Kecemasan pada Narapidana Militer Heny Setyono; Eneng Nurlaili Wangi; Irfan Fahmi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8641

Abstract

Narapidana militer yang akan bebas menghadapi kecemasan tinggi akibat ketidakpastian reintegrasi ke lingkungan militer. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Mindfulness Spiritual-Based Cognitive Therapy (MSBCT) dalam menurunkan kecemasan mereka. Desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest dengan lima partisipan. Intervensi MSBCT dilakukan selama tiga minggu dalam lima sesi kelompok, dengan total durasi sesi berkisar antara 2 hingga 3 jam. Terapi ini mengombinasikan teknik mindfulness, restrukturisasi kognitif, dan refleksi spiritual. Hasil analisis menunjukkan penurunan signifikan kecemasan berdasarkan skor Beck Anxiety Inventory (BAI) (p = 0.002). Rata-rata skor BAI menurun dari 22.6 (pretest) menjadi 2.6 (posttest) dan stabil di 2.4 pada follow-up. Tiga partisipan mempertahankan skor rendah (≤3) saat follow-up, sementara dua partisipan mencapai skor minimal (0) sejak posttest dan mempertahankannya. Hasil ini menunjukkan bahwa MSBCT secara signifikan berhasil menurunkan kecemasan narapidana militer menjelang pembebasan dan dapat menjadi referensi bagi lembaga pemasyarakatan dalam memberikan dukungan psikologis.
Pengaruh Positive Cognitive Behavioral Therapy Untuk Meningkatkan Self Esteem Pada Wanita Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Royani, Puspa Rama; Wangi, Eneng Nurlaili; Fahmi, Irfan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i5.4003

Abstract

KDRT psikis berdampak pada rendahnya self-esteem korban, ditandai dengan evaluasi diri negatif, ketidakberdayaan, dan isolasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas PCBT—terapi berbasis solusi—dalam meningkatkan self-esteem wanita korban KDRT. Penelitian eksperimen kuantitatif dengan desain SSR (A-B-A) pada dua subjek menggunakan kuesioner adaptasi Mruk (2006). Intervensi PCBT diberikan selama 12 sesi (45-60 menit/sesi). PCBT meningkatkan self-esteem sebesar 58.9% (subjek 1) dan 45.1% (subjek 2), dengan aspek keberhargaan sebagai yang paling responsif (perubahan 29.1%). Analisis visual inspection menunjukkan tren peningkatan yang stabil. Implikasi: PCBT terbukti efektif sebagai intervensi berbasis kekuatan untuk korban KDRT, namun perlu diperluas dengan sampel lebih besar dan desain mixed-methods. Temuan ini mendorong pengembangan modul PCBT yang lebih kontekstual di Indonesia.
Pengaruh Group Therapy Dalam Mengurangi Derajat Stres Pada Kelompok Wanita Warga Binaan Pemasyarakatan Adelina, Novi; Wangi, Eneng Nurlaili; Nawangsih, Endah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i5.2170

Abstract

Stres pada warga binaan pemasyarakatan telah menjadi kondisi yang tak dapat dihindari. Stres yang berat dapat mengganggu aktivitas selama dalam proses masa peradilan dan masa hukuman. Pada warga binaan pemasyarakatan dengan latar belakang dan kasus tindak pidana yang berbeda memiliki tingkat derajat stres yang beragam selama di dalam rumah tahanan. Kondisi rumah tahanan yang menjadi stresor bagi penghuninya gejala stres. Pentingnya pengelolaan stres pada kelompok Wanita warga binaan pemasyarakatan selama di rumah tahanan agar dapat tercapainya kondisi kesehatan mental yang baik pada warga binaan pemasyarakatan selama menjalani proses peradilan. Dalam Group Therapy terdapat faktor-faktor kuratif yang dapat membantu mengurangi gejala-gejala stres pada kelompok wanita warga binaan pemasyarakata guna dapat menjalani aktivitas dengan baik dan beradaptasi selama proses peradilan. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test post-test, data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil Uji statistik menunjukan p-value sebesar 0,27, lebih besar dari alpha 0,05. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengurangan derajat stres pada kelompok Wanita warga binaan pemasyarakatan yang sedang dalam masa peradilan di Rumah Tahanan Perempuan Kelas IIA Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kuratif dari Group Therapy yang muncul dalam penelitian ini adalah kohesivitas kelompok, universalitas, pembelajaran interpersonal dan perasaan lega. Pada penelitian ini ditemukan bahwa situasi rumah tahanan sangat rentan dan dapat memicu kondisi stres, diperlukan program yang dapat mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan mental pada kelompok wanita warga binaan pemasyarakatan.
Efektivitas Metode Shared Reading untuk Meningkatkan Minat Membaca pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri Aisyi, Filiani Retno Noor; Wangi, Eneng Nurlaili; Djamhoer, Temi Damayanti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi siswa saat ini menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki minat membaca. Sedangkan capaian pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar di kelas III siswa dituntut untuk menunjukkan minat terhadap teks. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk membantu siswa meningkatkan minat membacanya adalah metode shared reading. Penelitian ini bertujuan melihat efektifitas dari metode shared reading untuk meningkatkan minat membaca pada siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri. Konsep teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori minat (Schiefele, 2009), dan teori metode shared reading (Swartz, et al., 2002). Desain penelitian ini adalah quasi experimental, randomized pretest-posttest control-group. Intervensi metode shared reading yang digunakan dalam penelitian ini yaitu memodifikasi prosedur metode shared reading. Pengukuran pre-test dan post-test menggunakan alat ukur minat membaca. Sampel penelitian ini adalah 50 siswa kelas III sekolah dasar negeri, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji validitas modul metode shared reading dengan expert judgment menghasilkan intervensi metode shared reading dilaksanakan dalam 3 tahap 7 sesi. Adapun analisis uji t pada penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada minat membaca kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian intervensi (Sig. (2-tailed) .002 < .05), namun berdasarkan hasil uji gain untuk melihat efektifitas metode shared reading dalam meningkatkan minat membaca, hasil mean n-gain kelompok eksperimen adalah .2168, yang berarti metode shared reading kurang efektif untuk meningkatan minat membaca pada siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri.
Character Education for Ethical Leadership in Indonesian Senior High Schools Wangi, Eneng Nurlaili; Rosiana, Dewi; Sartika, Dewi; Suhana, Suhana; Lutfiani, Siti Mutya; Charles, Suri
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 9 No. 2 (2025): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2025.009.02.2

Abstract

This study investigates the internalization of two key character values, respect and responsibility, among senior high school students in Bandung, Indonesia. It evaluates how these values are fostered through local character-education initiatives such as the Bandung Masagi program and examines their implications for developing integrity-based leadership in adolescents. Using a quantitative descriptive design, the research involved 103 students who completed the Respect and Responsibility School Culture Survey (SCCP-II). The findings reveal that all students demonstrated high levels of respect, indicating strong internalization of this value. Responsibility, however, showed greater variability, with 52% of students classified as high, 46% moderate, and 2% low. Bullying behaviors persisted at moderate levels, with 10% of students reporting high exposure or involvement. These results highlight a discrepancy between curricular intent and behavioral outcomes, raising questions about the depth of value internalization and the role of pedagogical implementation. This research provides a culturally contextualized framework that links respect, responsibility, and bullying prevention to the development of adolescent leadership character. The study provides practical recommendations for educators and policymakers, including structured character-education curricula, enhanced teacher role modeling, and participatory strategies that strengthen the internalization of values. By integrating these insights, Indonesian schools can cultivate future leaders more effectively with empathy, accountability, and resilience.
Hubungan antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual Rosiana, Dewi; Wangi, Eneng Nurlaili; Aslamawati, Yuli
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/197700

Abstract

Kekerasan seksual berdampak banyak pada aspek-aspek kehidupan korbannya. kekerasan seksual berdampak pada penurunan fungsi kognitif yang selanjutnya berdampak pada kemampuan akademis. Korban kekerasan seksual pun memperlihatkan masalah perilaku yang bentuknya internalisasi (menarik diri) dan eksternalisasi (memberontak atau mengganggu orang lain), hal ini memungkinkan para korban mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan meneliti mengenai korelasi antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual. Partisipan berjumlah 60 orang mahasiswa dengan usia rata-rata 21,6 tahun, yang terdiri dari perempuan sebanyak 58,33%, serta berdomisili di kota Bandung. Alat ukur menggunakan kuesioner adjustment to college (SACQ), dan tes fungsi kognitif menggunakan The Indonesian Version of Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual. Penelitian ini melengkapi referensi mengenai dampak kekerasan seksual dalam seting pendidikan di perguruan tinggi, serta diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam menyusun intervensi guna membantu para korban kekerasan seksual menyelesaikan pendidikannya.