Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Majalah Dinding Sebagai Media Komunikasi Santri Di Indonesia Risdayah, Enok; Wibawa, Darajat; Sumadiria, Haris
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v10i1.43912

Abstract

Majalah dinding atau kerap disebut sebagai mading merupakan salah satu fasilitas yang ada di pesantren. Pengelolaan majalah dinding ditangani langsung oleh santri sebagai bentuk kegiatan ekstrakurikuler, dan sama sekali tidak mengikutsertakan pimpinan pesantren. Keterlibatan ustadz dalam pengelolaan majalah dinding hanya sebagai pengawas dan tidak dalam urusan teknis. Majalah dinding dikelola oleh santri untuk santri serta untuk para penghuni pesantren lainnya. Banyak pemikir Islam di Indonesia yang mempunyai latar belakang pernah ikut serta mengelola majalah dinding ketika menjadi santri di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek penggunaan majalah dinding oleh santri di beberapa pesantren di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan berupaya mendeskripsikan fenomena atau objek penelitian sesuai dengan kondisi lapangan. Pendekatan yang tepat untuk mengonstruksi pendapat dan pengalaman yang dialami oleh peneliti dan informan adalah pendekatan kualitatif. Teori yang menjadi pedoman dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial, teori fenomenologi dan interaksi simbolik serta teori dramaturgi. Melalui wawancara dengan santri, hasil penelitian menunjukkan santri menggunakan majalah dinding di pesentrennya sebagai media komunikasi, kreativitas, kritik dan media referensi.
The Spiritual Dimension of The Naqsyabandi Haqqani Order as a Da'wah Method in The Educational System of Al-Falah Islamic Boarding School Cicalengka Bandung Anwar, Syuhudul; Feriyanto, Feriyanto; Risdayah, Enok; Aziz, Rohmanur; Setiawan, Asep Iwan
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 19 No 1 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v19i1.45961

Abstract

This study explores the spiritual dimension of the Naqsyabandi Haqqani Sufi Order as a da'wah method within the educational system of Al-Falah Islamic Boarding School in Cicalengka, Bandung. This Sufi order emphasizes dzikr (remembrance of God), self-restraint, and direct spiritual guidance from a mursyid (spiritual teacher) as foundational da'wah approaches for character development and Islamic propagation among santri. Using a descriptive qualitative approach, this research analyzes how spiritual values such as tawhid (divine unity), iman (faith), and sabr (patience) are integrated into formal and non-formal pesantren curricula as effective da'wah strategies. The findings reveal that the Naqsyabandi Haqqani spiritual dimension functions as a comprehensive da'wah method reflected in students' daily activities, consistently instilling Islamic values through direct and indirect propagation approaches. This da'wah-oriented spiritual development system produces academically competent, spiritually profound, and morally upright students while preparing them as future da'i (Islamic propagators). The Sufi spirituality serves as both moral foundation and da'wah methodology, strengthening Islamic education's goal of forming insan kamil (the complete human being) who embodies and propagates Islamic teachings. The study demonstrates that the Naqsyabandi Haqqani approach transforms traditional Islamic education into an active da'wah platform, where the pesantren becomes a living laboratory for Islamic propagation. Through this spiritual-based da'wah method, students experience profound transformation that cultivates their capacity for effective Islamic outreach. Thus, Al-Falah's educational system transmits knowledge, transforms souls, and nurtures committed da'wah agents who contribute to the broader Islamic mission in contemporary society.
Cross-cultural da’wah: Internalization of hadith in the oral traditions of Urang Sunda Risdayah, Enok; Paryati, Paryati; Fitri, Susanti Ainul; Rustandi, Ridwan; Aisyah, Siti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26082

Abstract

Purpose – This study aims to comprehensively examine how Sundanese idioms and oral traditions effectively transmit Islamic values derived from hadith within the context of cross-cultural da'wah Method – This research employs a qualitative method with a descriptive approach, specifically utilizing content analysis and thematic analysis techniques to examine the intersection of Sundanese cultural idioms and Islamic hadith in da'wah practices. Result – The Sundanese oral tradition in the form of proverbs is a form of local intelligence in understanding hadith as a source of Islamic teachings, which functions as a cross-cultural communicative competence to avoid misunderstandings due to differences in expectations, worldviews, and values. Cross-cultural da'wah emphasises the universality of Islam that transcends geographical and socio-cultural boundaries, leveraging universal human similarities and the dynamics of cultural change to convey Islamic messages to diverse community groups effectively. Implication – The transformation of Arabic hadith into Sundanese proverbs shows that Islamic preaching can succeed when religious messages are communicated through local cultural forms familiar to the local community, without changing the essence of the teachings. The cross-cultural approach to da'wah through local oral traditions proves that Islam has a universal nature that can adapt to various socio-cultural contexts, thereby facilitating the acceptance and practice of Islamic teachings in the daily lives of the Sundanese people. Originality/Value – This study addresses a critical gap in existing literature by providing the first comprehensive analysis of the direct relationship between Sundanese idioms and hadith within the specific context of da'wah, offering a novel holistic approach that considers deeply rooted local cultural factors in Sundanese society. *** Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk secara komprehensif mengkaji bagaimana idiom-idiom Sunda dan tradisi lisan secara efektif menyampaikan nilai-nilai Islam yang berasal dari hadis dalam konteks da'wah lintas budaya. Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, khususnya dengan teknik analisis konten dan analisis tematik untuk mengkaji perpaduan antara idiom-idiom budaya Sunda dan hadis Islam dalam praktik da'wah. Hasil – Tradisi lisan Sunda dalam bentuk peribahasa merupakan bentuk kecerdasan lokal dalam memahami hadis sebagai sumber ajaran Islam, yang berfungsi sebagai kompetensi komunikatif lintas budaya untuk menghindari kesalahpahaman akibat perbedaan ekspektasi, pandangan dunia, dan nilai-nilai. Da'wah lintas budaya menekankan universalitas Islam yang melampaui batas geografis dan sosio-budaya, memanfaatkan kesamaan manusia universal dan dinamika perubahan budaya untuk menyampaikan pesan-pesan Islam secara efektif kepada kelompok masyarakat yang beragam. Implikasi – Transformasi hadis Arab menjadi peribahasa Sunda menunjukkan bahwa dakwah Islam dapat berhasil ketika pesan-pesan agama disampaikan melalui bentuk-bentuk budaya lokal yang familiar bagi komunitas setempat, tanpa mengubah esensi ajaran tersebut. Pendekatan lintas budaya dalam dakwah melalui tradisi lisan lokal membuktikan bahwa Islam memiliki sifat universal yang dapat beradaptasi dengan berbagai konteks sosio-budaya, sehingga memudahkan penerimaan dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda. Orisinalitas/Nilai – Studi ini mengatasi celah kritis dalam literatur yang ada dengan menyediakan analisis komprehensif pertama tentang hubungan langsung antara peribahasa Sunda dan hadis dalam konteks khusus dakwah, menawarkan pendekatan holistik baru yang mempertimbangkan faktor budaya lokal yang mendalam dalam masyarakat Sunda.
Peran Program Keluarga Berencana (KB) Terhadap Kualitas Sumber Daya (Studi Deskriptif di Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung) Manusia Nurfaidah, Devi; Risdayah, Enok
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 3 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i3.32568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait harapan, identitas, dan perilaku masyarakat Desa Cangkuang Kulon yang berpartisipasi dalam program KB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan meggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Paradigma dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif yang bertujuan untuk memahami makna atas pengalaman seseorang atau kelompok dalam suatu peristiwa. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ber-KB masyarakat berharap dapat membantu menyeimbangkan finansial sehingga dapat memberikan segala kebutuhan dengan ideal. Identitas masyarakat ber-KB dilihat dari berbagai kategori dan perilaku masyarakat ber-KB memiliki keharmonisan dalam keluarga.Kata Kunci : Peran; Kualitas Sumber Daya Manusia; Desa Cangkuang KulonThis study aims to analyze in depth the expectations, identities, and behaviors of the people of Cangkuang Kulon Village who participated in the family planning program. This research is a qualitative research using descriptive methods. Data collection uses observation, interview, and documentation techniques. The paradigm in this study is an interpretive paradigm that aims to understand the meaning of a person's or group's experience in an event. The results showed that from family planning, the community hopes to help balance finances so that they can provide all their needs ideally. The identity of the family planning community is seen from various categories and the behavior of the family planning community has harmony in the family.Keywords : Role; Quality of Human Resources; Cangkuang Kulon Village
Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Mini Incinerator Andhika, Ririn Dia; Risdayah, Enok
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 10 No. 3 (2025): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v10i3.49835

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melalui penerapan Mini Incinerator berbasis pendekatan Sisdamas (Sistem Pemberdayaan Masyarakat), mengevaluasi partisipasi warga, serta mengkaji hasil dan tantangan dalam implementasinya. Metode penelitian menggunakan riset aksi dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sisdamas mampu meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi awal masyarakat dalam pengelolaan sampah, meskipun pada tahap pemeliharaan terjadi penurunan partisipasi akibat keterbatasan sumber daya manusia sehingga Mini Incinerator belum dikelola secara optimal dan keberlanjutannya masih menjadi tantangan. Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat; Sisdamas; Mini Incinerator; pengelolaan sampah ABSTRACT This study aims to determine the process of community empowerment through the implementation of a Mini Incinerator based on the Sisdamas (Community Empowerm ent System) approach, evaluate community participation, and examine the results and challenges in its implementation. The research method uses action research with a qualitative approach through observation, interviews, documentation, and FGDs. The results of the study indicate that the implementation of Sisdamas is able to increase awareness, knowledge, and initial community participation in waste management, although at the maintenance stage there is a decrease in participation due to limited human resources so that the Mini Incinerator has not been managed optimally and its sustainability remains a challenge. Keywords : Community empowerment; Sisdamas; Mini Incinerator; waste management
A Community Outreach Initiative: Fostering Religious Values Among Elderly Residents of Gili Iyang Island, Sumenep, East Java Tresnawaty, Betty; Risdayah, Enok; Kusnawan, Aep
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.v24i2.22751

Abstract

The residents of Gili Island, better known as Oxygen Island, have an age composition with more than 40% of its residents being over 100 years old. This condition has sparked the curiosity of many researchers regarding its cause. Based on this background, an observation was conducted in the Gili area. Using several concepts from Asset-Based Community Development, it can be identified that Oksigen Island has many assets that must be developed. These assets consist of tangible and intangible objects. In contrast to previous results, which stated that the influence of clean oxygen with a level of 20.9% is what affects the longevity of the residents of Gili Island, the results of this service conclude that in addition to the beneficial oxygen levels, the determining aspect is obtained from intangible assets, namely the level of religiosity or religiousness of the island's residents which is good. The indicator can be seen from their activities, at every time the words of Tayyibah adorn their lives.
Peran Stakeholder Dalam Pemberdayaan Ekonomi Dengan Menggunakan Metode Analisis Mactor Program ZCD Rohmawati, Istiti; Kuswana, Dadang; Risdayah, Enok
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i1.24480

Abstract

Peningkatan ekonomi masyarakat melalui program zakat community development (ZCD) membutuhkan peran stakeholder yang maksimal sebagai strategi dalam mencapai tujuan. Tujuan penelitian diatas untuk mengetahui peran stakeholder, strategi, dan panduan sistem yang dibuat oleh Baznas Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung, serta metode mactor yang menganalisis aktor dan faktor dalam indikator kesuksesan pemberdayaan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran stakeholder dalam melaksanakan program Zakat Community Development (ZCD) sangat efektif, dengan meningkatnya daya jual, meningkatnya daya produksi, dan meningkatnya pendapatan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Strategi kegiatan dalam memberdayakan pelaku usaha atau penerima manfaat BAZNAS yaitu sebagai berikut: a) edukasi wirausaha; b) sarana usaha c) modal usaha; d) perbaikan peralatan usaha; e) advokasi legalitas; penguatan produk; f) penguatan jaringan marketing. Program pedoman system yang dibuat Baznas dengan membuat wirausaha di berbagai bidang, yaitu wirausaha mandiri bidang peternakan, pertanian, perikanan, kerajinan tangan, dan olahan makanan.