Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Aplikasi Komposit Berbasis PLA (Poly Lactic Acid) untuk Scaffolding Biomaterial Irza Sukmana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2016.v15.i02.p01

Abstract

Abstrak Penggunaan alat Kesehatan atau biomaterial diindonesia mengalami peningkatan. Material untuk alat kesehatan dapat disebut dengan biomaterial suatu disiplin ilmu Teknik Material dan Metalurgi. Biomaterial mencakup ilmu kedokteran, ilmu dasar (biologi, kimia dan fisika) dan ilmu teknik (mesin, elektro dan material). Biomaterial dapat diartikan suatu material untuk membuat berbagai alat kesehatan dan berinteraksi dengan sistim biologi. Biomaterial banyak digunakan sebagai implan dan devices (surgical implants and devices) untuk memperbaiki (to repair), mengganti (to replace), mendukung (to support) dan atau mengembalikan (to restore) fungsi organ tubuh secara aman. Biomaterial dapat berupa implan permanen atau implan sementara berupa scaffold. Biomaterial pengganti (scaffold) bagi sel atau jaringan di sekitarnya untuk merangsang, tumbuh, dan membimbing regenerasi jaringan baru. Setelah perbaikan dan penyembuhan jaringan selesai kemudian scaffold terdegradasi in vivo secara klinis dan biomekanik, sehingga tidak memerlukan operasi kedua untuk pengangkatan, biomaterial biodegradable harus mendukung proses regenerasi dan perbaikan jaringan dengan dukungan mekanis dan tidak beracun. PLA merupakan biopolimer yang sering digunakan sebagai biomaterial selain dari sifat biodegradable dan biocompatible karena propertiesnya yang baik digunakan sebagai scaffold. Penggunaan PLA atau biokomposit PLA banyak diaplikasikan sebagai bahan pengganti sementara atau scaffold pada tissue engineering seperti skin, tendon, ligamen, cartilage, arteri, aorta dan lain-lain. Perkembangan teknologi dibidang disipilin ilmu teknik metalurgi, fisika-kimia, biologi dan medis. Penggunaan polimer khususnya PLA dan biokompositnya telah berkembang dibidang tissue engineering dan alat kesehatan, untuk implan hard tissue masih dalam proses pengembangan. Paper review penelitian bertujuan untuk memudahkan, mengembangkan dan memulai penelitian baru dan review hasil penelitian untuk dijadikan acuan sebagai bahan penelitian selanjutnya agar lebih baik.
PENENTUAN KOEFISIEN MATERIAL PADA ITEM PEKERJAAN TIMBUNAN BATU DARI QUARRY DENGAN METODE PELEDAKAN Deni Wijayanto; Irza Sukmana; Nandi Haerudin
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.426

Abstract

Pembangunan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara mempunyai tujuan: Suplai air baku untuk kebutuhan domestik, Suplai air irigasi, Pengendalian Banjir, Pengembangan Wisata dan PLTM. Bendungan Utama mempunyai tipe: Zonal dengan Inti Tegak, Tinggi Bendungan: 58 m, Panjang Puncak: 600,50 m, Lebar Puncak 11,00 m, Kemiringan Lereng Hulu: 1:2,50, Kemiringan Lereng Hilir: 1:2,25. Timbunan pada Bendungan Utama memiliki 6 (enam) tipe Timbunan, yaitu: Timbunan Zona Inti Kedap Air (zona 1), Zona Filter Halus (zona 2), Zona Filter Kasar (zona 3), Zona Timbunan Random (zona 4), Zona Timbunan Random Batu Segar (zona 5) dan Zona Riprap untuk Bendungan (zona 6). Terdapat ketidaksesuaian dari gambar Detail Desain Dokumen Kontrak dengan Gambar Sertifikasi Desain tahun 2016 yang menyebabkan penambahan volume timbunan batu (zona 5 dan zona 6) yang sangat besar. Volume timbunan batu pada kontrak awal sebesar 950.000 m3 dengan material dari river deposit sungai Lolak dengan estimasi volume river deposit sebesar 960.000 m3. Perhitungan volume timbunan batu dengan menggunakan Gambar Sertifikasi Desain tahun 2016 mendapatkan volume timbunan batu sebesar 2.080.312 m3. Pada Desember 2018 diketahui progres timbunan batu telah mencapai 937.682 m3 (98%) dari volume ketersediaan river deposit, sehingga masih dibutuhkan material timbunan batu sebesar 1.142.630 m3 yang direncanakan menggunakan metode peledakan/blasting untuk mengambil material batu pada lokasi quarry.
Perencanaan dan Pengerjaan Pelaburan Aspal Sebagai Lapis Aus pada Perkerasan Beton Semen Mutu Rendah di Pembangunan Jalan Air Terjun Desa Jepara Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah Muhammad Eddy Darmansyah; Muh Sarkowi; Irza Sukmana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.468

Abstract

Air Terjun Desa Jepara merupakan obyek wisata yang berada tepat di Ruas Jalan Villa - Banding Agung, ruas jalan tersebut merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah dengan Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Panjang Ruas Jalan Villa - Banding Agung menurut data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan di tahun 2021 adalah 12 km, jalan tersebut berada tepat di pinggir Danau Ranau yang juga merupakan akses utama ke pariwisata yang berada di tepi danau. Seiring perkembangannya waktu, jalan tersebut semakin ramai dikunjungi para wisatawan lokal ataupun luar daerah. Di sisi lain jalan menuju ke obyek wisata Air Terjun Desa Jepara yang tersedia kurang memadai untuk menampung jumlah kendaraan para wisatawan yang berkunjung baik itu kendaraan roda dua ataupun roda empat, sehingga perlu adanya perencanaan yang baik dalam pembuatan jalan tersebut. Maka direncanakan pekerjaan perkerasan beton semen mutu rendah yang dilapisi menggunakan pelaburan aspal/ aspal siram (buras) sebagai lapis aus yang bertujuan untuk mendapatkan hasil beton yang mempunyai kekuatan yang cukup sebagai perkerasan jalan dan juga beton tersebut memiliki kekuatan gesek permukaan yang tidak mudah lepas agregat.
Perbandingan Hitungan Debit Banjir Menggunakan Data Curah Hujan Pada Stasiun Penakar Hujan Polinela Dengan Stasiun Penakar Hujan Bandar Lampung OFIK TAUPIK PURWADI; LUSMEILIA AFRIANI; IRZA SUKMANA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem hidrolgi dalam ekosistem DAS mempunyai karakteristik spesifik dengan unsur utama seperti jenis tanah, jenis penutupan lahan, kemiringan, topografi, dan panjang lereng yang dapat mempengaruhi evapotranspirasi, infiltrasi, limpasan, debit, dan aliran sungai. Jika intensitas curah hujan melebihi laju infiltrasi, maka kelebihan air mulai berakumulasi sebagai cadangan permukaan. Bila kapasitas cadangan permukaan dilampaui, maka limpasan permukaan mulai sebagai suatu aliran lapisan yang tipis. Lama waktu hujan, intensitas, dan penyebaran hujan mempengaruhi laju volume limpasan permukaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan nilai hujan rata-rata maksimum, menghitung debit banjir rencana, dan membandingkan data hujan antar stasiun hujan. Nilai hujan rata-rata maksimum pada stasiun Polinela dari tahun 2007-2016 sebesar 94,66 mm sedangkan pada stasiun Bandar lampung dari tahun 1995-2014 sebesar 29,83 mm, dari hasil pengolahan data pada stasiun curah hujan polinela tahun 2013 didapatkan nilai R maksimum 107,2 mm, sedangkan pada stasiun Bandar lampung nilai R max lebih besar yaitu 177,41 mm pada tahun 2006, setelah mendapatkan Rmax maka dapat dihasilkan nilai debit banjir rencana pada stasiun polinela sebesar 0,1840 sedangkan pada stasiun hujan Bandar lampung sebesar 141,8 .
Pembenihan Saccharomyces cerevisiae pada unit fermentor benih menggunakan substrat komplek secara batch homogen aerobik sebelum fermentasi etil alkohol JONI AGUSTIAN; IRZA SUKMANA; SUHARNO SUHARNO
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.482

Abstract

Pembenihan mikrooganisme Saccharomyces cerevisiae dengan cermat sebelum produksi etanol secara fermentasi dilakukan agar tersedia bibit dalam jumlah memadai yang dilaksanakan didalam unit fermentor benih. Karena zat glukosa tersedia di Lampung, maka diperlukan untuk mempelajari pembenihan S. cerevisiae menggunakan bahan lokal tersebut sebagai makanannya. Pembenihan secara aerobik dilakukan dengan cukup baik dimana OD yang cukup tinggi (sebesar 3,38) diperoleh setelah 10 jam operasi tangki fermentor benih. Penurunan kandungan glukosa ke konsentrasi < 1mG/mL dalam waktu 12 jam mengindikasikan keberhasilan pembenihan, yang diperkuat dengan perolehan berat kering sebesar 0,5 mG/mL setelah 10 jam. Suplai oksigen kedalam media pembenihan digunakan dengan aktif oleh mikroorganisme selama 10 jam awal pengoperasian tangki fermentor. Pelepasan karbon dioksida dan penyerapan senyawa nitrogen dapat diamati pada proses pembiakan ini.
The Effect of Rotational Speed on Friction Stir Welding (FSW) Quality of Dissimilar Aluminum Alloy Series AA 1100 and AA 5052 Tarkono Tarkono; Frengki Tenando; Nafrizal Nafrizal; Irza Sukmana
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 1 (2023): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i1.2827

Abstract

Aluminum and its alloy have been widely used in various fields of industries. Aluminum has superior properties in terms of corrosion and has an excellent tensile strength compared to other lightweight metals. Aluminum AA 1100 series is an alloy such as copper, iron, chromium, manganese, and zinc, and the minimum aluminum content is 99.0%. Moreover, Aluminum AA 5052 series is an alloy of aluminum with magnesium (Mg). Welding is the process of joining two or more base metals that are joined at the contact surface with or without additives or fillers. Friction Stir Welding (FSW) is an example of solid-state welding or non-fusion welding. FSW uses friction energy for the welding process, which generates from the indenter's twists to material surface and pressing force. Welding parameters and indenter shape change the spiral form with an indenter rotation of 1750 rpm, 2230 rpm, 3500 rpm, and a translation speed of 22 mm/minute. The tests are tensile testing, hardness testing, and microstructure testing. This study found that indenter rotation and welding speed significantly affect the mechanical properties of aluminum series 1100 and 5052, which have been welded. The higher the rotation of the indenter, the higher the hardness value, the increase in hardness reaches 10.2%. However, the higher the rotation of the indenter causes a decrease in tensile strength, with a decrease of 18.6%.
Normalisasi Sungai Dalam Rangka Pencegahan Banjir Oleh Dinas PUPR di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Rohani Fitriyanti; Irza Sukmana; Mardiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.559

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan daerah yang sebagian besar merupakan dataran rendah, yaitu rata-rata 10 m di atas permukaan laut. Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri dari 75% lahan basah dan memiliki beberapa potensi sumber daya air salah satunya sungai. Permasalahan yang sering terjadi terkait pendangkalan (sedimentasi) pada dasar sungai-sungai di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Artikel ini penulis buat dengan maksud dan tujuan agar tidak terjadinya bencana banjir yang sama karena debit air yang terlalu tinggi dan penampang sungai yang sudah dangkal yang merugikan penduduk di wilayah sekitar sungai. Menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu melakukan penelitian dengan mengumpulkan data-data dan fakta. Dengan pengumpulan data panjang sungai yang telah dinormalisasi dari Dinas yang berkaitan dengan hal tersebut di atas yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya dari Bidang Pengairan dan dari masyarakat kabupaten Ogan Komering Ilir. Data yang di dapat berupa informasi dari wawancara pegawai Dinas PU dan Penataan Ruang selain itu juga data laporan dan foto dokumentasi yang ada pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR melakukan upaya normalisasi seperti pengerukan ataupun penggalian sungai agar kapasitas tampungan sungai terjaga, kelestarian sungai juga terjaga serta mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Dari tahun ke tahun kegiatan normalisasi sungai terus meningkat di daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai peran aktif dari Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya Bidang Pengairan. Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa bencana dapat dicegah dengan melakukan normalisasi sungai yang bertahap dan juga berkesinambungan. Berdasarkan manfaat yang diperoleh yaitu tidak terganggunya daerah persawahan/perkebunan oleh banjir, maka hal ini dapat meningkatkan hasil pertanian karena ancaman gagal panen dan keterlambatan musim tanam yang disebabkan banjir pada lahan persawahan/perkebunan dapat ditanggulangi. Manfaat lain yaitu rumah-rumah penduduk di sekitar sungai tidak lagi tergenang.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN IPTEK PENGERING OPAK BERTEKNOLOGI KOLEKTOR SURYA DI DESA ULANGAN JAYA PROPINSI LAMPUNG Irza Sukmana; Ahmad Yudi Eka Risano; Tarkono, Tarkono; Fauzi Ibrahim; Agus Sugiri; Sugiyanto; Ahmad Riszal; Rizal Adi Saputra; Mahruri Arif Wicaksono; M. Rangga Saputra; Arifin Kusumo Wicaksono
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong dapat diolah menjadi berbagai produk olahan pangan, diantaranya yang cukup popular adalah opak singkong. Desa Ulangan Jaya, Kabupaten Pesawaran, Lampung merupakan salah satu produsen opak yang memiliki area penjualan hingga ke wilayah Kab. Lampung Selatan, dan Kotamadya Bandar Lampung. Dalam proses produksi opak, metoda pengeringan yang digunakan masih bersifat tradisional, yaitu dengan cara manual melalui penjemuran di bawah terik matahari. Kegiatan pengabdian kepeda masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra produsen opak mengenai teknologi proses pengeringan menggunakan kolektor surya atau tenaga matahari, dan mengimplemantasikan alat pengering opak dengan teknologi kolektor matahari. Alat pengering menggunakan kolektor matahari merupakan teknologi yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan implementasi ipteks pengering kolektor surya ini, produsen opak dan masyarakat sekitar Desa Ulangan Jaya lebih tertarik terhadap teknologi pengeringan pada produk makanan dengan cara dan biaya yang cukup ekonomis. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan pengetahuan warga mengenai alat pengering dari 37,5% menjadi 90,0%, atau terjadinya peningkatan sebesar 52,5%.