Articles
itu PENGARUH YOGA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA PREMENOPAUSE DI PMB SUMIYATI
Titin Apriyani;
Ade Marlisa Rahmadayanti;
Rani Purwani
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 12 No 2 (2023): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/92f9xb46
Premenopause is a transitional period between the reproductive period and the senium period. This period is called climacteric which is about 4 to 5 years before menopause. Premenopause is the entire fertile period before menopause occurs, namely the period from menarche to menopause. Symptoms in premenopausal women are feeling hot flashes, anxiety, insomnia, irritability, often forgetting. Anxiety that occurs in premenopausal women is something that is naturally experienced by every woman. Anxiety occurs because of the physical changes faced by most premenopausal women. One of the sports that can be done in premenopausal women is yoga. Yoga exercises balance the autonomic nervous system and are beneficial for lowering blood pressure. The purpose of this study was to determine the effect of yoga on reducing anxiety levels in premenopausal women at PMB Sumiyati in 2023. This study used a pre-experimental research design with a one group pre-post test design, which did not use a control group. The population in this study were women aged 40-50 years in the PMB Sumiyati area, with a sample of 10 respondents. The instrument used is a questionnaire. The results of the study of 10 respondents who had participated in yoga regularly showed that there was a decrease in anxiety levels compared to before doing yoga. Based on the results of the Chi Square Statistical Test, the p value = 0.002 <α = 0.05. This shows that there is an effect of yoga on reducing anxiety levels in premenopausal women at PMB Sumiyati in 2023.
Pelayanan KB Gratis di PMB Lismarini Palembang
Ade Marlisa Rahmadayanti;
Marchatus Soleha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keluarga berencana merupakan program skala nasional yang dikelola oleh Badan Keluarga Berencana Nasional. Ada banyak manfaat program keluarga berencana yang ditawarkan oleh negara. Salah satunya adalah menghasilkan keluarga yang berkualitas. Keluarga berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif tertentu menghindari kelahiran yang tidak di nginkan mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu dan kelahiran dalam hubungan suami istri dan menetukan jumlah anak dalam keluarga. Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi Tujuan Kegiatan ini untuk memberikan pelayanan KB secara gratis bagi masyarakat. Sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, penulis melakukan Studi pendahuluan dilaksanakan 1 bulan sebelum kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan. kontrak waktu pelaksanaan pengabdian masyarakat. Membuat beberapa perencanaan, diantaranya menentukan metode penyuluhan, dengan metode ceramah, diskusi, Tanyajawab dan praktik/ pemasangan KB. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di PMB Lismarini Palembang. Dengan jumlah peserta 34 orang, didampingi 3 bidan. Kegitan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pelayanan KB secara gratis bagi masyarakat, untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya KB bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk menjarangkan kehamilannya dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
ANALISIS PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK UMUR 4-5 TAHUN
Rahmadayanti, Ade Marlisa;
Mulya, Bramta Sukma;
Karneli, Karneli
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55045/jkab.v12i2.177
Brain Gym merupakan beberapa gerakan sederhana yang didesain dapat meoptimalisasi otak. Hal tersebut menyangkut keseimbangan otak bagian kanan-kiri, relaksasi otak belakang dan otak depan. Gerakan tersebut dapat menyerap jumlah kemampuan dalam berkomunikasi lebih cepat. Gerakan yang dapat berpengaruh untuk merengangkan otot dan konsentrasi, pengertian serta pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brain gym terhadap perkembangan motorik halus pada anak umur 4-5 tahun. Dengan menggunakan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal (e-journal) dan artikel dengan tinjauan teori (e-book). Penelitian ini mengungkapkan bahwa Frekuensi pemberian brain gymterhadap perkembangan motorik halus dapat dilihat dalam waktu 3x seminggu, Lama pemberian senam otak terhadap perkembangan motorik halus pada anak 4-5 tahun 10-15 menit, Lama waktu untuk mendapatkan hasil kemajuan perkembangan motorik halus pada anak adalah 4 minggu. Alat ukur yang digunakan untuk menilai hasil kemajuan perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun menggunakan KPSP. Efektivitas pemberian senam otak lebih baik daripada metode lainnya (alat permainan edukatif, seperti kartu pasangan, loto warna kotak alpabet dan aktivitas fungsional, seperti berjalan santai, membaca dan menulis) terhadap peningkatan motorik halus pada anak
Edukasi Konsumsi Susu Kedelai untuk Mengurangi Hot Flush pada Premenopause
Apriyani, Titin;
Rahmadayanti, Ade Marlisa
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i1.3134
Pre menopause merupakan hilangnya fungsi generatif dari ovarium sehingga dalam pemenuhan hormon estrogen akan berkurang. Produksi hormone estrogen yang berkurang menyebabkan perubahan fisik dan psikologis. Premenopause merupakan salah satu fase normal dalam kehidupan wanita tetapi akan terjadi peruhanan antara lain perubahan fisik yang dapat berupa hot flush, menstruasi tidak teratur, mudah lelah, daya ingat menurun, berat badan bertambah. Hot flush yaitu perasaan panas, gerah bahkan rasa seperti terbakar pada area wajah, lengan, leher, dan tubuh bagian atas. Hot flush dapat diatasi dengan konsumsi susu kedelai sebagai upaya mengurangi hotflush. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada ibu premenopause dalam mengatasi atau mengurangi hot flush. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di RT 23 RW IX Kel. Tangga Takat Kec. SU II Palembang di bulan November 2023 pada ibu premenopause. Metode yang di gunakan dalam pengabdian masyarakat ini antara lain penyuluhan, diskusi, tanya jawab. Sasaran responden pengabdian masyarakat yaitu ibu premenopause sejumlah 20 orang. Setelah diberikan materi manfat konsumsi susu kedelai untuk mengatasi hotflush di peroleh peningkatan pengetahuan ibu premenopause yaitu 93,5% berpengetahuan baik dan 6,5% berpengetahuan cukup. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa di dapatkan pengaruh baik dari edukasi manfaat susu kedelai terhadap hotflush ibu premenopause.
EFEKTIVITAS JUS BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSEDI PMB LISMARINI PALEMBANG
Rahmadayanti , Ade Marlisa;
Apriyani, Titin;
Musaddas, Rahmi
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 13 No 2 (2024): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/kebidanan.v13i2.2727
Hipertensi pada wanita menopause terjadi karena penurunan hormon estrogen, di mana hormon ini dapat meningkatkan anti oksidan sehingga mampu mengurangi stress dan peradangan pada tubuh. Buah naga merah mengandung flavonoid yang dapat mereleksasi pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh sehingga tekanan darah menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada wanita menopause usia 51-60 tahun yang mengalami hipertensi ringan dan sedang. Penelitian ini dilakukan dengan metode quasi eksperimen dengan pendekan two group pre-test post-test desain dan pengambilan sample menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 22 responden. Data dikumpulkan secara langsung saat penelitian dengan cara observasi dan dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat pengaruh terhadap tekanan darah dengan p value (0,014) maka dapat disimpulkan <0,05. Maka diharapkan wanita menopause dengan hipertensi lebih cepat penurunanan tekanan darahnya dengan mengkonsumsi jus buah naga sebagai pengobatan non-farmakologi.
The Effect of Effleurage Massage on the Level of Back Pain Scale in Trimester III Pregnant Women
Ade Marlisa Rahmadayanti;
Titin Apriyani;
Yan Permadi
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v5i2.340
Pregnancy is a physiological process that occurs in every woman in the reproductive phase. The growth and development of the fetus in the uterus can result in anatomical and physiological changes in pregnant women. The occurrence of back pain is caused by musculoskeletal changes. By providing massage therapy it is hoped that it can reduce the severity of back pain in third trimester pregnant women. This research used a pre-experimental design with a pretest-posttest with control group design. The sampling method used a purposive sampling technique, which took samples from third trimester pregnant women who experienced back pain in the Lubuk Bintialo Health Center Work Area. Data analysis used in this research was the T-test to determine the effect of effleurage massage on the level of the back pain scale. Based on research conducted, of the 18 respondents before receiving effleurage massage in the treatment group, the average maternal pain scale was 5.44, while in the control group it was 5.67. Meanwhile, after receiving effleurage massage, the treatment group experienced a significant decrease with a mean of 3.7 with a mean difference of 1.66 before being given effleurage massage. Meanwhile, in the control group, the average result was 5.56 with a mean difference of 0.11. The results of bivariate analysis using the T-test obtained sig results. 0.000 < 0.05 indicates that there is an influence of effleurage massage on the back pain scale level of pregnant women in the third trimester. Thus, the application of effleurage massage can be used as an alternative treatment to reduce back pain in third trimester pregnant women by doing it according to the procedure.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP INDEKS MASA TUBUH (IMT) PADA BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI LUMPUR
Rahmadayanti, Ade Marlisa;
Sari, Neni Yulia
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI JUNI 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.370
Balita yang tidak mendapatkan gizi yang baik dari mulai dalam kandungan sampai lahir dapat menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan kesehatan. Salah satu permasalahan yang timbul yaitu tubuh bayi pendek akibat kekurangan gizi. Masalah gangguan gizi pada bayi dan anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang gizi membawa dampak negatif pada balita, seperti mengganggu pertumbuhan fisik maupun mental, yang dapat menghambat prestasi belajar. Dampak lainnya yang ditimbulkan yaitu penurunan daya tahan, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat balita, serta meningkatkan angka kesakitan, kecacatan, hingga angka kematian pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap indeks masa tubuh (IMT) pada balita di Puskesmas Sungai Lumpur. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan pendekatan quasi eksperiment dan desain penelitian pre and posttest one group design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 17 balita dengan gizi kurang. Hasil penelitian berdasarkan Paired Samples T-Test diketahui bahwa, selisih Mean pretest-posttest untuk masing-masing BB dan TB adalah 0,2353 dan 0,0824. Dengan indeks masa tubuh terhadap pemberian makanan tambahan pada balita dengan Sig.(2-tailed) pada BB adalah 0.000 dan TB adalah 0.001 (α < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap masa indeks tubuh pada balita di Puskesmas Sungai Lumpur.
Edukasi Gizi Seimbang Selama Masa Kehamilan di Kecamatan Sako, Kota Palembang
Sari, Sagita Darma;
Marlisa Rahmadayanti, Ade;
Tri Zelharsandy, Vika;
Sepiwiryanti, Wika;
Andreinie, Ria
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53690/ipm.v5i03.436
Kelompok yang paling berisiko mengalami masalah gizi adalah ibu hamil. Pertumbuhan janin dapat terpengaruh oleh masalah gizi yang dihadapi ibu selama kehamilan. Salah satu teknik untuk meningkatkan pengetahuan gizi seseorang atau kelompok masyarakat adalah melalui konseling, yang dapat digunakan sebagai alat pengajaran untuk memperluas pengetahuan dengan menawarkan terapi yang dipantau dan direncanakan. Dengan memberikan saran gizi, masyarakat akan memahami pentingnya makanan dan gizi serta lebih cenderung bertindak dan berperilaku sesuai dengan anjuran diet., Kegiatan ini dilakukan di Praktik Bidan Mandiri Ferawati dengan jumlah peserta sebanyak 25 ibu hamil. Hasil kegiatan ini sebelum dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu hamil dengan hasil ukur baik sebanyak 2 orang (8%) setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu hamil dengan hasil ukur baik meningkat sebanyak 14 orang (56%). Setelah dilakukan penyuluhan dan kegiatan ini, pemahaman ibu hamil tentang perlunya gizi yang baik selama masa kehamilan semakin meningkat
The Effect of Effleurage Massage on the Level of Back Pain Scale in Trimester III Pregnant Women
Rahmadayanti, Ade Marlisa;
Titin Apriyani;
Yan Permadi
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v5i2.340
Pregnancy is a physiological process that occurs in every woman in the reproductive phase. The growth and development of the fetus in the uterus can result in anatomical and physiological changes in pregnant women. The occurrence of back pain is caused by musculoskeletal changes. By providing massage therapy it is hoped that it can reduce the severity of back pain in third trimester pregnant women. This research used a pre-experimental design with a pretest-posttest with control group design. The sampling method used a purposive sampling technique, which took samples from third trimester pregnant women who experienced back pain in the Lubuk Bintialo Health Center Work Area. Data analysis used in this research was the T-test to determine the effect of effleurage massage on the level of the back pain scale. Based on research conducted, of the 18 respondents before receiving effleurage massage in the treatment group, the average maternal pain scale was 5.44, while in the control group it was 5.67. Meanwhile, after receiving effleurage massage, the treatment group experienced a significant decrease with a mean of 3.7 with a mean difference of 1.66 before being given effleurage massage. Meanwhile, in the control group, the average result was 5.56 with a mean difference of 0.11. The results of bivariate analysis using the T-test obtained sig results. 0.000 < 0.05 indicates that there is an influence of effleurage massage on the back pain scale level of pregnant women in the third trimester. Thus, the application of effleurage massage can be used as an alternative treatment to reduce back pain in third trimester pregnant women by doing it according to the procedure.
The Effect of Ginger Aromatherapy Inhalation on Emesis Gravidarum in 1st Trimester Pregnant Womenat PMB Maghpiro
Apriyani, Titin;
Rahmadayanti, Ade Marlisa;
Putri, Sartika Dwi Yolanda
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.2887
Emesis gravidarum is a common complaint presented by young pregnancies. Pregnancy causes hormonal changes in women because there is an increase in the hormones estrogen, progesterone and the hormone gonodotropin released by the placenta. These changes in hormones cause symptoms of dizziness and nausea and vomiting, especially in the first trimester of pregnancy. One of the aromatherapy that is often used is ginger, ginger aromatherapy is also effective in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester of pregnancy and reducing nausea and vomiting in multigravida women. The content of essential oils in ginger which has a relaxing effect, gingerol and oleoresin which give a warming effect so that nausea and vomiting can decrease. The effect of ginger on the central nervous system was shown in animal experiments with gingerol, which resulted in a decrease in the frequency of vomiting. This study aims to determine whether there is an effect of ginger aromatherapy inhalation on emesis gravidarum in first trimester mothers at BPM Maghpiro. The design of this research is quasi experiment which is one group preposttest. The data analysis used is Bivariate analysis. Research time from April to July. The population in this study was first trimester pregnant women, totaling 15 respondents. Data collection was carried out using the PUQE-24 Questionnaire. The results of the study used the t-test technique which showed that before being given ginger aromatherapy, 10 respondents (66.7%) experienced moderate nausea and vomiting and 5 respondents (33.3%) experienced severe nausea and vomiting. After being given ginger aromatherapy inhalation, 15 respondents (100%) experienced mild nausea and vomiting. The average value before and after giving ginger aromatherapy inhalation to nausea and vomiting in pregnant women, where from 15 respondents obtained results before ginger aromatherapy inhalation was carried out with a mean value of 12.07 and after ginger aromatherapy inhalation obtained a mean value of 4.33, which This means there is an effect before and after giving ginger aromatherapy inhalation. Based on this, there is a decrease in the frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the 1st trimester after being given ginger aromatherapy inhalation.