Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The EFFECT OF OKETANI MASSAGE ON THE SLOWNESS OF BREAST MILK PRODUCTION AT PMB SULIASIH Zelharsandy, Vika Tri; Soleha, Marchatus; Besi, Afni Panggar
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v13i1.197

Abstract

Air susu ibu dapat mencerdaskan dan meningkatkan kualitas generasi muda bangsa, setiap bayi yang diberi ASI akan mempunyai kekebalan alami terhadap penyakit karena ASI banyak mengandung antibodi, zat kekebalan aktif yang akan melawan masuknya infeksi ke dalam tubuh bayi. Pijat oketani dapat meningkatkan kemampuan bayi dalam menghisap. Sehingga semakin kuat bayi menghisap, semakin sering bayi menyusu dan semakin meningkat juga produksi ASI. Hal ini berbeda dengan pijat konvensional. Pijat oketani akan membuat payudara menjadi lebih lembut, aerola dan putting menjadi lebih elastis sehingga memudahkan bayi untuk menyusu
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI DAN KURMA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP LAMA KALA 1 FASE AKTIF Soleha, Marchatus; Zelharsandy, Vika Tri; Rivanica, Rhipiduri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 1: Februari 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i1.1181

Abstract

Latar Belakang: Pemenuhan  nutrisi merupakan faktor penting selama proses persalinan untuk menjamin kecukupan energi dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit normal pada ibu dan buah hati, karena kurangnya cairan yang masuk menjelang persalinan menyebabkan energi dalam tubuh berkurang yang dapat mengakibatkan power atau kekuatan ibu melemah akibatnya tidak mampu meneran. Salah satu upaya yaitu dengan pemberian susu kedelai dan kurma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai dan kurma pada ibu hamil Trimester III terhadap lama kala 1 fase aktif di PMB Husniati Palembang. Method:  Jenis penelitian ini menggunakan Quasi-Eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Post Test Only Design. Sampel dalam penelitian seluruh ibu multigravida yang bersalin kala 1 fase aktif. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Analisa data menggunakan uji Mann-Whitney Test. Hasil: Dari 30 responden terdapat 15 responden mengkonsumsi susu kedelai rata–rata lama kala I fase aktif yaitu 4,67±0,488 dan 15 responden mengkonsumsi kurma didapatkan rata-rata lama kala I fase aktif yaitu 4,13±0,640 yang berarti ada pengaruh yang bermakna lama kala 1 fase aktif  pada kelompok pemberian susu kedelai dan kurma Saran: Dapat digunakan sebagai salah satu intervensi asuhan sayang ibu dalam pemenuhan nutrisi dan mempercepat proses persalinan pada ibu bersalin. Kata Kunci : Kala 1, Kurma, Susu Kedelai.
Effectiveness of Katuk Leaf (Sauropus Androgynus) Consumption on the Smoothness of Milk Production in Primpara Breastfeeding Mothers Marchatus Soleha; Vika Tri Zelharsandy; Wika Sepiwiryanti; Indah Lestari
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.337

Abstract

The attention of mothers and health workers must be pain to breasfeeding process is carried coret correctly. Breastfeeding promotes a bond of love and affection between mother and newborn. Breast milk production can be increased by eating katuk leaves as they contain alkaloids and stereols that can increase the flow of breast milk. Katuk leaves also contain vitamins A, B1, C, tannins, alkaloid saponins. The aim of this study was to find out the effectiveness of eating katuk leaves in smoothing milk production in first-time lactating mothers. This type of research was quantitative and quasi-experimental designs using  Posttest With Control Group. The population of this study consisted of all primiparous nursing mothers of PMB Yosephine in Palembang, up to 30 people. The samples of the study were 15 respondents ate katuk leaves and 15 respondents did not eat katuk leaves. The analysis used was the paired sample t-test. The results of the study of the milk production of mothers who did not use katuk leaves were that 14 respondents had less milk production  (93.3%) and those who used katuk leaves had a lot of milk production (100%). the  paired sample t-test results showed  p = 0.000 where Ha was accepted, which means that katuk leaves are effective for consistent milk production in 2023 PMB yosephine Palembang City lactating mothers for the first time.
The Effectiveness Of Marmet Technique And Oxytocin Massage On Breast Milk Production In Postpartum Mothers At Sukarami Community Health Center Zelharsandy, Vika Tri
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v14i1.215

Abstract

Breast milk is the first natural food and drink for babies, which provides all the vitamins, nutrients and minerals needed by babies for growth in the first six months. ASI also contains antibodies from the mother which become their immune system and help fight disease. Non-pharmacological therapy such as acupuncture, infrared radiation, and massage techniques. The most likely therapy carried out by families to increase breast milk production is through massage techniques or marmet techniques. The design of this study is a two-group pretest posttest design. Based on the results of the statistical analysis test, the p value = 0.001 <α value = 0.05 means that there is a difference in the marmet technique and oxytocin massage on increasing breast milk production in postpartum mothers. From the test results above, it can be concluded that there is an effect of the effectiveness of the marmet technique and oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers. Keyword: marmet technique, oxytocin massage, breast milk production, post partum
Edukasi Gizi Seimbang Selama Masa Kehamilan di Kecamatan Sako, Kota Palembang Sari, Sagita Darma; Marlisa Rahmadayanti, Ade; Tri Zelharsandy, Vika; Sepiwiryanti, Wika; Andreinie, Ria
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.436

Abstract

Kelompok yang paling berisiko mengalami masalah gizi adalah ibu hamil. Pertumbuhan janin dapat terpengaruh oleh masalah gizi yang dihadapi ibu selama kehamilan. Salah satu teknik untuk meningkatkan pengetahuan gizi seseorang atau kelompok masyarakat adalah melalui konseling, yang dapat digunakan sebagai alat pengajaran untuk memperluas pengetahuan dengan menawarkan terapi yang dipantau dan direncanakan. Dengan memberikan saran gizi, masyarakat akan memahami pentingnya makanan dan gizi serta lebih cenderung bertindak dan berperilaku sesuai dengan anjuran diet., Kegiatan ini dilakukan di Praktik Bidan Mandiri Ferawati dengan jumlah peserta sebanyak 25 ibu hamil. Hasil kegiatan ini sebelum dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu hamil dengan hasil ukur baik sebanyak 2 orang (8%) setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu hamil dengan hasil ukur baik meningkat sebanyak 14 orang (56%). Setelah dilakukan penyuluhan dan kegiatan ini, pemahaman ibu hamil tentang perlunya gizi yang baik selama masa kehamilan semakin meningkat
Pengaruh Paritas Di Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Balita : Literature Review Marchatus Soleha; Vika Tri Zelharsandy
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.210

Abstract

Masalah kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrien selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Indonesia saat ini merupakan negara dengan beban stunting pada anak tertinggi ke-2 di kawasan Asia Tenggara. Data RISKESDAS menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting pada tahun 2018 mencapai 30,8%. Itu artinya, satu dari tiga balita mengalami perawakan pendek akibat malnutrisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paritas di keluarga terhadap status gizi anak balita. Dengan menggunakan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal (e-journal) dan artikel dengan tinjauan teori yang ada (e-book) jurnal yang telah di review yaitu sebanyak 10 jurnal 9 dari Nasional 1 dari Internasional. Literature review menunjukan terdapat persamaan hasil dari 10 jurnal yang ditelaah, bahwa paritas memberikan pengaruh terhadap status gizi balita. Dimana jumlah anggota keluarga >2 kemungkinan memiliki balita dengan status gizi kurang dikarenakan jumlah anak dapat mempengaruhi alokasi pendapatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarganya. Mengendalikan jumlah anak dalam keluarga penting dilakukan dalam rangka pembatasan jumlah anak salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi, sehingga dapat mengurangi balita dengan status gizi kurang.
Analisis Pengaruh Waktu Pengeluaran Kolostrum Terhadap Kejadian Ikterus Fisiologis Pada Bayi Baru Lahir Marchatus Soleha; Vivi Dwi Putri; Vika Tri Zelharsandy
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.225

Abstract

Dari masalah yang sering timbul pada bayi baru lahir adalah ikterus fisiologis bayi yang tidak menyusu atau tidak diberi ASI akan mengalami dehidrasi. Kolostrum merupakan cairan susu yang pertama kali berwarna keemasan, kental dan lengket yang disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama, hari ketiga atau hari keempat dan dihasilkan dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan oleh karena itu kolostrum sendiri mengandung protein yang tinggi, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang tinggi daripada ASI matur. Banyak sekali ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayinya karena faktor kurangnya petugas kesehatan didaerah-daerah terpencil, perubahan sosial-budaya, pengetahuan ibu yang kurang tentang pemberian kolostrum, faktor ASI yang belum keluar dan payudara ibu yang kecil sehingga tidak menghasilkan kolostrum yang cukup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu pengeluaran kolostrum terhadap kejadian ikterus fisiologis pada bayi baru lahir. Dengan menggunakan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran 12 jurnal dan artikel dengan tinjauan teori (e-book). Penelitian ini mengungkapkan bahwa waktu pemberian kolostrum yang paling efektif yaitu 1-24 jam pertama, kejadian ikterus fisiologis yang sering timbul pada 2-3 hari kelahiran, dan waktu pemberian kolostrum yang tepat sangat berpengaruh terhadap bayi baru lahir
Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Kepok Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Zelharsandy, Vika Tri; Soleha, Marchatus
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.305

Abstract

Pemberian ASI (Air Susu Ibu) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, tidak sedikit ibu menyusui yang mengalami kendala dalam produksi ASI yang cukup. Salah satu bahan alami yang mungkin memiliki potensi untuk meningkatkan produksi ASI adalah jantung pisang kepok. Penelitian ini bertujuan diketahuinya Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Kepok Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan desain  penelitian control group design yang dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok konsumsi jantung pisang dan kelompok tidak konsumsi jantung pisang. Uji statistik menggunakan uji t dengan tingkat kemaknaan (α=0.05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata produksi ASI setelah pemberian jantung pisang pada ibu menyusui adalah 6,87 dan rata-rata produksi ASI yang tidak diberi jantung pisang pada ibu menyusui adalah 3,73, hasil uji statistik ada pengaruh  konsumsi jantung pisang kepok terhadap peningkatan  produksi ASI pada ibu menyusui (p value = 0,001). Simpulan penelitian ini ada pengaruh  konsumsi jantung pisang kepok terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di RB Asri Palembang. Disarankan untuk meningkatkan upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif dan dapat memberikan penyuluhan mengenai manfaat konsumsi jantung pisang untuk peningkatan produksi ASI.
Effectiveness of Katuk Leaf (Sauropus Androgynus) Consumption on the Smoothness of Milk Production in Primpara Breastfeeding Mothers Soleha, Marchatus; Zelharsandy, Vika Tri; Sepiwiryanti, Wika; Indah Lestari
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.337

Abstract

The attention of mothers and health workers must be pain to breasfeeding process is carried coret correctly. Breastfeeding promotes a bond of love and affection between mother and newborn. Breast milk production can be increased by eating katuk leaves as they contain alkaloids and stereols that can increase the flow of breast milk. Katuk leaves also contain vitamins A, B1, C, tannins, alkaloid saponins. The aim of this study was to find out the effectiveness of eating katuk leaves in smoothing milk production in first-time lactating mothers. This type of research was quantitative and quasi-experimental designs using  Posttest With Control Group. The population of this study consisted of all primiparous nursing mothers of PMB Yosephine in Palembang, up to 30 people. The samples of the study were 15 respondents ate katuk leaves and 15 respondents did not eat katuk leaves. The analysis used was the paired sample t-test. The results of the study of the milk production of mothers who did not use katuk leaves were that 14 respondents had less milk production  (93.3%) and those who used katuk leaves had a lot of milk production (100%). the  paired sample t-test results showed  p = 0.000 where Ha was accepted, which means that katuk leaves are effective for consistent milk production in 2023 PMB yosephine Palembang City lactating mothers for the first time.
Apakah APAKAH PENGETAHUAN MEMENGARUHI KESIAPAN MENTAL IBU DALAM MENGHADAPI KEHAMILAN? Andreinie, Ria; Zelharsandy, Vika Tri
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v14i2.237

Abstract

Teenagers are vulnerable to various risky behaviors, including early marriage which can have negative impacts on physical and psychosocial health. The phenomenon of early marriage still occurs at a fairly high rate, reported to be around 25% of total marriages in Indonesia involving individuals under the age of 16. One of the main impacts of early marriage is early pregnancy, which can bring great challenges for young mothers, both physically and mentally. This study aims to analyze the relationship between knowledge about early pregnancy and mental preparedness for pregnancy. The research method is quantitative with a descriptive correlational design. The research sample was prospective brides or primigravida pregnant women, aged less than 20 years who live in Tanjung Baru Village. The results showed that all respondents had knowledge of early pregnancy in the moderate category, all respondents were classified as not mentally ready to face pregnancy, and there was a significant relationship between knowledge about early pregnancy and mental readiness to face pregnancy (r = 0.430; p-value 0.020). This finding confirms the importance of adequate knowledge about early pregnancy in influencing the mother's mental readiness.