Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Nilai-Nilai Karakter Pada Cerita Rakyat Bujang Kurap di Kota Lubuklinggau Muhammad Andre Julian; Agus Susilo; Isbandiyah Isbandiyah
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 5 No 2 (2023): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v5i2.2533

Abstract

This study aims to analyze the character values in the Bujang Kurap story in Lubuklinggau City. The research method used is descriptive method. Data collection techniques in this study used interview and documentation techniques. The data analysis technique was carried out with Miles and Huberman's interactive data analysis model. The results of the study describe the values contained in the Bujang Kurap Folklore. The story of Bujang Kurap is a story from the Lubuklinggau community which has become oral literature which contains the values of local wisdom. The story of Bujang Kurap is a legend because it tells of the occurrence of Lake Raya, namely when there was a contest for pulling sticks in Karang Panggung Village. The Bujang Kurap story has the following character values: can provide entertainment, supernatural powers, patience, belief in God, honesty, and not arrogant attitude. The character values contained in the Bujang Kurap story are a medium of learning for the younger generation. This legend continues to be an oral literature that must be guarded so as not to be eroded by globalization. Folklore, especially in today's society, has begun to fade, this is because the story connection from the older generation has been cut off. Meanwhile, the younger generation today is very little willing to dig into the history of folk tales. The younger generation today is more inclined to the world of increasingly sophisticated technology. Folklore is only considered as entertainment alone, no meaning is taken from the stories conveyed.
Analisis Nilai-Nilai Karakter dalam Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Supriyanto Supriyanto; Isbandiyah Isbandiyah
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v20i1.4292

Abstract

This study aims to analyze the character values embedded in traditional games and examine their relevance as a local wisdom-based Social Studies learning medium. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review related to traditional games, character education, Social Studies learning, and local wisdom. Data analysis was conducted using an interactive model consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that traditional games contain various character values that are essential for educational development, including cooperation, responsibility, discipline, honesty, tolerance, social care, hard work, and sportsmanship. These values are reflected in the rules of the games, patterns of interaction among players, and the process of achieving common goals during gameplay. In addition to serving as recreational activities, traditional games function as a medium for transmitting cultural heritage and local wisdom, thereby strengthening students’ cultural identity. In the context of Social Studies education, traditional games are highly relevant because they can be utilized as contextual, participatory, and meaningful learning media to develop students’ knowledge, social skills, and character. Therefore, the integration of traditional games into local wisdom-based Social Studies learning can serve as an effective strategy for strengthening character education while simultaneously preserving local culture in the era of globalization. Keywords: Traditional Games, Character Values, Social Studies Learning, Local Wisdom
Identifikasi Koleksi Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuklinggau Sebagai Sumber Belajar Bagi Masyarakat Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v20i1.4293

Abstract

This study aimed to identify and describe the Subkoss Museum of Lubuklinggau as a learning resource for the community. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation techniques. The findings revealed that: (1) the Subkoss Garuda Sriwijaya Struggle Museum of Lubuklinggau possesses 140 collections that can be utilized as learning resources for the community; (2) the museum serves as a learning resource because it functions as a repository of the nation's history, particularly concerning past events related to the struggle of the people of Lubuklinggau and, more broadly, the people of South Sumatra in defending their region against colonialism and fighting for national independence. In history education, museums are among the most appropriate places to obtain historical information and to enhance public understanding of historical events, especially for students; and (3) all collections housed in the museum can serve as learning resources for various educational levels. The main distinction between early childhood education and higher education lies in the way museum educators deliver and explain the collections to visitors. Keywords: Museum Collections, Learning Resources, Community.
SOSIALISASI PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI KECAMATAN NIBUNG KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v3i2.1067

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran keluarga dalam pembentukan karakter anak. Metode kegiatan yang digunakan adalah dengan cara ceramah dan tanya jawab. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara. Hasil pelaksanan kegiatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan sosialisasi peran keluarga baik proses maupun hasil, dapat dikatakan berhasil dengan baik. Hal ini dilihat dari hasil evaluasi yang meliputi kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan, antusiasme peserta, serta respon masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan, dimana terdapat peserta yang meminta kepada pelaksana kegiatan untuk melaksanakan kegiatan yang lebih besar. Kegiatan pengabdian ini, difokuskan pada pendidikan masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran keluarga dalam membentuk karakter anak dan memahami metode menanamkan nilai-nilai karakter.
PEMBERDAYAAN KADER SARISEJAYA DALAM PEMBUATAN PENCIL BOX BAMBOO DENGAN MOTIF BATIK DURIAN SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL LUBUKLINGGAU Supriyanto Supriyanto; Isbandiyah Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i1.2608

Abstract

This activity aims to ensure that Sarisejaya cadres acquire (1) a comprehensive understanding of Lubuklinggau's local culture preservation efforts and potential, and (2) proficiency in crafting bamboo pencil boxes adorned with durian batik motifs. Employing socialization and demonstration methods, the outreach activities imparted diverse insights on Lubuklinggau City's cultural tourism potential and local culture preservation. Subsequently, partners engaged in hands-on demonstration activities, crafting bamboo pencil boxes featuring durian batik motifs. Results revealed a commendable 76% understanding level and an impressive overall participant score of 78.6. Sarisjaya cadres demonstrated highly proficient skills, achieving an average score of 85.02, categorizing them in the "very good" range. The output of this service activity manifests in the publication of articles in the Community Service Journal.
Teknis Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan Sebagai Bekal Mahasiswa Dalam Melaksanakan Program Praktik Pengalaman Lapangan Universitas PGRI Silampari Supriyanto Supriyanto; Isbandiyah Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i2.2855

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah mahasiswa memiliki pemahaman tentang teknis pelaksanaan dan penyusunan laporan melaksanakan praktik pengalaman lapangan di sekolah agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan pendidikan di masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Ceramah merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan penyajian materi melalui penjelasan lisan oleh pemateri kepada peserta. Metode ini sangat efektif digunakan untuk menghadapi peserta dalam jumlah banyak. Sementara Tanya jawab dalam hal ini adalah peserta dipersilahkan menanyakan hal-hal yang belum dimengerti terkait dengan materi pendidikan karakter. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat pemahaman mahasiswa peserta praktik pengalaman lapangan sangat baik, dilihat dari perolehan nilai tes sebanyak 397 mahasiswa yang mendapat nilai 91-100 sebanyak 176 mahasiswa dengan nilai rata-rata 93,47, nilai 81-90 sebanyak 202 mahasiswa dengan nilai rata-rata 86,86, nilai 71-80 sebanyak 18 mahasiswa dengan nilai rata-rata 78,55, dan nilai 61-70 sebanyak 1 mahasiswa dengan nilai rata-rata 66,15. Selain itu, dari pengamatan terlihat mahasiswa sangat antusias, berperan aktif menyimak dan aktif bertanya.
Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon di SMA Negeri Tugumulyo Supriyanto Supriyanto; Isbandiyah Isbandiyah; Ratna Wulan Sari
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3466

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah sangat diharuskan untuk melibatkan peserta didik dengan media digital. Namun sebagian besar guru terbiasa menggunakan buku pelajaran yang diberikan oleh sekolah tanpa menggunakan sumber pembelajaran lain. Sehingga, guru hanya fokus pada topik materi yang tersedia dalam buku pelajaran yang diberikan oleh sekolah, sehingga siswa cenderung bosan dan tidak tertarik dengan apa yang diajarkan oleh guru. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pemahaman tentang media pembelajaran serta melatih dan mendampingi dalam pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi powtoon. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi dan latihan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat disampaikan bahwa pelaksanaan “Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon di SMA Negeri Tugumulyo”, baik proses maupun hasil, dapat dikatakan berhasil dengan baik. Hal ini dilihat dari hasil evaluasi yang meliputi kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan, antusiasme peserta, dan tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan. Adapun luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu publikasi artikel di Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa Calon Guru Sejarah melalui Pendampingan Lapangan Berbasis Wisata Edukasi di Sumatra Barat Sarkowi Sarkowi; Yeni Amsara; Agus Susilo; Andriana Sofiarini; Yadri Irwansyah; Isbandiyah Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3497

Abstract

Mahasiswa calon guru sejarah perlu memiliki kompetensi pedagogis dan wawasan kontekstual yang kuat agar mampu mengembangkan pembelajaran sejarah yang bermakna dan relevan. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan lapangan berbasis wisata edukasi pada situs-situs sejarah lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru sejarah melalui keterlibatan langsung dalam praktik lapangan berbasis wisata edukasi di Sumatra Barat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi persiapan materi pembelajaran sejarah lokal, pelaksanaan kunjungan edukatif ke situs sejarah, serta refleksi dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami konteks sejarah lokal, merancang pembelajaran kontekstual, dan mengembangkan media ajar berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini juga memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah. Praktik lapangan berbasis wisata edukasi terbukti efektif sebagai media penguatan kompetensi calon guru sejarah. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan pemanfaatan potensi lokal dalam pengembangan pendidikan sejarah.
Pelatihan Teknik Pelestarian Sejarah dan Budaya Lubuk Linggau Untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Pada Komunitas Sarisejaya Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto; Khilyatul Jannah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4294

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejarah dan kemampuan masyarakat dalam melestarikan sejarah dan budaya lokal Lubuk Linggau melalui pelatihan teknik pelestarian pada Komunitas Sarisejaya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, serta mengelola warisan sejarah dan budaya secara sistematis. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, penyampaian materi, diskusi, praktik pelestarian, serta evaluasi dan pendampingan. Materi pelatihan mencakup konsep kesadaran sejarah, pentingnya pelestarian budaya lokal, teknik dokumentasi sejarah, sejarah lisan, inventarisasi warisan budaya, serta pemanfaatan media digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi sumber sejarah lokal serta kemampuan melakukan dokumentasi sederhana terhadap objek sejarah dan budaya di lingkungan mereka. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran sejarah yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif, antusiasme diskusi, dan komitmen komunitas untuk melakukan tindak lanjut pelestarian secara mandiri. Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pelestarian budaya. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran sejarah masyarakat serta memperkuat peran komunitas sebagai agen pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan.
MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK MENGATASI BULLYING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto; Tri Diyah Lestari
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 3 (2024): VOLUME 9 NUMBER 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i3.5047

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian dari berbagai literatur, dengan tujuan mengkonstruk model pembelajaran resolusi konflik untuk mengatasi bullying dalam pembelajaran IPS di SD. Hasil kajian ini dapat dikemukakan bahwa model resolusi konflik merupakan suatu model pembelajaran yang bisa digunakan sesuai kebutuhan melalui penanganan konflik yang konstruktif, seperti perilaku bullying di SD. Proses penerapan model resolusi konflik ini adalah melalui pengajuan masalah dalam bentuk simulasi dan kesempatan untuk belajar sambil bermain, siswa akan memiliki kesempatan belajar yang luas dan mendalam di bawah arahan dan fasilitas guru. Model pembelajaran resolusi konflik lebih melibatkan siswa secara aktif dalam belajar IPS dan siswa menjadi tahu bagaimana mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi ketika berinteraksi dengan teman-teman yang lain. Dalam hal ini siswa tahu bagaimana menyelesaikan masalah bullying yang dihadapinya. Selain itu, dalam pelaksanaan model pembelajaran resolusi konflik, guru harus menanamkan dalam diri siswa bahwa tidak boleh mengejek teman, tidak boleh mengancam teman, tidak boleh membeda-bedakan teman, tidak boleh menyiksa teman, tidak boleh memalak te­man, jangan membeda-bedakan teman lagi, tidak mau berbuat kasar lagi dan tidak boleh membully teman lagi. Hal ini menggambar­kan bahwa program resolusi konflik ini mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, berempati kepada orang lain. Dengan demikian, model pembelajaran resolusi konflik dalam pembelajaran IPS di SD, efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah sosial pada siswa.