Norman Iskandar
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ANALISIS PENGARUH VARIASI BEBAN DAN KECEPATAN TERHADAP LAJU KEAUSAN DIES PADA PROSES COLD UPSET FORGING ALUMINIUM DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS FEM Norman Iskandar; . Rusnaldy; Ismoyo Haryanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses micro forming perambatan dan pertumbuhan panas di pandang sebagai sebuahfenomena yang signifikan karena panas ini akan mempengaruhi proses pelumasan, tool life,microstruktur serta tentunya adalah sifat akhir dari produk yang dihasilkan. Energi mekanisdalam proses forging sebagian akan dirubah menjadi panas dimana panas ini timbul akibatadanya deformasi plastis serta gesekan dengan diesnya. Dalam proses forging yangmenggunakan sistem drop hammer, kombinasi dari variasi beban dan kecepatan tumbukanadalah variabel yang harus dikontrol untuk menciptakan energi yang optimum danmeminimalkan efek samping kerusakan pada die. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihatpengaruh variasi beban dan kecepatan jatuh terhadap kualitas dimensi produk yangdihasilkan dan efek wear yang muncul pada dies. Metode yang digunakan adalah denganmenggunakan Software Deform untuk melakukan simulasi prosesnya. Kondisi yang dimasukanadalah set up temperatur 20oC, variasi beban 75N, 85N, 95N, 105N, 115N, 125N denganketinggian jatuh beban adalah 25, 50, dan 75 mm. Material yang digunakan adalahAluminium murni dalam kategori jenis komersil berdimensi diameter 1,5mm dan panjang 5mm.Kata kunci: upset forging, aluminium, FEM, dies, wear
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PRODUK HASIL PROSES MICRO FORGING PADA MATERIAL ALUMINIUM, DENGAN SISTEM CLOSED DIE FORGING PADA KONDISI COLD DAN HOT WORKING SECARA EKSPERIMENTAL DAN ANALISA DENGAN FEM Norman Iskandar; . Rusnaldy; Ismoyo Haryanto; . Paryanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, komponen yang berskala kecil-micro semakin luas digunakan. Hal ini menjadikan tantangan baru, karena ternyata karakteristik dasar maupun prosesnya tidaklah sama ketika suatu material dibuat dalam bentuk yang sama namun dimensi ukurannya berbeda. Hal-hal yang kadang tidak signifikan dalam pembuatan  produk berdimensi besar, ternyata sangat signifikan pada produk yang dibuat dalam dimensi mini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakteristik dari produk yang terbuat dari material aluminium murni guna pembuatan komponen micro dengan menggunakan proses forging, sistem closed die forging yang dikerjakan pada kondisi Cold workong dan Hot working. Kondisi cold working  dalam temperatur ruangan 20oC  sedangkan kondisi hotworking pada temperatur 200oC dan dengan menggunakan variasi pembebanan 75N,85N, 95N, 105N, 115N, 125N. Serta set up ketinggian jatuh beban setinggi 25mm. Penelitian dilakukan dengan cara eksperimen dan dengan penggunaan Software berbasis FEM Deform 2D. Kata kunci: micro forging, aluminium, closed die, FEM
ANALISIS LAJU KOROSI ATMOSFER PADA PIPA BESI DAN BAJA KONSTRUKSI DI KOTA SEMARANG Norman Iskandar; Romualdus Satrio Senoaji; Kharisma Rizki Septareza; Sri Nugroho; Deni Fajar Fitriyana
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.904 KB)

Abstract

Korosi adalah proses kerusakan atau penurunan kualitas logam akibat adanya reaksi bahan logam dengan lingkungannya. Korosi atmosferik sangat dipengaruhi oleh air hujan, kabut/embun akibat kelembaban relatif tinggi. Data laju korosi penting sebagai acuan pemilihan bahan konstruksi, teknik pelapisan serta untuk standar keamanan dan umur pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi geografis terhadap laju korosi atmosferik material di kota Semarang. Pembagian lokasi berdasar ketinggian dataran terhadap permukaan air laut. Daerah Semarang atas pada 90 – 359 m dpl, daerah Semarang tengah pada 0,75 – 3,5 m dpl, dan daerah Semarang Pesisir yang berjarak 4 – 6 km dari batas pantai. Pipa besi dan baja konstruksi sebagai spesimen uji. Spesimen diletakkan di Sembilan lokasi berbeda selama tiga bulan dengan pengambilan spesimen  tiap satu bulan.  Laju korosi dihitung dengan metode kehilangan berat. Pembersihan spesimen menggunakan standar ASTM G-1. Hasil penelitian menunjukkan laju korosi atmosferik bervariasi dari 1,74 mpy sampai 7,48 mpy. Laju korosi tertinggi terjadi di lokasi G (Genuk) pada pipa besi sebesar 7,48 mpy atau 189,80 µmpy setara dengan tingkat C5 (80 – 200 µmpy) kategori korosi sangat tinggi. Semakin mendekati daerah pesisir laju korosi semakin tinggi. Kata kunci : ASTM-G1, korosi atmosferik, kota Semarang, laju korosi, weight loss
PENGARUH RASIO DIAMETER DAN PANJANG TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS BATANG SILINDRIS DARI SEKAM PADI Moh Farid Fakhrudduja; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.087 KB)

Abstract

Polymer Matrix Composites(PMC) merupakan jenis material komposit dengan matrik polimer. Pada penelitian ini untuk merekayasa dan menganalisa bagaimana jika sekam padi digunakan sebagai bahan subtitusi serbuk kayu namun untuk pembuatan profil batang silindris. Material yang digunakan sekam padi dengan ukuran mesh 35 dan lem PVAc dengan komposisi 70%:30%. Kemudian profil batang tersebut divariasikan panjang 12 cm, 16 cm, 20 cm dan diameter 3 cm. Kedua bahan yang telah dicampur diberikan perilaku penekanan secara secara continue dengan kecepatan 50 mm/min tanpa adanya kejutan (shock) dengan rasio penekanan 1/3 dari panjang awalnya menggunakan mesin universal testing machine (UTM), setelah tercapai panjang yang diinginkan lalu ditahan selama 15 menit. Setelah ditahan kemudian dikeringkan dengan suhu ruangan sampai didapatkan berat yang sama. Analisis sifat fisis dan mekanis menggunakan mesin universal testing machine (UTM), hasil analisis berupa uji densitas, uji tekan dan uji bending.
KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN MEKANIK JENDELA KAPAL PRODUK UMKM BERBAHAN BAKU LIMBAH ALUMINIUM Abitama Mukti Raharjo; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.298 KB)

Abstract

The needs of shipping components made from aluminum is increasing. This needs not only for production of new ships but also for old ships spare part. This makes many small and medium industries growing and developing to work in this field. Most of small foundry industry do not use pure aluminum material, but utilizing scrap or reject material from the previous casting material. So this is affect the outcome and quality of the product. UMKM from Tegal City is one of central foundry industry which is the main product is ships component. But the product that produced by this UMKM has been no have any testing on the physical and mechanical properties so that do not have the technical specifications and standards for the manufacturing of ship component. This study aims to examine the mechanical and physical properties of ship window aluminum alloy produced by UMKM toward international ship company quality standards for ship components. Metal casting conducted by using sand casting and examined its physical properties and mechanical properties with a variety of testing methods. The test includes electrical conductivity, hardness, ultimate tensile strength calculations, density, and composition test. The results of the study showed that the material for ship windows produced by UMKM in Tegal is comply the standards, with content for aluminum type is 213.0 or Al-Cu alloy, with the hardness and UTS values 48,8 HRB and 318,67 MPa.
PENGARUH PROSES EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING (ECAP) TERHADAP FORMABILITY ALUMINIUM Wisnu Tri Erlangga; Rusnaldy Rusnaldy; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.082 KB)

Abstract

Equal channel angular pressing (ECAP) merupakan suatu proses penghalusan ukuran.butir, spesimen diberikan gaya regangan plastis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah laluan pada proses equal channel angular pressing (ECAP) terhadap sifat mampu bentuk pada aluminium. Batang aluminium  dengan ukuran diameter 12mm dan panjang 50 mm diberikan perlakuan 1, 3, 5, dan 7 kali proses ECAP pada cetakan ECAP dengan sudut alur cetakan 120°. Rute yang digunakan adalah rute A atau tanpa pemutaran sampel. Sifat mampu bentuk aluminium sebelum dan sesudah proses ECAP diperiksa dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah proses ECAP, rata-rata nilai sifat mampu bentuk aluminium  mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai sifat mampu bentuk non-ECAP
PERANCANGAN SOFTWARE BILLBOARD 1.1: PERANGKAT LUNAK UNTUK MENGHITUNG KEKUATAN PAPAN REKLAME Achmad Ridwan Hakiki; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.007 KB)

Abstract

Iklan adalah media propaganda yang berfungsi menawarkan barang dagangan atau jasa kepada masyarakat. Iklan menggunakan papan reklame cukup informatif karena ditePatkan pada titik – titik sebuah sentral area. Akan tetapi, tidak sedikit kejadian papan reklame yang rusak oleh angin. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kekuatan papan reklame dengan mempertimbangkan: dimensi papan reklame, dimensi tiang penyangga, ketinggian papan reklame dan kecepatan angin. Data kecepatan angin diambil di Kota Semarang selama 10 tahun terakhir. Dari penelitian ini akan dilakukan desain rumus analitik untuk menghitung kekuatan papan reklame jenis single pole dengan dimensi 2x4 m2, 3x5 m2, 4x6 m2, 4x8 m2, dan 5x10 m2 menggunakan teori tegangan normal, kemudian dengan menggunakan bahasa C# rumus analitik didesain software. Dari survey dan pengujian tarik didapatkan data untuk penelitian berupa kecepatan angin kota Semarang sebesar 67 km/jam, kekuatan luluh material pipa galvanis dan besi hitam sebesar 379,67 x 106 Pa dan 370,86 x 106 Pa. Dari hasil penelitian konstruksi yang ada didapat hasil perhitungan menggunakan persamaan analitik yang telah dilakukan pada papan reklame dengan ukuran 2x4 m2 menghasilkan nilai kekuatan sebesar 133,98 x 106   Pa dan dinyatakan dalam kondisi tidak aman karena nilai kekuatannya melebihi nilai kekuatan yield material galvanis. Hal ini menunjukkan bahwa diameter, ketebalan dan tinggi tiang penyangga memiliki pengaruh penting dalam mendesain faktor keamanan papan reklame. Penelitian ini dikembangkan dengan software BB version 1.1.
PENGARUH PROSES EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING (ECAP) TERHADAP STRUKTUR MIKRO ALUMINIUM Muhammad Khairul Rais; Rusnaldy Rusnaldy; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.082 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah laluan pada proses equal channel angular pressing (ECAP) terhadap struktur mikro aluminium. Batang aluminium dengan diameter 12 mm dan panjang 50 mm diberikan perlakuan 1, 3, 5, dan 7 kali proses ECAP pada cetakan ECAP dengan sudut 120°. Rute yang digunakan adalah rute A (tidak diputar). Proses ECAP dilakukan dengan menggunakan pelumas lithium molybdenum grease. Struktur mikro aluminium sebelum dan sesudah ECAP diamati dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 1x proses ECAP, butir aluminium terlihat menjadi lebih pipih dan seperti mengikuti satu garis lurus. Setelah 3x proses ECAP butir alumunium terlihat menjadi lebih halus. Sedangkan untuk spesimen hasil 5x dan 7x proses ECAP tidak terlihat perubahan struktur mikro yang signifikan pada alumunium
KARAKTERISASI BLADE HAMMER MILL TYPE SWING Stevanus Jati Nugroho; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.716 KB)

Abstract

Hammer mill merupakan mesin yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan proses produksi sebagai pengolah sisa-sisa hasil produksi tepung. Dalam mesin hammer, terdapat blade yang digunakan sebagai pemukul biji-bijian sampai  menjadi halus. Setiap blade akan mengalami keausan, ketika telah lama digunakan untuk mengolah biji-bijian tersebut. Efek yang dapat terjadi pada produk ketika blade hammer mill mulai aus yaitu menurunnya kuantitas dan kualitas produksi. Akibat lainnya, dapat menimbulkan kerak yang terdapat pada saluran pengisap mesin sehingga suhu ruang operasi mesin meningkat. Apabila terjadi secara terus menerus, resiko yang ditiimbulkan adalah terjadinya down time produksi, terjadinya kebakaran pada ruang produksi. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi resiko akibat keausan blade hammer mil,  maka diperlukan kualitas blade yang lebih baik. Blade yang baik selama ini diperoleh dengan cara import. Kualitas blade dalam negri yang pernah dicoba, ternyata belum memenuhi atau menyamai kualitas produk blade import. Data tentang material blade import sangat di rahasiakan. Untuk itulah, maka kami mencoba mengkarakterisasi blade import serta membandingkan performanya dengan blade lokal yang sudah ada. Dimana tujuan akhirnya bisa memproduksi blade lokal yang setara dengan blade import. Pengujian ini meliputi pengujian komposisi, uji kekerasan Rockwell untuk mengetahui nilai kekerasan, pengujian mikrografi untuk mengetahui struktur mikro dari blade hammer mill. Dari pengujian didapat nilai komposisi material dengan kandungan karbon 0,677% C. Nilai uji kekerasan dari blade hammer mill sebesar 64,65 HRC bagian permukaan sedangkan bagian dalam sebesar 29,06 HRC. Hasil dari uji mikrografi terdapat perbedaan struktur antara bagian dalam blade dan bagian permukaan blade , hal ini dikarenakan adanya perlakuan heat treatment pada blade hammer mill. Dari pengujian karakterisasi, didapat hasil bahwa blade hammer mill import termasuk pada baja karbon tinggi AISI 1070.
MELT LOSS DAN POROSITAS PADA ALUMINIUM HASIL DAUR ULANG Fahmi Fasya; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.53 KB)

Abstract

Aluminum is a lightweight metal, resistant to corrosion, strong, and easy to get, so its use increasing as a basic material. The accumulation of aluminum scrap that not treated properly can pollute the environment, so need effort to recycle aluminum scrap that can be recovered into new products. Recycling aluminum is profitable in terms of economical, because if these metals are extracted from ore of aluminum is very expensive, pollute the environment, consume large amounts of energy and recycled aluminum becomes the cycle that can occur repeatedly without loss of its properties. Utilization recycling is done through the casting process. Aluminum casting process must be carried out carefully to avoid defective products, one of the most commond efect is porosity. Therefore, it needs to do testing to calculate the porosity in order to improve the quality of casting products. The analysis is using materials from recycled aluminum from beverage cans, household appliances, wheels, and the engine block that cast using sand casting method. Comparisons is 1 kg for each casting. Tests were carried out with density test and then perform calculations to determine the porosity and melt loss. The results of the study showed the highest porosity is specimen from beverage cans with 11,94 % of porosity and density value at 2.58 g/cm3,  followed scrap from wheels with 2.61 g/cm3 density which 10.92% porosity. For porosity scrap from household appliances and engine block, is 7.16% and 5.64%. As for the lowest percentage melt loss is scrap from wheel with percentage 14%. And the highest melt loss is scrap from beverage cans with percentage 18%.