Norman Iskandar
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH WAKTU PENAHANAN PROSES SINTERING TERHADAP NILAI KEKERASAN PRODUK EKSTRUSI PANAS DARI BAHAN BAKU GERAM ALUMINIUM HASIL PROSES PERMESINAN Bagus Sigit Pambudi; Rusnaldy Rusnaldy; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.426 KB)

Abstract

This research have a purpose to find out effect of hold time in sintering process about density, hardness value and microstructure from recycling aluminium with powder metallurgy process. Aluminium rod is on turning process produce aluminium chips and then is milling process produce powder with mesh 40. Compaction of aluminium powder until reach the green density with 20 mm length and 14 mm diameter continue with heating or sintering temperature is 350°C during 2, 3, 4, and 5 hours and then the specimen is extrude from 14 mm to 12 mm of diameter. Density and hardness value of aluminium with powder metallurgy process is examination. Result is indicate the longer time of hold time in sintering, density value is increase but hardness value is decrease and increase or coarsening of grain size.
ANALISIS MEKANIK SCREW CONVEYOR TUBULAR DIAMETER 200 mm DENGAN AUTODESK INVENTOR Sabardiyanto Sabardiyanto; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.382 KB)

Abstract

Di dalam industri, bahan-bahan yang digunakan kadangkala merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan-bahan tersebut mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari karyawan. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah conveyor. Salah satu tipe conveyor yang sering digunakan dalam industry adalah screw conveyor. Screw conveyor yang memiliki sistem kerja utama pada putaran mesin dan poros berupa helical, sehingga kelendutan dan ketidak seimbangan mengakibatkan getaran, aus dan noise yang berlebih. Kekuatan daun screw dalam menerima gaya dorong yang disebabkan material dan putaran mesin yang sangat penting dalam memindahkan material angkut. Kelendutan yang terjadi juga berdampak pada kondisi getaran mesin, karena jika terjadi kelendutan yang berlebih berakibat gesekan antara chasing dan flighting sehingga logam hasil gesekan mengkontaminasi material angkut. Semakin besar kelendutan yang terjadi getaran juga akan semakin besar. Untuk menunjang kinerja mesin pemilihan bearing juga sangat penting sehingga memperoleh life time mesin yang panjang. Dengan menggunakan software autodesk inventor professional 2015, dengan stress analysis dapat dilakukan pemodelan mesin yang kemudian dilakukan analisis tegangan daun screw akibat gaya yang dihasilkan dan menganalisis besarnya kelendutan yang terjadi pada poros pipa dan chasing. Dengan melakukan perhitungan secara analitis dan analisa software, diperoleh hasil bahwa material yang digunakan untuk daun screw dan kelendutan yang terjadi pada chasing sebesar 0,4335 mm dan assembly as flighting sebesar 0,9934 mm masih sangat aman dari batas kritis dan mesin dapat beroperasi dengan baik
Analisis Quality Control Produk Umpak Tiang Lampu Menggunakan Metode Quality Control Circle Norman Iskandar
ROTASI Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.24.2.10-18

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan suatu aktivitas (manajemen perusahaan) yang diarahkan untuk menjaga agar kualitas produk dan jasa di perusahaan dapat dipertahankan. Kondisi ini dipakai untuk mencapai sasaran yang telah direncanakan. Artikel ini membahas pengendalian kualitas  menggunakan metode Quality Control Circle (QCC). Metode yang dilakukan adalah mengamati produksi Umpak Tiang Lampu pada rentang bulan Januari 2019 - September 2021 sebanyak  1761. Produk cacat selama 3 tahun adalah 223 produk.  Cacat yang terjadi pada produk ada tiga tipe meliputi cacat keropos, cacat permukaan tidak halus dan cacat tidak utuh. Berdasarkan perhitungan dari keseluruhan hasil produk cacat pada umpak didapat nilai UCL (Upper Control Limit) atau batas kendali atas senilai 0,394 dan didapat nilai LCL (Lower Control Limoit) atau batas kendali bawah  sebesar -0,308 ,dan nilai CL (Control Limit) atau batas kendali sebesar 0,043. Dari data ini di ketauhi bahwa nilai proporsi kecacatan produk dari tahun 2019 berada di titik 0,14, 2020 berada di titik 0,12 dan 2021 berada di titik 0,12  yang berarti belum ada yang mendekati titik batas kendali atas maupun batas kendali bawah dan masih berada dalam batas kendali. Dari analisa pareto diagram dapat diperlihatkan bahwa cacat produk dari 3 jenis, nilai terbesar pada cacat tidak halus. Prosentase cacat tidak halus pada produk Umpak Tiang Lampu adalah sebesar 54,26 %. Pengunaan metode UCL, LCL dan diagram pareto dapat membantu dalam penentuan aktifitas produk untuk mingkatkan kualitas produk dan mengurangi cacat produk
PENGARUH FRAKSI MASSA SERAT TERHADAP KEKUATAN TEGANGAN GESER KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Tegar Ardiyan Akbar; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan material yang dapat digunakan diberbagai lini kehidupan dimana perkembangannya saat ini cukup pesat. Seiring berjalanya waktu, penggunaan serat sintetis mulai dibatasi dan dialihkan menggunakan serat alam yang lebih ramah lingkungan. Serat alam yang memiliki potensi sebagai penguat komposit salah satunya adalah serat rami. Selain serat alam, matriks alam mulai dikembangkan dalam beberapa penelitian mengenai komposit, dimana salah satunya adalah matriks gondorukem. Pada penelitian ini, bertujuan mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan tegangan geser dari komposit rami dengan matriks gondorukem. Variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 25 wt% dan 35 wt%, dengan arah orientasi serat adalah 0°/90°. Metode yang digunakan untuk membuat spesimen uji adalah hand lay-up, dengan metode pengujian mengacu pada ASTM D-7078. Dari hasil pengujian tersebut kekuatan tegangan geser meningkat seiring dengan peningkatan fraksi massa serat, dengan nilai rata-rata 7,22 MPa untuk fraksi massa 25 wt% dan 7,97 MPa untuk fraksi massa 35 wt%. Kekuatan tegangan geser tertinggi diperoleh pada spesimen 35 wt% sebesar 8,07 MPa. Regangan geser yang terjadi pada fraksi massa serat 25 wt% lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi massa serat 35 wt%. Analisis visual yang dilakukan berupa foto makro mendeteksi terdapat 2 kegagalan pada komposit setelah pengujian yaitu fiber pull-out dan delaminasi.
PENGARUH FRAKSI MASSA SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Marvelio Kanugraha; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah variasi diterapkan pada material komposit gondorukem berpenguat serat rami untuk mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan impak material. Variasi persentase fraksi massa serat yang digunakan adalah 20 wt% dan 30 wt%. Untuk mengetahui pengaruh variasi tersebut dilakukan sebuah pengujian yaitu pengujian impak sesuai ASTM E23-18. Spesimen yang dilakukan pengujian dibuat dengan menggunakan metode hand lay-up. Dari hasil pengujian tersebut kekuatan impak komposit meningkat seiring bertambahnya fraksi massa 20 wt% dan 30 wt% dari dari 0,0454 J/mm2 hingga 0,0644 J/mm2. Kekuatan impak tertinggi dimiliki oleh komposit dengan fraksi massa serat 30 wt% sebesar 0,0644 J/mm2. Analisis visual dilakukan pada patahan spesimen uji impak dan mendeteksi adanya delaminasi pada lapisan serat satu dengan lainnya.
PENGARUH FRAKSI MASSA DAN ARAH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Hanif Taufiqurrahman; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah material yang memiliki potensi yang sangat besar untuk menggantikan logam serta material lain ketersediaannya sangat terbatas di dunia industri. Seiring berjalanya waktu, penggunaan serat sintetis dalam pembuatan komposit mulai tergantikan oleh serat alam ramah lingkungan, salah satunya adalah serat rami yang berpotensi menggantikan serat sintetis. Selain serat alam, matriks alam mulai dikembangkan dalam beberapa penelitian mengenai komposit, dimana salah satunya adalah matriks gondorukem. Pada penelitian ini, bertujuan mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan lentur dari komposit berpenguat serat rami dengan matriks gondorukem. Arah orientasi serat adalah 0°/90° dengan variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 20 wt% dan 35 wt%, Metode yang digunakan untuk membuat spesimen uji adalah hand lay-up, dengan standar pengujian ASTM D-7264. Dari hasil pengujian tersebut kekuatan lentur meningkat seiring dengan peningkatan fraksi massa serat, dengan nilai rata-rata 3,74 MPa untuk fraksi massa 20 wt% dan 4,80 MPa untuk fraksi massa 35 wt%.. Regangan lentur yang terjadi pada fraksi massa serat 20 wt% lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi massa serat 35 wt%. Analisis visual yang dilakukan berupa foto makro mendeteksi terdapat 1 kegagalan pada komposit setelah pengujian yaitu delaminasi.
EFEK PENAMBAHAN BINDER BENTONIT TERHADAP KEKUATAN KATALIS ZEOLIT ALAM Alif Athallah; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zeolit alam merupakan mineral berpori yang dapat digunakan sebagai katalis padat, dan sumber daya alam Indonesia yang melimpah membuat zeolit dapat memiliki aplikasi di dunia industri, khususnya di dunia industri  sebagai katalis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali potensi  zeolit alam sebagai katalis dalam bentuk padat (pelet) mengingat zeolit belum diaplikasikan sebagai katalis dan masih banyak kekurangan dalam katalisis homogen. Untuk melakukan penelitian ini, zeolit mendapatkan variasi selama proses pembuatannya yaitu variasi kompaksi, meshing, dan persentase bahan pengikat. Untuk mengetahui sifat mekanik, pengujian yang dilakukan yaitu pengujian kompresi atau uji kuat tekan. Metode yang digunakan dalam pengujian kompresi adalah Side Crush Strength (SCS). Dari pengujian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa, penambahan bahan pengikat bentonit pada pelet katalis zeolit alam Asal Indonesia memiliki dampak terhadap kekuatan tekan nya.
Analisa FEM pada Desain Botol Plastik Kemasan yang dapat Digunakan Ulang sebagai Bahan Konstruksi Bangunan Norman Iskandar; Muhammad Ikhsan; Muhammad Iqbal Mudzakky; Daniel Dwi Putra Wibowo
ROTASI Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.286 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.3.154-159

Abstract

Pada penelitian ini, kami membuat sebuah desain botol plastik baru yang dapat digunakan kembali (Reusable Bottle) yang bernama Rubicks v. 2.1 dengan beberapa peningkatan fungsional pada desain botol yang berfungsi untuk menambah kekuatan statik saat badan botol tersebut diberi gaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa desain botol tersebut sampai titik luluh atau sampai plastis. Metode yang digunakan pada panelitian ini adalah Metode Elemen Hingga (MEH). Pada peneitian ini, digunakan sepuluh variasi gaya yang diberikan pada permukaan muka botol dari 200 N sampai 2000 N. Didapatkan hasil dan analisa bahwa deformasi total yang paling rendah sebesar 0.22 mm dan deformasi total terbesar yang dihasilkan adalah 2.25 mm. Tegangan geser maksimum, memiliki nilai paling kecil saat botol diberikan gaya sebesar 200 N yaitu 3.66 MPa. Sedangkan tegangan geser maksimum paling besar yaitu ketika botol diberikan gaya sebesar 2000 N, yaitu 36.65 MPa. Faktor keamanan paling efektif ditentukan ketika botol tersebut memiliki faktor keamanan lebih besar atau sama dengan 1. Gaya yang mampu diberikan pada desain botol plastik Rubicks v. 2.1 adalah sebesar 1700 N.
PENGARUH FRAKSI MASSA DAN ARAH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TEGANGAN GESER KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Faisal Febry Nurdiansyah; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini dunia industri sedang mengalami pergeseran dari menggunakan bahan-bahan sintetis menjadi bahan-bahan alami yang mudah didaur ulang, pergeseran tersebut terjadi pada teknologi komposit. Komposit yang pada awalnya menggunakan penguat serat sintetis mulai mengalami pergeseran menjadi komposit dengan penguat serat alam dan matriks alam yang disebut greencomposite. Salah satunya merupakan komposit berpenguat serat rami dengan matriks gondorukem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi massa serat dan arah orientasi serat terhadap kekuatan dari komposit penguat serat rami dengan matriks gondorukem. Variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 20% dan 30%, sedangkan untuk variasi arah orientasi serat adalah 0°/90°. Dalam pembuatan komposit berpenguat serat rami menggunakan metode hand lay-up, dengan metode pengujian menggunakan ASTM D 3039. Setelah dilakukan pengujian tarik diperoleh hasil bahwa kekuatan tarik komposit berpenguat serat rami akan mengalami  kenaikan rata-rata kekuatan tarik seiring bertambahnya fraksi massa serat pada orientasi arah serat 0°/90°. Rata-rata kekuatan tarik tertinggi yang terjadi pada fraksi massa serat 30% yaitu 15,70 MPa dan mengalami penurunan kekuatan tarik pada fraksi massa 20% yaitu 11,43 MPa. Setelah dilakukan analisis pada permukaan lapisan serat dan patahan spesimen pada uji tarik terdapat beberapa cacat mikro seperti delaminasi dan fiber pull out.
Analysis the Influence of Integration PKM-P, PKM-KC and PKM-T in Subjects Writing Techniques and Presentation on the Execution Time of the Final Project in Mechanical Engineering Diponegoro University Norman Iskandar; Rifky Ismail; Friady Gumilar
International Journal of Engineering Education Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.522 KB) | DOI: 10.14710/ijee.1.1.24-30

Abstract

This research is motivated by the study period of Mechanical Engineering students in UNDIP that is still quite long, more specifically dealing with the execution time of the Final Project (FP) that still quite long compared to the average in other departments in the Faculty of Engineering of Diponegoro University. Students can take the FP if it has to pass at least 115 credits from total of 144 credits, and with a GPA above 2.25. Final project is a compulsory subject in 7th semester, but most of the students can pick them up in 8th to 10th semester. The final task takes time because nearly three months is required to be able to get a topic and a supervisor, the details of which one month process of signing up to the FP coordinator and the distribution of students into groups of KBK (there are four  KBK), one month distribution process in the KBK to determine the FP lecturers and one month for the initial interaction with the FP lecturers. Problems in the FP including the theme / topic of the final project, the cost and process of making proposals, and the final report. The objectives of this research is to build synergies between the Writing Techniques and Presentation subject in the 6th semester with the FP subject in the 8th semester by using the momentum of  PKM in the 7th semester. This study also aims to improve the quality of the final project, such as issues related time on KBK election, election supervisor FP, FP election topics, funding for FP workmanship as well as shortening the time to write a proposal and the final report. It is expected to shorten the FP program and the study period. This research is a class act. The planned action is integrating PKM in lectures Writing and Presentation Techniques in 6th semester. The planned action is integrating PKM in Writing Techniques and Presentation lectures in 6th semester. The planned action is integrating PKM in Writing Techniques and Presentation lectures in 6th semester. So that the output of the lectures  of writing and presentation technique is to make a FP proposal to level ready for seminar and convert FP proposal into PKM until ready submitted to DIKTI. Subjects were students of S1 Mechanical Engineering UNDIP in the 6th semester. The research objects is Writing techniques and Presentation lectures. Stages of research include: preparation, planning, action, reflection. From the results of the study with a sample of students as many as 33 people showed for the evaluation of short-term target success rate of 80% PKM proposal ready to submit and FP proposals  ready for a seminar, the achievements obtained was 100% of students have successfully made a proposal FP and PKM with the guidance of lecturer KBK selected. From all proposals PKM and FP that have been made, as many as 10 titles PKM proposal meets the standards to be sent to the DIKTI  and as many as 17 titles FP proposal is a direct recommendation from lecturers.