Norman Iskandar
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMPOSISI BINDER TANAH LIAT TERHADAP KEKUATAN PELET KATALIS ZEOLIT ALAM Eben Heser Liku; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis merupakan suatu senyawa kimia yang menyebabkan suatu reaksi menjadi lebih cepat untuk mencapai kesetimbangan tanpa mengalami perubahan kimiawi diakhir reaksi. Katalis dalam bentuk pelet memiliki beberapa keungguan yaitu, dapat memberikan stabilitas mekanis, bentuk yang bervariasi, dapat digunakan berulang, dan lebih mudah dalam fungsi control. Kekuatan mekanik dari suatu pelet dapat diperoleh dengan memperhatikan proses pembuatan, metode pembuatan dan bahan baku awal dari pelet katalis. Salah satu bahan pembuatan pelet katalis adalah zeolit alam yang merupakan mineral berpori yang banyak memiliki kegunaan dan mudah ditemukan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik yang meliputi kekuatan tekan dan kelarutan dari pelet katalis zeolit alam asal Indonesia dengan menggunakan variasi komposisi binder. Untuk mengetahui kekuatan sifat mekanik dari pelet, dalam penelitian ini menggunakan pengujian tekan (Side Crush Strength) dan pengujian larut dengan standar pengujian mengadopsi metode uji disintegrasi yang digunakan dalam dunia farmasi untuk menguji kelarutan pelet obat. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa besarnya persentase komposisi binder pada pelet katalis zeolit alam dapat mempengaruhi nilai kuat tekan dan laju larut pada pelet tersebut.
ANALISIS KOMPOSISI MATERIAL BERBAHAN ECENG GONDOK TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPELET Sentono Wahyu Prasojo; Norman Iskandar; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-renewable energy yang sangat terbatas, seiring berjalannya waktu ketersediannya terus berkurang sehingga nantinya tidak dapat diperbarui Kembali. Oleh karena itu, perlu adanya renewable energy untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah pembuatan biopelet, biopelet merupakan salah satu energi alternatif  bersifat renewable yang berasal dari biomassa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dari kualitas biopelet berbahan eceng gondok Komposisi campuran yang digunakan yaitu serbuk eceng gondok, tepung tapioka, dan air. Pembuatan biopelet menggunakan mesin flat die pellet mill dengan kecepatan mesin yang digunakan 1700 rpm. Hasil pengujian karakteristik biopelet berbahan eceng gondok untuk kadar air nilainya 7,64%, kadar abu 12,85%, kadar zat terbang 63,31%, kadar karbon terikat 16,21%, densitas 1,16%, dan nilai kalor 3972 kal/g. Biomassa berbahan eceng gondok masih kurang efektif untuk dijadikan biomassa dikarenakan nilai kalornya yang masih di bawah standar SNI 8021:2014 dan masih banyak biomassa lain yang lebih unggul nilai kalornya dibanding dengan biomassa berbahan eceng gondok.
RANCANG BANGUN MAGNETIC TRAP MENGGUNAKAN CYLINDER NEODYMIUM MAGNET TIPE N-42 PADA PROSES PENGGILINGAN PADI Mas Frillian Gerry Hutama Ajie; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggilingan padi merupakan tahap yang sangat penting, karena terdapat titik temu antara produksi, pasca panen, pengolahan dan pemasaran beras, sehingga penggilingan padi merupakan suatu proses yang sangat penting dalam memberikan kontribusi dalam penyediaan beras, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Masalah prioritas yang ada di UD. Sumber Makmur adalah mutu kualitas beras dan kerusakan alat grinding atau pemecah kulit pada mesin penggiling. Komponen yang sering mengalami kerusakan karena material asing berupa kerikil, paku, baut dan lain. Pada penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutu kualitas beras yang lebih baik dan mencegah kerusakan alat grinding atau pemecah kulit pada mesin penggiling dengan menambahkan model desain magnetic trap pada bagian hopper dan outlet pada mesin penggiling padi. Hasil penelitian didapatkan magnetic trap dengan menggunakan  2 neodymium magnet tipe N42 berbentuk cylinder berukuran 200mm x 25mm pada hopper dan 6 neodymium magnet tipe N42 berbentuk coin berukuran 5mm x 25mm pada outlet tanpa mengurangi laju aliran gabah, dengan kekuatan maksimum pembebanan  200 kg pada hopper dan 100 kg outlet serta memiliki efektivitas 95,86 % pada hopper dan 82,61% pada outlet.
PENGARUH VARIASI PERSENTASE BINDER KAOLIN TERHADAP SIFAT MEKANIK KATALIS ZEOLIT ALAM Tri Rizqi Prihadi; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber bahan bakar minyak bumi yang digunakan sebagai sumber energi saat ini semakin menipis, salah satu jenis energi terbarukan dari bahan bakar nabati yang dapat menggantikan bahan bakar minyak solar yaitu biodiesel. Batuan zeolit alam dapat dimanfaatkan sebagai katalis untuk mempercepat produksi biodiesel, pellet katalis zeolit alam yang akan dibuat perlu ditambahkan bahan pengikat atau binder agar pellet tersebut tidak mudah hancur. Maka, pada pengujian ini peneliti menganalisis pengaruh dari persentase binder kaolin terhadap sifat mekanik katalis zeolit alam dalam hal ini adalah kuat tekan maksimal dan laju kelarutan dari pellet katalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yang meliputi dua tahap. Tahap pertama dilakukan pembuatan pellet katalis berbahan dasar zeolit alam dengan binder kaolin. Pada tahap kedua dilakukan pengujian terhadap pellet katalis dengan mencari nilai uji kuat tekan dan uji larut. Hasil pengujian kompresi dengan nilai rata – rata kekuatan tekan pada persentase binder 40% lebih tinggi dibandingkan dengan persentase binder 20% dan 30% dengan nilai 3,223 MPa, kemudian pada pengujian waktu larut persentase binder 40% lebih rendah dibandingkan dengan persentase binder 20% dan 30% dengan nilai 0,00269 gram/menit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi persentase binder yang digunakan dalam produksi pellet katalis maka semakin tinggi kuat tekan yang dapat diterima pellet katalis dan semakin rendah nilai laju larutnya sehingga pellet katalis memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap kelarutan dalam cairan.
KARAKTERISASI PELET BIOMASSA BERBAHAN COCOPEAT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Saka Aji; Muchammad Muchammad; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi primer dari bahan bakar fosil dapat menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya meningkatnya emisi gas buang sehingga efek gas rumah kaca akan meningkat sehingga dapat mempengaruhi perubahan iklim yang ekstrim. Solusi yang mungkin untuk permasalahan lingkungan ini adalah kebutuhan bahan baku terbarukan lainnya, seperti biomassa dari tanaman. Biopelet adalah jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa dengan ukuran lebih kecil dari ukuran briket. Potensi sumber daya biomassa di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biopelet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pelet biomassa yang diproduksi menggunakan bahan baku cocopeat agar memenuhi standar SNI. Komposisi campuran material yang digunakan yaitu cocopeat, tepung tapioka, dan air. Karakteristik biopelet berbahan cocopeat diperoleh densitas 0,5 g/cm³, kadar air 11,92%, kadar zat terbang 57,13%, kadar abu 4,64, kadar karbon terikat 26,31%, nilai kalor 4758,73 kal/g.
PENGARUH PERSENTASE BINDER TANAH LIAT TERHADAP DENSITAS PELET KATALIS ZEOLIT ALAM Aditya Ardiyanto; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis heterogen merupakan alternatif pengganti penggunaan katalis homogen yang menghasilkan masalah tidak dapat digunakan berulang dan susah dipisahkan dari hasil reaksi. Penggunaan katalis heterogen berbentuk pelet adalah pilihan terbaik karena dapat digunakan berulang, stabil pada suhu tinggi, mudah dipisahkan dari hasil reaksi dan dapat divariasikan dalam bentuk dan campuran sesuai kebutuhan. Salah satu bahan pembuatan pelet katalis untuk biodiesel adalah zeolit alam yang merupakan mineral berpori yang banyak memiliki kegunaan dan mudah ditemukan di Indonesia. Kekuatan dan keseragaman dari suatu pelet dapat diperoleh dengan memperhatikan proses pembuatan, metode pembuatan dan bahan baku awal dari pelet katalis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh densitas dari pelet katalis zeolit alam yang ditambahkan binder tanah liat. Untuk mengetahui pengaruh densitas dari pelet katalis, dalam penelitian ini dilakukan pengujian densitas menggunakan pycnometer ultrapyc-quantachrome dan metode analisis yang digunakan yaitu analysis of variance. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa, persentase binder tanah liat tidak berpengaruh signifikan terhadap densitas pelet katalis zeolit alam.
ANALISIS KEKUATAN TARIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM PADA FRAKSI MASSA 15% DAN 30% Vegy Panca Aesha; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran akan pentingnya lingkungan dan pembangunan keberlanjutan disektor industri manufaktur, telah memicu minat untuk menggunakan serat penguat alami dan matriks alami dalam pembuatan komposit biodegradable. Komposit ini juga bisa disebut greencomposit yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat komposit dari serat rami dan matrik gondorukem, serta untuk mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan tarik. Variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 15%, dan 30%. Pada penelitian ini, dilakukan percobaan dengan menggunakan dua proses pembuatan yaitu hand lay-out diikuti dengan compression moulding. Metode pengujian dilakukan sesuai dengan ASTM D 3039. Komposit berhasil dibuat, namun pada spesimen dengan fraksi massa 30%, matriks tersebar tidak sempurna, dan masih ada void dalam komposit. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik komposit mengalami peningkatan kekuatan tarik rata-rata ketika fraksi massa meningkat sampai batas tertentu kemudian akan turun. Peningkatan kekuatan tarik dari 162,27 MPa pada fraksi massa 15%, dan 244,35 MPa pada fraksi massa 30%.  Patahan yang terjadi merupakan patahan brush type, disertai dengan, serat terlepas dari matriks yang pecah (debonding), fiber pull out, dan delaminasi.
ANALISIS KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM PADA FRAKSI MASSA 15% DAN 30% Tricho Hermawan; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan komposit didasari pada gagasan mengenai greencomposite. Greencomposite adalah komposit yang ramah lingkungan yang dibuat dari gabungan resin alami (gondorukem) dengan penguat diperoleh dari alam (serat rami). Tujuan dari penelitian ini untuk membuat komposit dengan menggunakan penguat serat rami dan matriks gondorukem. Perbedaan variasi massa diterapkan dalam pembuatan material komposit ini, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh fraksi massa seratterhadap kekuatan impak dari material komposit. Variasi persentase fraksi massa serat yang digunakan adalah 15 dan 30 wt%. Spesimen dibuat dengan dua metode yaitu hand lay-up dan compression molding. Pengujian dilakukan dengan menggunakan standar ASTM E23-18. Diperoleh hasil bahwa kekuatan impak komposit mengalami peningkatan dan seiring bertambahnya fraksi massa serat. Kekuatan impak cenderung mengalami peningkatan pada fraksi massa 15 wt% ke 30 wt%. Kekuatan impak tertinggi berada pada fraksi massa serat 30 wt% sebesar 4,90 J/cm2. Sementara itu kekuatan impak terendah berada pada spesimen dengan fraksi massa serat 15 wt% sebesar 2,53 J/cm2. Analisis visual yang dilakukan pada patahan spesimen uji impak diketahui bahwa semakin besar fraksi massa dari matriks gondorukem yang dioleskan dapat membuat spesimen memiliki sifat lebih getas (brittle) dan mudah untuk mengalami kerusakan setelah dikenakan beban impak.
ANALISIS KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM PADA FRAKSI MASSA 15% DAN 30% Syafri Arya Budiman; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit yang ada saat ini masih banyak terbuat dari bahan polimer sintetis dimana produk habis pakai (limbah) menimbulkan banyak masalah seperti masalah lingkungan dan sebagainya. Maka dari itu mulai banyak dikembangkan produk komposit berbasis alam (green composite) yang bersifat biodegradable. Komposit yang berbasis alam dapat berupa material serat dan resin yang berasal dari alam yang tersedia berlimpah di sekitar kita sebagai contoh adalah serat rami. Dalam penelitian kali ini dilakukan percobaan pembuatan komposit berpenguat serat rami dengan matriks gondorukem. Tujuan dari penelitian yang hendak dilakukan adalah untuk mengetahui nilai kekuatan lentur pada komposit yang dipengaruhi oleh variasi fraksi massa. Variasi fraksi massa yang digunakan yaitu 15 dan 30 %wt serat. Metode pengujian lentur yang digunakan berdasarkan ASTM D7264. Pembuatan dilakukan menggunakan dua metode yaitu metode hand lay-up dan dilanjutkan dengan metode compression molding. Dari hasil pengujian secara garis besar nilai kekuatan lentur mengalami kenaikan seiring bertambahnya fraksi massa serat. Nilai kekuatan lentur terbesar yaitu sebesar 3063,25 MPa dengan fraksi massa 30%wt serat, sedangkan nilai kekuatan lentur terkecil yaitu sebesar 2492,03 MPa dengan fraksi massa 15%wt serat. Pada analisis makro spesimen uji terdapat delaminasi yang terjadi pada spesimen uji kekuatan lentur.
ANALISIS PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA MESIN CNC LASER CUTTING FIBER DENGAN METODE OEE DAN FMEA DI CV. XYZ Muhammad Roziq Husen; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri manufaktur dalam mencapai target produksi membuat mesin harus dalam kondisi yang optimal dan memiliki efektifitas produksi yang baik seperti hal nya di CV. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan bis dan karoseri. Untuk menghindari breakdown atau downtime yang berlebih pada mesin yang ada di bagian preparation yaitu pada mesin CNC laser cutting fiber yang sudah memiliki usia pakai yang lama memiliki tingkat penurunan kecepatan produksi dan efisiensi mesin CNC laser cutting dengan metode penerapan TPM dapat menghasilkan zero defect zero accident dan zero breakdown  dengan menentukan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai indikator dalam menentukan efektifnya kinerja mesin. CNC laser cutting fiber memiliki nilai presentase 75,63% yang berarti masih di bawah yang di tentukan oleh JPIM sebesar 85% yang di akibatkan tinggi nya time losses sebanyak 6797 menit 113,28 jam dalam 5 bulan terakhir dan di sebabkan oleh 2 losses yang paling tinggi yaitu reduce speed losses dan idling and minor stoppages losses karena terjadinya breakdown mesin yang tidak dapat di perkirakan dan kurang nya suku cadang yang tersedia dengan kerusakan pada stabilizer dengan nilai RPN 120 yang di sebabbkan karena terjadi arus listrik yang tidak stabil, dan selang angin dengan RPN 160 karena sering mengalami kebocoran dan menyebabkan tekanan yang di hasilkan tidak maksimal.