Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Evaluasi Galur Harapan Padi Hitam (Oryza sativa L.) Berdaya Hasil Tinggi dan Berumur Genjah Sholeh Udin Al Ghifari; Supriyanta supriyanta; Kristamtini Kristamtini; Panjisakti Basunanda; Taufan Alam; Muhammad Habib Widyawan; Taryono taryono
Vegetalika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.45011

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan penting dunia. Salah satu jenis padi adalah padi hitam yang saat ini belum banyak direkayasa, sehingga daya hasilnya rendah dengan umur yang panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter agronomi galur harapan padi hitam berdaya hasil tinggi dan berumur genjah. Percobaan dilaksanakan di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada di Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret-Agustus 2018. Bahan penelitian yang digunakan adalah 17 galur harapan padi dan 1 kultivar unggul lokal. Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah Kisi Sederhana (Simple Lattice Design) dengan 3 ulangan. Setiap galur harapan ditanam pada plot berukuran 5x1,2 m dengan jarak tanam 20×30 cm, secara inling (1 bibit perlubang tanam) dengan umur pindah tanam 21 hari. Variabel pengamatan berupa komponen agronomi, komponen hasil dan karakter fisik gabah dan beras. Analisis varians dilakukan untuk variabel kuantitatif dengan taraf nyata α = 5%. dilanjutkan dengan uji Scott Knott. Hasil penelitian menunjukan karakter agronomi galur harapan padi hitam secara umum serupa dengan karakter agronomi galur harapan padi putih dan padi merah terkait dengan variabel tinggi tanaman sedang (lebih dari 110 cm), anakan produktif sedang (10-20 buah), umur panen sedang (125-150 HSS), panjang malai (20-30 cm), jumlah gabah per malai kurang dari 250 biji. Daya hasil galur harapan padi hitam P2 (4,10±0.27 ton/hektare) dan XI (3,95±0.45 ton/hektare) lebih tinggi dari varietas unggul lokal Sleman Merah (3,84±0.50 ton/hektare. Galur harapan padi hitam W (116±0.33 HSS) memiliki kategori umur panen genjah. 
Aplikasi Pupuk SP-36 dan Ekstrak Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Produksi Jagung Lokal Pulut Edy Edy; Taufan Alam; Bakhtiar Bakhtiar
Vegetalika Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.143 KB) | DOI: 10.22146/veg.45428

Abstract

Impor beras setiap tahun semakin meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan diversifikasi pangan pokok yang setara beras yaitu mengembangkan produk beras jagung pulen. Tujuan  penelitian adalah meningkatkan produksi jagung pulut dan efisiensi pemupukan fosfat. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dan diulang sebanyak tiga ulangan. Faktor I adalah aplikasi ekstrak pelarut fosfat (EPF) yang bersumber dari bonggol pisang yang terdiri atas 0 dan 10 liter.ha-1. Faktor kedua adalah pemupukan SP-36 yaitu 0, 50, 100 dan 150 kg.ha-1. Analisis data menggunakan ANOVA α = 5% dan dilanjutkan uji DMRT α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi EPF dan 50 kg.ha-1 SP-36 meningkatkan panjang dan diameter tongkol, dan produksi biji kering per hektar serta efisiensi pemupukan P.
Pengaruh Model Pemanenan Air Hujan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Empat Kultivar Padi (Oryza sativa L.) dalam Sistem Agroforestri dengan Kayu Putih (Melaleuca cajuputi L.) pada Musim Hujan Rochmad Nur Nadif; Dody Kastono; Suci Handayani; Taufan Alam
Vegetalika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.60049

Abstract

Permasalahan lahan kering di bawah tegakan kayu putih untuk budidaya padi adalah keterbatasan kandungan lengas tanah yang tergantung pada curah hujan. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh model pemanenan air hujan terhadap pertumbuhan dan hasil empat kultivar padi dalam sistem agroforestri dengan kayu putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-April 2020 di Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Menggoran, Bagian Daerah Hutan (BDH) Playen, Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Pemangku Hutan (KPH) Yogyakarta. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) tiga ulangan. Petak utama (main plot) adalah model pemanenan air hujan terdiri dari tanpa parit + tanpa serasah organik (P0), parit + serasah organik (P1), dan parit + serasah organik + biopori (P2). Anak petak (sub plot) yaitu kultivar padi yang terdiri atas Situ Patenggang (V1), GM 2 (V2), GM 8 (V3), dan GM 28 (V4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan parit + serasah organik + biopori meningkatkan produktivitas padi sebesar 11,02 % dibandingkan tanpa parit + tanpa serasah organik. Kultivar padi Situ Patenggang menghasilkan produktivitas sebesar 3,03 ton/ha atau lebih tinggi dibandingkan kultivar GM 2, GM 28, dan GM 8 sebesar 2,92 ton/ha, 2,86 ton/ha, dan 2,42 ton/ha.
Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Varietas Jagung Hibrida terhadap Pemupukan Nitrogen dalam Sistem Agroforestri Surya Adam Yoga Aditya; Dody Kastono; Taufan Alam
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99532

Abstract

The main issue with hybrid maize is its low nitrogen uptake, ranging from 30% to 50%. This study aims to improve nitrogen fertilization efficiency by selecting hybrid maize varieties in an agroforestry system. The research was conducted from January to April 2024 at the Menggoran Forest Management Resort (RPH Menggoran), Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. A split-plot experimental design was employed, with 15 hybrid maize varieties as the main plot and urea fertilization as the subplot. The results revealed that nitrogen fertilization in the agroforestry system increased grain weight by 25%–68% compared to no fertilization. The highest grain weight was observed in the Pertiwi 6 and KS-89 Monster varieties, even without nitrogen fertilization. Meanwhile, the ADV Jago, Bomber R101, Turbo B-59, Si Tampan, and Twinn 1 varieties produced high grain weights when nitrogen fertilizer was applied.