Dwi Haryo Ismunarti
Departemen Oseanografi , Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Studi Karakteristik Arus Laut di Selat Mansuar, Kabupaten Raja Ampat Berdasarkan Pemodelan Hidrodinamika 2D Nusratina, Rina Hazrina; Ismunarti, Dwi Haryo; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i2.19031

Abstract

Kabupaten Raja Ampat terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah disertai pasir pantainya yang berwarna putih. Raja Ampat terletak pada kawasan Coral Triangle atau pusat segitiga karang dunia. Kabupaten Raja Ampat terdapat beberapa selat dan teluk salah satunya yaitu Selat Mansuar yang berada diantara Pulau Gam dan Pulau Mansuar. Kondisi morfologi dasar laut yang terjal dan tertutup terumbu karang, topografi perairan yang tidak teratur, posisi perairan yang berada di pintu masuk bagian timur laut ARLINDO, serta adanya pengaruh arus Halmahera Eddie memberikan pengaruh yang pada kecepatan dan arah arus di Selat Mansuar. Kondisi tersebut dipengaruhi pula oleh batimetri perairan yang cukup kompleks sehingga sangat menarik untuk dilakukan pengkajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arus laut di Selat Mansuar, Kabupaten Raja Ampat. Pendekatan numerik dilakukan melalui pemodelan hidrodinamika dua dimensi. Hasil pendekatan hidrodinamika akan menghasilkan kecepatan dan arah arus, serta nilai pasang surut. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data angin ERA-5, batimetri nasional (BATNAS), serta data arus dan pasang surut pengukuran lapangan bersumber dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL). Hasil pemodelan berupa kecepatan dan arah arus untuk kemudian di validasi dengan data pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arus di Selat Mansuar lebih dominan dipengaruhi oleh arus pasut. Pola arus yang dihasilkan pada puncak siklus angin Musim peralihan I bergerak dominan ke arah Tenggara. Pada kondisi surut menuju pasang arus memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi lainnya, dengan nilai kecepatan rata-rata mencapai 0.235 m/s. Berdasarkan hasil analisis komponen pasang surut, Selat mansuar termasuk tipe pasang surut Campuran Condong Harian Ganda.AbstractRaja Ampat Regency is famous for its beautiful natural scenery and white sand beaches. Raja Ampat is located in the Coral Triangle area or the center of the world's coral triangle. Raja Ampat Regency has several straits and bays, one of which is the Mansuar Strait between Gam Island and Mansuar Island. The morphological conditions of the seabed are steep and covered with coral reefs, irregular water topography, the position of the waters at the entrance to the northeast part of ARLINDO, and the influence of the Halmahera Eddie current which affects the speed and direction of the current in the Mansuar Strait. These conditions are also influenced by the bathymetry of the waters which are quite complex so it is very interesting to do an assessment. This study aims to determine the characteristics of ocean currents in the Mansuar Strait, Raja Ampat Regency. The numerical approach is done through two-dimensional hydrodynamic modeling. The results of the hydrodynamic approach will produce current speed and direction, as well as tidal values. The data used in this study are ERA-5 wind data, national bathymetry (BATNAS), and field measurement data of currents and tides sourced from the Marine Geology Research and Development Center (P3GL). Modeling results in the form of current speed and direction and then validated with field measurement data. The results showed that the characteristics of the currents in the Mansuar Strait are dominantly influenced by tidal currents. The resulting current pattern at the peak of the wind cycle Transitional season I move dominantly to the Southeast. At low tide conditions towards the tide, the current has a higher speed compared to other conditions, with an average speed value reaching 0.235 m/s. Based on the results of the tidal component analysis, the Mansuar Strait includes a Mixed Tide Prevailing Semi Diurnal type.
Studi Perubahan Garis Pantai Tahun 2012-2022 di Pesisir Pantai Bagik Kembar, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Ashilah, Safira; Suryoputra, Agus Anugroho Dwi; Ismunarti, Dwi Haryo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i2.19224

Abstract

Pantai Bagik Kembar merupakan pantai yang berada di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram yang mengalami perubahan garis pantai pada setiap tahunnya. Perubahan ini menyebabkan wilayah pesisir Pantai Bagik Kembar seringkali mengalami banjir yang dapat merugikan aktivitas dan pemukiman warga sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis luasan abrasi dan akresi yang terjadi pada tahun 2012 hingga 2022 di pesisir Pantai Bagik Kembar dan sekitarnya. Metode yang digunakan yaitu analisis DSAS (Digital Shoreline Analysis System) dengan menghitung nilai NSM dan EPR  menggunakan data citra Landsat 7 pada tahun 2012 dan Landsat 8 pada tahun 2017 dan 2022. Analisis ini dikaitkan dengan data kelerengan pantai, sedimen, pasang surut BIG, data angin dan peramalan gelombang serta arus sejajar pantai dari perhitungan gelombang pecah. Hasil penelitian menunjukkan pesisir Pantai Bagik Kembar dan sekitarnya mengalami perubahan garis pantai yang didominasi oleh terjadinya abrasi dengan luas pada tahun 2012 – 2017 sebesar 2,512 ha dan pada tahun 2017 – 2022 luas abrasi 1,892 ha. Sedangkan akresi yang terjadi hanya 0,296 ha pada tahun 2012 – 2017 dan 0,114 ha pada tahun 2017 – 2022. Faktor penyebab perubahan garis pantai didominasi oleh gelombang yang dibangkitkan oleh angin sehingga menyebabkan terjadinya transpor sedimen oleh arus sejajar pantai.AbstractBagik Kembar Beach is a beach located in Sekarbela District, Mataram City, which often experiences changes in the coastline every year. These changes cause the coastal area of Bagik Kembar Beach to often experience disasters that can harm activities and local residents. The purpose of this study is to analyze the extent of shoreline changes that occurred from 2012 to 2022 on the coast of Bagik Kembar Beach and its surroundings. The method used is DSAS (Digital Shoreline Analysis System) analysis by calculating NSM and EPR values using Landsat 7 image data in 2012 and Landsat 8 in 2017 and 2022. This analysis is associated with coastal slope data, sediment, BIG tides, wind data and wave forecasting, and parallel coastal currents from breaking wave calculations. The results showed that the coast of Bagik Kembar Beach and its surroundings experienced changes in the coastline dominated by abrasion with an area in 2012-2017 of 2.512 ha and in 2017-2022 the abrasion area was 1.892 ha. While accretion that occurred was only 0.296 ha in 2012 - 2017 and 0.114 ha in 2017 - 2022. Factors causing shoreline change are dominated by wind-generated waves that cause sediment transport by longshore currents.
Elevasi Muka Air di Pantai Gesing, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Wahid, Arbi; Ismunarti, Dwi Haryo; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i2.16591

Abstract

Pantai Gesing terletak di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Secara faktual saat ini Pantai Gesing telah dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan tambat labuh perahu/kapal perikanan atau oleh lebih kurang 100 perahu nelayan setiap harinya namun fasilitas berupa pelabuhan belum tersedia. Ketersediaan data pasang surut yang akurat dan kontinu di perairan Pantai Gesing Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tipe pasang surut serta elevasi muka air rencana menggunakan metode admiralty dan least square. Hasil perhitungan menggunakan metode admiralty (least square) untuk nilai HHWL sebesar 1,61 (2,305) meter; MHWL sebesar 1,22 (1,695) meter; MSL sebesar 0,81 (0,81) meter; MLWL sebesar 0,4 (-0.035) meter LLWL sebesar 0 (-0,645) meter; secara berturut-turut, sementara nilai tunggang pasang surut sebesar 1,423 (2,95) meter. Berdasarkan nilai bilangan Formzahl kedua metode memiliki nilai berbeda, namun masih dalam satu tipe yang sama, yaitu mempunyai type pasang surut campuran condong ke harian ganda.AbstractGesing Beach is located in Girikarto Village, Panggang District, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta. Factually, Gesing Beach has been used as a place to anchor fishing boats or by approximately 100 fishing boats every day, but facilities in the form of a harbor are not yet available. The availability of accurate and continuous tidal data in Gesing Beach, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta is still minimal. This study aimed to determine the characteristics and types of tides and elevation of the plan water level using admiralty and least square methods. The results of calculations using the admiralty method (least square) for the value of HHWL of 1.61 (2.305) meters; MHWL of 1.22 (1.695) meters; MSL of 0.81 (0.81) meters; MLWL of 0.4 (-0.035) meters LLWL of 0 (-0.645) meters; respectively, while the value of tidal ridge of 1.423 (2.95) meters. Based on the value of the Formzahl number, both methods have different values but are still of the same type, which has a mixed prevailing semi-diurnal. 
Spatio-Temporal Characteristic Analysis of Marine Heatwaves in the Savu Sea (1982-2021) Attaqwa, Rizal; Respati, Deodato Naresvara Rayi; Juviani, Dian; Susilodewi, Sinta Dwis; Saragih, Laurentia Alexandra; Mustaqim, Ikhsan; Wirasatriya, Anindya; Ismunarti, Dwi Haryo
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.70846

Abstract

Atmospheric interactions have led to a consistent rise in ocean temperatures in the Indonesian seas, exacerbated by the emergence of marine heatwaves (MHWs) that extend over thousands of kilometers. MHWs are defined as temperature anomalies above the 90th percentile of the sea surface temperature (SST) baseline for at least five consecutive days. The Savu Sea, influenced by the Indonesian throughflow that transports warm water from the Pacific to the Indian Ocean, experiences significant temperature anomalies. This study employs OSTIA L4 Marine Copernicus Global Ocean Physics Reanalysis SST data from 1982 to 2021 to analyze the frequency, duration, and intensity of MHW events in this region. Using Hobday's hierarchical approach, the study finds that MHWs in the Savu Sea lasted up to 1,170 days over 40 years, with 117 recorded events. The worst MHW event occurred in 2016, lasting 194 days with a maximum cumulative intensity of 2.0°C/year, particularly affecting the northern Savu Sea. These heatwaves significantly impact marine ecosystems, leading to coral bleaching that affects about 50% of coral colonies and threatens marine biodiversity and fisheries recovery.
Analisis Karakteristik Marine Heatwaves di Wilayah Pengelolaan Perikanan 711 Saragih, Laurentia Alexandra; Ismunarti, Dwi Haryo; Kunarso, Kunarso; Hatmaja, Rahaden Bagas
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26386

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik MHW di WPPNRI 711 meliputi Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara yang mana merupakan wilayah yang memiliki potensi perikanan ikan pelagis kecil dan pelagis besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metriks MHW yang terjadi selama 42 tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data remote sensing suhu permukaan laut yang berasal dari Copernicus Marine Environtment Monitoring Service (CMEMS). Metode pendekatan yang digunakan yaitu dengan statistika deskriptif. Hasil yang ditemukan yaitu rata – rata karakteristik MHW di WPPNRI 711 yaitu frekuensi 2 – 4 kali per tahun; Rerata durasi 8 – 18 hari; dengan rerata intensitas 1oC – 1.6 oC. Tren frekuensi MHW mengalami peningkatan positif 0 – 0,2 kejadian per tahun; Tren durasi dengan rentang nilai -0,5 – 0,5 hari/tahun; Tren intensitas yaitu -0,08 oC – 0,08oC per tahun. Kejadian MHW tertinggi berdasarkan kondisi intensitas selama 42 tahun terjadi pada tahun 2016, 1998, dan 2023.
Sebaran Konsentrasi Silikat dan Hubungannya Dengan Konsentrasi Klorofil-A pada Pantai Ujung Piring, Kabupaten Jepara Gunady, Stephanie Michelle; Ismunarti, Dwi Haryo; Muslim, Muslim
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26543

Abstract

Pantai Utara Jawa merupakan kawasan pesisir yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki aktivitas antropogenik yang intensif. Aktivitas ini berpotensi memengaruhi kondisi trofik perairan, termasuk dinamika silikat sebagai nutrien dan klorofil-a sebagai pigmen utama fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi serta hubungan spasial antara silikat dan klorofil-a di perairan Pantai Ujung Piring, Jepara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis konsentrasi, korelasi, dan visualisasi spasial. Pengambilan sampel air dilakukan di 10 titik pada 15 November 2024, disertai pengukuran parameter lingkungan secara in situ. Konsentrasi silikat ditemukan berada pada kisaran 0,5041–1,0159 μM (rata-rata 0,6835 μM), sedangkan klorofil-a berkisar antara 0,3849–21,8536 mg/m³ (rata-rata 5,7983 mg/m³). Hasil analisis menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara silikat dan klorofil-a (r = 0,922; p < 0,001). Pola spasial mengindikasikan konsentrasi yang lebih tinggi di wilayah pesisir, terutama di sekitar mangrove dan muara, dan cenderung menurun ke arah laut lepas. Hal ini menunjukkan bahwa sumber masukan daratan berperan penting dalam mendukung produktivitas primer di wilayah pesisir.
Kajian Korelasi Suhu Permukaan Laut dan Konsentrasi Klorofil–A di Perairan Selatan Maluku pada Periode Tahun 2015 – 2023 Feberrito, Junda; Ismunarti, Dwi Haryo; Rifai, Aziz
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.25900

Abstract

Perairan selatan Maluku memiliki kondisi suhu permukaan laut (SPL) yang sering berubah. Perubahan SPL ini dapat mempengaruhi konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara SPL dengan konsentrasi klorofil-a di perairan selatan Maluku selama periode tahun 2015–2023, khususnya pada periode ENSO (El Niño dan La Niña). Penelitian ini menggunakan citra MODIS untuk mendapatkan data spasial SPL dan konsentrasi klorofil-a rata-rata bulanan tahun 2015-2023. Peta sebaran SPL dan konsentrasi klorofil-a dibuat berdasarkan interpolasi Kriging pada perangkat lunak ArcGIS. Tingkat hubungan antara SPL dan konsentrasi klorofil-a ditentukan berdasarkan nilai koefisien korelasi Pearson. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa pada kondisi El Niño saat musim timur (Juni hingga Agustus 2023), rata-rata SPL 27,5°C dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 0,36 mg/m3 Pada kondisi normal (Juni - Agustus 2021), rata-rata SPL 28°C, dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a  0,34 mg/m³. Pada kondisi La Niña (Juni - Agustus 2022), rata-rata SPL 28,4°C, dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 0,34 mg/m³. Peta sebaran menunjukkan bahwa sebaran SPL dan konsentrasi kolorofil-a selama ENSO tidak berbeda signifikan di perairan selatan Maluku.. Secara tahunan, antara SPL dan konsentrasi klorofil-a menunjukkan hubungan negatif dengan nilai r = -0,961. Sedangkan pada saat ENSO, didapatkan hubungan positif, dengan r = 0,996 saat El Niño , dan r = 0,993 saat La Niña.  Disimpulkan bahwa di perairan Selatan Maluku tidak menunjukkan perubahan signifikan pada pola sebaran SPL dan konsentrasi klorofil-a saat periode ENSO, namun menunjukkan perbedaan hubungan antara SPL dengan konsentrasi klorofil-a. 
Kajian Elevasi Lantai Dermaga Berdasarkan Integrasi Pengaruh Pasang Surut, Gelombang dan Kenaikan Muka Laut di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang Hanun, Alain Shofia; Ismunarti, Dwi Haryo; Helmi, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.16872

Abstract

Pelabuhan Tanjung Emas merupakan salah satu pelabuhan di Indonesia yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. Perkembangan lalu lintas perdagangan dan bertambahnya arus transportasi di pelabuhan, maka perlu dilakukan rencana pengembangan pembangunan pelabuhan. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung elevasi lantai dermaga . Data primer yang digunakan adalah data pasang surut bulan Maret 2022. Data sekunder meliputi data angin, data sea level rise, dan data pasang surut dari IOC Sea Level Monitoring. Metode yang dilakukan untuk mengolah pasang surut adalah Admiralty dan Least Square. Hasil penelitian menunjukkan tipe pasang surut campuran condong ke tunggal dengan nilai HHWL 105.282 cm. Hasil peramalan gelombang dari  data angin selama 10 tahun didapat nilai tinggi gelombang signifikan (Hs) sebesar 0,9287 m dan nilai periode signifikan (Ts) sebesar 5,0210 detik dan nilai wave set up (Sw) diperoleh sebesar 0,16 m. Nilai sea level rise yang didapatkan sebesar 0.32 cm/tahun. Nilai Design Water Level (DWL) didapatkan dengan menjumlahkan nilai HHWL, wave set up, dan SLR sehingga didapat nilai sebesar 124 cm. Sehingga, nilai elevasi lantai dermaga yang diperoleh adalah 363,2 cm sehingga dapat dikatakan aman.
Variabilitas Thermal Front dan Keterkaitan dengan Klorofil-a di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 Zandika, Rendy; Ismunarti, Dwi Haryo; Kunarso, Kunarso; Hatmaja, Rahaden Bagas; Ayubi, M. Albab Al
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.60304

Abstract

memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar yang berada pada kawasan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara. Penelitian mengenai variabilitas thermal front dan keterkaitan dengan klorofil-a di WPPNRI 711 menjadi informasi yang sangat penting untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana perubahan suhu dan produktivitas biologis saling mempengaruhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas  thermal front dan kaitannya dengan klorofil-a di WPPNRI 711. Penelitian ini menggunakan data SPL, klorofil-a, angin, curah hujan dari website marine.copernicus.eu. Data diolah mengggunakan MATLAB sehingga menghasilkan data, peta, dan grafik dari SPL, thermal front, klorofil-a, curah hujan dan angin dan dianalisis dengan mengkaitkan dengan penelitian sebelumnya menggunakan metode kuantiatif sehingga mendapatkan hasil yang obyektif. Hasil penelitian menunjukkan area thermal front di WPPNRI 711 mencapai nilai tertinggi pada musim barat dengan luas sebesar 386.263 km2 dan area thermal front mencapai nilai terendah pada musim timur dengan luas sebesar 264.058 km2. Keterkaitan klorofil-a dengan thermal front menunjukkan konsentrasi klorofil-a pada daerah thermal front di Pesisir Pulau Sumatera dan Laut Natuna lebih tinggi dengan rata-rata berturut-turut sebesar 3,49 mg/m3 dan 0,16 mg/m3 dibandingkan dengan rata-rata klorofil-a di keseluruhan area Pesisir Pulau Sumatera dan Laut Natuna dengan rata-rata berturut-turut sebesar 2,68 mg/m3 dan 0,14 mg/m3.  Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 (WPPNRI 711) is a region with significant potential for marine resources located in the Karimata Strait, Natuna Sea, and North Natuna Sea. Research on the variability of thermal fronts and their connection with chlorophyll-a in WPPNRI 711 can provide additional information and deeper insights into how temperature changes and biological productivity mutually influence each other. The aim of this research is to understand the variability of thermal fronts and their correlation with chlorophyll-a in WPPNRI 711. The study utilizes secondary data on Sea Surface Temperature (SPL), chlorophyll-a, wind, and rainfall. The data is processed using MATLAB to generate SPL, thermal front, chlorophyll-a, rainfall, and wind data, as well as maps and graphs. The analysis is conducted by associating the results with previous research using quantitative methods to obtain objective findings.The research findings indicate that the thermal front area in WPPNRI 711 reaches its highest value during the west monsoon season, covering an area of 386,263 km², while the thermal front area reaches its lowest value during the east monsoon season, covering an area of 264,058 km². The correlation between chlorophyll-a and thermal fronts shows that chlorophyll-a concentration in the thermal front areas in the Coastal areas of Sumatra Island and Natuna Sea is higher, with average values of 3.49 mg/m3 and 0.16 mg/m3 respectively, compared to the overall average chlorophyll-a in the Coastal areas of Sumatra Island and Natuna Sea, with average values of 2.68 mg/m3 and 0.14 mg/m3 respectively.
Estimasi Klorofil-a Menggunakan Citra Sentinel-3 Di Perairan Pulau Menjangan Besar Karimunjawa-Indonesia Baskoro, Ferdian Agung; Maslukah, Lilik; Ismunarti, Dwi Haryo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.24919

Abstract

Kegiatan budidaya dan pariwisata di pesisir Pulau Menjangan Besar Karimunjawa berpengaruh pada perubahan kualitas perairan. Fitoplankton memiliki kemampuan untuk merespon perubahan lingkungan ini dan dalam kolom perairan dapat ditentukan biomassanya melalui pengukuran klorofil-a.  Klorofil-a memiliki sifat optis, sehingga keberadaanya dapat diprediksi menggunakan metode penginderaan jauh. Metode penginderaan jauh dinilai lebih efektif dan efisien dalam monitoring perubahan kualitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konsentrasi klorofil-a berdasarkan data pengukuran lapangan dan data citra sentinel-3 dengan metode C2RCC, serta menentukan keakuratan klorofil-a dari data citra sentinel-3 terhadap konsentrasi klorofil-a hasil pengukuran data lapangan. Berdasarkan hasil penilitian nilai konsentrasi klorofil-a insitu berkisar 0,831 – 2,617 µg/L dan data citra sentinel-3 berkisar 0,952–5,619 µg/L. Hasil dari pengolahan peta sebaran menunjukan bahwa data lapangan dan data citra Sentinel-3 tidak menunjukan pola sebaran yang sama. Nilai RMSE (Root Mean Square Error) yang diperoleh dari hasil prediksi klorofil-a sebesar 1,991 µg/L. Nilai prediksi klorofil-a dari citra sentinel-3 mengalami overestimate (diatas dari nilai lapangannya). Untuk monitoring ke depan, diperlukan adanya pengembangan model algorithma atau melalui kalibrasi dengan data in situ.