Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SKEMA OPTIMALISASI RESPON TRANSFER EMBRIO SAPI : ANALISIS DESKRIPTIF MANAJEMEN KELOMPOK TERNAK DONOR DAN RESIPIEN Citopartusi Margaluna Purnama Tjahyani; Soegeng Herijanto; Yanita Mutiaraning Viastika
Media Peternakan Vol 23, No 2 (2021): Media Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.08 KB)

Abstract

Optimalisasi keberhasilan program Transfer Embrio (TE) dapat diupayakan dengan manajemen ternak donor dan resipien melalui rangkaian kegiatan primer; sehingga responsif terhadap perlakuan superovulasi dan dapat digunakan untuk TE. Menurut Tuti (1997) PGF2a dapat meningkatkan kualitas korpus luteum (CL) pada hewan yang mempunyai intensitas estrus rendah (83%), di bawah kondisi alamiah; Kualitas CL meningkat pada 14 dari 18 sapi (77%) yang memiliki kualitas CL kurang baik dibawah kondisi normalnya. Dengan demikian, deteksi kualitas CL tujuh hari setelah estrus disamping pengamatan intensitas estrus adalah penting untuk mempersiapkan resipien TE. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bahwa respon sinkronisasi estrus dapat distimulasi dengan injeksi PGF2a satu kali, atau dua kali dengan interval 11 - 12 hari; Respon superovulasi adalah optimum jika dimulai pada hari ke-9 dengan injeksi tunggal PMSG, atau injeksi berulang maupun tunggal FSH selama empat hari berturut-turut hingga hari ke-12 dari siklus estrus sapi karena berlangsung di dalam stadium bifase. Pada stadium bifase biasanya tumbuh folikel-folikel dominan yang tidak pernah berovulasi sehingga akan berdegenerasi dan menjadi folikel-folikel atresi. Selanjutnya, inseminasi buatan (IB) dilakukan pada hari ke-14 dari siklus estrus, tanpa pengamatan estrus (jika injeksi PGF2a dua kali masing-masing satu dosis) dan dengan pengamatan estrus (jika injeksi PGF2a satu kali dengan satu dosis). Kata kunci : superovulasi dan TE, optimalisasi manajemen, sapi, donor, resipien Abstract Optimizing the success of the Embryo Transfer (ET) program can be pursued by managing donor and recipient livestock through a series of primary activities; so it will be responsive to superovulation treatment and can be used for ET. According to Tuti (1997) PGF2a could improve the quality of the corpus luteum (CL) in animals that have low estrus intensity (83%), under natural conditions; CL quality improved in 14 of the 18 cows (77%) that had poor CL quality under normal conditions. Thus, detection of CL quality seven days after estrus in addition to observing the intensity of estrus was important for preparing ET recipients. Based on the results of the descriptive analysis, it is known that the estrus synchronization response can be stimulated by injection of PGF2a once, or twice with an interval of 11 - 12 days; The superovulatory response was optimum when started on day 9 with a single injection of PMSG, or repeated nor single injection of FSH during four consecutive days until day 12 of the bovine estrus cycle because it took place in the biphase stage. In the biphase stage, dominant follicles that never ovulate will usually degenerate and become atretic follicles. Furthermore, artificial insemination (AI) was performed on day 14 of the estrus cycle, without observation of estrus (if PGF2a injection was twice with one dose of each) and with observation of estrus (if PGF2a injection was once with one dose). Keywords : superovulation & ET, optimization of management, cattle,donor, recipient
ARAH PENELITIAN PERUBAHAN IKLIM PADA PRODUKSI TERNAK: ANALISIS BIBLIOMETRIK Supranoto, Supranoto; Sukmaningsih, Tri; Herijanto, Soegeng; Tuswati, Sari Eko; Setyaningrum, Nuning
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1073

Abstract

Analisis bibliometrik tentang penelitian perubahan iklim dalam produksi ternak menyoroti pentingnya memahami dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak dan perlunya strategi adaptasi. Analisis mengkaji tren dan arah penelitian selama dua dekade terakhir dari tahun 2003 sampai 2022. Studi mengidentifikasi fokus penelitian, produktivitas publikasi, dan kesenjangan dalam penelitian. Metodologi yang digunakan adalah mencari artikel yang diekstraksi dan dibangun pada platform Scopus. Pencarian data diperoleh menggunakan program Harzing’s Publish or Perish (PoP).  Kata kunci yang digunakan adalah “climate change” OR “climate changes” AND “livestock production”. Hasil pencarian disimpan dalam format RIS/Refmanager dan format CVS, untuk selanjutnya dataset ditarik menggunakan program Mendeley Desktop, Excel, dan VOSviewer 1.6.19. untuk dianalisis. Hasil analisis bibliometrik pengaruh perubahan iklim terdapat produksi ternak didapatkan 973 artikel,  2.653 kata kunci yang membentuk 10 klaster tema artikel. “Climate Change” merupakan jurnal yang banyak mempublikasikan artikel perubahan iklim kaitannya dengan produksi ternak. Beberapa jurnal yang berpengaruh adalah "Climate Change," "Animals," "Animal Production Science," dan "Livestock Research for Rural Development." Artikel-artikel yang banyak disitasi membahas tentang metodologi penilaian dampak lingkungan, dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak, dan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim. Penelitian tentang perubahan iklim dan produksi ternak, memunculkan novelty atau kebaruan untuk arah penelitian baru di masa yang akan datang.
Pemberdayaan Pokdakan Suka Maju Melalui Pemanfaatan Limbah Industri Dan Pengaman Kolam Dengan IOT Herijanto, Soegeng; Watiningsih, Tri; Wasito, Wasito; Grasela Mawardani, Nur; Rian Maulana, Okta
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.337

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to empower the Suka Maju Fish Farming Group in Langgongsari Village, Banyumas Regency, through the utilization of industrial waste as an alternative feed ingredient and the application of Internet of Things (IoT) technology for pond security systems. The partners consist of 30 members from a combination of three Pokdakan: Ulam Sari, Mina Mandala, and Mugi Barokah. The implementation method uses a mentoring and training approach including institutional strengthening, cultivation management training, industrial waste-based feed formulation, and the installation of IoT devices as a pond monitoring system. The results of the activities show an increase in the understanding and skills of partner members in tilapia cultivation techniques, the provision of seed through the mina padi system, and the ability to utilize industrial waste as an alternative feed. IoT technology also improves the security of the cultivation ponds. This program contributes to institutional strengthening, increased production capacity, and the cessation of freshwater fish farming businesses.