Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JPS Unimus

DEVELOPMEN Model Pembelajaran ”WISATA LOKAL” Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Eny Winaryati; Akhmad Fathurohman; Setia Iriyanto
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.3.1.2015.34-42

Abstract

Potensi daerah dapat didayagunakan sebagai laboratorium dan sumber belajar. Mengkaitkan proses pembelajaran dengan potensi daerah sangat penting. Model pembalajaran ―Wisata Lokal‖ adalah suatu model yang mengoptimalkan potensi daerah di kabupaten Rembang. Harapannya, model ini dapat diimplementasikan pada sekolah-sekolah. Sebagai model baru, maka sebelum diimplementasikan perlu diujicoba terlebih dulu. Penelitian ini dilakukan dengan Research and Development (R&D). Tahapan R&D yang digunakan merupakan kombinasi antara ADDIE dan Cennamo Models. Modifikasi model di atas terdiri dari 7 (tujuh) fase, yaitu: analysis, definition, design, demonstration, development, implementation, dan evaluation. Penelitian ini lebih menitikberatkan pada rincian tahapan pada fase development. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) memerinci setiap tahap pada fase development; 2) menguji keefektifan dari model pembelajaran ―Wisata Lokal‖. Simpulanpenelitian ini menghasilkan: 6 (enam) langkah dari fase development, serta keefektifan dari model. Model pembelajaran ―Wisata Lokal‖ efektif untuk digunakan, berdasarkan data validitas dan hasil observasi keterlaksanaan model memberikan hasil penilaian sangat baik.Penilaian tentang kepraktisan model, diperoleh data bahwa model praktis untuk digunakan. Berdasarkan hasil simpulan ini, maka model layak untuk diimplementasikan pada berbagai jenjang pendidikan.Kata kunci: development, model pembelajaran, wisata lokal.
EVALUASI PEMBELAJARAN GURU IPA SMP DI KOTA SEMARANG Eny Winaryati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.1.1.2013.16-25

Abstract

Kualitas lulusan sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran guru. Kualitas pembelajaran dapat dievaluasi dari kompetensi pembelajaran guru Kompetemnsi pembelajaran guru  meliputi:ketrampilan instruksional, pengetahuan tentang isi, ketrampilan mengelola kelas, ketrampilan berkomunikasi, pengetahuan tentang perkembangan siswa, tanggung jawab professional. Tujuan pemnelitian ini adalah mengevaluasi 6 (enam) kiteria di atas. Hasil rekomendasi dari  penelitian ini,diharapkan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan pembelajaran. Responden penelitian adalah guru IPA SMP, kepala sekolah dan siswa SMP di kota Semarang. Penelitian ini memberikan beberapa hasil evaluasi pembelajaran guru IPA, yaitu: 1) Skor penilaian guru terhadap dirinya sendiri (self assesment) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai dari kepala sekolah (peer assesment). 2) nilai rendah lebih didominanasi pada kemampuan guru dalam memotivasi, menggali dan meningkatkan potensi siswa. 3) masih lemahnya guru dalam melakukan penelitian. Saran dari penelitian ini adalah: perlunya bagi sekolah untuk mengadakan  diskusi/workshop tentang psikologi pembelajaran dan penelitian.(Kata kunci: evaluasi, pembelajaran, guru  IPA)
INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA MUHAMMADIYAH WONOSOBO Sylmi Pramiana; Eny Winaryati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 2, No 2 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.2.2014.44-53

Abstract

Interaksi dalam pembelajaran kimia merupakan aktifitas dalam pembelajaran kimia.Interaksi yang terjadi dalam pembelajaran merupakan salah satu aksi dan reaksi antara guru dan siswa.Masalah penelitian ini bagaimana interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran kimia di kelas X MIPA di SMA Muhammadiyah Wonosobo. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan batin, strategi, kondisi, evaluasi dan komunikasi antara guru dan siswa dalam interaksi pembelajaran kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuisioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa interaksi antara guru dan siswa baik.Diketahui dari hasil kuisionerbanyak anak yang menilai guru kimia baik, pada hasil observasi juga diketahui kebenarannya bahwa guru sangat baik dalam berinteraksi dengan siswa dan terlihat sangat akrab. Situasi belajar yang semangat dan adanya apersepsi guru dan siswa.kata kunci: Interaksi Guru dan Siswa, Pembelajaran Kimia
KOMPETENSI PENGAWAS DALAM SUPERVISI AKADEMIK PADA SMP DI KOTA SEMARANG Eny Winaryati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.6-13

Abstract

Ada dua  hal yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah, yaitu: kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi yang harus dimiliki meliputi enam yaitu: kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan kompetensi sosial. Tanggung jawab pengawas sekolah adalah meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Terlebih di era globalisasi ini, tuntutan tanggung jawab seorang  pengawas sekolah menjadi semakin berat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: mengetahui gambaran pengawas dalam supervisi akademik pada SMP dikota Semarang.  Hasil penelitian diperoleh beberapa temuan penilaian terhadap kompetensi pengawas sekolah dalam supervisi akademik yaitu terkait dengan: (1) pembimbingan kepala sekolah pada tiap mata pelajara dari rumpun mta pelajaran yang relevan; (2) berkenaan dengan tugasnya untuk membimbig guru dalammenyusun silabus tiap mata pelajaran berdasarkan pengembangan KTSP; (3) pembimbingan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas,laboratorium, dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan. Berdasarkan beberapa temuan diatas, perludicari solusinya, agar hubungan antara supervisor dan supervisee dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, melalui penilaian multirater (berdasarkan teori 360 degree feedback). Harapannya agar pengawas sekolah mengetahui kekurangan dan adanya perbaikan di masa depan. Kata Kunci: pengawas, supervisi, semarang