Yuliana Setyaningsih
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

DOMINANSI TIPE-TIPE ARGUMENTASI ANAK-ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF STEPHEN TOULMIN: STUDI KASUS DICTO DAN IVO Setyaningsih, Yuliana; R. Kunjana Rahardi
Linguistik Indonesia Vol. 42 No. 2 (2024): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v42i2.616

Abstract

Kajian terhadap penalaran anak usia dini erat kaitannya dengan perkembangan metakognisi anak. Anak yang kuat mengemukakan argumennya dalam berkomunikasi biasanya mempunyai kemampuan metakognitif yang tinggi. Kajian mengenai hal ini masih sangat jarang ditemukan di Indonesia berdasarkan penelusuran peneliti dari berbagai sumber referensi yang dapat diakses. Sementara itu, argumen-argumen tersebut mendesak untuk dideskripsikan mengingat keterkaitannya dengan perkembangan metakognitif anak muda sebagai generasi penerus bangsa. Berdasarkan asumsi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap argumentasi anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dominasi tipe argumentasi pada anak usia dini. Perspektif teoritis yang digunakan adalah teori argumen Stephen Toulmin. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Studi kasus ini menempatkan Dicto dan Ivo sebagai subjek penelitian ini. Kedua anak kecil tersebut berjenis kelamin laki-laki, Dicto berusia 4 tahun berlatar belakang etnis Sunda, sedangkan Ivo berusia 6 tahun berlatar belakang etnis Jawa. Data penelitian ini berupa tuturan argumentatif berupa sejumlah klaim yang merupakan tanggapan terhadap situasi yang dikonstruksikan peneliti sebagai instrumen penelitiannya. Peneliti menganalisis transkripsi teks video atau audio yang berisi tanggapan spontan terhadap situasi yang dikonstruksi oleh peneliti dan disampaikan kepada kedua subjek penelitian melalui orang tuanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe argumentasi yang dominan pada anak usia dini adalah tipe Claim + Ground.
The use of intellectual standards to assess the quality of students' argumentative writings Nakrowi, Zain Syaifudin; Ansori, Dadang S.; Mulyati, Yeti; Setyaningsih, Yuliana
LITERA Vol. 22 No. 2: LITERA (JULY 2023)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v22i2.60465

Abstract

To comprehensively examine the quality of argumentative writing, it is important to integrate the aspects of structure and substance. This study seeks to foreground the application of Intellectual Standards (IS) as a core component of the argumentative writing process. The research aims to determine the quality of argumentation in terms of structure using the TAP Toulmin concept and substance using IS. The research participants were 80 high school students in Central Java, Indonesia. A mixed method approach with an exploratory sequential QUAL-quan design is adopted. The results show that the quality of the arguments in terms of structure and substance is in the low category. Structurally, 97.5% of students' written arguments ranged from 1.1 to 2.0 on a scale of 0.0-5.0. In substance, 81.25% of students' argumentation ability scores are in the range of 04.9 - 09.6 on a scale of 0.00-24.00. In addition, the findings show that the completeness of the structure influences the substance score. Furthermore, the results of this study can be used as a reference for teachers in teaching argument texts. Elements of warrant, backing, modal qualifier, and rebuttal must be emphasized in preparing argumentative texts.Keywords: Argumentative Texts, Structure and Substance of Arguments, Toulmin, Intellectual Standards
URGENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MORFOLOGI KONTEKSTUAL BERBASIS MULTIMODALITAS Jasmine Belinda Budijanto; Yuliana Setyaningsih; R. Kunjana Rahardi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/3n8v2y73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dari pengembangan bahan ajar morfologi kontekstual berbasis multimodalitas. Penelitian ini menggunakan penelitian mix-method. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa dan dokumen berupa rencana pembelajaran semester mata kuliah morfologi. Data yang diperoleh berupa hasil pengisian angket dan hasil analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisis data yang diperoleh. Data angket dianalisis menggunakan kualitatif dan kuantitatif, sedangkan hasil analisis dokumen dianalisis dengan menggunakan kualitatif. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam belajar morfologi. Kesulitan terbesar mahasiswa adalah mempelajari morfem, morf, alomorf, dan afiksasi. Untuk membantu mahasiswa, sudah terdapat beberapa buku yang membantu, seperti buku ajar morfologi dan buku referensi. Akan tetapi, buku ajar tersebut belum terintegrasi dengan multimodalitas sehingga mahasiswa masih mengalami kesulitan untuk memahami morfologi. Oleh karenanya, diperlukan bahan ajar morfologi yang kontekstual dan terintegrasi dengan multimodalitas. Dengan adanya bahan ajar morfologi kontekstual berbasis multimodalitas, mahasiswa menjadi lebih mudah memahami morfologi.