Dalam industri manufaktur, efektivitas mesin sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas produksi. PT XYZ menghadapi permasalahan pada mesin press yang sering mengalami kerusakan, sehingga menghambat proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) guna meningkatkan keandalan mesin press yang sering mengalami kerusakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengumpulan data historis perawatan mesin, identifikasi komponen kritis menggunakan analisis Logic Tree Analysis (LTA), serta evaluasi kegagalan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen yang berisiko tinggi mengalami kegagalan dan untuk menentukan langkah-langkah pemeliharaan yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kritis yang paling sering mengalami kegagalan adalah kopling, screw, V-belt, dan bearing. Perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) menunjukkan nilai 158,4 jam, sedangkan Mean Time to Repair (MTTR) sebesar 9,65 jam. Berdasarkan analisis tindakan pemeliharaan, ditemukan bahwa 50% tindakan yang diperlukan bersifat Time Directed (TD) dan 50% bersifat Condition Directed (CD). Dengan demikian, pendekatan perawatan yang lebih komprehensif dan terencana dapat diterapkan untuk meningkatkan keandalan mesin. Rekomendasi yang diberikan mencakup penjadwalan perawatan preventif secara rutin, peningkatan keterampilan operator melalui pelatihan khusus, serta evaluasi rutin terhadap prosedur pemeliharaan mesin untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan proses produksi. Implementasi strategi perawatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi downtime, serta memperpanjang umur operasional mesin press.