Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemanfaatan Lahan Pekarangan Melalui Teknik Budikdamber Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Masyarakat Kota Saat Pandemi Covid-19 Rukiah Lubis; Nopriyeni Nopriyeni; Meti Herlina; Jayanti Syahfitri; Apriza Fitriani
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1431

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh pelosok tanah air, yang dari hari ke hari semakin bertambah menyebabkan pemerintah memberlakukan aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan menerapkan WFH (Work From Home). Sistem WFH membuat masyarakat memiliki waktu luang di rumah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain, salah satunya dalam bentuk Urban Farming dengan teknik Budikdamber. Bertujuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas, serta untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Rukun Tetangga (RT) 12 merupakan salah satu RT yang ada di RW.05 Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Jalan Gedang Kota Bengkulu dan merupakan salah satu RT yang sangat pesat perkembangannya. Metode kegiatan ini dengan cara pemberian penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan tentang teknik Budikdamber. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini masyarakat yang ada di RT. 12 Kelurahan jalan Gedang mendapat ilmu baru tentang bagaimana cara bercocok tanam dan beternak ikan di satu tempat dengan lahan yang terbatas, serta tercukupinya kebutuhan pangan nabati dan hewani masyarakat. Hasil yang didapatkan dari proses pengabdian masyarakat ini masyarakat sangat antusias dalam proses penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Masyrakat mendapatkan hasil panen sayuran kangkung dengan 3 kali panen, sementara untuk ikan lele 2 kali panen. Rekomendasinya diharapkan kegiatan budikdamber ini semakin dikembangkan dimasyarakat dalam cakupan yang lebih besar sebagai bentuk usaha dan penambah pengasilan perekonomian masyarakat.
Pengolahan Tomat (Solanum lycopersicum) Menjadi Saos Dalam Upaya Mening-katkan Pendapatan Masyarakat Di Desa Pekik Nyaring Jayanti Syahfitri; Nopriyeni Nopriyeni; Tomi Hidayat; Apriza Fitriani
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 5, No 3 (2022): September 2022
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v5i3.1499

Abstract

Tomat memiliki tingkat kandungan air yang tinggi, sehingga mampu mengalami kerusakan yang lebih cepat. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengolahnya menjadi saos tomat. Hal ini dapat menambah nilai ekonomis buah tomat itu sendiri. Saos tomat merupakan produk yang banyak digemari sebagai bahan pelengkap makanan lainnya seperti bakso dan gorengan. Terkait saos tomat ini, beberapa fakta menemukan bahwa banyak sekali saos tomat yang mengandung zat berbahaya. Masyarakat di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah sebagian besar hanya memiliki pendidikan SMA sederajat dan sebagian besar memiliki profesi sebagai petani. Selain beraktifitas di area perkebunan beberapa masyarakat memiliki profesi sampingan yaitu sebagai pedagang jajanan seperti bakso kuah, mie ayam dan lain-lain. Sejauh ini warga masyarakat mengaku bahwa belum ada pelatihan keterampilan tertentu yang mampu mendukung pengembangan diri untuk lebih berkreasi dan inovatif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat saos tomat, sehingga dapat mendukung dalam meningkatkan pendapatan. Selain itu kegiatan pengabdian ini mampu membuka wawasan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang pintar yang lebih waspada dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi, serta lebih peduli akan dengan kesehatan.
Pengaruh Model PBL terhadap Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Khacera Juliyanti; Nopriyeni Nopriyeni
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 6 No 1 (2023): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v6i1.4873

Abstract

This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on the Biological Cognitive Learning Outcomes of students at SMA Negeri 2 Rejang Lebong. This type of research is a quasi-experimental research (quasi experimental research) with a Randomized Control-Group Pretest-Posttest design. Technique of sample used is a random sampling technique. The data collection techniques in this study consisted of tests in the form of pretest and posttest. The results of this study indicate that there is an effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on the cognitive biology learning outcomes of class XI students at SMAN 02 Rejang Lebong, namely the significance level obtained using SPSS 21 which shows the t-test <0.05, which is 0.000. Based on the results, it can be concluded that the Problem Based Learning (PBL) learning model affects the cognitive biology learning outcomes of class XI students at SMAN 02 Rejang Lebong. Keywords: Cognitive Learning Outcomes, Problem Based Learning (PBL)
Pemberdayaan Masyarakat Pedalaman Melalui Tekonologi Akuaponik Untuk Meningkatkan Ekonomi Di Dusun III Sri Pengantin Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Nopriyeni Nopriyeni; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1452

Abstract

Dusun III Sri Pengantin merupakan salah satu desa terisolir dari desa lainnya yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas, dimana untuk mencapai dusun tersebut harus menggunakan transportasi khusus yang dikenal dengan “ketek” selama 45 menit hingga 1 jam. Dusun yang terisolir juga diperparah dengan ketiadaan sumber listrik, tingkat pendidikan yang minim, serta fasilitas sarana prasarana yang sangat memprihatinkan. Hal ini berdampak pada ekonomi masyarakatnya yang hanya mengandalkan hasil kebun yang letaknya jauh dari rumah asli penduduk dan umumnya mendapatkan barang umumnya masyarakat saling menggunakan sistem barter. Padahal, dusun ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak, seperti sungai, bukit, ikan, dan lahan yang luas. Oleh karena itu, dengan daya dukung sumber daya alam yang ada, salah satu usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat adalah dengan menerapkan teknologi akuaponik dimana hasil yang didapatkan tidak hanya ikan, tetapi juga sayur-sayuran.
Pelatihan Akuaponik Untuk Meningkatkan Keterampilan Masyarakat Dusun III Sri Pengantin Kecamatan STL Ulu Terawas Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Nopriyeni Nopriyeni; Frengky Alexander Pratama; Agus Andriansah; Gusti Aldo Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.85

Abstract

Dusun III Sri Pengantin terletak di Kecamatan STL Ulu Terawas dan terpisah dari desa lainnya dikarenakan akses menuju ke lokasi harus menggunakan “ketek” selama 45 menit hingga 1 jam. Selain akses yang sulit, hal ini diperparah dengan fasilitas yang minim termasuk tidak ada sumber listrik, pendidikan yang rendah, dan hal ini berdampak pada kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sumber daya alam yang ada. Padahal, dusun ini memiliki potensi yang melimpah, seperti air, pekarang, dan juga tanaman. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah dengan memberikan pelatihan akuaponik kepada masyarakat dusun III Sri Pengantin. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi, pelatihan akuaponik, dan juga monitoring secara berkala. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan masyarakat dusun III Sri Pengantin dari 35% menjadi 93%. Kesimpulannya adalah potensi sumber daya alam yang dimiliki haruslah seimbang dengan keterampilan yang dimiliki, sehingga dapat menjadi nilai ekonomi nantinya.
COMPARISON OF PROBLEM-BASED LEARNING AND PROJECT-BASED LEARNING MODELS ASSISTED BY THE PLANTNET APPLICATION ON COGNITIVE LEARNING OUTCOMES IN SCIENCE EDUCATION M Rozali; Tomi Hidayat; Nopriyeni Nopriyeni
BioCONCETTA Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bc.2025.v11i2.9307

Abstract

Problem-Based Learning (PBL) is a learning model that focuses on solving real-world problems to foster students’ critical and analytical thinking skills. Meanwhile, Project-Based Learning (PjBL) emphasizes students’ involvement in completing projects that produce tangible products, thereby enhancing collaboration and creativity. This study aims to compare the effects of PBL and PjBL on students' cognitive learning outcomes in science education at SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. A quasi-experimental method with a nonequivalent control group pretest-posttest design was employed. The research sample consisted of 116 students, comprising 39 students in the PBL class, 38 in the PjBL class, and 39 in the control class. Data were collected using cognitive learning outcome tests and analyzed with the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney U tests. The results revealed significant differences in students’ cognitive learning outcomes between the PBL and PjBL models. PBL was found to be more effective in enhancing students’ cognitive learning outcomes compared to PjBL. These findings suggest that problem-based learning can improve the effectiveness of science education. 
The Accumulation of NaCl in The Coastal Plant Leaves of Mangrove, Bariongtonia, and Pes-Caprae Formations Rusdi Hasan; Tia Setiawati; Marheny Lukitasari; Nopriyeni Nopriyeni
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v12i1.22210

Abstract

This study aims to compare the salt content (NaCl) in the leaves of several types of coastal plants that grow in different formations, namely Mangrove, Barringtonia, and Pres-Caprae. The study was conducted in the coastal area of Lais District, North Bengkulu Regency using direct survey methods in the field and laboratory analysis using a refractometer. The results showed that there were 10 species of coastal plants from three formations, namely Barringtonia, Mangrove, and Pes-Caprae. The highest salt content was found in the Acanthus species ilicifolius (2.75‰) from the Mangrove formation, while the lowest levels were found in Canavalia maritima (0.75‰) from the Pes-Caprae formation. The difference in salt content is thought to be influenced by the location of its habitat in the coastal area and its ability to adapt both structurally and physiologically so that it can survive in an environment with extreme salt content. The results of this study provide important information about the adaptation of coastal plants to salinity and can be the basis for further research on salt concentration in coastal plants.
Development of an Entrepreneurship-Based Science Module to Improve Creative Thinking Skills of Junior High School Students Isnamaini Isnamaini; Irwandi Irwandi; Nopriyeni Nopriyeni
Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/educationaldynamics.v2i4.299

Abstract

This study aims to develop an entrepreneurship-based science module to enhance the creative thinking skills of students at SMPN 7 Seluma. The development model employed in this study was the ADDIE model. The research subjects were ninth-grade students of SMPN 7 Seluma, with samples consisting of students from classes IX C, IX D, and IX E. The research instruments included expert validation sheets, questionnaires, and pretest and posttest questions. The validation results from experts indicated that the developed entrepreneurship-based science module was valid. In the first trial phase, the module obtained a score of 95%, categorized as very practical. In the second trial phase, the module achieved a score of 96%, also categorized as very practical. The N-gain value of 0.779 in Trial I indicated a high level of improvement in students’ creative thinking skills, while the N-gain value of 0.797 in Trial II also showed a high level of improvement. Therefore, the developed entrepreneurship-based science module is proven to be valid, practical, and effective in enhancing students’ creative thinking skills and can be easily implemented in science learning
Turning Plastic Bags Into Use-Value Goods in Muara Dua Village, Bengkulu City Merri Sri Hartati; Mardhiyah Dwi Ilhami; Nopriyeni Nopriyeni
Pengabdian: Jurnal Abdimas Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/abdimas.v2i2.445

Abstract

Of course, plastic waste is still a major problem in maintaining the cleanliness of the local environment. Plastic can be reprocessed into an object that is useful in the future and can be reused in community activities. The danger caused by unprocessed plastic waste can certainly cause damage to the environment. Through the activities carried out in Pagar Dewa Village, Bengkulu City, of course, it can provide a new lesson in terms of understanding and processing plastic waste. Of course, plastic can be reprocessed into a craft, besides that it can also increase the creativity of teenagers in the use and processing of plastic waste. The method of implementing the activities used is socialization and practicum for young mothers and teenagers in Pagar Dewa Village, Bengkulu City in managing plastic waste into crafts and the advantages gained are adding value to creativity. The first stage of activity provides socialization regarding understanding in the form of education to young mothers and teenagers regarding plastic waste processing activities and guides them by teaching them how to process plastic waste so that they can produce creative products and can even increase their finances. The results obtained are in the form of products from the utilization of used plastic into stationery storage which is used for storing stationery items such as pencils, pens and erasers and can also be used for fruit baskets and so on.