Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Gerakan Mahasiswa Indonesia: Peran Soe Hok Gie Tahun 1960-1969 Silaban, Wayne; Dasfordate, Aksilas; Pelealu, Aldegonda E.
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13171

Abstract

Pelnellitian ini melnganalisis pelran Soel Hok Giel dalam gelrakan mahasiswa Indonelsia yang belrdampak pada kondisi politik Indonelsia tahun 1960-1969 dan rellelvansinya delngan dunia kampus kontelmporelr. Melnggunakan meltodel seljarah Marc Bloch pelrtama, melrumuskan masalah pelnellitian keldua, mellakukan kritik seljarah untuk melmastikan kelaslian sumbelr keltiga, melngidelntifikasi pola data selsuai pelrmasalahan pelnellitian, kelelmpat, melnganalisis selbab-akibat dari masalah yang ditelliti. Belrdasarkan hasil analisis, gelrakan mahasiswa Indonelsia tahun 1960-1969 telrjadi karelna krisis elkonomi yang parah dan sikap Soelkarno yang dianggap otoritelr dan tidak relsponsif telrhadap kelbutuhan rakyat selrta pelristiwa G30S yang dimana PKI dituding selbagai dalangnya. Selhingga Soel Hok Giel melmainkan pelran pelnting yang belrani melngkritik Soelkarno dan melmpelrjuangkan pelrubahan mellalui tulisannya. Kelbelrhasilan Soel Hok Giel dan mahasiswa lain dalam melmbuat gelrelkan belrupa delmonstrasi belrhasil melnyuarakan Tritura, melningkatkan kelsadaran politik di masyarakat dan melnguatkan pelran mahasiswa selbagai ageln moral dalam politik nasional.
Aktualisasi Habonaron Do Bona Dalam Kepemimpinan Di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Di Panribuan Purba, Anggreni; Ramaino, Almen; Winoto, Darmawan Ddi; Dasfordate, Aksilas
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13200

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motto Habonaron Do Bona muncul dan bagaimana nilai-nilai budayanya diterapkan dalam kepemimpinan di Gereja Kristen Protestan Simalungun Panribuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan historis,yang mengumpulkan data melalui dokumentasi, obsevasi, dan wawancara. Lokasi penelitian difokuskan pada GKPS Panribuan, yang merupakan bagian dari komunitas Simalungun, di mana nilai-nilai habonaron do bona diimplementasikan dalam setiap aspek kepemimpinan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai habonaron do bona dalam kepemimpinan di GKPS Panribuan terlihat melalui sikap dan perilaku para pemimpin gereja, termasuk Sintua, Syamas, Pendeta, dan Penginjil. Mereka menunjukkan sikap-sikap seperti kejujuran, kerendahan hati, disiplin, dan tanggung jawab, yang semuanya berakar dari filisofi Habonaron Bo Bona. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan di GKPS Panribuan tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya Simalungun, menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghargai di antara jemaat. Penerapan nilai-nilai ini dalam konteks gereja menunjukkan bahwa budaya dan agama dapat erjalan beriringan, menciptakan masyarakat yang sejahtera dan adil.
Gerakan Mahasiswa Indonesia: Peran Soe Hok Gie Tahun 1960-1969 Silaban, Wayne; Dasfordate, Aksilas; Pelealu, Aldegonda E.
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13171

Abstract

Pelnellitian ini melnganalisis pelran Soel Hok Giel dalam gelrakan mahasiswa Indonelsia yang belrdampak pada kondisi politik Indonelsia tahun 1960-1969 dan rellelvansinya delngan dunia kampus kontelmporelr. Melnggunakan meltodel seljarah Marc Bloch pelrtama, melrumuskan masalah pelnellitian keldua, mellakukan kritik seljarah untuk melmastikan kelaslian sumbelr keltiga, melngidelntifikasi pola data selsuai pelrmasalahan pelnellitian, kelelmpat, melnganalisis selbab-akibat dari masalah yang ditelliti. Belrdasarkan hasil analisis, gelrakan mahasiswa Indonelsia tahun 1960-1969 telrjadi karelna krisis elkonomi yang parah dan sikap Soelkarno yang dianggap otoritelr dan tidak relsponsif telrhadap kelbutuhan rakyat selrta pelristiwa G30S yang dimana PKI dituding selbagai dalangnya. Selhingga Soel Hok Giel melmainkan pelran pelnting yang belrani melngkritik Soelkarno dan melmpelrjuangkan pelrubahan mellalui tulisannya. Kelbelrhasilan Soel Hok Giel dan mahasiswa lain dalam melmbuat gelrelkan belrupa delmonstrasi belrhasil melnyuarakan Tritura, melningkatkan kelsadaran politik di masyarakat dan melnguatkan pelran mahasiswa selbagai ageln moral dalam politik nasional.
Aktualisasi Habonaron Do Bona Dalam Kepemimpinan Di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Di Panribuan Purba, Anggreni; Ramaino, Almen; Winoto, Darmawan Ddi; Dasfordate, Aksilas
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13200

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motto Habonaron Do Bona muncul dan bagaimana nilai-nilai budayanya diterapkan dalam kepemimpinan di Gereja Kristen Protestan Simalungun Panribuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan historis,yang mengumpulkan data melalui dokumentasi, obsevasi, dan wawancara. Lokasi penelitian difokuskan pada GKPS Panribuan, yang merupakan bagian dari komunitas Simalungun, di mana nilai-nilai habonaron do bona diimplementasikan dalam setiap aspek kepemimpinan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai habonaron do bona dalam kepemimpinan di GKPS Panribuan terlihat melalui sikap dan perilaku para pemimpin gereja, termasuk Sintua, Syamas, Pendeta, dan Penginjil. Mereka menunjukkan sikap-sikap seperti kejujuran, kerendahan hati, disiplin, dan tanggung jawab, yang semuanya berakar dari filisofi Habonaron Bo Bona. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan di GKPS Panribuan tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya Simalungun, menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghargai di antara jemaat. Penerapan nilai-nilai ini dalam konteks gereja menunjukkan bahwa budaya dan agama dapat erjalan beriringan, menciptakan masyarakat yang sejahtera dan adil.
Nilai – Nilai Mapalus Sebagai Kearifan Lokal Dalam Pembangunan Sosial Ekonomi Masyarakat Tumaluntung Minahasa Selatan Sinjal, Jeiny Cintia; Ramaino, Almen S.; Pelealu, Aldegonda E.; Dasfordate, Aksilas
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah pelaksanaan Mapalus, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta perannya dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Selatan. Mapalus merupakan tradisi gotong royong masyarakat Minahasa yang berakar pada budaya agraris dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan sosiokultural. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat, aparat desa, dan masyarakat pelaku Mapalus. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mapalus pada awalnya berkembang sebagai sistem kerja kolektif dalam bidang pertanian tanpa imbalan material yang berfungsi memperkuat relasi sosial, kekerabatan, dan pembentukan karakter moral masyarakat. Seiring masuknya pengaruh agama Kristen, Mapalus mengalami perluasan makna sebagai bentuk solidaritas dan pengabdian spiritual. Nilai-nilai Mapalus, seperti solidaritas, tanggung jawab, kesetaraan, keadilan, dan kebersamaan, berperan sebagai modal sosial yang mendukung pembangunan sosial ekonomi, memperkuat kohesi sosial, serta meningkatkan ketahanan masyarakat Desa Tumaluntung hingga masa kini.