Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Teachers Go Online: Pelatihan Pengelolaan Google Site bagi Guru SMA Teladan Way Jepara Suprayogi Suprayogi; Afrianto Afrianto; Heri Kuswoyo; Sugama Maskar; Arief Budiman; Danu Satya Nugraha
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.434

Abstract

Merespon kebutuhan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan sebagai dampak perkembangan teknologi dan pandemic Covid-19, kegiatan pengabdian masyarakat tentang Pelatihan Pengelolaan Google Site dilaksanakan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Teladan Way Jepara Lampung Timur melibatkan 15 guru. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menjembatani guru-guru di wilayah Provinsi Lampung yang jarang mendapatkan kegiatan peningkatan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi, khususnya dalam hal pembelajaran. Pelatihan pengelolaan googlesite mencakup kegiatan pengenalan manfaat, fitur, dan praktik penggunaan fitur Google Site untuk mengunggah materi pembelajaran, menyusun evaluasi, dan mengelola kertas kerja siswa. Kegiatan ini secara umum telah memiliki dampak bagi guru, dilihat dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengelola Google Site.
Pelatihan Digital Mathematics untuk Meningkatkan Minat Siswa pada Teori Geometri dengan Konsep Fotografi Putri Sukma Dewi; Ni Made Suka Rani; Ngestirosa Endang Woro Kasih; Afrianto Afrianto; Suprayogi Suprayogi; Silvia Marta Wijaya; M. Daffa; Fitzal Rifqi Wijaya
Journal of Engineering and Information Technology for Community Service Vol 2, No 1 (2023): Volume 2, Issue 1, Juli 2023
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jeit-cs.v2i1.264

Abstract

SMA Negeri 1 Sukoharjo merupakan salah satu SMA terbaik di kabupaten Pringsewu dengan akreditasi A. Kemampuan akademis siswa sudah cukup baik, namun ada beberapa kendala di materi Geometri karena melibatkan titik, garis dan bidang. Kendala yang disampaikan beberapa siswa karena sulit menvisualisasi materi yang diberikan. Belajar geometri membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan cara melatih pikiran untuk memecahkan masalah berdasarkan konsep geometri. Pemberdayaan teknologi dalam bidang pendidikan sangat disarankan. Digital Mathematic menerapkan teknologi dalam pembelajaran matematika, salah satunya fotografi. Fotografi adalah bidang berdimensi dua yang menarik dan mengandung unsur geometri. Pelatihan Digital Mathematics untuk meningkatkan minat siswa pada teori geometri dengan konsep   fotografi pada siswa SMA Negeri 1 Sukoharjo. Setelah mengikuti pelatihan tentang Digital Mathematics rata-rata 98% peserta didik memberika respon positif atas pelaksanaan kegiatan dan memiliki minat dalam geometri.
Games for Education: Peningkatan Kemampuan Digital Guru Di SMK Amal Bakti, Jatimulyo Afrianto Afrianto; Yuri Rahmanto; Achmad Yudi Wahyudin; Nina Fatriana; Silvia Damayanti; Anggun Putri Kinanti
Journal of Engineering and Information Technology for Community Service Vol 2, No 2 (2023): Volume 2, Issue 2, October 2023
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jeit-cs.v2i1.282

Abstract

Pembelajaran yang inovatif dan menarik menjadi kebutuhan penting dalam konteks pendidikan saat ini. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah penggunaan aplikasi Wordwall sebagai alat pendukung pembelajaran. Artikel ini berfokus pada pengabdian kepada masyarakat dalam menerapkan Wordwall dalam pembelajaran dan menggali manfaatnya dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam penggunaan Wordwall di kelas. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall dalam pembelajaran dapat meningkatkan partisipasi siswa, motivasi belajar, dan pemahaman konsep. Selain itu, penggunaan Wordwall juga memberikan kesempatan bagi guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, meningkatkan kreativitas dalam menyusun konten pembelajaran, dan memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa. Namun, terdapat pula beberapa tantangan yang dihadapi dalam penggunaan Wordwall, seperti keterbatasan akses teknologi dan keahlian guru dalam penggunaan aplikasi tersebut. Oleh karena itu, saran bagi guru dalam penggunaan games for education, seperti Wordwall, antara lain adalah peningkatan kompetensi digital guru, pemilihan dan pengembangan konten pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, dan pemantauan terhadap dampak penggunaan games for education dalam pembelajaran. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi para guru dalam memanfaatkan Wordwall sebagai alat pendukung pembelajaran yang inovatif dan efektif.
PLOT ELEMENTS ANALYSIS IN THE BEST OF ME NOVEL BY NICHOLAS SPARKS Yeni Septina; Afrianto Afrianto
Linguistics and Literature Students' Journal Vol 4, No 1 (2023): LINGUISTICS AND LITERATURE JOURNAL
Publisher : English Literature Study Program, Faculty of Arts and Education Universitas Teknokrat Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/llj.v4i1.3142

Abstract

The Best of Me tells about a young man named Dawson Cole with a background from a criminal family who falls in love with a woman from a noble and well-known family called Amanda Collier. Because there are some problem in it, their relationship ended tragically after they choose their own paths in life. The writer in this study analyzed the plot elements that contains in the novel and uses a structuralism approach based on plot theory from Richard Gill in a book entitled Mastering English Literature (1995). The objective in this research are to describe and identify the elements of plot contains in the novel entitled The Best of Me. The writer also apply a qualitative descriptive method because the data collection obtained through narration and dialogue in the novel. Gill (1995) explains that a complete and good plot has 5 important elements namely : the situation, disjunction, trajectory, proleptic events, and the last is reversal and discoveryKeywords:, plot, structuralism approach, The Best of Me
GRAMMATICAL COHESION IN STUDENTS' WRITING: A CASE AT UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA Afrianto Afrianto
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v2i2.899

Abstract

This research aims at investigating the type of cohesive devices in students’ writing as a part of discourse analysis. Thus, it explores sentence correlation and meaning as a whole discourse and figures out inappropriate use of the devices.This research is conducted qualitatively to the students of English Letters of Universitas Teknokrat Indonesia Bandar Lampung and employs Halliday and Hasan’s (1976) conceptual framework. Further, examining the grammatical cohesion through document, this research deeply looks at the data in form of sentences. The researcher found 122 grammatical cohesive devices from three essays. Furthermore, the researcher also found 5 inappropriate uses of cohesive devices; it includes 2 additive conjunctions, 2 adversative conjunctions, and 1 temporal conjunction. It is also noted that the lacking understanding and awareness about cohesion especially on grammatical cohesion leads the students to use inappropriate cohesive devices. It then problematizes the semantic relation among ideas in the text. Thus, this research comes up with a feedback to the lecturer that the discussion of coherence and cohesion should be more intensive.
VARIOUS ENGLISH EQUIVALENTS OF INDONESIAN PREPOSITION 'PADA' IN 'LASKAR PELANGI' NOVEL TRANSLATION Afrianto Afrianto; Ummiatun Ma'rifah
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v5i1.1698

Abstract

This research was aimed at finding out the English equivalent for Indonesian preposition pada and classifying its function based on Quirk’s framework. By using descriptive-qualitative approach, this research administered documentary search to gather the data. The data were in the form of sentences containing preposition pada and its equivalents taken from a pair of and novels entitled LaskarPelangi (Indonesian) and The Rainbow Troops (English). From this research,  it was revealed that the preposition ‘pada’ can be translated into various English equivalents. There are thirteen equivalents found in the form of preposition and one to infinitive verb. In addition, the preposition ‘pada’ has four functions which become the classification for the equivalents found, mnamely marker of place (on, for, to, at, and in), marker of time (on, in, at, within, and during), marker of recipient (to, for, of, with, around, throughout, about, at, and on), and marker of cause (with, by, and to face). In closing, this research posited that to determine the best English equivalent for pada, it is necessary to pay attention to the grammatical matters and the context of the sentence.
Pelatihan Peningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa melalui Game-Based Application di SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung Berlinda Mandasari; Dyah Aminatun; Mutiara Ayu; Tri Darma Rosmala Sari; Afrianto Afrianto; Intan Hamzah; Chairunissa Rahmadina Syahputri; Putri Aprilia
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2786

Abstract

ABSTRAKKegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris Siswa melalui Game-Based Application Kahoot. Masih banyaknya siswa yang beranggapan bahwa Bahasa Inggris  merupakan mata pelajaran yang sulit. Oleh karenanya, penggunaan aplikasi pembelajaran berbasis game dapat menjadi salah satu media untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris sehingga kemampuannya pun akan ikut meningkat. Kemampuan Bahasa Inggris ini nantinya akan dapat menjadi modal bagi siswa untuk melanjutkan ke Pendidikan tinggi dan masuk ke dunia kerja. Peserta pelatihan terdiri dari 36 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung. Berdasarkan hasil kuesioner dan observasi di lapangan, para peserta pelitahan menunjukkan antusiasmenya dalam proses pelatihan dan di akhir pelatihan, mereka mendapatkan pengetahuan baru dan pengalaman baru dalam pembelajaran Bahasa Inggris, serta peningkatan kemampuan Bahasa Inggris terutama dalam hal speaking dan reading.Kata Kunci: aplikasi pembelajaran; Bahasa Inggris; Kahoot; pelatihan ABSTRACTThis training activity aims to improve students' English skills through Kahoot Game-Based Application. There are still many students who think that English is a difficult subject. Therefore, the use of game-based learning applications can be one of the media to increase student motivation in learning English so that their abilities will also increase. This English skill will later become an asset for students to continue to higher education and enter the world of work. The training participants consisted of 36 students from class XII of SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung. Based on the results of questionnaires and field observations, the participants showed enthusiasm in the training process and at the end of the training, they gained new knowledge and new experiences in learning English, as well as improved English skills, especially in speaking and reading.Keywords: English; game-based learning; Kahoot; training
“APPROACH IS MERELY A LENS…”: A STYLISTIC ANALYSIS OF LITERATURE CLASSROOM DISCOURSE Afrianto Afrianto; Mohamad Adriansyah
Journal of Research on Language Education Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jorle.v4i2.3315

Abstract

This study looks at the lecturer's linguistic style when delivering material on literary criticism. In this instance, the emphasis is on the stylistic analysis to expose the usage of figurative language and its role in the dialogue between the lecturer and the students.  Therefore, the purpose of this study is to examine the figurative language used by a lecturer in a literary class. This study employs the qualitative technique and selects a participant based on the requirements of having a master's degree, having 10 years of teaching experience, and being recommended in order to have an in-depth talk. The data, which are expressed as words, phrases, or sentences, are acquired from audio-video recordings of spoken speech. The recording was made during a lecture in a classroom to obtain an actual situation of the recordings. Furthermore, this study discovered twelve types of figurative language used by the lecturer: metaphor, simile, personification, apostrophe, metonymy, synecdoche, symbol, allegory, paradox, irony, hyperbole, and litotes. Also, each figurative language has a function to convey a particular meaning; comparison, association, and contrast. In addition, the results demonstrate that through the use of figurative language, the lecturer has more alternative ways to expand on the learning subject in the classroom and to enhance students' awareness of stylistics in the form of figurative language.
Pelatihan Bahasa Inggris dalam Pemanfaatan Teknologi dan Mesin Pencari Guna Menunjang Proses Belajar Matematika yang Berkualitas di SMK Amal Bhakti Jatimulyo –Lampung Selatan: Hasil PENGABMAS Sugama Maskar; Afrianto Afrianto; Very Hendra Saputra; Raras Kartika Sari; Nyoman Gita Gayatri; Yuli Santika; Wahid Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v1i2.16

Abstract

Salah satu tantangan yang di era revolusi industri 4.0 adalah penguasaan Bahasa Inggris. Pada era digital seperti sekarang, secara umum platform yang digunakan berbahasa Inggris (Deswita & Niati, 2018; Hidayat, dkk., 2019; Pramudita & Anugraheni, 2017). Selain itu, berdasarkan pengalaman penulis, kualitas sumber belajar dalam berbahasa Inggris juga jauh lebih baik daripada sumber belajar dengan bahasa lain. Sumber belajar yang dimaksud terdiri dari buku referensi, video pembelajaran, bahkan sampai artikel yang berisi materi pembelajaran di internet. Secara kuantitatif perbandingan hasil pencarian “ilmu matematika” berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris sebesar 144.000.000 berbanding 1.420.000.000. Artinya sumber matematika dalam Bahasa Inggris sebanyak 9,86 kalinya dari sumber berbahasa Indonesia, hampir 10 kali lipat perbedaannya. Selain itu, berdasarkan pengalaman penulis terkait dengan kedalaman materi dan keragaman (artikel, video, artikel ilmiah, dll), sumber berbahasa Inggris masih lebih baik daripada sumber dalam bahasa Indonesia. Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam menguasai istilah matematika dalam Bahasa Inggris, serta pemanfaatan mesin pencari Google dalam mencari informasi terkait pembelajaran matematika secara efektif, tim melakukan kegiatan pelatihan yang melibatkan Dosen serta Mahasiswa Pendidikan Matematika serta Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia (UTI). Adapun kegiatan pelatihan dilaksanakan empat hari, dengan pembagian dua hari untuk pretest dan posttest, dan dua hari untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan. Adapun berdasarkan hasil pretest dan posttest siswa signifikan mengalami perubahan pengetahuan ke arah lebih baik. Hal tersebut ditunjukkan melalui data statistik deskriptif maupun inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U.
Games For Education: Peningkatan Kemampuan Digital Guru di SMK Amal Bakti, Jatimulyo Afrianto; Yuri Rahmanto; Achmad Yudi Wahyudin; Nina Fatriana; Silvia Damayanti; Anggun Putri Kinanti
SANISKALA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FKIP Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsk.v1i1.5522

Abstract

Innovative and interesting learning is an important requirement in the current educational context. One alternative way is to apply games by means of the Wordwall application as a learning digital tool. This article focuses on community service in implementing Wordwall in learning and explores its benefits in an educational context. The methods used include counseling, training, and assisting in using Wordwall in the classroom. The results of community service show that the use of Wordwall in learning can increase student participation, learning motivation, and understanding of concepts. In addition, the use of Wordwall also provides an opportunity for teachers to integrate technology into learning, increases creativity in compiling learning content, and provides an interesting learning experience for students. However, there are also some challenges encountered in using Wordwall, such as limited access to technology and teacher expertise in using the application. Therefore, suggestions for teachers in using games for education, such as Wordwall, include increasing teachers' digital competence, selecting and developing learning content according to student needs, and monitoring the impact of using games for education. This article is expected to provide insights and recommendations for teachers in utilizing Wordwall as an innovative and effective learning support tool.