Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Gender Integration in the Art Education Curriculum Isnawati Mohamad; I Wayan Sudana; Rahina Nugrahani; Abdul Rahman Imran
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.934

Abstract

This study aims to analyze the integration of gender perspectives into the art education curriculum in the Department of Fine Arts and Design, Universitas Negeri Gorontalo. This study is grounded in the importance of strengthening gender awareness in education, particularly in art education, which functions not only as a space for aesthetic development but also as a medium for social reflection and expression. The study employed a qualitative approach, with data collected through curriculum document analysis, analysis of Semester Learning Plans, interviews with lecturers and students, and classroom observation. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that the gender integration into the curriculum remains implicit and has not yet been structured systematically. Values of equality, diversity, and humanity are already included, but they have not been clearly operationalized in learning outcomes, teaching materials, learning strategies, or assessment. The study also found a gap between curriculum planning and learning practice, influenced by variations in lecturers’ and students’ understanding of gender issues. Art education has the potential to serve as a pedagogical space for developing gender awareness and critical social reflection, although this potential has not been optimally utilized. The novelty of this study lies in its connection between curriculum document analysis and the lived experiences of educational actors. Therefore, gender integration in art education needs to be directed toward a more explicit, systematic, and responsive curriculum transformation in order to strengthen the role of art education in developing critical and inclusive social awareness.
Program KKN tematik infrastruktur mengangkat daya tarik ekowisata Desa Meranti Berbasis IMAP Hasdiana Hasdiana; I Wayan Sudana; Hendra Uloli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35762

Abstract

Abstrak Desa Meranti merupakan salah satu desa di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango dengan potensi wisata alam yang menarik namun belum dikelola secara optimal. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur di Desa Meranti bertujuan mengangkat daya tarik wisata alam tersebut menjadi destinasi ekowisata melalui intervensi berbasis IMAP sebagai alat pemetaan dan pengambilan keputusan. Metode yang digunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, Wawancara, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, serta pembentukan kelompok pemeliharaan pemetaan kawasan. Kegiatan dirancang dalam empat tahap: (1) pemetaan awal potensi, masalah, dan kebutuhan infrastruktur destinasi; (2) pengumpulan data melalui survei lapangan, observasi fasilitas, dan pemetaan partisipatif; (3) perumusan prioritas bersama pemangku kepentingan melalui FGD; dan (4) Evaluasi dan pemantauan. Output utama mencakup peta tematik aset berdasarkan IMAP dan penetapan model desain ekowisata. Hasil program memperlihatkan peningkatan kesiapan destinasi, keterhubungan antar-objek wisata melalui rute interpretasi, serta bertambahnya kapasitas pengelola lokal dalam memelihara dalam mengelola layanan dasar. Penggunaan IMAP memungkinkan integrasi data biofisik, akses, dan risiko lingkungan ke dalam satu desain yang mudah dipahami lintas pemangku kepentingan, sehingga keputusan investasi infrastruktur menjadi lebih terarah dan terukur dan dapat mempercepat penataan infrastruktur skala desa sekaligus memperkuat daya tarik ekowisata secara berkelanjutan. Kata kunci: infrastruktur; ekowisata; pemetaan; partisipatif; IMAP. Abstract Meranti Village is a village in Tapa District, Bone Bolango Regency with attractive natural tourism potential but has not been optimally managed. The Thematic Infrastructure Community Service Program (KKN) in Meranti Village aims to elevate the natural tourism attraction into an ecotourism destination through IMAP-based interventions as a mapping and decision-making tool. The method used is a participatory and collaborative approach, data collection is carried out through Observation, Interviews, Focus Group Discussions (FGD), socialization, and the formation of area mapping maintenance groups. The activity is designed in four stages: (1) initial mapping of potential, problems, and infrastructure needs of the destination; (2) data collection through field surveys, facility observations, and participatory mapping; (3) formulation of priorities with stakeholders through FGDs; and (4) Evaluation and monitoring. The main outputs include a thematic map of assets based on IMAP and the establishment of an ecotourism design model. The program results show increased destination readiness, connectivity between tourist objects through interpretation routes, and increased capacity of local managers in maintaining and managing basic services. The use of IMAP enables the integration of biophysical data, access, and environmental risks into a single design that is easily understood by all stakeholders, so that infrastructure investment decisions become more targeted and measurable and can accelerate village-scale infrastructure development while strengthening the attractiveness of ecotourism in a sustainable manner. Keywords: infrastructure; ecotourism; mapping; participatory; IMAP
Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Produksi Kerajinan Gerabah Tradisional d Desa Malambigu Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli Yuningsi Lestari; I Wayan Sudana; Hasdiana Hasdiana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.961

Abstract

Industri kerajinan gerabah tradisional di Desa Malambigu merupakan warisan budaya sekaligus pilar ekonomi lokal yang kini terancam punah. Hal ini ditandai dengan penurunan drastis volume produksi dari 5.000 unit per tahun pada periode 2010-2016 menjadi hanya 700 unit pada 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menyebabkan penurunan produksi tersebut di Desa Malambigu, Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal penyebab penurunan produksi adalah berkurangnya jumlah perajin yang didominasi usia lanjut, minimnya regenerasi generasi muda, keterbatasan bahan baku, dan metode produksi yang kurang efisien. Secara eksternal, penurunan dipicu oleh persaingan produk substitusi modern berbahan plastik/logam serta dukungan pemerintah yang belum berkelanjutan. Penurunan ini mengancam eksistensi identitas budaya dan ekonomi kreatif desa. Diperlukan strategi pengembangan berbasis potensi lokal serta intervensi kebijakan yang fokus pada regenerasi perajin dan modernisasi alat produksi untuk menjamin keberlangsungan kerajinan ini.