Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pastura

PENGARUH BAP (BENZIL ADENIN PURIN) DAN NAA (NAPHTHALEN ACETIC ACID) TERHADAP EKSPLAN TANAMAN TURI (Sesbania grandiflora) DALAM MEDIA MULTIPLIKASI In Vitro Mardhiyetti Mardhiyetti; Zulfadli Syarif; Novirman Jamarun; Irfan Suliansyah
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.136 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p13

Abstract

Turi merupakan leguminosa pohon. Perbanyakan turi secara vegetatif sulit dilakukan karena kemampuan turi untuk tumbuh kembali setelah dilakukan pemotongan sangat rendah. Penelitian dalam upaya perbanyakan turi melalui metode multiplikasi tanaman turi secara in vitro telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan. Eksplan yang digunakan adalah kotiledon, daun dan hipokotil steril tanaman turi. Media dasar yang digunakan adalah MS (Murashige skoog) yang diperkaya dengan vitamin. Sebagai sumber energi digunakan sukrosa sebanyak 30 g/l dan bacto agar 8g/l. Penelitian ini terdiri dari perlakuan BAP sebagai salah satu jenis sitokinin) secara tunggal yaitu MS + BAP 1 mg/l dan MS + BAP 2 mg/l, dan kombinas BAP dengan NAA (sebagai salah satu jenis auksin) yaitu MS + BAP 1mg/l + NAA 0,08 mg/l, MS + BAP 2 mg/l + NAA 0,08 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi auksin dan sitokinin mampu memperbanyak shootled turi.Kata kunci: turi, ksplan, Benzil Adenin Purin, Naphthalen acetic acid, in vitro
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT RUMPUT KUMPAI (Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Nees.) PADA ULTISOL Hardi Syafria; Novirman Jamarun
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 2 (2018): Pastura Vol. 7 No. 2 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.015 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v07.i02.p11

Abstract

Arbuscular mycorrhizal fungi (FMA) may help the plant for the provision and absorption of P element where as the availability is low in acid soils. Organic fertilizers will affect to the physical, chemical and biological properties of the soil. The purpose of this study was to find out and prove that improvements in ultisol fertility by giving FMA and organic fertilizer will affect the fiber content of kumpai grass. The experiment used a Randomized Block Design with five treatments and 4 replications. The treatments were consisted of: 1) FMA 0 g / pot + organic fertilizer 0%, 2) FMA 20 g / pot + organic fertilizer 50% cow dung, 3) FMA 20 g / po t+ 100% cow manure, 4) FMA 20 g / pot + 50% compost, and 5) FMA 20 g / pot + 100% compost. The observed variables were NDF, ADF, hemicellulose, cellulose and lignin content. The results showed that the treatment had significant effect on all observed variables. Keywords: Hymenache amplexicaulis (Rudge) Nees, fiber fraction, arbuscular mycorrhizal fungi, organicfertilizer
PENINGKATAN HASIL DAN NILAI NUTRISI RUMPUT KUMPAI (Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Nees.) DENGAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK ORGANIK DI TANAH PODZOLIK MERAH KUNING Hardi Syafria; Novirman Jamarun; Mardiati Zein; Evita Yani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.264 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p06

Abstract

Fungi mikoriza arbuskula (FMA) dapat membantu tanaman untuk penyediaan dan penyerapan unsur P yang rendah ketersediaannya pada tanah masam. Pupuk organik dapat memberikan pengaruh terhadap sifat fisik, kimia dan biologis tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh FMA dan pupuk organik terhadap peningkatan hasil dan nilai nutrisi rumput kumpai di tanah masam podzolik merah kuning. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 5×3 dan ulangan tiga kali. Dua faktor sebagai perlakuan yaitu FMA dan pupuk organik. FMA terdiri dari tiga taraf: 0 g/pot, 10 g/pot dan 20 g/pot. Pupuk organik terdiri dari lima taraf: 0%, 50% pupuk kandang sapi, 100% pupuk kandangsapi, 50% pupuk kompos dan 100% pupuk kompos. Peubah yang diamati adalah panjang daun, lebar daun, panjang tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, produksi bahan kering hijauan, berat kering akar, protein kasar, kandungan fosfor, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FMA dan pupuk organik berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap semua peubah yang diamati. Sedangkan interaksi FMA dan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering akar, protein kasar, kandungan fosfor dan kecernaan bahan organik.Kata kunci: Hymenache amplexicaulis (Rudge) Nees., fungi mikoriza arbuskula, pupuk organik, hasil dan nilai nutrisi.