Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Engineering

Analisis Pengaruh Ukuran Partikel Sampah Organik Terhadap Waktu Pengomposan Dengan Metode Komposter Semi Anaerob Wathri Fitrada; Andi Irawan; Andri Gusnedi
Jurnal Engineering Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v4i1.17069

Abstract

Sampah organik sejenis sampah rumah tangga belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat mencemari lingkungan. Sampah organik yang tidak dikelola dalam rentang waktu 2-3 hari dapat menyebabkan bau dan air lindi. Pengolahan sampah organik menggunakan komposter membutuhkan ukuran tertentu untuk meningkatkan efektivitas pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan mengkaji perbedaan waktu pembuatan kompos dengan variasi ukuran sampah organik yang berbeda. Kompos dibuat menggunakan komposter semi anaerob. Kompos diuji berdasarkan kriteria kompos organik sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Komposter yang dirancang memiliki kapasitas 25 L. EM4 ditambahkan untuk mempercepat proses pembuatan kompos. Proses pengomposan yang dilakukan dengan variasi ukuran partikel yaitu, bubur, 2 cm, 4 cm, 6 cm dan 8 cm. Pada penelitian ini tingkat kematangan kompos semakin cepat dengan semakin kecilnya ukuran sampah yang diproses. Sampel dengan ukuran partikel bubur mencapai tingkat kematangan kompos pada hari ke-18. Sedangkan karakteristik kompos yang dihasilkan sudah memenuhi semua kriteria kompos organik yang diatur dalam SNI 19-7030-2004.
Penyisihan Logam Fe dan Cu Pada Air Limbah Menggunakan Kulit Singkong Sebagai Bioadsorben Avila Rezki Utama; Hendri Sawir; Wathri Fitrada
Jurnal Engineering Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v5i1.22293

Abstract

Limbah merupakan sisa berbagai aktivitas manusia berbentuk padat dan cair. Limbah cair adalah limbah dalam wujud cair yang dibuang ke lingkungan yang dapat menurunkan kualitas lingkungan secara langsung ataupun tidak langsung. Salah satu contoh aliran air yang telah tercemar limbah cair adalah Banda Kali Jati Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Padang. Salah satu pengolahan limbah cair yang dapat dilakukan adalah adsorbsi dengan karbon aktif kulit singkong. Karbon aktif mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau adsorpsi selektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi logam Fe dan Cu di Banda Kali Jati, menganalisis pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong terhadap kualitas adsorben dan menghitung efisiensi penyisihan Fe dan Cu terhadap karbon aktif kulit singkong yang diaktivasi menggunakan NaOH. Metode eksperimen pembuatan karbon aktif dari kulit singkong dengan tiga variasi konsentrasi pada proses pengaktivasian untuk mengetahui potensi karbon aktif sebagai material pengolahan limbah cair. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong yaitu NaOH 7,5 N. Penurunan Fe dan Cu tertinggi berturut-turut 56,42% dan 18,81%.
EFEKTIVITAS AZOLLA MICROPHYLLA DAN EICHHORNIA CRASSIPES DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU Rahman, Aldo; Lisha, Sri Yanti; Fitrada, Wathri
Jurnal Engineering Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian tofu industry is dominated by small scale industries with limited capital, so most do not have waste treatment facilities. Waste from the tofu industry in the form of liquid waste has a high BOD and COD content, and exceeds the quality standards set by PerMenLHK No. P.21 of 2018. Treatment of liquid waste from the tofu industry is necessary to reduce BOD and COD concentrations. Phytoremediation is an effective, efficient and environmentally friendly liquid waste treatment method to reduce BOD and COD parameters. This research aimed to determine the effectiveness of Azolla microphylla and Eichhornia crassipes in reducing BOD and COD of tofu liquid waste. The research data consists of BOD and COD test results following the phytoremediation method with a contact time of 15 days. Initial testing of tofu liquid waste showed BOD and COD results of 193.5 mg/L and 489.2 mg/L, respectively. After the tofu liquid waste was treated with the phytoremediation method, the BOD and COD reduction efficiencies were 48.27% and 74.52%, respectively. The effective weight combination for the reduction of BOD and COD parameters is 100 Azolla microphylla + 300 Eichhornia crassipes.
Evaluasi Perilaku Mahasiswa dan Desain Fasilitas Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce-Reuse-Recycle) di Perguruan Tinggi: Evaluation of Student Behavior and Design of 3R-Based Waste Management Facilities (Reduce-Reuse-Recycle) in Universitiy Snalles, Nabiella Taufia; Fitrada, Wathri; Lisha, Sri Yanti
Jurnal Engineering Vol. 7 No. 2 (2025): Volume 7, Nomor 2, 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah yang efektif di perguruan tinggi sangat penting untuk memastikan kelestarian lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi timbulan dan komposisi sampah, menilai pengetahuan dan praktik pengelolaan sampah oleh mahasiswa, dan mengusulkan fasilitas pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang terintegrasi di STTIND Padang. Sebuah survei diberikan kepada 100 mahasiswa yang terdaftar di empat program studi yang berbeda, disertai dengan pengukuran sampah selama delapan hari. Temuan menunjukkan rata-rata timbulan sampah harian sebesar 0,0145 kilogram per orang, atau 0,00015 liter per orang. Komposisi sampah ini terdiri dari 47% sampah organik, 24% kertas, 14% plastik, dan 13% botol. Para siswa menunjukkan pengetahuan yang cukup (skor rata-rata: 3,01-3,25 pada skala 4,0), terutama yang berkaitan dengan pentingnya pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap kesehatan. Namun, praktik mereka, khususnya pemilahan sampah dan penerapan 3R, ternyata masih kurang optimal (nilai rata-rata: 2,58-2,81). Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh kurangnya peraturan dan infrastruktur yang tidak memadai. Fasilitas pengolahan sampah seluas 109,25 meter persegi, menggunakan desain berbasis 3R, diusulkan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengolah sampah anorganik untuk dijual.