Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Virgi Riyan Muksa; Dina Merdeka Citraningrum; Agus Milu Susetyo; Astri Widyaruli Anggraeni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.9067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis. 
Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan Semester Antara Menggunakan Model Countenance Stake Agus Milu Susetyo; Junaidi Junaidi; Vera Wardani; Subyantoro Subyantoro; Wagiran Wagiran
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3680

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program Semester Antara yang dijalankan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), FKIP Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Evaluasi program Semester Antara didasarkan pada surat edaran dari Unmuh Jember dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) khususnya pada pasal 16. Jenis penelitian ini menggunakan model Countenace Stake. Model evaluasi ini memiliki dua jenis analisis proses evaluasi yaitu deskripsi (descriptions) dan pertimbangan (judgments) serta memiliki tiga fase dalam evaluasi program yaitu persiapan, proses dan hasil atau nilai mahasiswa setelah menempuh program Semester Antara. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan matriks deskripsi dan matriks pertimbangan. Matrik deskripsi terdiri atas tujuan (intens) dan observasi (observations) dari pelaksanaan Program Semester Antara, sedangkan matrik pertimbangan terdiri atas standar (standard) dan pertimbangan (judgment) dari perencaaan, pelaksaaan dan hasil dari Semester Antara. Kesimpulan hasil penelitian menemukan fakta bahwa secara Kesesuaian (Congruence) perencanaan perkuliahan Semester Antara di program studi PBSI mendapatkan kategori amat baik (90%). Proses pembelajaran Semester Antara di prodi ini mencapai 75% dengan kategori baik. Sementara itu, hasil belajar mahasiswa yang ikut sesi Semester Antara terdapat ada yang mahasiswa yang belum tuntas. Dosen Semester Antara seyogyanya menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assesment) yang menilai kesiapan mahasiwa, proses, dan hasil belajar secara utuh. Aktualitas ketercapaian hasil belajar pada program Semester Antara adalah 80% kategori Baik. Hal ini menandakan bahwa Contingency antara rencana, proses dan hasil dari program Semester Antara berkategori baik karena sesuai dengan surat edaran dan standar proses yang berlaku.
Ideologi dan Kekuasaan Berita Pelarangan Transaksi di Tiktok Shop: Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen Agus Milu Susetyo; Dzarna Dzarna
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4352

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ideologi dan kekuasaan di pemberitaan mengenai pelarangan sosial media TikTok Shop. Permasalahan tersebut di analisis secara kritis dengan pendekatan Theo Van Leeuwen yaitu (Social Actors Approach/SAA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan analisis wacana kritis. Materi penelitian yang merupakan data yang dicari adalah kata, frasa, kalimat dan kalimat yang berkaitan dengan model analisis wacana kritis Theo van Leeuwen. Sumber data penelitian ini adalah media massa digital kompas.com, kontan.co.id, dan belitung.tribunnews. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, baca simak dan pencatatan. Teknik analisis memiliki tahapan reduksi, penyajian dan penyimpulan. Berdasarkan analisis data peneliti memperoleh beberapa simpulan. (a) Jenis inklusi yang dipakai adalah pasivasi, nominaslisasi dan penggantian anak kalimat. Sementara itu, strategi eksklusi yang dipakai adalah deferensiasi-indeferensiasi, objektivikasi-abstraksi, nominasi-kategorisasi, nominasi-indentifikasi dan determinasi-indeterminasi. (b) Terlihat bahwa produsen teks memperlihatkan adanya keberpihakan kepada aktor atau kelompok yang dominan, dimana adalah pemerintah dan kementerian perdagangan (c) Dengan alasan tertentu atau kekurangan akan informasi produsen teks menggunakan strategi abstraksi dalam menyebutkan para korban dan kerugian finansial berkat aplikasi TikTok Shop.
Keragaman Kelakar Film Yowis Ben Karya Bayu Skak Agus Milu Susetyo; Mei Dwi Fatmawati
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2022): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v7i1.16

Abstract

Proses pertuturan yang melihatkan antara pembicara dan penyimak dalam menggunakan bahasa akan berjalan lancar jika antara keduanya terjadi pertukaran pikiran melalui verbal. Dalam prosesnya mungkin sekali seseorang bertindak tidak sopan tapi sebenarnya masih sopan dengan jalan memberi kesan melanggar prinsip kerja sama. Oleh karenanya, bisa timbul penggunaan bahasa verbal yang bersifat kalakar atau lelucon. Dalam penelitian ini penelitian peneliti terfokus dalam analisis ragam teknik kelakar pada pada film Yowis Ben karya Bayu Skak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian kasus. Sumber data yang digunakan adalah film Yowis Ben karya Bayu Skak yang berdurasi 99 menit yang tayang pada tanggal 2018. Data yang dicari dalam penelian ini adalah data berupa kata dalam bentuk tuturan yang mengindikasikan kelakar pada dialog antar pemain pada film tersebut. Peneliti memulai risetnya dari bulan Maret hingga Juli 2019. Data dikumpulkan dengan cara menyimak dan mencatat dari sumbernya. Peneliti juga menggunakan alat pengumpul data berupa tabel pengumpul sesuai dengan kriteria yang sudah peneliti tentukan. Setelah data terkumpul langkah berikutnya adalah analisis data. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik pilah unsur penentu, dilanjutkan teknik hubung banding membedakan dan tahap terakhir penarikan kesimpulan. Sementara itu, untuk menguji kebenaran data, peneliti menggunakan ketekunan pengamatan. Data prinsip kelakar memiliki pola kalimat senda gurau, olok-olok, dan lelucon. Peneliti mendapatkan fakta bahwa dari hasil riset penggunaan kelakar lebih sering digunakan pada dialog antar tokoh pemain film Yowis Ben. Hal ini karena genre film Bayu Skak adalah komedi sehingga unsur kelakar sangat membangun dan menguatkan nuansa komedi yang tengh dibawakan oleh para aktornya. Pemakaian unsur kelakar digunakan dalam film genre komedi dengan alasan karena bisa membuat orang tertawa. Dengan demikian tujuan dari utama pembuatan film komedi yaitu membuat orang tertawa dan bahkan menyukai film yang mereka tonton dapat terwujud.
Upaya Penanaman Keterampilan Literasi Siswa Sekolah Dasar Pada Masa COVID-19: Upaya Penanaman Keterampilan Literasi Agus Milu Susetyo; Fatqurhohman Fatqurhohman; Lailiya Rhamadhani; Aura Frisca Amalia Risanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 4 No. 01 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v4i01.292

Abstract

Pandemi COVID-19 di Indonesia bermula pada tahun 2020. Adanya peningkatan kasus COVID-19 membuat pemerintah mengeluarkan surat edaran tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah. Dampak pandemi tersebut membuat beberapa peserta didik seperti SDN Manggisan 03 Jember mengalami penurunan kemampuan literasi. Upaya Pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan program “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”. Program ini menugaskan mahasiswa terpilih dari seluruh Indonesia untuk membantu guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Salah satu bentuk pengabdian mahasiswa adalah program literasi yang menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik di sekolah dasar. Tujuan program literasi ini sebagai langkah pembiasaan dan stimulus pada penguasaan literasi dalam proses pembelajaran, serta memotivasi minat baca peserta didik melalui media yang dikembangkan dan video pembelajaran yang diputarkan di dalam kelas saat sebelum memulai pelajaran ataupun sesudah pelajaran usai. Hasil kegiatan program ini berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan melalui beberapa kegiatan dengan memanfaatkan sumber-sumber pelajaran di lingkungan sekitar sekolah The COVID-19 pandemic in Indonesia began in 2020. An increase in COVID-19 cases prompted the government to issue a circular regarding online learning and working from home. The impact of the pandemic has caused several students, such as SDN Manggisan 03 Jember, to experience a decrease in their literacy skills. The Government's effort to solve these problems is the "Freedom Learns Independent Campus" program. This program assigns selected students from all over Indonesia to assist teachers in the process of teaching and learning activities. One form of student service is a literacy program that applies fun learning methods for elementary school students. The purpose of this literacy program is as a habituation step and stimulus for literacy mastery in the learning process, as well as motivating students' interest in reading through developed media and learning videos that are played in class before starting lessons or after lessons are over. The results of this program activity went well and as expected through several activities by utilizing learning resources in the environment around the school
Model Pembelajaran Fun Learning Untuk Guru di Yayasan Nurussaalam Wonoasri Jember Agus Milu Susetyo; Bahtiar Hari Hardovi; Moh. Fathoni Aabid; Adetya Pratika Aprilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 4 No. 02 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v4i02.384

Abstract

Penanganan khusus pada korban bencana alam di lokasi di atas perlu mendapatkan penanganan yang serius. Trauma merupakan keadaan yang menyebabkan luka psikis dan fisik yang berkepanjangan yang terjadi di masa lampau. Gangguan minat belajar merupakan salah trauma atas bencana alam yang terjadi di diri peserta didik di Yayasan Nurussalam Wonoasri Jember. Fakta ini berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti. Minta belajar siswa di lokasi tersebut mengamali menurunan akibat dari bencana banjir di daerah Wonoasri Tempurejo Jember. Daerah ini merupakan satu daerah di wilayah Jember yang rawan banjir dari luapan air sungat setempat. Akibat dari banjir tersebut juga mengakibatkan kerugian di bidang pembelajaran. Misalnya, hilangnya beberapa media pembelajaran, rusaknya sumber belajar. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) di MIS dan M.Ts di Yayasan Nurusalam Wonoasri Jember telah dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Fakta ini terlihat bahwa semua guru dan termasuk kepala sekolah di sekolah tersebut hadir tepat waktu serta berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan pengabdian dengan topik “Model Pembelajaran Fun Learning Untuk Peserta Didik di Yayasan Nurus Salam Wonoasri Jember”. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mengadakan bimbingan teknis Fun Learning untuk guru di daerah rawan bencana Wonoasri Jember. Solusi yang ditawarkan tersebut memiliki tujuan utama yakni meningkatkan kompetensi guru di sekolah mitra melalui model pembelajaran yang tepat untuk siswa di sekolah terdampak bencana. Selain itu, dukungan sarana, media, SDM, orang tua siswa, guru dan masyarakat sekitar sangat diperlukan guna melaksanakan model Pembelajaran Fun Learning. Hal tersebut karena model pembelajaran ini sangat berguna untuk trauma healing pasca bencana untuk peserta didik di lokasi pengabdian. Kata Kunci : pembelajaran, fun, learning, model, sekolah, bencana, trauma
PENGARUH METODE FUN LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR MENULIS CERPEN DI SDN SUMBERSARI 03 JEMBER Andini Cahyaningrum; Agus Milu Susetyo; Dina Merdeka Citraningrum
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i5.316

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pendekatan pembelajaran yang efektif yang dapat meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa terhadap proses pembelajaran. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan fokus khusus pada populasi sampel sebanyak 25 siswa kelas IVa di SDN Sumbersari 03 Jember. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis melalui penggunaan teknik deskripsi data. Berdasarkan temuan dan wacana, dapat disimpulkan bahwa penggabungan pendekatan pembelajaran berbasis permainan dalam konteks pengajaran di kelas memiliki dampak yang nyata terhadap prestasi akademik siswa dalam domain menyusun narasi ringkas. Dalam penerapan pendekatan pembelajaran interaktif, para peneliti menginstruksikan siswa untuk terlibat dalam presentasi lisan berupa narasi singkat di dalam kelas. Dalam memberikan tugas kepada siswa, akademisi menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis permainan yang memanfaatkan permainan sebagai sarana untuk merangsang motivasi siswa dalam belajar. Temuan penilaian awal menunjukkan bahwa rata-rata skor yang dicapai pada hasil belajar siswa sebesar 43% sehingga memberikan dukungan terhadap penelitian ini. Selain itu, perlu dicatat bahwa rata-rata nilai posttest hasil belajar siswa adalah sebesar 63,32%. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara skor yang diperoleh sebelum dan sesudah penerapan pendekatan pedagogi yang menyenangkan. Ketika menggunakan pendekatan pendidikan yang menyenangkan, hipotesis nol (Ho) terbantahkan, sedangkan hipotesis alternatif (Ha) ditegaskan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh perubahan prestasi akademik siswa. Uji-t digunakan untuk menghitung t_count, yang menghasilkan nilai 1,07. Frekuensi yang dilambangkan dengan dk ditentukan sebesar 24, diperoleh dengan mengurangkan 1 dari 25. Tingkat signifikansi ditetapkan sebesar 0,05%. Selain itu, diperoleh t_tabel sebesar 2064. Penerapan pendekatan pedagogi yang menarik ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa terhadap proses pembelajaran.  
SLANG KALANGAN REMAJA PECINTA KOREA DALAM KOMUNITAS BTS FANBASE INDONESIA DI JEJARING SOSIAL TWITTER Evi Cahyati; Fitri Amalia; Agus Milu Susetyo
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i2.899

Abstract

Slang is informal, non-standard or unofficial language, which is seasonal, which is used for the internal needs of a particular social group with the intention of not being understood by people who are not members of that group. The aim of this research is to describe the form of slang among Korean-loving teenagers on the Twitter social network. This research uses language research methods, namely qualitative. This research data is in the form of speech in the BTS Fanbase Indonesia community which is classified according to the problem formulation created, namely regarding the form of slang language variations. The source of data obtained from this research comes from the stories of teenagers who love Korea in the BTS Fanbase Indonesia community on the Twitter social network. The data collection technique in this research is documentation in the form of listening techniques and note-taking techniques. The data collection instrument that researchers will use in this research is the researcher himself. In this research, the intralingual equivalent method is used, namely a method that refers to the meaning of elements in the language. In this case, data analysis is presented by describing the forms of slang variations used in the speech of Korean-loving teenagers on the Twitter social network