Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN CASE METHOD MELALUI OBSERVASI-INVESTIGASI SEBAGAI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIALOGIKA DI FORUM KELAS Eddy Pahar Harahap; Hilman Yusra
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.988 KB) | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2164

Abstract

Berbicara adalah salah satu kemampuan khusus pada manusia. Bahasa dan pembicaraan itu muncul, ketika manusia mengungkapkan dan menyampaikan pikirannya kepada manusia lain. Untuk menyampaikan pikiran tersebut secara menarik diperlukan suatu kemampuan seni berbicara. Kajian seni berbicara adalah retorika. Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa beretorika telah dikembangakan pembelajaran pemecahan kasus (case method) bersumber dari observasi-investigasi mahasiswa sebagai pengembangan bahan ajar dialogika di forum kelas. Ada pun aspek-aspek yang dinilai; keefektifan diksi, kejelasan artikulasi; intonasi dan jedah, ekpresi wajah, argumentasi, kejelasan data yang dipaparkan hasil investigasi-observasi di lapangan, dan kejelasan closing statement. Berdasarkan unsur-unsur yang dinilai tersebut simpulan nilai rata-rata setiap mahasiswa pada rentangan 75 sampai 78, pada umumnya kategori ‘baik’. Khusus kejelasan data yang dipaparkan hasil investigasi-observasi di lapangan rata-rata kemampuan cukup. Suasana debat mahasiswa termotivasi mengembangkan retorika kelompok dan pribadi. Simpulan penelitian, pembelajaran berbasis case method hasil observasi dan investigasi lapangan merupakan salah satu pilihan untuk melatih kemampuan mahasiswa; beretorika, berpikir realis dan kritis serta mengadakan penelitian sederhana. Ringkasnya, dengan pembelajaran pemecahan kasus (case method) bersumber dari observasi-investigasi mahasiswa termotivasi berbicara di forum kelas mata.
ORIENTASI PERCAKAPAN MASYARAKAT SUKU MELAYU BAJAU KUALA TUNGKAL: SUATU KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Eddy Pahar Harahap
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2012): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.807 KB)

Abstract

This  article  describe  monstrates  research  findings  of  orientation  communityconversation of Malay Bajau Kuala Tungkal. The results showed that the orientation of  conversational  Malay  Bajau,  divided: 1)  orientation of the  conversation about themeaning of life  (Malay Bajau  say  that life is  predestined  and must  accept  whatever they are), 2)  the orientation of  a conversation about  the nature of  the work  (Malay Bajau  feel  proud to be  a  fisherman)  and 3)  the orientation of  a conversation aboutthe  nature  of  time  (Malay  Bajau  said  that  the  time  depending  on  the  fish),  4)  the orientation  of  the  nature  of  man  and  nature  conversation  (they  say  depend  with nature), and 5)  the orientation of  a conversation about  the nature of man  with man(they say to accept the Koperasi Unit Desa)Keywords: orientation community conversation, Malay Bajau
DESKRIPSI FONETIS BAHASA MELAYU DIALEK SEBERANG KOTA Eddy Pahar Harahap
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2015): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.034 KB)

Abstract

In the history stated that one of the spread of the Malay language in the province of Jambi. In the subsequent development of Malay language is still used as a style of speech in everyday life Jambi Malay community. Based on observations during this style of speech that is actually still used in accordance with the phonetic is the Malay community Across the city of Jambi. This research data is the phonetic description of Malay dialects across the city of Jambi. In collecting the data, the research instrument is the researcher's own (human instrument). Researchers came to the Malay community residence location for data collection. Phonetic data collection through observation, interviews, and recording. Results of research and discussion, that sounds Malay dialect is phonetically Across town can be classified as follows. Vowel sounds, consisting of; sound [a], a [i], a [i], sound [u], sound [U], sound [e], a [Ɛ], sound [ә], sound [o], and a [O] , Consonant sounds in speech style Malay Dialects Across major cities; sound [b], sound [c], sound [d], sound [g], sound [h [, sound [j], sound [k], a [? 'glottal'], sound [I], a [m], a [n], a [n], sound [ŋ], sound [ń], sound [p], sound [r], sound [R], sound [s], sound [t], sound [w], sound [y]. Malay dialect Across town belonging to the sound of semi vowel / consonant is a sound [w] and sound [y].
ANALISIS KOMPONENSIAL KESINONIMAN NOMINA BAHASA MELAYU JAMBI SEBERANG KELURAHAN TANJUNG RADEN Siti Aisyah; Eddy Pahar Harahap
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2015): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.8 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe nouns synonymy Jambi Malay Village Opposite Tanjung Raden through componential analysis. The problem of this research is. How synonymy noun Malay Jambi Opposite the village of Tanjung Raden through componential analysis. These results indicate that the Malay language in Tanjung Raden Jambi there are words that are particularly synonymy berkesinoniman Noun. Given this research, it can be used as a guide for the speakers who are not native speakers of Malay Jambi in using word-word that shaped synonymy in Malay Jambi Opposite the village of Tanjung Raden, so there is no misunderstanding in wearing a sentence or speech
Pemahaman Guru Bahasa Indonesia SMP dan SMA dalam Mengembangkan Butir-butir Pembelajaran Kebahasaan dengan Pendekatan Komunikatif Berbasis Teks Eddy Pahar Harahap
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.365 KB) | DOI: 10.22437/pena.v8i1.6214

Abstract

Tahun 2013 telah diberlakukan kurikulum 2013. Perubahan kurikulum ini terletak proses kegiatan. Kegiatan dikembangkan untuk mengembangkan potensi berbahasa, kognisi, kepribadian, dan emosi siswa. Dalam mengembangkan potensi tersebut, pendekatan yang dipakai adalah komunikatif berbasis teks. Salah-satu pembelajaran bahasa Indonesia adalah butir-butir pembelajaran kebahasan. Oleh karena itu, guru diharapkan mengembangkan butir-butir kebahasaan dengan pendekatan komunikatif berbasis teks. Subjek penelitian adalah guru-guru Bahasa Indonesia SMP dan SMA Negeri Kota Kuala Tungkal. Dasar pengambilan subjek guru-guru bahasa Indonesia di kota Kuala Tungkal; sudah mendapat pelatihan Kurikulum 2013, dan aktif dalam kegiatan MGMP Bahasa Indonesia. Hasil penelitian dikemukakan, sebagai berikut; (1) guru mengembangkan butir-butir pembelajaran kebahasan bertumpuh pada teks, (2) guru mengembangkan butir-butir pembelajaran kebahasan metode diskusi lalu siswa mengambil contoh dalam teks di buku siswa, (3) guru mengembangkan butir-butir pembelajaran kebahasan dengan metode tanya-jawab, dan contoh bermula dari guru, siswa berdiskusi mencari contoh lain, dan (4) guru mengembangkan butir-butir pembelajaran kebahasan dengan metode tanya jawab kepada siswa dan siswa menjawab secara individu. Kurikulum bahasa Indonesia 2013 pada pendekatan berbasis teks. Oleh karena itu, diharapkan guru mengembangkan mencari contoh-contoh dalam wacana atau teks-teks dalam buku. Tujuannya dengan belajar butir-butir kebahasaan, dapat membantu siswa meningkatkan minat literasi sesuai dengan filosofi kurikulum tersebut.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Feature dengan Pendekatan Jurnalistik Sastra Eddy Pahar Harahap
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2020): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.924 KB)

Abstract

ABTRAK Dalam konteks kekinian, kemampuan menulis feature sangatlah urgen untuk dikuasai mahasiswa. Dikatakan demikian, karena feature adalah tulisan kreatif yang terbit di koran, majalah, radio dan tayangan televisi. Sebagai tulisan kreatif, feature adalah cerita pendek yang diangkat dari realitas objektif, faktual, nyata sebagai rangkaian informasi yang dibangun dari hasil visitasi, konfirmasi, dan adakalanya investigasi. Untuk membangun kemampuan menulis feature di kalangan mahasiswa maka diperlukan bahan ajar berpendekatan jurnalistika sastra. Pendekatan jurnalistik sastra adalah pendekatan yang dimulai dari observasi, investigasi, dan penulisan laporan. Penulisan laporannya mengikuti unsur-unsur penulisan cerita pendek; sudut pandang, plot, karakter, gaya, suasana, dan lokasi peristiwa. Rata-rata hasil pembelajaran menulis feature berpendekatan jurnalistik sastra mahasiswa semester empat Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi; penulisan intro karangan ‘baik’, 5W1H,  ‘sangat baik’,  pengungkapan pesan moral,  ‘baik’; kemampuan pemaparan dengan gaya cerita pendek (  sudut pandang, plot, karakter, gaya, dialog, suasana, lokasi peristiwa)   ‘baik’; tiga puluh persen  mahasiswa yang mengikuti perkuliahan menulis feature mengirimkan tulisan ke media cetak lokal, semuanya dipublikasi. Kata kunci: feature, jurnalistik sastra, observasi, observasi, publikasi ABTRACT In the contemporary context, the ability to write features is very urgent for students to master. It is said so, because features are creative writing published in newspapers, magazines, radio and television shows. As creative writing, features are short stories based on objective, factual, real realities as a series of information built from the results of visitations, confirmations, and sometimes investigations. To build the ability to write features among students, teaching materials with a literary journalistic approach are needed. The literary journalistic approach is an approach that starts from observation, investigation, and report writing. The writing of the report follows the elements of short story writing; point of view, plot, characters, style, atmosphere and location of events. The average learning outcomes of feature writing in the literary journalistic approach of fourth semester students of Indonesian Language and Literature Education FKIP Jambi University; intro writing of 'good', 5W1H, 'very good', expressing moral messages, 'good'; ability to describe short story style (point of view, plot, character, style, dialogue, atmosphere, location of events) 'good'; Thirty percent of students who take feature writing courses send their articles to local print media, all of which are published. Keywords: feature, literary journalism, observation, observation, publication
Kajian dan penulisan kearifan budaya Melayu Jambi dengan pendekatan jurnalisme sastra, berbasis penelitian budaya lokal Eddy Pahar Harahap; Kamarudin Kamarudin
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 22, No 2 (2021): Mei - Oktober
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.219 KB)

Abstract

In the context of cultural wisdom, it is no longer seen as hereditary heritage but cultural wisdom is the strength of the creative industry based on cultural wisdom. Students of the language and literature study program who have writing and literary skills are able to study and write cultural wisdom. With the ability to study and write local wisdom allows students as; entrepreneurship, creator, humanist, writer based on the strategy of cultural wisdom values. The research focus is the study and writing of Jambi Malay cultural wisdom with a literary journalism approach. Literary journalism is a feature-oriented creative writing skill based on facts in the field. To achieve this, the study and discussion refers to the practice of improving learning; Research and development; Classroom Action Research, and Project-Based Learning. The results of research on student abilities; write the title of 'good' level, write the intro at 'good' level, the type of intro written; storytelling, descriptive, and questions, writing the atmosphere of the story as a result of observation at the 'medium' level, writing the dialogue of the results of the investigation and reporting at the 'medium' level, (5) closing the story containing the message at the 'good' level, the type of message written; view of life, sincerity, and a call to action. Overall the ability to write knowledge of Malay culture is based on the 'good' range. Based on this the suggestions put forward; feature as a creative essay, very easy to develop by students as novice writers, so that they are interested in composing the potentials of local wisdom; data features on the basis of the results of field research through the process of observation, interviews, investigations and reporting. Based on the suggestions put forward, the literary journalism approach can be developed well in learning creative writing.Keyword: cultural wisdom, literary journalism 
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENELAAH STRUKTUR DAN KEBAHASAAN PUISI RAKYAT Nurul Fitri; Eddy Pahar Harahap; Albertus Sinaga
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 3 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v9i3.538

Abstract

Puisi rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib dipelajari. Namun, kemampuan menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat kelas VII SMPN 1 Muaro Jambi yang masih mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dalam menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (puisi lama) dengan media audiovisual pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Kelas ekperimen diberikan perlakukan dengan media audio visual dan kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional atau tanpa menggunakan media audio visual. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VII SMP Negeri 1 Muaro Jambi terdapat enam kelas yang berjumlah 183 siswa. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VII E terdiri dari 30 siswa sedangkan kelas VII F terdiri dari 32 siswa. Teknik pengumpulan data dengan tes (pretest dan postest) , observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji t yang diawali dengan uji prasayarat (uji normalitas dan homogenitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) hasil post-test sebesar 0,004 lebih kecil dibandingkan nilai taraf signifikansi sebesar 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya terdapat pengaruh media audio visual terhadap kemampuan menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat rakyat pada siswa.
Pengaruh Media Film Animasi Larva terhadap Kemampuan Menulis Cerita Fabel Siswa Kelas VII SMPN 18 Kota Jambi Tahun 2022 Muhammad Padel; Rasdawita; Eddy Pahar Harahap
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh media film animasi larva terhadap kemampuan menulis cerita fabel siswa kelas VII SMP N 18 Kota Jambi Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasi experimental design berupa pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 18 Kota Jambi dengan jumlah populasi 62 siswa dan sampel dalam peneliti ini adalah seluruh siswa kelas VII A berjumlah 20 siswa dan VII B berjumlah 22 siswa. Data dilihat dari hasil kemampuan siswa berupa dari hasil post-test yang menunjukkan keterampilan menulis teks cerita imajinasi kedua kelas tersebut Adapun Teknik pengumpulan data yaitu berupa tes, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kemampuan menulis fabel dengan menggunakan media film animasi larva pada kelas VII SMP N 18 Kota Jambi memperoleh nilai rata-rata 77,04 termasuk kategori baik, dan kemampuan menulis fabel tanpa menggunakan media film animasi larva pada kelas VII SMP N 18 Kota Jambi nilai rata-rata 52,25 termasuk kategori kurang. Berdasarkan hasil uji t bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel, nilai t tabel sebesar 2,021 dan nilai t hitung sebesar 6,77. Maka t hitung 6,77 > t tabel 2,021, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh media film animasi larva terhadap kemampuan menulis fabel siswa kelas VII SMP N 18 Kota Jambi. Kata Kunci: Media film, animasi larva, menulis, cerita fabel
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 MUARO JAMBI Azza Nabila; Eddy Pahar Harahap; Agus Salim
Jurnal Tuturan VOL 11, NO 2 (2022): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v11i2.7906

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan ialah untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis teks narasi pada siswa kelas VII SMP di salah satu SMP di Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ekperimen. Subjek penelitian ini adalah seiswa kelas VII E (kelas kontrol) dan VII F (kelas eksperimen) SMP Negeri 1 Muaro Jambi. Data diperoleh melalui hasil pretest dan posttest. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes berupa menulis teks narasi pada siswa kelas VII. Data selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan bantuan program SPSS 21. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya perubahan hasil menulis siswa setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen. Hal ini memperlihatkan adanya peningkatan dari hasil menulis siswa melalui penggunaan media audio visual.