Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Analisis Kandungan Logam Berat Tanah TPA Antang Makassar Menggunakan Metode XRF Vistarani Arini Tiwow; Sulistiawaty Sulistiawaty; Meytij Jeanne Rampe; Mulyana Mulyana
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.581 KB)

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan logam berat tanah TPA Antang Makassar menggunakan metode XRF. Pengambilan sampel pada dua titik mewakili zona tumpukan sampah lama dan zona tumpukan sampah baru. Pengujian sampel menggunakan X-Ray Flourescence (XRF) untuk mengetahui kandungan logam berat pada tanah di TPA. Kandungan logam berat pada tanah di area timbunan sampah baru TPA Antang  yang dominan adalah besi (Fe), mangan (Mn), zirkonium (Zr), dan seng (Zn). Sementara, kandungan logam berat pada tanah di area timbunan sampah lama TPA Antang yang dominan adalah besi (Fe), zirkonium (Zr), seng (Zn), tembaga (Cu). Dan timbal (Pb).  Logam berat ini diindikasikan berasal dari limbah rumah tangga, limbah industri, dan hasil pembakaran. Kata Kunci: Tanah, Logam Berat, XRF, TPA Antang
Karakterisasi Mineral Magnetik Sedimen Sungai Jeneberang Berdasarkan Analisis Morfologi Magnetik Tiwow, Vistarani Arini; Rampe, Meytij Jeanne; Susanto, Agus; Sulistiawaty, Sulistiawaty; Palloan, Pariabti; Saputra, M Reski
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Aktivitas pada daerah aliran Sungai Jeneberang menimbulkan permasalahan seperti pencemaran. Dengan demikian, perlu dilakukan monitoring kondisi lingkungan Sungai Jeneberang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi mineral magnetik sedimen Sungai Jeneberang, sehingga dapat diketahui sumber mineral magnetiknya. Metode yang digunakan adalah Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil menunjukkan bahwa bulir magnetik pada sedimen Sungai Jeneberang berbentuk oktahedral tidak sempurna, spherule tidak sempurna, bersudut, dan tidak beraturan. Topografinya tidak rata dan bertekstur kasar. Bulir magnetik yang berbentuk oktahedral dan bersudut merepresentasikan bulir alami dari mineral magnetik dan bulir berbentuk bulat (spherule) merepresentasikan bulir magnetik akibat hasil oksidasi/pembakaran dan proses diagenesis karena kehadiran material antropogenik. Kandungan unsur Fe dan O yang dominan serta sedikit kandungan Ti mengindikasikan sedimen Sungai Jeneberang mengandung mineral titanomagnetit.  Kata Kunci: sedimen, mineral magnetik, morfologi magnetik