Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health

PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 OLEH REMAJA DI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG TAHUN 2021 Ni Ketut Ita Pratiwi; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i01.p09

Abstract

The implementation of the health protocol is one of the efforts to break the chain of transmission and reduce the COVID-19 death rate. The low level of implementation of health protocols can lead to violations and risk being vulnerable to COVID-19 transmission. Based on the results of a survey conducted in six regions in Indonesia, 41.30% of violations of the application of the protocol were dominated by teenagers. The purpose of this study was to determine the relationship between sociodemographic characteristics, knowledge and attitudes towards the implementation of the COVID-19 health protocol in Mengwi District, Badung Regency. Quantitative research design with a cross sectional approach on 149 respondents selected by probability sampling, namely multi-stage sampling. The results in this study indicate that most of the adolescents in Mengwi District have implemented health protocols which are categorized as good 75.17%. It was also found that the variables that had a significant relationship to the implementation of the COVID-19 health protocol were age, gender, knowledge and attitudes. While the variables that do not have a significant relationship to the implementation of the COVID-19 health protocol are the level of education, parents' income, and place of residence. The policy makers in Mengwi District are optimizing education, counseling and health promotion to improve the behavior of implementing health protocols as an effort to prevent COVID-19 in adolescents in Mengwi District. Keywords : Health Protocol, COVID-19, Adolescents , Mengwi
PEMETAAN CAKUPAN IMUNISASI MR DAN KASUS CAMPAK RUBELLA DI PROVINSI BALI TAHUN 2019 Ni Made Suweni Handayani; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p08

Abstract

ABSTRAK Informasi mengenai cakupan imunisasi MR dan kasus campak rubella di Dinas Kesehatan pada umumnya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik sehingga belum dapat digunakan untuk melihat detail informasi mengenai kedua hal tersebut secara geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi kejadian campak rubella dan cakupan imunisasi MR dalam bentuk kewilayahan di Provinsi Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif dengan menyajikan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan kampanye imunisasi MR di setiap desa di Provinsi Bali belum merata dan masih terdapat desa yang belum mencapai target 95%. Masih ditemukan beberapa kasus pasca kampanye imunisasi MR di Provinsi Bali. Sebaran kasus suspek campak ditemukan paling banyak di daerah perkotaan dan padat penduduk seperti Kabupaten Badung, Klungkung, dan Kota Denpasar. Sedangkan kasus positif rubella ditemukan di daerah pedesaan terkait dengan status imunisasi yang belum lengkap. Dinas Kesehatan dapat memanfaatkan peta digital dalam pengambilan keputusan untuk mengendalikan campak dan rubella serta meningkatkan cakupan imunisasi MR dengan mempertimbangkan aspek kewilayahan, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap suatu program pengendalian campak dan rubella yang telah dilaksanakan setiap tahunnya. Kata Kunci: Pemetaan, Campak Rubella, Imunisasi
SISTEM PEMELIHARAAN ANJING SEBAGAI SALAH SATU HEWAN PENULAR RABIES PADA PENDERITA RABIES DI PROVINSI BALI TAHUN 2011 pasek kardiwinata; Made Sutarga; made subrata; Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 1 (2012): Juni (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.409 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i01.p08

Abstract

The number of cases of dog bites in the province of Bali has been a rise high enough. 2009, thenumber of dog bites 21 806 bite, the amount of gain VAR as many as 18 825 people, as many as27 people died. October 16, 2010 the number of bites as much as 44 629 bites, which get the VARas many as 38 982 people, as many as 62 people died. According Disnak (2010) maintance systemof dog conducted by the Balinese tend to be untied so the dogs are freely to enter and out of thehouse. An objective to be achieved in this study was to determine the system of dog maintancewhich is one of the animals transmi! ing rabies (HPR) in patients with rabies in Bali.The study design used was descriptive cross-sectional. The population in this study were all patients who die from the bite of HPR in Bali in 2010-2011, the sample was part of the patientpopulation rabies recorded in Bali Provincial Health O?  ce in 2010-2011 with a porpusivesampling techniquePeople with rabies who had HPR were 35.4%, HPR which were not given VAR about 63.6%, andmostly were detachable cages. The reason of  had dogs were to guard the house and hobbyists.Dogs that bite the sample were not known who were the owner / wild, so a$ er the bite were notknown its existence, it is di?  cult to observe, there were also death but were killed only a smallpart due to illnessIt showed that the mantaince system of dog were not good. The results of this study can be usedas a reference to  the stakeholders in order to prevent disease, especially rabies in dogs and themaintenance system. Future studies on rabies vaccination coverage in dogs and the preventionmodel in order to reduce the incidence of rabies in the Bali.
TINGKAT DEPRESI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2019 Ni Made Betti Ratricia Surya Dewi; I Made Subrata; Made Pasek Kardiwinata; Ni Komang Ekawati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan penurunan mood, perasaan bersalah serta menarik diri dari kehidupan sosial. Depresi dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk mahasiswa. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Muhamdiyah Sumatra Utara mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang mengalami depresi dalam menyusun skripsi sebesar 23.80%. Tingginya prevalensi depresi tersebut, serta belum adanya penelitian terkait hal ini di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menunjukkan bahwa penelitian ini penting dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang menyusun skripsi. Desain penelitian ini adalah cross sectional desktiptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 mahasiswa yang diukur menggunakan kuisioner BDI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebesar 27.50% mengalami depresi ringan, 11.25% mengalami depresi sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi mahasiswa yang menyusun skripsi cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan preventif dan promotif untuk menurunkan kejadian depresi pada mahasiswa.
POLA HUBUNGAN SEKSUAL DAN RIWAYAT IMS PADA GAY DI BALI Pande Putu Ayu rissa Cempaka; Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 2 (2012): Desember (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.129 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i02.p04

Abstract

Homoseksual merupakan kelompok berisiko dalam penyebaran penyakit infeksi. Di Indonesiahomoseksual merupakan kelompok yang termaginalkan sehingga sangat sulit dijangkau untukmelakukan intervensi maupun memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola hubungan seksual dan riwayat infeksi menularseksual/IMS pada gay khususnya di Denpasar dan Badung.Penelitian ini merupakan deskriptif cross sectional dengan besar sampel 45 gay, teknik samplingyang digunakan adalah snowball, bersedia mengisi kuesioner. Kemudian data yang terkumpuldianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahwa selama tiga bulan terakhir sebanyak 77,8% gay memilikipola hubungan multi seksual patner dengan rata-rata jumlah patner tiap orang sebanyak 5 patnerdan 6,7% pernah memiliki riwayat infeksi menular seksual. Persentase gay yang menggunakankondom sebanyak 57,8% dan baru 65,4 % menyatakan menggunakan kondom secara konsistenDisarankan bagi dinas kesehatan untuk melakukan pendekatan guna memudahkan pemberianedukasi kepada gay. Bagi masyarakat khususnya gay disarankan untuk menggunakan kondomsecara konsisten sebagai pencegah penularan IMS
PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP VAKSIN BOOSTER COVID-19 DI KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG Kadek Cantika Dewi; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i03.p03

Abstract

ABSTRAKVaksinasi COVID-19 saat ini menjadi fokus upaya pencegahan penularan COVID-19 di berbagai negara termasukIndonesia. Kesuksesan dari upaya vaksinasi akan tergantung pada tingkat penerimaan masyarakat terhadap upayavaksinasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerimaan masyarakat terhadap vaksin boosterCOVID-19 di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. Desain penelitian cross-sectional dengan populasimasyarakat Kecamatan Kuta Selatan. Besar sampel 150 orang didapat dengan teknik voluntary sampling. Datadikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square.Penerimaan vaksinasi booster COVID-19 sebesar 96% sudah divaksin dan 4% belum divaksin namun akanmenerima vaksinasi. Sebagian besar penerimaan vaksinasi booster COVID-19 didasari atas dorongan diri sendiri/sukarela sebesar 64,58%. Tingkat pendidikan perguruan tinggi (OR= 1,98, 95% CI 0,93-4,21; p=0,007) berhubungandengan penerimaan vaksin booster COVID-19. Kesimpulan: Penerimaan vaksinasi booster COVID-19 sebesar 96%sudah divaksin dan 4% belum divaksin namun akan menerima vaksinasi. Sebagian besar penerimaan vaksinasibooster COVID-19 didasari atas dorongan diri sendiri/ sukarela sebesar 64,58%. Tingkat pendidikan perguruantinggi (OR= 1,98, 95% CI 0,93-4,21; p=0,007) berhubungan dengan penerimaan vaksin booster COVID-19. Perlunyapengoptimalan vaksinasi booster COVID-19 melalui penyebaran informasi terkait efek samping dari vaksin boosterCOVID-19 serta informasi terkait akses vaksinasi.Kata kunci: COVID-19, penerimaan vaksin, Badung