Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Linguistika

SISTEM MOOD BAHASA BALI Putu Sutama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 18 (2011): September 2011
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.386 KB)

Abstract

Terminologi mood sangat populer dikenal dalam aliran Linguistik Sistemik Fungsional (LSF). Kata mood berarti pandangan, pertimbangan, atau pendapat pribadi pemakai bahasa terhadap makna paparan pengalaman dalam bentuk klausa yang disampaikan dalam interaksi (Saragih, 2002 : 97). Dalam bahasa Bali (BB) system mood berada dalam kerangka metafungsi bahasa, yaitu fungsi mempertukarkan pengalaman. Jadi fungsi mempertukarkan tersebut merupakan fungsi interpersonal dengan menghasilkan makna pertukaran yang direalisasikan oleh gramatika sistem mood, khususnya struktur mood. Dengan demikian, realisasi sistem mood dalam BB berada pada fungsi berbicara (speech function) yaitu fungsi menyampaikan pernyataan (statement), mengajukan pertanyaan (question), memberikan perintah (command ) serta menyampaikan penawaran (offer). Fungsi-fungsi inilah yang direalisasikan oleh modus tertentu termasuk modalitas (Eggins, 2004 : 148).
Jenis Proses Dalam Sistem Transitivitas Pada Teks Mitigasi Aktivitas Erupsi Gunung Agung, Bali Tahun 2017 I Wayan Budi Utama; Putu Sutama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 28 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.433 KB) | DOI: 10.24843/ling.2021.v28.i01.p04

Abstract

This study aims to determine the types of processes in the TRANSITIVITY system in the text of mitigation the eruption activity of Mount Agung, Bali (TMAEGAB) in 2017 issued by the Center of Volcanology and Geological Hazard Mitigation (PVMBG), Geological Agency, Ministry of Energy and Mineral Resources of the Republic Indonesia. This research was conducted to better understand the experience described by speakers (PVMBG) of phenomena to speech partners through the types of processes and semantic characteristics of the process elements in the TRANSITIVITY system, which is included in the study of functional systemic linguistics. This study uses a qualitative descriptive approach in which data collection uses the observation method with note-taking techniques. In analyzing the data, using the split method with techniques for direct elements (BUL) and its advanced techniques. Then, in presenting the results of the analysis, formal and informal methods are used with inductive and deductive techniques. The results of this study found that the number of processes that are most widely used in TMAEGAB is the type of relational processes 417 (35.8%), mental processes 247 (21.2%), material processes 205 (17.6%), ergative models 158 (13 , 6%), existential processes 77 (6.6%), and verbal processes 61 (5.24%).
Gender Representation in English Textbook Used in Grade x of Senior High School Sa’wanatul Abidah; Putu Sutama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 2 (2019): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.836 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i02.p02

Abstract

This study aims at finding how English textbook published by the Ministry of Education and Culture of Indonesia for Grade X of senior high school represents gender. It is a descriptive work using content analysis as its design in looking at how gender is represented in the book both quantitatively and qualitatively.The findings showed that the text book is generally gender friendly in which it represents women and men in mostly equal manner. However, it is still not free from stereotyping attached to its female and male characters. Furthermore, the differences in verbosity, the use of question form and intensifiers by female and male characters are identified. Key words: gender representation, English textbook, Grade X
PENERAPAN STRATEGI PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS V MENGGUNAKAN MEDIA TEKS CERITA RAKYAT RONGGA PADA SEKOLAH DASAR KATOLIK PAU NDOA KOTA KOMBA, MANGGARAI TIMUR Ferdinandus Tetu; I Wayan Simpen; Putu Sutama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.324 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i01.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa kelas V SDK Pau Ndoa menggunakan strategi PQ4R dan media teks cerita rakyat Rongga. Penelitian ini menggunakan metode campuran yakni kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif khususnya model concurrent (kombinasi campuran) dengan bobot metode kualitatif lebih tinggi dari pada metode kuantitatif. Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, kuesioner, dan tes. Data kuantitatif dianalisis menggunakan metode statistik sederhana dalam bentuk persentase (%), sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan kata-kata. Terdapat tiga aspek penilaian kemampuan membaca intensif siswa, yakni kecepatan membaca, pemahaman isi, dan simpulan isi cerita. Rentang nilai yang digunakan sebagai standar penilaian hasil akhir belajar siswa terbagi atas lima kategori, yakni sangat kurang (<40), kurang (41--55), cukup (56--70), baik (71--85), dan baik sekali (86--100). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus I dan siklus II. Pada tahap pratindakan, dari Sembilan belas siswa SDK Pau Ndoa, Kabupaten Manggarai Timur yang dijadikan subjek penelitian, hanya dua orang siswa dengan persentase 11% yang dinyatakan tuntas mencapai standar KKM 60 yang diberlakukan di sekolah tersebut. Pada siklus I terdapat sembilan orang siswa dengan persentase 47% yang mencapai standar KKM atau terjadi peningkatan sebesar 36%. Pada siklus II semua siswa telah mencapai KKM. Ada dua faktor yang memengaruhi peningkatan kemampuan membaca intensif siswa SDK Pau Ndoa, yakni faktor internal yang meliputi penguasaan terhadap strategi PQ4R, peningkatan motivasi dan rasa percaya diri dalam membaca, dan peningkatan kemampuan membaca cepat. Sebaliknya, faktor eksternal meliputi penerapan strategi PQ4R dan penggunaan cerita lokal sebagai sumber belajar.