Claim Missing Document
Check
Articles

ESTIMASI KAPASITAS JALAN TOL CIPULARANG MENGGUNAKAN METODE SUSTAINED FLOW INDEX Fabianus Sebastian Kevin; Tri Basuki Joewono
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4463.161-170

Abstract

Abstract Road capacity is an important traffic parameter in the planning and design of a road or a road network. There are several methods to estimate the road capacity, one of which is the Sustained Flow Index method. The purpose of this study is to estimate the capacity value of the Cipularang Toll Road using the Sustained Flow Index method. This study is expected to be an alternative method for estimating the road capacity. The collected data were grouped into 5-minute intervals, then divided into 2 major groups, namely data per road lane and data per direction of traffic movement. The results of this study indicate that the capacity of the Cipularang Toll Road is 2715 pcu/hour for the Bandung direction and 1987 pcu/hour for the Jakarta direction. Keywords: road capacity; toll road; Sustained Flow Index; road lane; traffic direction.  Abstrak Kapasitas jalan merupakan suatu parameter lalu lintas yang penting dalam perencanaan dan perancangan suatu ruas maupun jaringan jalan. Terdapat beberapa metode untuk mengestimasi nilai kapasitas jalan, yang salah satunya adalah metode Sustained Flow Index. Tujuan studi ini adalah mengestimasi nilai kapasitas Jalan Tol Cipularang menggunakan metode Sustained Flow Index. Studi ini diharapkan dapat menjadi suatu metode alternatif untuk mengestimasi nilai kapasitas jalan. Data yang telah terkumpul dikelompokkan berdasarkan interval waktu 5 menit, untuk selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu data per lajur jalan serta data per arah pergerakan lalu lintas. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kapasitas Jalan Tol Cipularang adalah 2715 smp/jam untuk arah Bandung dan 1987 smp/jam untuk arah Jakarta. Kata-kata kunci: kapasitas jalan; jalan tol; Sustained Flow Index; lajur jalan; arah lalu lintas.
PREFERENSI MUDIK TAHUN 2021 BERDASARKAN SURVEI MUDIK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Tri Basuki Joewono; Jeanly Syahputri; Muhamad Rizki; Fabianus Sebastian Kevin
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i1.4820.1-10

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has changed the way people carry out their daily activities and limit the movement of people including going home (or mudik) in 2020. This study aims to understand the effect of Covid-19 on the intention of travelers to go home in 2021 in Indonesia. The data in this study were obtained from online respondents and analyzed using discriminant analysis. Although there is still uncertainty about when the pandemic will end, this study shows that there are travelers who will continue to go home in 2021, especially those with lower incomes and young people. In addition, the emotional aspect was found to influence the intention to go home in 2021. This study recommends the need for a more detailed health protocol for homecoming travelers who will continue to go home and for cities that become homecoming destinations in 2021. In addition, the improvement of Information and Communication Technology infrastructure in the regions needs to be improved to reduce the desire to go home during the pandemic. Keywords: mudik; Covid-19 pandemic; travel; traveler; health protocol. Abstrak Pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari dan membatasi pergerakan masyarakat termasuk pada saat mudik tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh Covid-19 terhadap intensi pelaku perjalanan untuk melakukan mudik pada tahun 2021 di Indonesia. Data pada studi ini diperoleh dari responden secara online dan dianalisis dengan menggunakan analisis diskriminan. Meskipun masih ada ketidakpastian kapan pandemi berakhir, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pelaku perjalanan yang tetap akan melakukan mudik pada tahun 2021, khususnya mereka dengan pendapatan yang lebih rendah dan dengan usia muda. Selain itu aspek emosional ditemukan memengaruhi intensi untuk melakukan mudik pada tahun 2021. Studi ini merekomendasikan perlunya protokol kesehatan untuk mudik yang lebih rinci untuk para pelaku perjalanan yang tetap akan melakukan mudik serta untuk bagi kota-kota yang menjadi tujuan mudik pada tahun 2021. Selain itu, peningkatan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi di daerah-daerah perlu ditingkatkan untuk mengurangi keinginan melakukan mudik pada masa pandemi. Kata-kata kunci: mudik; pandemi Covid-19; perjalanan; pelaku perjalanan; protokol kesehatan.
AKSESIBILITAS STASIUN KERETA REL LISTRIK COMMUTER LINE BERDASARKAN PERSEPSI WANITA Radella Adelia Jayanti; Tri Basuki Joewono; Muhamad Rizki
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i1.4904.63-72

Abstract

Abstract Transportation facilities are said to be good for all gender groups if they provide satisfactory services to all users, including women, who tend to use public transportation regularly. This study aims to analyze the effect of women's perceptions on the accessibility attributes of stations based on the feeder mode to the station and the frequency of negative experiences on the level of accessibility of the Commuter Line Electric Rail Station as a whole. The data used in this study are primary data from the distribution of online questionnaires to women, Electric Rail Commuter Line users. This study shows that the clarity of information boards and directions for disembarking passengers, as well as the quality of the lighting for passengers to get off, tend to influence the overall level of station accessibility. The negative experience, in the form of getting lost on the way to the station, is also a variable that affects the assessment of the level of station accessibility in the private or passenger vehicle model as a feeder mode. Keywords: station; Commuter Line; perception of women; feeder mode; negative experiences. Abstrak Fasilitas transportasi dikatakan baik bagi seluruh kelompok gender jika memberikan layanan yang memuaskan bagi semua pengguna, termasuk wanita, yang cenderung menggunakan transportasi umum secara rutin. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi wanita terhadap atribut aksesibilitas stasiun berdasarkan moda pengumpan menuju stasiun dan frekuensi pengalaman negatif terhadap tingkat aksesibilitas stasiun Kereta Rel Listrik Commuter Line secara keseluruhan. Data yang digunakan pada studi ini merupakan data primer hasil penyebaran kuesioner secara daring kepada wanita, pengguna KRL Commuter Line. Studi ini menunjukkan bahwa kejelasan papan informasi dan petunjuk arah untuk turun penumpang, serta kualitas pencahayaan tempat turun penumpang cenderung memengaruhi penilaian tingkat aksesibilitas stasiun secara keseluruhan. Pengalaman negatif, berupa tersesat dalam perjalanan menuju stasiun, juga merupakan variabel yang memengaruhi penilaian tingkat aksesibilitas stasiun pada model kendaraan pribadi atau penumpang sebagai moda pengumpan. Kata-kata kunci: stasiun; Commuter Line; persepsi wanita; moda pengumpan; pengalaman negatif.
PENELITIAN PENDAHULUAN HUBUNGAN PENAMBAHAN SERAT POLYMERIC TERHADAP KARAKTERISTIK BETON NORMAL Yohanes L. D. Adianto; Tri Basuki Joewono
Civil Engineering Dimension Vol. 8 No. 1 (2006): MARCH 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.647 KB) | DOI: 10.9744/ced.8.1.pp. 34-40

Abstract

The objective of this research is to explore the effect of adding polymeric fiber to the characteristics of normal concrete (fc’= 30 MPa). Two types of fiber, namely polypropylene and nylon, are considered. The research tested four types of concrete characteristics, namely compressive strength, flexural strength, modulus of elasticity, and cyclical loading. According to the analyses, linear regression with linearity in parameter can explain good relationship. All models developed can explain the variability of the data and are significant in the 0.05 level of significance, except for the relationhip between compressive strength and modulus of elasticity with percentage of nylon. Quadratic function was developed for the relationship between fiber content with the compressive strength, flexural strength, and modulus of elasticity. An efficient model was created by simultaneously modeling the relationship of compressive strength, fiber content, including the age of concrete. Model with logarithmic function was developed for the relation between number of cyclic loading and content of polypropylene, but not for nylon. Analysis showed that the model between cyclical loadings with polypropylene content was better compared with nylon content. Abstract in Bahasa Indonesia : Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan hubungan penambahan serat polymeric terhadap karakteristik beton normal (fc’= 30 MPa). Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua jenis serat polymeric, yaitu serat polypropylene dan nylon. Penelitian ini menguji empat jenis karakteristik beton, yaitu kuat tekan, kuat lentur, modulus elastisitas, dan pembebanan berulang. Analisis menunjukkan bahwa model regresi linier dengan kelinieran pada parameter dapat menjelaskan hubungan dengan baik. Seluruh model yang dibangun mampu menjelaskan variabilitas data dengan baik dan juga merupakan model yang signifikan pada tingkat keterandalan 0,05, kecuali model hubungan antara kuat tekan dan modulus elastisitas dengan kadar serat nylon. Model dengan fungsi kuadratis dibangun untuk hubungan kadar serat dengan kuat tekan, kuat lentur, dan modulus elastisitas. Suatu model yang efisien telah dibangun untuk menggambarkan hubungan simultan antara kuat tekan, kadar serat, dengan juga melibatkan variabel umur beton. Model dengan fungsi logaritma dibangun hanya untuk hubungan antara jumlah pembebanan berulang dengan penambahan serat polypropylene, namun tidak pada serat nylon. Analisis menunjukkan bahwa model hubungan pembebanan berulang dengan serat polypropylene lebih baik dibandingkan dengan model untuk serat nylon.
Exploring Public Perception of Paratransit Service Using Binomial Logistic Regression Tri Basuki Joewono; Hisashi Kubota
Civil Engineering Dimension Vol. 9 No. 1 (2007): MARCH 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.61 KB) | DOI: 10.9744/ced.9.1.pp. 1-8

Abstract

Knowledge of the market is a requirement for a successful provision of public transportation. This study aims to explore public perception of paratransit service, as represented by the user and non-user of paratransit. The analysis has been conducted based on the public’s response, by creating several binomial logistic regression models using the public perception of the quality of service, quality of car, quality of driver, and fare. These models illustrate the characteristics and important variables to establish whether the public will use more paratransit in the future once improvements will have been made. Moreover, several models are developed to explore public perception in order to find out whether they agree to the replacement of paratransit with other types of transportation modes. All models are well fitting. These models are able to explain the respondents’ characteristics and to reveal their actual perception of the operation of paratransit. This study provides a useful tool to know the market in greater depth.
PENILAIAN KUALITAS FASILITAS PEJALAN KAKI (WALKABILITY ASSESSMENT) Senjaya Setianto; Tri Basuki Joewono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58499/jurnal pusjatan.v35i1.65

Abstract

ABSTRAK Berjalan kaki merupakan moda yang memiliki peranan penting terkait transportasi perkotaan. Peningkatan kualitas fasilitas pejalan kaki di suatu kawasan (walkability) dapat mendorong orang untuk berjalan kaki. Kawasan perguruan tinggi merupakan kawasan yang membututuhkan fasilitas pejalan kaki yang baik, sehingga dapat memfasilitasi mahasiswa untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari dengan hanya berjalan kaki. Studi ini bertujuan menentukan nilai indeks walkability untuk kawasan 20 kampus perguruan tinggi di kota Bandung dan menganalisis hasilnya. Studi ini menggunakan metode dan instrumen penilaian yang digunakan dalam studi Horacek et al. (2012), dengan melakukan beberapa penyesuaian berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia. Dari hasil penilaian, hanya terdapat satu kampus dengan nilai indeks walkability lebih besar atau sama dengan 55, yang artinya cukup baik untuk untuk berjalan kaki. Sementara 19 kampus lainnya memiliki nilai indeks walkability kurang dari 55, yang artinya masih buruk untuk berjalan kaki. Dari 12 aspek yang dinilai, semua kampus telah memiliki fasilitas permanen untuk berjalan paling tidak di salah satu sisi jalan. Sementara untuk aspek bikeability, tidak terdapat satupun kampus dengan fasilitas yang layak layak untuk aspek tersebut. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar kawasan yang dinilai, belum mampu memenuhi kebutuhan pejalan kaki and menarik minat orang untuk berjalan kaki. Kata kunci: berjalan kaki, pejalan kaki, walkability, kawasan perguruan tinggi, transportasi perkotaan  ABSTRACT Walking is one of the most important mode in urban transportation. Increasing the quality of the pedestrian’s facilities in specific area (walkability) may encourage people to walk. Higher Education Institutions Area is an area that needs good pedestrian facilities, so it can facilitate their students to meet their daily necessities by walking. This study aims to determine the walkability index score for 20 higher educational institutions campus area and analyze its result. This study is using the assessment method and instrument that were being used on Horacek et al. (2012) studies, with adjusting the parameters using Indonesian regulations. From the results of the assessments, there’s only one campus with overall walkability index score greater than or equal to 55, which means fair enough for walking. While the other 19 campuses have walkability index score lower than 55, which means poor for walking. From 12 aspects that being assessed, all campuses already have permanent walking facility at least on one side of the road. But none of the campuses have a good bikeability facilities. These results indicate that most of the campuseses that were being assessed, hasn’t been able to fulfill pedestrian needs and attracts people to walk. Keywords: walking, pedestrian, walkability, higher education institutions, urban transportation
KAJIAN NILAI EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG BERDASARKAN DATA WAKTU ANTAR PADA RUAS JALAN TOL Gary Raya Prima; Hikmat Iskandar; Tri Basuki Joewono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNilai ekivalensi merupakan faktor konfersi yang digunakan untuk mengubah arus lalu lintas campuran menjadi arus lalu lintas homogen. Nilai ekivalensi mobil penumpang (emp) perlu di evaluasi menjadi perilaku dan karakteristik lalu lintas mengalami perubahan dari waktu ke waktu. tujuan dari kajian ini adalah menentukan nilai ekivalensi mobil penumpang pada ruas jalan tol, dimana kajian dilakukan pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. Hasil analisis menghasilkan nilai emp yang cenderung lebih besar dari nilai emp MKJI 1997. Nilai emp untuk jenis kendaraan berat menengah berkisar antara 1,88-2,25, untuk truk besar berkisar antara 3,12-3,77, dan untuk bus besar berkisar antara 1,52-1,64. Peningkatan nilai emp tersebut diduga disebabkan oleh bertambahnya jumlah kendaraan, berubahnya kapasitas dan kinerja kendaraan, maupun kondisi geometrik jalan raya. hasil perhitungan nilai emp selanjutnya diaplikasikan untuk menghitung kapasitas jalan dan ditemukan adanya variasi kapasitas, berada pada rentang 1800 hingga 2500 smp/jam, bila dibandingkan dengan MKJI 1997.Kata kunci : ekivalensi mobil penumpang, waktu antara, jalan bebas hambatan, volume, kapasitas
KAJIAN EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG PADA TIPIKAL JALAN ANTAR KOTA EMPAT LAJUR DUA ARAH TERBAGI Tri Basuki Joewono; Mokhammad Akbar Raharja Tjastadipradja; At-thur Rachmawan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEvaluasi kinerja jalan memerlukan pembaharuan informasi terbaru mengenai besaran parameter lalu lintas, hubungan antar parameter, serta nilai ekivalensinya. Informasi tersebut juga bermanfaat dalam upaya memperbaharui manual kapasitas jalan. Tujuan studi ini adalah membangun model hubungan parameter lalu limtas serta mengevaluasi nilai ekivalensi mobil penumpang pada ruas jalan antar kota empat lajur dua arah. Analisis mencari hubungan antara parameter arus lalu lintas dengan menggunakan metode statistik dan data pada ruas jalan empat lajur dua arah terbagi di Bandung-Nagreg. Hasil menunjukkan bahwa hubungan linier antara kecepatan dan kerapatan merupakan hubungan yang paling sesuai. Analisis mendapatkan bahwa kapasitas jalan tersebut adalah 1644 smp/jam/lajur dan kecepatan arus bebas adalah sebesar 62,1 km/jam. Besarnya nilai ekivalen mobil penumpang dengan data interval per 5 menit adalah 0,993 untuk truk menengah, 1,599 untuk bus besar, 1,751 untuk truk besar, dan 0,198 untuk sepeda motor. Temuan nilai emp ini adalah lebih kecil dari nilai emp dalam MKJI 1997, kecuali untuk jenis bus besar yang nilainya lebih besar.Kata kunci :  ekivalen mobil penumpang, arus, kecepatan, kerapatan, empat-lajur-terbagi
ESTIMASI EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG BERDASAR DATA KECEPATAN PADA JALAN TOL (ESTIMATION OF PASSENGER CAR EQUIVALENCE BASED ON SPEED FOR TOLL ROADS) Tri Basuki Joewono; Kiagoes Moehammad H.N. Nugraha; Zelina Alviana
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several studies have been completed to adjust the value of PCE to be more in line with the existing changes in field. This study aims to analyze the speed distribution of two toll road segments and use it to estimate the PCE. This study was conducted using data of flow and speed for inter and intra city, namely Jakarta-Cikampek and Jakarta Outer Ringroad. The result of analysis shows that the speed in these two toll roads followed the normal distribution and the PCE’s values of intra city are greater than inter city. Result of comparison shows that the pce’s values based on speed are smaller than those in MKJI 1997. Keywords: pce, speed, toll roads, intra city, inter city
ESTIMASI PERIODE RAMP-UP LALU LINTAS JALAN TOL DALAM KOTA Yussi Meviany; Tri Basuki Joewono; Andreas Wibowo
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 36 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In order to increase development, the Government is massively infrastructure. Sources of funding for toll road investments under the Public Private Partnerships (PPP) schemes are mostly derived from loans, thus requiring investors to manage cash flow in order to service debts on time. Revenue has a very significant effect on cash flow, while revenue itself is highly dependent on traffic volume. Hence, the accuracy of forecasting the amount of traffic as a reflection of revenue has an important role in determining the feasibility study of toll road investment. The risk in transportation projects is the duration and significance of the transition period from the initial/start operation to the stable traffic level, this period is known as the ramp-up period. This study uses monthly data on 4 cases study as data entry and analysing in the ‘Minitab’ software. From the regression analysis it is known that the profile of the traffic distribution at toll roads in Indonesia is a concave model which means that the amount of traffic has a tendency to increase from time to time and a significant traffic growth ratio significantly occurs from the start of service opening. The F-test analysis statistically known JORR has the shortest ramp-up duration of 9 months and BORR, Waru-Juanda and Bali Mandara respectively 42, 44 and 48 months. Keywords: ramp-up, toll road, traffic growth, heuristic F-test, regression, traffic risk.
Co-Authors A. Caroline Sutandi Alan Hardi Kharisma, Alan Hardi Althaf, Muhammad Alviana, Zelina Anastasia Caroline Sutandi Andreas Wibowo Anggia Taghsya Nidi Hardiman Putri, Anggia Taghsya Nidi Hardiman Argya Jaganaputra Argya Jaganaputra Ari K. M. Tarigan Ari K. M. Tarigan, Ari K. M. Arif Budiarto Asmaningrum, Tri Hardiyanti At-thur Rachmawan Bekti Albar Effendi, Bekti Albar Belgiawan, Prawira Fajarindra Bella Pamuji Ramdhan Bella Pamuji Ramdhan, Bella Pamuji Budi Hartanto Susilo Cahyo Adityadharma Cahyo Adityadharma, Cahyo Cariera, David Chrisma Merry Kosakoy, Chrisma Merry Danang Parikesit Danang Parikesit Dhany Utami Ningtyas Dhany Utami Ningtyas Dharmowijyo, Dimas B. E. Dita Rachmatia Dita Rachmatia Elshaan Helmmie Engelbertha Noviani Bria Seran Fabianus Sebastian Kevin Fathonah Maysyaroh, Fathonah Fransiska Stefani, Fransiska Gary Raya Prima Gatot Perdana Kusuma Gatot Perdana Kusuma, Gatot Perdana Hafiz Janitra Ramadhan, Hafiz Janitra Hansen Samuel Arberto Gultom Hartieni , Patricia Hartieni, Patricia Hikmat Iskandar Hikmat Iskandar, Hikmat Hisashi Kubota Hisashi Kubota Hisashi Kubota Jeanly Syahputri Jonathan, Matthew Kiagoes Moehammad H.N. Nugraha Lukita Adinegoro, Lukita Lukman M.H. Marpaung Lukman M.H. Marpaung, Lukman M.H. Luthfi Yudha Oktano, Luthfi Yudha Mahmudah, Amirotul M. H. Marco Andrianto Melinda Tjeendra Melinda Tjeendra, Melinda Meviany, Yussi Mokhammad Akbar Raharja Tjastadipradja Muhamad Rizki MUHAMAD RIZKI Muhamad Rizki Muhamad Nabila Putri Larasati Nancy . Nancy ., Nancy Nugraha, Kiagoes Moehammad H.N. Nurcahya, Sidiq Bagus Oktaviani Riandiatmi Pratama, Vicky Satria Prayoga Luthfil Hadi Prima, Gary Raya Rachmawan, At-thur Radella Adelia Jayanti Raden Hudrian Rahmadiensyah, Raden Hudrian Ridwan, Muizzudin Riri Kumalasari, Adela Santoso Urip Gunawan Santoso Urip Gunawan, Santoso Urip Senjaya Setianto Setianto, Senjaya Tanjung, Jihan Nur Azizah Tjastadipradja, Mokhammad Akbar Raharja Vanessa Damayanthi, Melati Wimpy Santos Wimpy Santos Wimpy Santosa Yasinta Br.S.D, Christina Yohanes L. D. Adianto Yohanes L.D. Adianto Yusak O. Susilo Yusak O. Susilo, Yusak O. Yussi Meviany Zelina Alviana