Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Skema Parkir Ganjil Genap di Kawasan Kampus Althaf, Muhammad; Joewono, Tri Basuki; Hartieni , Patricia
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 3 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i3.1278

Abstract

Availability of parking is one of the factors that determines whether someone wants to drive to a destination or not. This is due to limited parking space. Parking problems can be found anywhere, including the campus area. The density of parking lots in the campus area is due to the high number of students. One strategy to reduce the use of private vehicles is to place restrictions. This restriction can be an odd-even setting. This study aims to analyze student behavior in planning the implementation of odd-even parking schemes and to analyze student characteristics regarding parking space restriction strategies. The analysis results show that the student's decision to keep driving is influenced by the amount of pocket money and the time the policy is enforced. Correspondence analysis shows that the odd-even policy can be relied upon to reduce parking density, especially in the campus area. ABSTRAK Ketersediaan parkir adalah salah satu faktor yang menentukan apakah seseorang ingin berkendara ke suatu tujuan atau tidak. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lahan parkir. Masalah perparkiran dapat ditemukan dimana saja, termasuk area kampus. Kepadatan lahan parkir di area kampus disebabkan tingginya jumlah mahasiswa. Salah satu strategi dalam mengurangi penggunaan jumlah kendaraan pribadi adalah dengan melakukan pembatasan. Pembatasan ini dapat berupa pengaturan ganjil genap. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perilaku mahasiswa dalam perencanaan penerapan skema parkir ganjil genap dan menganalisis karakteristik mahasiswa terhadap strategi pembatasan lahan parkir. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan mahasiswa untuk tetap membawa kendaraan dipengaruhi oleh besar uang saku dan jam pemberlakuan kebijakan. Analisis korespondensi menunjukkan bahwa kebijakan ganjil genap dapat diandalkan sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan lahan parkir terutama di kawasan kampus. 
Atribut Kualitas Pelayanan ANgkutan Publik di Kota Bandung Engelbertha Noviani Bria Seran; Tri Basuki Joewono
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i2.1406

Abstract

Angkutan publik adalah sarana transportasi yang penting dalam mendukung aktivitas danmobilitas penduduk sehari – hari di suatu perkotaan. Menganalisis atribut kualitas pelayananmenurut persepsi pengguna perlu dilakukan dan diharapkan dapat menentukan atribut kualitaspelayanan yang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki. Tujuan penelitian ini menganalisiskualitas pelayanan ditinjau dari tingkat kepentingan dan kepuasan pengguna angkutan publik danuntuk menentukan atribut – atribut kualitas pelayanan yang berpengaruh pada kualitas pelayanandan menjadi prioritas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.Metode analisis data yang digunakan adalah Importance-Satisfaction Analysis (ISA). Hasil analisisperbandingan tingkat kepentingan dan kepuasan menunjukkan bahwa pengguna semua jenisangkutan publik merasa tidak puas dengan atribut kualitas pelayanan yang dianggap penting. Daridiagram kategori tingkat kepentingan dan kepuasan menunjukkan beberapa atribut menurutpersepsi pengguna angkutan publik penting tapi tidak memuaskan dan atribut yang palingmembutuhkan pengembangan adalah kebersihan kendaraan, kebersihan stasiun/halte, kondisi fisikkendaraan, kenyamanan kendaraan, keamanan stasiun/halte, dan ketepatan waktu. Atribut yangtermasuk dalam kategori perlu dipelihara adalah kemananan kendaraan dan keterampilanpengemudi. Atribut yang termasuk dalam kategori kurang penting adalah kondisi stasiun/halte,kenyamanan stasiun/halte, dan kemudahan biaya. Atribut yang masuk dalam kategori melebihiperkiraan adalah kemudahan mendapat informasi rute, kemudahan mengakses angkutan umum,keramahan staf, dan kemudahan mendapatkan moda.
Penentuan Denda Progresif bagi Kendaraan dengan Beban Berlebih di Jalan Tol Surabaya - Gempol Ridwan, Muizzudin; Joewono, Tri Basuki
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.17517

Abstract

Praktik kendaraan dengan muatan berlebih (overload) menjadi tantangan besar yang mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak muatan berlebih terhadap peningkatan biaya pemeliharaan jalan dan menentukan denda progresif yang dapat dikenakan pada kendaraan dengan muatan berlebih. Penelitian ini berfokus pada jalan tol Surabaya-Gempol, yang memiliki proporsi kendaraan overload yang tinggi dibandingkan dengan jalan tol lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan muatan berlebih secara signifikan meningkatkan nilai Vehicle Damage Factor (VDF), yang berdampak pada kenaikan biaya lapis ulang jalan. Penetapan denda progresif diusulkan sebagai solusi untuk mengurangi praktik overload dan sebagai pengganti dari peningkatan biaya pemeliharaan jalan. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih adil dan berkelanjutan dalam pengelolaan jalan tol. Pada kondisi normal, total biaya pemeliharaan mencapai sekitar Rp197,2 miliar, namun dengan muatan berlebih 5% hingga 30%, biaya tersebut meningkat hingga Rp392,8 miliar. Denda per kilometer untuk kendaraan dikategorikan ke dalam beberapa golongan sesuai dengan sistem penggolongan tarif tol saat ini. Sebagai contoh perhitungan denda Golongan II, yang mencakup truk 2 sumbu dan bus kecil, memiliki rata-rata denda mulai dari Rp42.96 per kilometer untuk muatan berlebih sebesar 5% hingga Rp771.36 per kilometer untuk muatan berlebih sebesar 30%.
PENERAPAN SISTEM BERBAGI SEPEDA LISTRIK DI KAWASAN KAMPUS Jonathan, Matthew; Joewono, Tri Basuki
Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v24i3.8850.230-240

Abstract

Penerapan sistem transportasi berkelanjutan menjadi sebuah urgensi dan priortias dalam rangka mengurangi gas buang CO2. Sebagai bentuk implementasi dari transportasi berkelanjutan, dapat dilakukan dengan cara menerapkan sistem berbagi sepeda listrik di kawasan kampus. Untuk mengetahui preferensi mahasiswa dalam menggunakan sistem ini, diperlukan studi yang dapat memodelkan tingkat keberhasilan dari penerapan sistem berbagi sepeda listrik dengan mempertimbangkan beberapa atribut yang dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk mengindetifikasi antusiasme dan nominal yang bersedia dibayarkan mahasiswa terhadap penerapan sistem berbagi sepeda listrik di kawasan kampus. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini adalah biaya, durasi perjalanan, kecepatan maksimal, dan tempat penyimpanan sepeda. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner yang dibuat menggunakan metode stated preference. Data dianalisis dengan menggunakan model multinomial logit (MNL). Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa antusias dengan adanya penerapan sistem berbagi sepeda listrik. Nominal yang bersedia dibayarkan oleh mahasiswa adalah sebesar Rp 25.083 per jam.
Exploring Space-Time Fixity about Activity Types and Mode Choice Mahmudah, Amirotul M. H.; Budiarto, Arif; Dharmowijyo, Dimas B. E.; Joewono, Tri Basuki; Asmaningrum, Tri Hardiyanti
Jurnal Planologi Vol 22, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v22i2.48312

Abstract

Space-time fixity and flexibility of activity are essential for understanding how space-time constraints influence accessibility and mobility in daily life. Reducing these constraints helps improve quality of life and solve urban problems like traffic jams. Thus, these concepts are vital not only in academia but also in transportation and travel behavior studies. This research explores how activity type and mode choice influence space-time fixity. Descriptive statistic were used to profile respondents and their activities, while bivariate analysis looked at the relationship between mode choice and activity type in terms of space-time fixity. Specifically, mode choices—such as non-motorized, motorcycle, car, public transport, and ride-sourcing—and various out-of-home activities like travel, working/studying, socializing, and grocery shopping. Daily activity data from the Surakarta agglomeration area during the COVID-19 pandemic in 2021 was collected for this study. This study finds that space fixity occurs more often than time fixity, and activities' average level of space and time fixity is fairly flexible. The time fixity pattern for mode choices in out-of-home activities is similar for most activities, except socializing. In contrast, space fixity patterns differ among out-of- home activities. Working/studying outside the home shows the highest time and space fixity across all modes. Research indicates that a score of 6.0 on a 7-point Likert scale represents the highest space-time fixity. This score applies to those who mainly use public transport, with time fixity linked to travel activity and space fixity to out-of-home working/studying activity. The implications of these results on urban planning are discussed.
Co-Authors A. Caroline Sutandi Alan Hardi Kharisma, Alan Hardi Althaf, Muhammad Alviana, Zelina Anastasia Caroline Sutandi Andreas Wibowo Anggia Taghsya Nidi Hardiman Putri, Anggia Taghsya Nidi Hardiman Argya Jaganaputra Argya Jaganaputra Ari K. M. Tarigan Ari K. M. Tarigan, Ari K. M. Arif Budiarto Asmaningrum, Tri Hardiyanti Bekti Albar Effendi, Bekti Albar Belgiawan, Prawira Fajarindra Bella Pamuji Ramdhan Bella Pamuji Ramdhan, Bella Pamuji Budi Hartanto Susilo Cahyo Adityadharma Cahyo Adityadharma, Cahyo Cariera, David Chrisma Merry Kosakoy, Chrisma Merry Danang Parikesit Danang Parikesit Dhany Utami Ningtyas Dhany Utami Ningtyas Dharmowijyo, Dimas B. E. Dita Rachmatia Dita Rachmatia Engelbertha Noviani Bria Seran Fabianus Sebastian Kevin Fathonah Maysyaroh, Fathonah Fransiska Stefani, Fransiska Gatot Perdana Kusuma Gatot Perdana Kusuma, Gatot Perdana Hafiz Janitra Ramadhan, Hafiz Janitra Hansen Samuel Arberto Gultom Hartieni , Patricia Hartieni, Patricia Hikmat Iskandar, Hikmat Hisashi Kubota Hisashi Kubota Hisashi Kubota Jeanly Syahputri Jonathan, Matthew Lukita Adinegoro, Lukita Lukman M.H. Marpaung Lukman M.H. Marpaung, Lukman M.H. Luthfi Yudha Oktano, Luthfi Yudha Mahmudah, Amirotul M. H. Marco Andrianto Melinda Tjeendra Melinda Tjeendra, Melinda Meviany, Yussi MUHAMAD RIZKI Muhamad Rizki Muhamad Rizki Muhamad Nabila Putri Larasati Nancy . Nancy ., Nancy Nugraha, Kiagoes Moehammad H.N. Nurcahya, Sidiq Bagus Oktaviani Riandiatmi Pratama, Vicky Satria Prayoga Luthfil Hadi Prima, Gary Raya Rachmawan, At-thur Radella Adelia Jayanti Raden Hudrian Rahmadiensyah, Raden Hudrian Ridwan, Muizzudin Riri Kumalasari, Adela Santoso Urip Gunawan Santoso Urip Gunawan, Santoso Urip Setianto, Senjaya Tanjung, Jihan Nur Azizah Tjastadipradja, Mokhammad Akbar Raharja Vanessa Damayanthi, Melati Wimpy Santos Wimpy Santos Wimpy Santosa Yasinta Br.S.D, Christina Yohanes L. D. Adianto Yohanes L.D. Adianto Yusak O. Susilo Yusak O. Susilo, Yusak O.