Claim Missing Document
Check
Articles

Front Matter MITP Vol. 6 No. 2 September 2019 Ida Bagus Putu Gunadnya
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 6 No 2 (2019): Scientific Journal of Food Technology (September)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matter MITP Vol. 7 No. 1 March 2020 Ida Bagus Putu Gunadnya
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 7 No 1 (2020): Scientific Journal of Food Technology (March)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Perbandingan Terigu Dan Tepung Biji Alpukat (Persea Americana) Terhadap Karakteristik Biskuit Kadek Dyah Swasni Prambandita; I Ketut Suter; Ida Bagus Putu Gunadnya
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 9 No 1 (2022): Scientific Journal of Food Technology (March)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avocado seeds are one part of the plant that has not been widely used by the community. The fiber and natural antioxidants content of avocado seeds can be used as functional food. The utilization of avocado seeds flour in biscuit products is expected to make it easier for people to enjoy snacks and get its health benefits. This study aims to determine the effect of the ratio of wheat flour and avocado seed flour to the characteristics of biscuits, to determine the ratio of wheat and avocado seed flour to obtain the best characteristics of the biscuits, and examine the effect of the best mixed flour and avocado seed flour on blood sugar levels in mice. This research consisted of 2 stages. The first stage used a completely randomized design with a treatment ratio of wheat and avocado seed flour, namely F1 (100: 0), F2 (90:10), F3 (80:20), F4 (70:30), F5 (60:40) , F6 (50:50). Determination of the best biscuits was done based on the observed parameters, namely: chemical test (protein test, moisture test, fat test, ash content test, crude fiber test, antioxidant capacity, IC50 value). After obtaining the best product, the research was continued with the second stage, namely feed treatment using male Wistar mice weighing 20-30 g for 8 days by comparing the initial and final blood sugar levels. Mice were grouped into 3 groups based on the feed given, namely the DM group with standard feeding, the second group DM mice with standard feed mixed with the best biscuits, the third group with feeding only the best biscuits. The results showed that the formulations of wheat and avocado seed flour had an effect on the characteristics of the biscuits, namely color L, a, b, protein content, moisture content, fat content, ash content, crude fiber content, antioxidant capacity and IC50. The ratio of wheat flour and avocado seed flour that produced the best biscuit characteristics was the 50:50 formulation with the following characteristics: 5.60% protein content, 3.04% ash content, 4.94% moisture content, 32.25% fat content, 28, 03% carbohydrate content, 25.12% crude fiber, 7664 ppm IC50, 517.8307 mg GAE / kg antioxidant capacity, 25.73 L value, 22.81 a value, and 21.62 b value. Mixed flour and The best avocado seed flour reduce blood sugar levels in mice by 33.49%
Pengaruh Suhu Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Biji Kakao (Theobroma Cacao L.) Kering Dewa Ayu Tari; Pande Ketut Diah Kencana; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p24

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik biji kakao kering serta mendapatkan kombinasi suhu dan waktu pengeringan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu suhu (50oC, 60oC dan70oC) dan waktu (15 dan 20 jam). Biji kakao dikumpulkan dan dilakukan proses fermentasi menggunakan kotak kayu albesia ukuran 26cm x 25cm x 23cm dengan ketebalan 2 mm selama 5 hari. Setelah fermentasi selesai, biji direndam dan dibersihkan menggunakan air mengalir. Pengeringan dimulai dengan memasukan biji ke dalam alat pengering dehydrator model ST-02. Hasil penelitian menunjukan suhu dan waktu pengeringan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap parameter kadar air, kadar kulit, uji belah setelah pengeringan, kadar lemak, uji organoleptik meliputi warna, rasa nibs, tekstur, aroma, dan penerimaan keseluruhan namun. Suhu dan waktu pengeringan tidak berpengaruh terhadap jumlah biji setiap 100 g. Kombinasi perlakuan terbaik perlakuan Suhu 60oC (S2) dan Waktu Pengeringan 20 jam (T2) dengan 7,56% kadar air, 10,75% kadar kulit, 3 % biji tidak terfermentasi, 7% biji setengah terfermentasi, 90% biji terfermentasi sempurna, 48,83% kadar lemak, 4,66 uji hedonik warna, 4,13 rasa keping, 4,13 tekstur, 4,33 aroma, dan 4,60 penerimaan keseluruhan. Abstract This research aims to determine the effect of temperature and drying time on the characteristics of dry cocoa beans and to obtain the best combination of temperature and drying time. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors, there is temperature (50oC, 60oC, and 70oC) and time (15 and 20 hours). Cocoa beans were collected and fermented using an albesia wooden box measuring 26cm x 25cm x 23cm with a thickness of 2 mm until five days. After finished fermentation, the seeds are soaked and cleaned using running water. The drying stage begins by inserting the seeds into a dehydrator dryer model ST-02. The results showed that temperature and drying time had a significant effect (P<0.05) on the parameters (moisture content, skin content, split test after drying, fat content, and organoleptic tests color, taste of nibs, texture, aroma, and overall acceptance). Temperature and drying time did not affect the number of seeds per 100 g. The best treatment combination was 600C temperature (S2) and 20 hours of drying time (T2) with 7.56% moisture content, 10.75% skin content, 3% unfermented beans, 7% semi-fermented beans, 90% completely fermented beans, 48.83% fat content, 4.66 colors hedonic test, 4.13 chip taste, 4.13 texture, 4.33 aroma, and 4.60 total acceptance.
Perilaku Pindah Panas yang Terjadi pada Berbagai Kemasan Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum L.) selama Penyimpanan Suhu Ruang Ni Putu Budisetiari; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p19

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perpindahan panas, perubahan mutu, dan mengetahui hasil terbaik saat penyimpanan kentang di dalam suhu ruang dengan kemasan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor: waktu penyimpanan (5 hari, 10 hari, dan 15 hari) dan kemasan (kardus, kayu, dan styrofoam). Kemasan yang digunakan berukuran 20 cm x 15 cm x 15 cm dan diisi dengan 2 kg kentang, perhitungan perpindahan panas, pengukuran suhu, dan kelembaban akan dilakukan setiap 8 jam. Pengukuran parameter lainnya seperti kadar air, susut bobot, warna, dan tekstur akan diuji per 5 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama perpindahan panas semakin tinggi mencapai 34,90 dengan jenis kemasan kotak kayu, untuk pengamatan parameter suhu nilai tertinggi mencapai 28,90? pada jenis kemasan styrofoam, untuk parameter kelembaban nilai tertinggi mencapai 92,58% pada jenis kemasan kotak kardus, kadar air tertinggi terjadi pada kemasan kotak kardus dengan nilai kadar air 88,01%, susut bobot tertinggi terjadi pada jenis kemasan kayu 3,81%, warna kentang dengan nilai tertinggi terjadi pada jenis kemasan styrofoam dengan nilai warna 47,79 dan tekstur tertinggi terjadi pada kemasan styrofoam 68,45 gf, dari hasil tersebut kemasan yang mampu mempertahankan mutu kentang dengan baik adalah jenis kemasan kotak kayu. Abstract This research was conducted to determine heat transfer, quality changes, and to find out the best results when storing potatoes at room temperature with different packaging. This study used a randomized block design (RAK) with 2 factors: storage time (5 days, 10 days, and 15 days) and packaging (cardboard, wood, and styrofoam). The packaging used is 20 cm x 15 cm x 15 cm. Measurements of heat transfer, temperature, and humidity will be carried out every 8 hours. Other parameter measurements such as moisture content, weight loss, color, and texture will be tested every 5 days. The results of the study showed that the higher the day the heat transfer reached 34.90 with the type of wooden kotak packaging, while for the observation of the temperature parameter the highest value reached 28.90 ºC on the Styrofoam packaging type, for the humidity parameter the highest value reached 92, 58% in the type of cardboard kotak packaging, the highest water content occurred in the cardboard kotak packaging with a moisture content value of 88.01%, the highest weight loss occurred in the type of wooden packaging 3.81%, the color of potatoes with the highest value occurred in the Styrofoam packaging type with a value of color 47.79 and the highest texture occurred in the packaging 68.45 gf, from these results the packaging that is able to maintain the quality of potatoes well is the type of wooden kotak packaging.
Analisis Karakteristik Pengeringan dan Sifat Fisik Kimia Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah dengan Variasi Irisan Ketebalan dan Suhu Pengeringan Yesinta Kristin Tamba; Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p01

Abstract

Pengolahan kulit buah naga merah menjadi teh herbal yakni memanfaatkan bahan sebagai minuman dan dapat diterima oleh masyarakat. Pengelolaan ini membuat awet hasil panen dalam proses pengeringan. Penelitian ini tujuannya mencaritahu Karakteristik Pengeringan dan Sifat Kimia Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah Dengan Variasi Irisan Ketebalan dan Suhu Pengeringan. Penelitian ini di susun memakai (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50oC, 60oC dan 70oC) dan faktor tebal irisan (3mm dan 5mm). Ada 6 interaksi perlakuan dan Perlakuan di ulang tiga kali guna memperoleh 18 unit percoban. Data hasil pengamatanya di analisa memakai ANOVA dan di lanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Ukuran yang di amati terdiri dari panas sensibel, kadar air, kadar abu, dan organoleptik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa interaksi suhu pengeringan dan irisan ketebalan pada teh herbal kulit buah naga merah memberi dampak nyata dalam ukuran panas sensibel, kadar air, kadar abu, warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian yang memiliki perlakuan terbaik ditinjau dari syarat mutu teh kering yaitu suhu pengeringan 70oC dengan irisan ketebalan 3 mm. Hasil penelitian membuktikan perlakuan paling baik ada pada kadar air 8,055%, kadar abu 6,418%, uji hedonik dan skoring warna seduhan teh herbal kulit buah naga merah cukup khas dengan nilai 4,46 (suka) dan 4,46 (merah kekuningan), uji hedonik dan skoring aroma teh herbal kulit buah naga merah dengan nilai 4,13 (suka) dan 4,46 cukup khas dengan produk teh kering, uji hedonik dan skoring pada rasa teh herbal kulit buah naga merah bernilai 4,26 (suka) dan 4,4 memiliki rasa agak sepat.
Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Distribusi Air Irigasi pada Subak di DAS Ho Kori Ardy Rahayu; I Wayan Tika; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p20

Abstract

Abstrak Irigasi didefinisikan sebagai sarana dalam memanfaatkan sumber daya air. Di Bali, pengelolaan irigasi dilakukan dengan membentuk organisasi bernama subak. Salah satu ciri subak adalah anggotanya memiliki satu sumber air yang sama dan mendapat pembagian air dari sumber tersebut secara adil. Pengaturan diperlukan dalam membagi dan mendistribusi air irigasi, agar jumlah air yang diberikan sesuai kebutuhan tanaman. Tingkat pemberian air irigasi masih belum sesuai di masing-masing subak, sehingga diperlukan evaluasi kinerja irigasi menggunakan analisis RPM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran nilai RPM dan strategi distribusi air irigasi pada subak. Analisis RPM dilakukan dengan mengukur debit tersedia, menggunakan pendekatan analisis data kuatitatif, dan dengan menghitung kebutuhan air irigasi menggunakan data rata-rata klimatologi 10 tahun terakhir periode 2012 – 2021 yang diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar serta data hasil wawancara dengan pekaseh. Hasil analisis menunjukan kinerja irigasi katagori “baik” didominasi oleh subak pada DI Aya dengan sebaran nilai RPM 0,77 – 1,19; sedangkan katagori “sangat kurang” didominasi oleh subak pada DI Gadungan Lambuk dengan sebaran nilai RPM 0,00 – 0,36. Saat musim kemarau, semakin ke hilir menghasilkan kinerja jaringan irigasi “sangat kurang”. Supaya kinerja irigasi selalu dalam katagori “baik”, maka strategi distribusi air irigasi pada subak di DAS Ho dapat dilakukan dengan pergiliran pemberian air irigasi dan perbaikan jaringan irigasi yang bermasalah. Abstract Irrigation is defined as a means of utilizing water resources. In Bali, irrigation management in agriculture is carried out by forming an organization called Subak. One of the characteristics of subak is that its members have the same water source and receive a fair distribution of water from that source. Regulation is very necessary for dividing and distributing irrigation water so that the amount of water given to the land is in accordance with the needs needed by the plant. However, the level provision of water irrigation is still not appropriate for each subak. Thus, it is necessary to evaluate the performance of irrigation networks using MPR analysis. MPR analysis was carried out by measuring the available debit, using a qualitative data analysis approach, and by calculating irrigation water needed, using the average climatological data for the last ten years, from 2012 - 2021, obtain from BMKG Region III Denpasar and data from interview pekaseh. The results of the analysis show that irrigation performance with the good category is dominated by subak in DI Aya, with a distribution of MPR values of 0,77 – 1,19. Meanwhile, the very less category is dominated by subak in DI Gadungan Lambuk, with a distribution MPR values of 0,00 – 0,36. During the dry season, further downstream, the performance irrigation network is getting less and less. In order for irrigation performance to always be in a good category, the irrigation water distribution strategy for subtasks in DAS Ho can be carried out by rotating the distribution of irrigation water. If it doesn’t work, it is necessary to repair the problematic irrigation networks.
Model Pengeringan Lapisan Tipis Rebung Bambu “Tabah” (Gigantochloa nigrociliata KURZ) Gede Arda; P.K. Diah Kencana; IBP. Gunadnya; Ni Luh Yulianti
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 1 (2016): Volume 9, No. 1, April 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i1.4408

Abstract

Abstrak. Rebung bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata KURZ) merupakan produk khas daerah Pupuan, Tabanan, Bali yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai produk yang bernilai ekonomis. Kajian awal proses pengeringan rebung untuk meningkatkan umur simpan rebung bambu Tabah dilakukan pada penelitian ini. Kurva laju pengeringan rebung bambu Tabah memberikan informasi penting untuk proses pengeringan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakteristik laju pengeringan rebung bambu Tabah melalui aplikasi model pengeringan lapisan tipis. Rebung bambu Tabah yang dibelah menjadi dua dan empat bagian dikeringkan pada suhu 50oC, 60oC, dan 70oC. Perubahan kadar air setiap saat kemudian dimodelkan dengan model Newton dan Page. Kesesuaian model yang digunakan dievaluasi dengan menentukan nilai koefisien determinasi (r2) dan RMSE dari model. Hasil menunjukkan bahwa model Page lebih baik digunakan untuk memodelkan pengeringan rebung bambu Tabah pada semua perlakuan. Model Newton menunjukkan ketidaksesuaian yang sangat tinggi pada suhu 50oC namun kesesuaiannya meningkat pada suhu yang lain.  Thin Layer Drying Model of Bamboo Shoots “Tabah” (Gigantochloa nigrociliata KURZ) Abstract. Bamboo shoots Tabah (Gigantochloa nigrociliata KURZ) is a unique product of Pupuan District, Tabanan, Bali which is potent to be developed as highly value product. Preliminary study of the bamboo shoots drying to enhance its storage life was conducted in this research. Bamboo shoots Tabah’s drying rate curve give an important information for its drying process. Therefore, the aim of this research was to study the characteristics of bamboo shoots Tabah drying by applying thin layer drying models. Bamboo shoots split into two and four pieces were dried under drying air temperatures 50oC, 60oC, and 70oC. Instantaneous moisture content of the shoots are modeled by Newton and Page model. The goodness of the models were evaluated by determining its coefficient of determination (r2) and RMSE. The results showed that Page model was better to model the bamboo shoots Tabah drying process on all drying treatments. The Newton Model indicated the worst fit on drying air temperature 50oC while showed better fit on other temperatures.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Filler terhadap Karakteristik Bioplastik Berbahan Baku Pati Singkong Sihombing, Alwin; Yulianti, Ni Luh; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p23

Abstract

Abstrak Karakteristik fisik kemasan bioplastik dapat dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi filler yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan film kemasan bioplastik yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor pertama perlakuan yakni jenis filler (J) dengan 2 taraf yaitu: ZnO dan selulosa. Faktor kedua yakni konsentrasi filler (K) dengan 3 taraf yaitu 0,5; 0,7; 0,9 g. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga total terdapat 18 unit percobaan. Data akan dianalisis menggunakan sidik ragam. Jika ternyata perlakuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap parameter yang sedang diamati, maka langkah selanjutnya adalah melakukan Uji Duncan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa jenis dan konsentrasi filler yang berbeda pada pembuatan kemasan bioplastik memberi pengaruh pada nilai kuat tarik, perpanjangan, elastisitas, penyerapan air tetapi tidak berpengaruhi terhadap laju biodegradasi bioplastik. Perlakuan dengan filler selulosa konsentrasi 0,5 g merupakan perlakuan yang menghasilkan kemasan bioplastik dengan karakteristik terbaik yaitu nilai kuat tarik sebesar 14,31 MPa, perpanjangan sebesar 24,76%, elastisitas sebesar 53,72 MPa, penyerapan air sebesar 0,71% dan lama waktu biodegradasi 7,5 hari. Abstract The physical characteristics of bioplastic packaging can be affected by the type and concentration of filler. This research was conducted to obtain bioplastic packaging films that met the Indonesian National Standard (SNI). The experimental design used was a randomized block design (RBD) with the first factor being the type of filler (J) with 2 levels: ZnO and cellulose. The second factor is the concentration of filler (K) with 3 levels, namely 0.5; 0.7; 0.9g. Each treatment was repeated three times, so there were a total of 18 experimental units. The data will be analyzed using variance. If it turns out that the treatment has a significant effect on the parameters being observed, then the next step is to perform Duncan's test. The results indicated that the different types and concentrations of filler in the manufacture of bioplastic packaging had an effect on the values ??of tensile strength, elongation, elasticity, water absorption but had no effect on the rate of bioplastic biodegradation. Treatment with cellulose filler concentration of 0.5 g was the treatment that produced bioplastic packaging with the best characteristics, namely tensile strength of 14.31 MPa, elongation of 24.76%, elasticity of 53.72 MPa, water absorption of 0.71% and long biodegradation time 7.5 days.
Analisis Peramalan Produksi Panen Pisang Cavendish Menggunakan Exponential Smoothing ke Product Sunpride dan Bali Fresh di PT. Nusantara Segar Abadi Bali Putra, I Nyoman Galih Oki; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p04

Abstract

Abstrak PT. Nusantara Segar Abadi Bali didirikan pada tahun 2019. PT. NSA BALI terdapat 2 produk yang dihasilkan dari pisang cavendish yaitu Pisang Cavendish Sunpride dan Pisang Cavendish Bali Fresh. Supply dari hasil panen diharapkan memenuhi target produksi bulanan dari PT. NSA BALI . Penelitian dilakukan untuk mendapatkan metode forecast yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dari produksi. Sehingga jumlah forecast panen akan sejalan dengan permintaan dari produksi. Penelitian ini menggunakan dua permodelan yaitu metode Single Exponential Smoothing dan Triple Exponential Smoothing. Untuk Penelitian ini data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu data dari Januari 2019 hingga Juli 2023.Pada penelitian ini menggunakan validasi model yaitu MAD,MSE dan MAPE.Diketahui pada penelitian ini memperoleh hasil validasi peramalan yaitu MAD 17%, MSE 58% MAPE 24% pada metode Single Exponential Smoothing sedangkan pada metode Triple Exponential Smoothing didapatkan jumlah validasi peramalan yaitu MAD 43%, MSE 11% MAPE 54%. Pada metode Single Exponential Smoothing Jumlah Forecast sesuai dengan target produksi pada Bulan November 2022 hingga Juli 2023 sedangkan pada metode Triple Exponential Smoothing waktu yang dapat memenuhi jumlah target produksi yaitu pada bulan September 2022 hingga Juli 2023. Abstract PT. Nusantara Segar Abadi Bali was established in 2019. PT. NSA BALI has 2 products produced from cavendish bananas, namely Cavendish Sunpride Banana and Cavendish Bali Fresh Banana. Supply from the harvest is expected to meet the monthly production target of PT. NSA BALI. This research is conducted to get the right forecasting method to meet the needs of production. In this study using two modeling methods, namely Single Exponential Smoothing and Triple Exponential Smoothing methods. For this study, the data used is secondary data, namely data from January 2019 to Juli 2023. In this study using model validation, namely MAD, MSE and MAPE. It is known that this study obtained forecasting validation results, namely MAD 17%, MSE 58% MAPE 24% in the Single Exponential Smoothing method, while the Triple Exponential Smoothing method obtained the number of forecasting validations, namely MAD 43%, MSE 11% MAPE 54%. In the Single Exponential Smoothing method, the number of forecasts can meet the production target in November 2022 to Juli 2023, while in the Triple Exponential Smoothing method the time that can meet the number of production targets is in September 2022 to Juli 2023.
Co-Authors A.H. Tambunan Agnesia Arista Wijaya AK Ali Muhamad Prabowo Anggi Setiawan Armansyah Halomoan Tambunan Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi Bagus Made Brahmanda Diputra Bob Evan Tampubolon Budana, I Putu Yosan Dewa Ayu Tari Dewa Bagus Putu Prabha Diptaya Dian Dwi Cahyo Pangestu Gede Arda I Gede Berliyantha Tikawa I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara I Gusti Putu Eka Permana I Ketut Agus Sandi Andika I Ketut Suter I Komang Gede Habi Wijaya I Made Anom S. Wiajaya I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Prasetia Candra Andika I MADE SUPARTHA UTAMA I Made Surya Adnyana Putra I Made Yogi Supardika I Nyoman Sucipta I Putu Dharma Putra Ritzada I Putu Gede Budisanjaya I Putu Mas Pradnyana Wibawa I Wayan Adi Saputra I Wayan Aris Santika Putra I Wayan Sugiana I Wayan Tika I Wayan Widia I Wayan Widia I. A. G. Bintang Madrini Ice Hera Widia Ida Ayu Agung Putri Trisiana Dewi Ida Ayu Mas Oceanic Ida Ayu Rina Ida Ayu Rina Pratiwi Pratiwi Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja Immanuel Damanik Ivan Alexander Sormin K. Abdullah Kadek Dyah Swasni Prambandita Kadek Mila Adiani Kamaruddin Abdullah Kevin Imanto K. Resman Komang Agus Suara Kori Ardy Rahayu Lestari, Kadek Irma Dwi Linda Puji Ayu Lestari Luh Putu Wrasiati M. Sudiana Mahendra M.A.M. Oktaufik Made S Utama Merisa - Aritonang Mubarok, Rizky Muhammad Azizi Rido Setiawan Ni Luh Yulianti Ni Made Darmayanti Ni Made Juli Adiasih Ni Nyoman Ayu Tirta Diani Ni Putu Budisetiari Ni Putu Intan Oktavia Fitriani Ni Putu Murtini Pande Ketut Diah Kencana Putra, I Nyoman Galih Oki Putu Ayu Purnamayanti Putu Darmayanti Putu Wahyu Nirmala Sari Ramendra Wiro Ginting Rina Pratiwi Pudja I. A Riski Nirmala Sidabutar roy zulkarnaen Sihombing, Alwin Siti Muizzun Nisak Stefani Sitanggang Sumiyati Sumiyati Utama, Made S Wayan Tika Y.A. Purwanto Yesinta Kristin Tamba Yohanes Setiyo