Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Berbagai Variasi Coating terhadap Karakteristik Mutu Fillet Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer Sp) selama Penyimpanan Dingin Widia, I Wayan; Budana, I Putu Yosan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p09

Abstract

Abstrak Ikan kakap putih (Lates calcarifer sp) merupakan salah satu produk perikanan yang mudah rusak, sehingga perlu dilakukannya penanganan yang baik selama penyimpanan. Menggunakan kitosan dan Cinnamon essential oil sebagai coating berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan anti bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai variasi coating dan perlakuan coating terbaik terhadap karakteristik mutu fillet ikan kakap putih selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak lengkap). Perlakuan penambahan coating terdiri dari tanpa coating, coating penambahan kitosan 1,5g, coating penambahan cinnamon essential oil 1,5 % dan coating dengan kombinasi 1,5g kitosan dan 1,5 % cinnamon essential oil, dengan pengulangan sebanyak dua kali dan sample disimpan pada suhu 15oC selama 8 hari. Hasil penelitian menunjukan dengan penambahan kitosan 1,5g dan cinnamon essential oil 1,5% serta perlakuan kombinasi dengan kitosan 1,5g dan cinnamon essential oil 1,5% sebagai coating memberikan pengaruh nyata selama penyimpanan dingin dilihat dari parameter pH, tekstur (hardness), color difference, TVB dan TPC. Perlakuan terbaik ditemukan pada coating menggunakan cinnamon essential oil 1,5% selama penyimpanan dingin. Perlakuan terbaik ditemukan pada coating menggunakan cinnamon essential oil 1,5% selama penyimpanan dingin. hingga hari ke 8 dengan nilai pH 5,9, tekstur (hardness) 3,1476 N, color difference 7,6, total volatile base 44,70 mg N/100 g, total plate count 5,79 CFU/g. Abstract White snapper (Lates calcarifer sp) is a perishable fishery product, so it needs to be handled properly during storage. Using chitosan and cinnamon essential oil as a coating has the potential to be used as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of adding various coating variations and the best coating treatment on the quality characteristics of barramundi fillets during storage. This study used CRD (completely randomized design). The coating addition treatment consists of no coating, coating with the addition of 1.5g chitosan, coating with the addition of 1.5% cinnamon essential oil and coating with a combination of 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil, with repetition twice and the sample will be stored at temperature. 15oC for 8 days. The research results showed that the addition of 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil as well as a combination treatment with 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil as a coating provided different effects during cold storage in terms of the parameters pH, pH, texture (hardness), color difference, TVB and TPC. The best treatment was found in coating using cinnamon essential oil 1.5% during cold storage until day 8 with a pH value of 5.9, texture (hardness) 3.1476 N, color difference 7.6, total volatile base 44.70 mg N /100 g, total plate count 5.79 CFU/g.
Strategi Peningkatan Mutu Produk Dodol Salak Bali di UD Nantafood Denpasar Mubarok, Rizky; Widia, I Wayan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p06

Abstract

CV Nantafood merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan dengan bahan baku buah salak salah satunya yaitu produk dodol salak Bali. Produk dodol yang dihasilkan telah mampu masuk ke beberapa pusat pembelanjaan oleh - oleh di Bali. Semakin banyaknya pesaing dodol tentu menjadi tantangan bagi suatu perusahaan untuk meningkatkan kualitas produknya. Kepuasan konsumen dapat ditingkatkan melalui kualitas produk yang baik sesuai harapan dan keinginan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui atribut yang dianggap penting oleh konsumen dari produk dodol salak bali, (2) Mengukur tingkat kepentingan konsumen terhadap kualitas produk dodol salak bali, (3) Mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk dodol salak bali, (4) Menentukan strategi untuk meningkatkan kualitas produk dodol salak bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 10 atribut kualitas produk yang dianggap penting oleh konsumen dengan kriteria sangat penting. Nilai kepentingan konsumen tertinggi cita rasa dodol yang manis dan legit sebesar 4,45, pada nilai kepuasan konsumen atribut tekstur dodol yang lengket dan kenyal mendapatkan nilai terendah sebesar 3,79 dengan IR sebesar 1,31. Maka UD Nantafood perlu memberikan dan meningkatkan kualitas produk atribut tekstur dodol yang lengket dan kenyal. Abstract CV Nantafood is a company engaged in the field of food processing with raw materials for zalacca fruit, one of which is the Bali snake fruit dodol product. The dodol products produced have been able to enter several shopping centers for souvenirs in Bali. The increasing number of dodol competitors is certainly a challenge for a company to improve the quality of its products. Consumer satisfaction can be increased through good product quality according to consumer expectations and desires. The aims of this study were (1) to find out the attributes considered important by consumers from the Bali snake fruit dodol product, (2) to measure the level of consumer interest in the quality of the Bali snake fruit dodol product, (3) to measure the level of consumer satisfaction with the quality of the bali snake fruit dodol product, (4) ) Determine strategies to improve the quality of Balinese snake fruit dodol products. This research was conducted using the Quality Function Deployment (QFD) method. The results of this study indicate that there are 10 product quality attributes that are considered important by consumers with very important criteria. The highest value of consumer interest is taste of dodol is sweet and legit of 4.45, on consumer satisfaction value attributes of sticky and chewy dodol texture get the lowest score of 3.79 with an IR of 1.31. So UD Nantafood needs to provide and improve product quality with sticky and chewy dodol texture attributes.
Analisis Karakteristik Pengeringan dan Sifat Fisik Kimia Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah dengan Variasi Irisan Ketebalan dan Suhu Pengeringan Yesinta Kristin Tamba; Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p01

Abstract

Pengolahan kulit buah naga merah menjadi teh herbal yakni memanfaatkan bahan sebagai minuman dan dapat diterima oleh masyarakat. Pengelolaan ini membuat awet hasil panen dalam proses pengeringan. Penelitian ini tujuannya mencaritahu Karakteristik Pengeringan dan Sifat Kimia Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah Dengan Variasi Irisan Ketebalan dan Suhu Pengeringan. Penelitian ini di susun memakai (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50oC, 60oC dan 70oC) dan faktor tebal irisan (3mm dan 5mm). Ada 6 interaksi perlakuan dan Perlakuan di ulang tiga kali guna memperoleh 18 unit percoban. Data hasil pengamatanya di analisa memakai ANOVA dan di lanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Ukuran yang di amati terdiri dari panas sensibel, kadar air, kadar abu, dan organoleptik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa interaksi suhu pengeringan dan irisan ketebalan pada teh herbal kulit buah naga merah memberi dampak nyata dalam ukuran panas sensibel, kadar air, kadar abu, warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian yang memiliki perlakuan terbaik ditinjau dari syarat mutu teh kering yaitu suhu pengeringan 70oC dengan irisan ketebalan 3 mm. Hasil penelitian membuktikan perlakuan paling baik ada pada kadar air 8,055%, kadar abu 6,418%, uji hedonik dan skoring warna seduhan teh herbal kulit buah naga merah cukup khas dengan nilai 4,46 (suka) dan 4,46 (merah kekuningan), uji hedonik dan skoring aroma teh herbal kulit buah naga merah dengan nilai 4,13 (suka) dan 4,46 cukup khas dengan produk teh kering, uji hedonik dan skoring pada rasa teh herbal kulit buah naga merah bernilai 4,26 (suka) dan 4,4 memiliki rasa agak sepat.
Co-Authors A.H. Tambunan Agnesia Arista Wijaya AK Ali Muhamad Prabowo Anggi Setiawan Armansyah Halomoan Tambunan Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi Bagus Made Brahmanda Diputra Bob Evan Tampubolon Budana, I Putu Yosan Dewa Ayu Tari Dewa Bagus Putu Prabha Diptaya Dian Dwi Cahyo Pangestu Gede Arda I Gede Berliyantha Tikawa I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara I Gusti Putu Eka Permana I Ketut Agus Sandi Andika I Ketut Suter I Komang Gede Habi Wijaya I Made Anom S. Wiajaya I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Prasetia Candra Andika I MADE SUPARTHA UTAMA I Made Surya Adnyana Putra I Made Yogi Supardika I Nyoman Sucipta I Putu Dharma Putra Ritzada I Putu Gede Budisanjaya I Putu Mas Pradnyana Wibawa I Wayan Adi Saputra I Wayan Aris Santika Putra I Wayan Sugiana I Wayan Tika I Wayan Widia I Wayan Widia I. A. G. Bintang Madrini Ice Hera Widia Ida Ayu Agung Putri Trisiana Dewi Ida Ayu Mas Oceanic Ida Ayu Rina Ida Ayu Rina Pratiwi Pratiwi Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja Immanuel Damanik Ivan Alexander Sormin K. Abdullah Kadek Dyah Swasni Prambandita Kadek Mila Adiani Kamaruddin Abdullah Kevin Imanto K. Resman Komang Agus Suara Kori Ardy Rahayu Lestari, Kadek Irma Dwi Linda Puji Ayu Lestari Luh Putu Wrasiati M. Sudiana Mahendra M.A.M. Oktaufik Made S Utama Merisa - Aritonang Mubarok, Rizky Muhammad Azizi Rido Setiawan Ni Luh Yulianti Ni Luh Yulianti Ni Made Darmayanti Ni Made Juli Adiasih Ni Nyoman Ayu Tirta Diani Ni Putu Budisetiari Ni Putu Intan Oktavia Fitriani Ni Putu Murtini Pande Ketut Diah Kencana Putra, I Nyoman Galih Oki Putu Ayu Purnamayanti Putu Darmayanti Putu Wahyu Nirmala Sari Ramendra Wiro Ginting Rina Pratiwi Pudja I. A Riski Nirmala Sidabutar roy zulkarnaen Sihombing, Alwin Siti Muizzun Nisak Stefani Sitanggang Sumiyati Sumiyati Utama, Made S Wayan Tika Y.A. Purwanto Yesinta Kristin Tamba Yohanes Setiyo