Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Bahan Organik dan Total Nitrogen Tanah pada Pengelolaan Jerami Padi Sukma Elvayani, I Gusti Ayu Evi; Sulastri, Ni Nyoman; Setiyo, Yohanes
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerami padi adalah salah satu sisa tanaman berlignoselulosa yang paling banyak di dunia. Jerami padi umumnya dikelola oleh petani diolah dengan metode pembenaman (straw incorporation) dan dibakar (straw burning). Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan dinamika Bahan Organik dan Total Nitrogen Tanah pada pengelolaan jerami padi dan menentukan kandungan hasil mineralisasi Nitrogen setelah perlakuan pengelolaan jerami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Pola Tersarang (Nested Design) dengan 3 perlakuan yang terdiri dari pembenaman jerami dengan EM4 (SI), pembenaman jerami tanpa EM4 (SI0), dan pembakaran (BR). Pada setiap blok terdapat 3 kali ulangan di masing-masing ulangan diambil 4 sampel, sehingga total sampel tanah yang diambil berjumlah 36 sampel. Penelitian dilakukan dengan analisis laboratorium sampel tanah sebelum dan sesudah perlakuan pada parameter Bahan Organik Tanah (BOT), Total Kjeldahl Nitrogen (TKN). Kandungan BOT tanah sebelum dan sesudah perlakuan pengeloaan jerami berkisar antara 3,94% - 5.11%, klasifikasi BOT tanah tersebut termasuk sedang-tinggi. Peningkatan BOT tertinggi yaitu 29,7% terdapat pada perlakuan pembakaran. Hal ini dapat disebabkan karena meningkatnya mineralisasi karbon selama proses pembakaran jerami padi. Rata-rata TKN tanah berkisar antara 0,17% sampai 0,39% yang termasuk kategori rendah dan sedang. Analisis Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa perlakuan pembenaman jerami dengan EM4 dan Pembenaman jerami tanpa EM4, berpengaruh nyata terhadap TKN tanah (p<0,05). Sebaliknya pada perlakuan pembakaran tidak berpengaruh nyata terhadap TKN tanah (p>0,05). Rice straw is one of the most abundant lignocellulosic plant residues in the world. Farmers typically manage rice straw through incorporation and burning methods. This study aims to determine the dynamics of soil organic matter and total nitrogen in rice straw management and to assess the nitrogen mineralization content following straw management treatments. The research employs a Nested Design with three treatments: straw incorporation with EM4 (SI), straw incorporation without EM4 (SI0), and burning (BR). Each block contains three replicates, with four samples taken per replicate, totaling 36 soil samples. Laboratory analysis of soil samples was conducted before and after treatment on parameters such as Soil Organic Matter (BOT) and Total Kjeldahl Nitrogen (TKN). The SOM content of the soil before and after straw management ranged from 3.94% to 5.11%, which is classified as medium to high. The highest increase in SOM, 29.7%, was observed in the burning treatment, likely due to increased carbon mineralization during the rice straw burning process. The average soil TKN ranged from 0.17% to 0.39%, categorized as low to medium. The Wilcoxon Signed Ranks Test analysis indicated that straw incorporation with EM4 and without EM4 significantly affected soil TKN (p<0.05). Conversely, the burning treatment did not have a significant impact on soil TKN (p>0.05).
Pengaruh Variasi Jumlah Perforasi Kemasan Terhadap Mutu Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum L) Guna, Kadek Mahendra Adhi; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi; Setiyo, Yohanes
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p14

Abstract

Abstrak Tingginya produksi kentang di Indonesia tidak diimbangi dengan penanganan pascapanen yang tepat, sehingga banyak kentang yang mengalami kerusakan selama masa penyimpanan. Kemasan dengan perforasi dapat mempertahankan umur simpan umbi kentang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan pengaruh perforasi kemasan terhadap mutu kentang konsumsi selama penyimpanan serta menentukan perlakuan yang dapat mempertahankan mutu kentang konsumsi selama penyimpanan. Penelitian dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perforasi kemasan (0,42%, 0,63%, dan 0,84%). Setiap unit percobaan diulang 3 kali. Parameter yang diukur adalah susut bobot, kelembaban udara, suhu udara, color difference, dan tekstur umbi kentang. Laju peningkatan susut bobot untuk perlakuan kontrol, kemasan tanpa perforasi, kemasan perforasi 0,42%, kemasan perforasi 0,36%, dan kemasan perforasi 0,84% masing-masing adalah: 0,09 g/hari, 0,025 g/hari, 0,036 g/hari, 0,051 g/hari, 0,058 g/hari. Laju perubahan kelembaban udara untuk masing-masing perlakuan adalah: 0,10 %, 0,36 %, 0,30 %, 0,23 %, 0,16 %, dan laju perubahan suhu kemasan adalah: 0,03oC/hari, 0,056oC/hari, 0,020oC/hari, 0,026oC/hari, dan 0,033oC/hari. Laju perubahan color difference untuk masing-masing perlakuan adalah: 0,24 /hari, 0,36 /hari, 0,26 /hari, 0,27 /hari, dan 0,23 /hari. Laju perubahan tekstur dari masing-masing perlakuan adalah: 0,13 /hari, dan 0,53 N/hari, 0,65 N/hari, 0,53 N/hari, 0,56 N/hari, dan 0,63 N/hari. Kecukupan oksigen merupakan parameter penentu kualitas umbi kentang yang disimpan, maka perlakuan terbaik adalah perlakuan kemasan perforasi 0,84% dengan nilai penurunan susut bobot 8,77%, kelembaban 69,8%, perubahan suhu 28,8oC, color difference 6,95, tekstur 63,4 N. Abstract The high production of potatoes in Indonesia is not balanced with proper post-harvest handling, so many potatoes are damaged during storage. Packaging with perforations can maintain the shelf life of potato tubers. The aim of this research is to determine the effect of packaging perforation on the quality of consumption potatoes during storage and determine treatments that can maintain the quality of consumption potatoes during storage. Research with a completely randomized design (CRD) with packaging perforation treatment (0.42%, 0.63%, and 0.84%). Each experimental unit was repeated 3 times. The parameters measured were weight loss, air humidity, air temperature, color difference, and texture of potato tubers. The rate of increase in weight loss for the control treatment, packaging without perforation, 0.42% perforated packaging, 0.36% perforated packaging, and 0.84% perforated packaging were respectively: 0.09 g/day, 0.025 g/day, 0.036 g/day, 0.051 g/day, 0.058 g/day. The rate of change in air humidity for each treatment was: 0.10%, 0.36%, 0.30%, 0.23%, 0.16%, and the rate of change in packaging temperature was: 0.03oC/day, 0.056oC/day, 0.020oC/day, 0.026oC/day and 0.033oC/day. The color difference change rates for each treatment were: 0.24/day, 0.36/day, 0.26/day, 0.27/day, and 0.23/day. The rates of change in texture of each treatment were: 0.13 /day, and 0.53 N/day, 0.65 N/day, 0.53 N/day, 0.56 N/day and 0.63 N /day. Oxygen adequacy is a parameter determining the quality of stored potato tubers, so the best treatment is 0,84% perforated packaging with a weight loss value of 8,77%, humidity 69.8%, temperature change 28.8oC, color difference 6.95, texture 63,4 N.
Klasifikasi Kematangan Buah Kelapa Sawit Menggunakan Model Yolov8 Berbasis Deep Learning Muna, Mukhes Sri; Setiyo, Yohanes; Wirawan, I Putu Surya; Syarovy, Muhdan; Jaya, Gigieh Henggar
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 6 No 1 (2025): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2025.6.1.15953

Abstract

Determining the ripeness level of oil palm fruit is a crucial aspect in enhancing the efficiency and quality of palm oil production. To date, most ripeness classification processes are still manually conducted, leading to inconsistencies and human error. This study aims to develop an oil palm fruit ripeness classification model using YOLOv8, a state-of-the-art deep learning architecture known for its excellence in computer vision tasks. The dataset consists of six ripeness classes, divided into training, validation, and testing sets sourced from the Roboflow platform. The training process involved five YOLOv8 sub-models with optimized parameter configurations. Evaluation was carried out using MAPE and confidence score metrics to measure prediction accuracy. The results showed that all sub-models successfully classified fruit ripeness with high accuracy, with YOLOv8l-cls achieving the lowest MAPE value of 0.01167. These, confirm that the YOLOv8-based approach is highly effective in supporting automated classification of oil palm fruit ripeness, offering faster, more accurate, and consistent results, and holds strong potential for widespread application in the plantation industry.
Analisis Produktivitas dan Kualitas Buah Stoberi var Sujarli (Rosalinda) Berdasarkan Model Budidaya dan Pengolahan Citra Digital Handayani Nofiyanti, Sri; Setiyo, Yohanes; Muna, Mukhes Sri; Wirawan, I Putu Surya; Yosika, Nur Ida Winni
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v13i2.1187

Abstract

Strawberry (Fragaria sp.) is a high-value horticultural commodity with broad market potential, particularly in tropical highland areas such as Bedugul, Bali. However, its productivity and fruit quality are often constrained by climatic fluctuations and limited application of appropriate cultivation technologies. This study aimed to evaluate the productivity and fruit quality of Sujarli (Rosalinda) strawberry variety under four cultivation models: conventional open field, tunnel, fertigated open field, and greenhouse. In addition, a predictive model for Total Soluble Solids (TSS) content was developed using fruit color parameters obtained through digital image analysis. A total of 100 strawberry samples across five ripening stages were analyzed for biometrical characteristics (length, diameter, and weight), pH, and TSS. Image analysis was performed in two color spaces, namely RGB and HSV, and the corresponding color values were used as input variables in a multiple linear regression (MLR) model to predict TSS values. The results showed that the fertigated open field system produced strawberries with good physical and chemical quality, making it a feasible option for small-scale farmers. The MLR model based on HSV color space outperformed the RGB-based model, achieving R² values of 0.826 (training) and 0.775 (testing), with lower RMSE values as well. These findings support the use of digital color data as a non-destructive indicator for assessing the quality of strawberries during postharvest evaluation.
Analisis Iklim Mikro di Greenhouse dengan Atap Tipe Arch untuk Budidaya Bunga Krisan Potong Yohanes Setiyo; S Sumiyati; Ni Putu Yuliasih
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 4 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2019.v04.i01.p04

Abstract

Petani di Desa Candikuning membangun greenhouse untuk budidaya bunga krisan potong tanpa melakukan perhitungan teknis. Greenhouse tersebut dibangun berdasarkan pada ketersediaan bahan baku lokal, biaya tersedia dan topografi wilayah. Analisis iklim mikro pada greenhouse dengan atap tipe arch untuk optimasi kecepatan pertumbuhan dan kualitas bunga krisan yang dihasilkan menjadi obyek penelitian. Data-data yang dikumpulkan adalah: data iklim mikro (suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya), data pertumbuhan tanaman krisan (tinggi tanaman) dan data kualitas bunga (jumlah dan diameter bunga). Hasil penelitian terhadap intensitas cahaya rata-rata di greenhouse dengan tinggi atap 2,5 m, 3,0 m dan 3,5 m masing-masing adalah : 27.6 ± 5.5 k.lux, 27,5 ± 4,3 k.lux dan 29.5 ± 2,5 k.lux dengan suhu rata-rata adalah 21,1 ±0,2 oC, 27,5 ±0,17 oC dan 21,2 ±0,3 oC. Intensitas cahaya yang memasuki ruangan greenhouse sebesar 20 – 30 % dari intensitas cahaya yang mengenai atap bangunan. Kelembaban udara di ruang greenhouse tersebut masing-masing adalah 73,3 ± 0,5%, 77,5 ± 0,4 %, dan 86,3 ± 0,7 %. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah energi radiasi matahari yang diterima atap dan dinding greenhouse untuk menaikkan suhu ruangan dan intensitas cahaya dari greenhouse secara efektif untuk mendukung proses fotosintesis, sehingga tanaman berbunga pada ketinggian 70-80 cm dengan bunga pertama berdiameter rata-rata 7,5 ± 0,6 cm.
Kajian Proses Fermentasi Bioslurry Kotoran Sapi dengan Penambahan Molase I Made Mudiarta; Yohanes Setiyo; I Wayan Widia
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 3 No. 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2018.v03.i01.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi perlakuan penambahan molase dan penggunaan aerator pada proses fermentasi bioslurry kotoran sapi dan untuk mengetahui perlakuan terbaik pada proses fermentasi bioslurry kotoran sapi sesuai dengan persyaratan teknis minimal pupuk organik cair No.70./Permentan/SR.140/10/2011. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor dan tiga taraf perlakuan. Faktor pertama adalah penambahan 0, 2 dan 3 persen molase dan faktor kedua adalah penggunaan aerator 0, 1 dan 2. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati adalah suhu, biochemical oxygen demand, pH, total dissolved solids, electrical conductivity, C-organik, N-total, rasio C/N dan warna bioslurry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan penambahan molase dan penggunaan aerator berpengaruh pada proses fermentasi bioslurry kotoran sapi. Interaksi perlakuan penambahan molase 2 - 3 persen dengan penggunaan aerator 1-2 dapat mempercepat proses fermentasi bioslurry kotoran sapi dari 15 hari menjadi 10 hari. Hal ini ditandai dengan nilai biochemical oxygen demand yang sudah menurun pada hari ke 10 fermentasi. Dari sembilan perlakuan pada proses fermentasi bioslurry kotoran sapi, penambahan molase 3 persen dengan penggunaan 2 aerator merupakan perlakuan yang terbaik yaitu, menghasilkan total dissolved solids 6270 ppm, electrical conductivity 3,36 mS, C-organik 6,75 persen, N-total 0,44 persen, rasio C/N 15,82 dan warna hitam. Hasil ini sudah sesuai dengan standar No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Namun, untuk kandungan N-total bioslurry belum cukup memenuhi standar Permentan yaitu 3 - 6 persen.
Co-Authors Ali Husyain Sakti Arief Sabdo Yuwono Dandy Zulfikar Sulthan Siata Desak Agung Hepi Dewa Bagus Putu Prabha Diptaya Gede Jaya Kusuma Putra Guna, Kadek Mahendra Adhi Gusti Bagus Eka Chandra Hadi K. Purwadaria Handayani Nofiyanti, Sri Henggar Jaya, Gigieh I B Werdi Putra I Dewa Gde Mayun Permana I Gusti Ayu Lani Triani I Gusti Ketut Arya Arthawan I Gusti Ketut Arya Arthawan I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara I K. Satriawan I Kadek Ari Andika I Made Andi Purnama Wijaya I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Dwijantara Putra I Made Merta I Made Mudiarta I Made Nada I Made Nanda Suastika I Made Sudana I Made Suphartha Utama I NYOMAN RAI I Nyoman Semadi I Nyoman Sucipta I Putu Gde Suhartana I Putu Gede Budisanjaya I Putu Surya Wirawan I Putu Tantra Ardika I Wayan Arsa I Wayan Budiarta I Wayan Edy Wirawan I Wayan Krispedana I Wayan Satrio Wiantara I Wayan Sugiana I Wayan Tika I Wayan Tika I Wayan Widia I Wayan Widia I WAYAN WIRAATMAJA I. A. G. Bintang Madrini Ida Ayu Inten Dwi Sulatri Ida Ayu Mahatma Tuningrat Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja Ida Ayu Rina Puja Ida Bagus Putu Gunadnya Ida Bagus Wayan Gunam Jarinsen Yanardo Purba Kadek Mila Adiani KETUT BUDI SUSRUSA Komang Sri Diah Nirmala Dewi Komang Suteja Pramana Lutfi Suhendra M Ikram M. Ahkam Subroto Made Arya Bhaskara Putra MADE MERTA Made Pila Putra Made S Utama Merisa - Aritonang Muhdan Syarovy Muna, Mukhes Sri Ni luh Devi Widyanti Ni Luh Putu Sarasulistian Ni Luh Trimayanti Ni Luh Yulianti Ni Made Eva Yulia Dewi Ni Nyoman Sulastri Ni Putu Ayu Prya Chandani Ni Putu Yuliasih Ni Putu Yuliasih Ni Wayan Diana Sepriani NYOMAN SEMADI ANTARA Putu Citra Dewi Rina Pratiwi Pudja I. A Ronni Agriva Sembiring roy zulkarnaen Sebastiao Massa Sukma Elvayani, I Gusti Ayu Evi Sumiyati - Sumiyati - Sumiyati Sumiyati Sumiyati Sumiyati Sumiyati Utama, Made S Wayan Tika Yosika, Nur Ida Winni Yudha Kristyanto Leksono Zainul Arifin