Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Sistem Pembumian Pada Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro Di Tukad Balian Kabupaten Tabanan I Made Darmayusa; I Gusti Ngurah Janardana; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 3 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.485 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i03.p06

Abstract

Earthing systems (Grounding System) is a device that serves to secure the installation of overcurrent and overvoltage caused by lightning electricity or internal interruption of electricity by removing the payload to the ground. One of the factors that influence terhadapnilai prisoners earthing is resistivity value of the land. Mini-hydro power plants in Tukad Balian Tabanan regency require resistance value ? 2 Ohms. The purpose and benefits of the research was to determine the characteristics of the grounding system in the mini-hydro power plants in Tukad Balian Tabanan regency. And the benefits of this research is in order to get the data that can be used as a reference darii mounting / grounding system planning power plants Tukad Balian minihidor in Tabanan regency.Based on analysis of the calculation of the earthing system with some type used sebagau obtained the following results: by using a single type of rod electrodes (one rod) to obtain the results of the grounding prisoners ?2?, rod electrodes implanted deep as 13 meters. By using two types of rod electrodes (two rod) S> L to get the grounding ?2?, rod electrodes implanted with a length of 7 meters and the distance between the electrodes 9 meters. By using two types of rod electrodes (two rod) S <L to get the grounding ?2?, rod electrodes implanted with a length of 8 meters and the distance between the electrodes 2 meters. By using the type of plate to get the grounding ?2?, required as many as three pieces of plate with a depth of 1 meter. Using a type of grid to earthing ?2? result, a long electrode required 45 meter.
REKONFIGURASI JARINGAN SAMBUNGAN RUMAH UNTUK MENGURANGI RUGI-RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN DI PERUMAHAN NUANSA KORI JIMBARAN I Gede Agus Handi Saputra; I Wayan Arta Wijaya; I Gst. Nrg. Janardana
Jurnal SPEKTRUM Vol 4 No 1 (2017): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.043 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2017.v04.i01.p09

Abstract

Perumahan Nuansa Kori Jimbaran disuplai oleh salah satu trafo distribusi KA1441 melalui Penyulang Jimbaran. Trafo KA1441 berlokasi di Perumahan Nuansa Kori Jimbaran dengan kapasitas 250 KVA. Jumlah seluruh pelanggan yang disuplai oleh trafo iniadalah 118 unit pelanggan dengan beban daya 450 VAhingga 2200 VA. Berdasarkan hasil pengukuran di dapat nilai tegangan terendah yaitu 176Volt lebih rendah dari tegangan sumber satu phasa ke netral (220 V) yang terjadi pada saat beban puncak dengandrop tegangan melebihi 5%. Sehingga perlu dilakukan rekonfigurasi pada jaringan di Perumahan Nuansa Kori Jimba-ran.Hasil analisis rekonfigurasi JTR (Jaringan Tegangan Rendah) dengan simulasi program ETAP Powerstation 7.5 yaitu di dapat nilai tegangan terendah sebesar 210 V atau drop tega-ngan ‘4,54% dari tegangan sumber 220 V dan rugi-rugi daya sebesar 5,6 kW. Nilai drop tegangan yang didapat setelah rekonfigurasi jaringansudah sesuai dengan standar (SPLN 72 Tahun 1987).
KAJIAN KUAT MEDAN LISTRIK SALURAN TRANSMISI 150 KV PADA KONFIGURASI VERTIKAL M.S. Ugustra; A.A.N. Amrita; I.G.N. Janardana
Jurnal SPEKTRUM Vol 2 No 2 (2015): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.814 KB)

Abstract

Proses penyaluran tenaga listrik tegangan tinggi memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar saluran transmisi. Salah satu dampak penyaluran tegangan tinggi adalah timbulnya medan listrik di sekitar konduktor saluran transmisi. Kajian kuat medan listrik saluran transmisi 150 kV pada konfigurasi vertikal, dilakukan dengan melakukan perhitungan dengan menggunakan metode bayangan dan pengukuran kuat medan listrik di bawah saluran transmisi. Perhitungan dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakteristik kuat medan listrik pada suatu titik di bawah saluran transmisi. Perhitungan kuat medan listrik tertinggi pada lokasi 1 sebesar 4283 V/m dan pada lokasi 2 sebesar 4521 V/m. Hasil pengukuran kuat medan listrik tertinggi pada lokasi 1 sebesar 4251 V/m dan pada lokasi 2 sebesar 4700 V/m. Perbedaan karakteristik hasil pengukuran kuat medan listrik pada titik dengan jarak yang sama, disebabkan pengukuran kuat medan listrik tidak dilakukan pada waktu yang sama, sehingga perubahan tegangan fase ke netral masing-masing fase konduktor mengakibatkan perbedaan hasil pengukuran.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE PLTMH DENGAN TURBIN PELTON SEBAGAI MODUL PRAKTIKUM I Gusti Putu Andhita Mahayana; Lie Jasa; I Gusti Ngurah Janardana
Jurnal SPEKTRUM Vol 7 No 4 (2020): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.698 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2020.v07.i04.p5

Abstract

Learned about the use of water resources as a micro hydro power plant is very importantto be carried out by Electrical Engineering students at Udayana University. At this time atConvertion Energy Laboratory there was not been a practicum about Mycro Hydro Power Plandue to the unavailability of guide practicum module and micro hydro power plant prototypes.Therefore in this research was design and build a Prototype of Microhydro Power Plan wich had18 buckets where had 5 cm width, 4,47 cm length, 1,6 height and the tickness was 0,28 cm.This prototype can made 4,5 L/s water discharge, 9,809 W Power, and the torque was 0,26 Nm. So that prototype had 1,48% efficiency. To make this prototype as a complete practicummodule was arranged practicum guide modules that was explain abaout Characteristic of MicroHydro Power Plan with Pelton Turbines.
ANALISIS TEGANGAN LANGKAH DAN TEGANGAN SENTUH SERTA PERENCANAAN SISTEM PEMBUMIAN PADA PEMBANGUNAN SUBSTATION VVIP DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Kadek Mirah Mahadewi; I Gusti Ngurah Janardana; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 1 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.233 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i01.p20

Abstract

I Gusti Ngurah Rai International Airport Bali previously had a Substation (SS) D which serves the electrical system for the operation of modified Sewage Treatment Plant, however that substation currently under development with the construction of SS VVIP which serves the electrical system for the operation of VVIP buildings and Sewage Treatment Plant. To maintain the security of equipment and humans around the SS VVIP building a good grounding system is needed with a grounding resistance value of <1 Ohm. Because the land at Ngurah Rai Airport is sandy land, the suitable grounding systems are Pelat, Mesh, Grid-Rod groundinh systems [1]. To get an R value <1 Ohm, an analysis of each grounding system is needed, namely Pelat, Mesh, Grid-Rod.The results of the analysis showed that the safest system was the Grid-Rod grounding system with a grounding resistance value of 0.3718 Ohm, a touch voltage value of 223.51 Volt, a step voltage value of 1188.69 Volt and a planning cost of Rp7,712,500. Based on the construction planning data of the SS VVIP Ngurah Rai Airport, the grounding system used is the same as the result of the analysis of the Grid - Rod grounding system.
PENGARUH UMUR PADA BEBERAPA VOLUME ZAT ADITIF BENTONIT TERHADAP NILAI TAHANAN PENTANAHAN IGN Janardana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 4 No 2 (2005): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.546 KB)

Abstract

Metode yang dapat digunakan untuk memperkecil nilai tahanan pentanahan dapat dilakukan dengan penambahan zat aditip pada tanah. Zat aditip tersebut dapat berupa garam, bentonit, serbuk besi dan lain-lain. Namun zat aditif tersebut memiliki keterbatasan umur. Zat aditif tidak dapat berfungsi dengan baik pada waktu yang cukup lama.Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai pengaruh umur pada beberapa volume zat aditif Bentonit terhadap nilai tahanan pentanahan. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kualitas nilai tahanan pentanahan dari masing-masing volume zat aditif Bentonit dalam waktu 6 bulan serta hasil penelitian ini diharapkan didapatkan suatu data yang digunakan sebagai acuan didalam pemasangan sistem pentanahan. Penelitian ini hanya dibatasi pada jenis tanah lempung. Metode analisis yang digunakan adalah dengan statistic uji “t”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas didapatkan bahwa peningkatan nilai tahanan pentanahan selama 24 minggu dari masing-masing volume zat aditif yang diteliti memiliki peningkatan nilai yang berbeda-beda.Pentanahan dengan penambahan zat aditif berupa bentonit seberat 5 kg terjadi peningkatan 38,46 %, pentanahan dengan penambahan zat aditif berupa bentonit seberat 10 kg terjadi peningkatan 31,82 %, pentanahan dengan penambahan zat aditif berupa bentonit seberat 15 kg terjadi peningkatan 11,11 %. Peningkatan nilai tahanan pentanahan tersebut berarti terjadinya penurunan kualitas pentanahan
PERBEDAAN PENAMBAHAN GARAM DENGAN PENAMBAHAN BENTONIT TERHADAP NILAI TAHANAN PENTANAHAN PADA SISTEM PENTANAHAN IGN Janardana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 4 No 1 (2005): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.279 KB)

Abstract

Tahanan pentanahan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : jenis tanah, lapisan tanah, kandungan elektrolit tanah. Kandungan elektrolit tanah dapat dirubah dengan penambahan zat aditif pada tanah. Zat aditif tersebut dapat berupa garam, air, bentonit dan lain-lain. Masing-masing zat aditif tersebut memiliki kandungan kimia yang berbeda-beda yang berakibat terjadinya nilai tahanan pentanahan yang berbeda-beda pula.Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai perbedaan penambahan garam dengan penambahan bentonit pada sistem pentanahan. Penelitian dilakukan pada jenis tanah lempung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penambahan garam dengan penambahan bentonit terhadap nilai tahanan pentanahan pada sistem pentanahan. Analisis statistik dengan uji “t” didapatkan nilai rata-rata tahanan pentanahan dengan penambahan garam didapatkan 7,6750 ± 0,4375 ohm sedangkan nilai rata-rata tahanan pentanahan dengan penambahanbentonit adalah 3,1600 ± 0,0082 ohm, sehingga nilai tahanan pentanahan dengan penambahan garam berbeda secara signifikan terhadap nilai tahanan pentanahan dengan penambahan bentonit dengan nilai p = 0, atau p < 0,05.
ANALISIS PEMASANGAN FILTER PASIF UNTUK MENANGGULANGI DISTORSI HARMONISA TERHADAP BEBAN NON LINIER DI PT.WISESA GROUP Wahyu Adi Merta; I Gusti Ngurah Janardana; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 2 (2017): (May - Agustus) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.26 KB) | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p16

Abstract

PT.Wisesa Group terletak di jalan Hayam Wuruk No 199 Denpasar, PT.Wisesa Group mempunya 2 gedung dan 1 bangunan gudang dimana daya yang terpasan sebesar 197 KVA. Hampir semua peralatan listrik yang ada saat ini berbasiskan mikro elektronik. Peralatan jenis ini merupakan jenis beban non linier. Pemasangan filter pasif yang bertujuan untuk meredam harmonisa yang melebihi standar IEEE 519-1992. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi penggunaan filter pasif type c menggunakan sofware etap, pengelompokkan jenis beban non linear, perhitungan daya aktif (P) dan arus beban (IL), simulasi pada sistem sebelum dan sesudah penggunaan filter pasif. Hasil analisis menunjukkan pemasangan filter pasif menyebabkan kandungan THD arus dan tegangan telah sesuai dengan standar IEEE 519-1992 yang ditentukan yaitu ? 5%. Daya distorsi harmonisa pada setiap SDP mengalami penurunan. Penempatan filter pasif type c yang terbaik untuk menurunkan THD dan distorsi daya yaitu pada SDP 5 karena dapat menurunkan THD arus terbesar yaitu 31,32 % menjadi 3,48 %.
Perbandingan Karakteristik Kinerja Sudu Turbin Setengah Lingkaran dengan Turbin NEST-LIE pada Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Nia Paramitha; Lie Jasa; I Gusti Ngurah Janardana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 20 No 1 (2021): (Januari - Juni ) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2021.v20i01.P14

Abstract

Abstract— Through this research, the writer wants to make a performance comparison of two variant kinds of turbines by changing several parameters. The turbines that will be compared are the turbine with semicircular blades and the NEST-LIE turbine. The comparison of turbine performance intended in this study is the comparison of the output power and efficiency of the turbine on predetermined parameters. In this study, the parameters that have to be used are nozzle angle 00, 50, 100, 150, 200, and nozzle position at an angle of 00, 150, 300, and 450. The performance characteristics of the turbine that will be measured are the angular velocity (rpm) of each turbine and the amount of turbine output power. Based on the research results, the semicircular turbine produces the highest turbine and generator rotation speed at nozzle position 450 and nozzle angle of 100. With turbine rotation of 168.6 rpm, generator rotation of 751 rpm, the output power of 0.0213 VA, and torque of 0.00276 Nm. While the NEST-LIE turbine produces the highest turbine and generator rotation speed at nozzle position 450 and nozzle angle of 50. With a turbine rotation of 342.4 rpm and a generator rotation of 1349 rpm, the output power is 0.1802 VA and torque of 0.00503 Nm. Intisari— Melalui penelitian ini penulis ingin melakukan perbandingan terhadap kinerja dua jenis turbin yang berbeda dengan mengubah beberapa parameter. Turbin yang akan dibandingkan adalah turbin dengan sudu setengah lingkaran dan turbin NEST-LIE. Perbandingan kinerja turbin yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah perbandingan daya output dan efiseinsi turbin pada parameter yang telah ditentukan. Pada penelitian ini, parameter yang akan digunakan adalah sudut nozzle 00, 50, 100, 150, 200, dan posisi nozzle pada sudut 00, 150, 300 dan 450. Karakteristik kinerja turbin yang nantinya akan diukur adalah besarnya kecepatan sudut (rpm) masing-masing turbin dan besarnya daya output turbin. Berdasarkan hasil penelitian, turbin setengah lingkaran menghasilkan kecepatan putaran turbin dan generator tertinggi di posisi nozzle 450 dan sudut nozzle 100. Dengan putaran turbin sebesar 168,6 rpm, putaran generator sebesar 751 rpm, daya output sebesar 0.0213 VA dan torsi sebesar 0.00276 Nm. Sedangkan pada turbin NEST-LIE menghasilkan kecepatan putaran turbin dan generator tertinggi di posisi nozzle 450 dan sudut nozzle 50. Dengan putaran turbin sebesar 342,4 rpm dan putaran generator sebesar 1349 rpm, daya output sebesar 0.1802 VA dan torsi sebesar 0.00503 Nm. Kata Kunci— PLTMH, Water turbine, Nozzle angle, Nozzle position.
Analisis Sistem Pembumian untuk Mengamankan Instalasi Listrik di Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana Jimbaran Bali kadek rudi andika setyawan; I Gusti Ngurah Janardana; Ngakan Putu Satriya Utama
Jurnal Teknologi Elektro Vol 17 No 2 (2018): (May - Agustus) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4771.328 KB) | DOI: 10.24843/MITE.2018.v17i02.P05

Abstract

Each building's electrical panel must be connected to grounding system, so that the installation of electricity, equipment and humans residing in the building will be protected from the danger of current or over voltage. This research was conducted to determine the characteristics of the grounding system (single rod, multiple rod s?L and s?L, grid and plate) with the resistance value ? 5 Ohm [2], which can be securing electrical installation in Electrical Engineering Department of Udayana University, this research will be complited using metode based by : Collecting data of resistance soil type (?) at the location of Electrical Engineering Department Faculty of Engineering in Udayana University, calculating the grounding resistance based on data of soil resistance type (?), analyze the characteristics of earthing system with resistance soil type (?) according to the requirement of R ? 5 ? with single rod method, multiple rod s <L and s> L, plate and grid. Based on the research that has been done, rho (?) in the area of Electrical Engineering Department is 256,224 ?-meters. The results of the analysis to obtain the value of R ? 5 ? in get a single rod grounding system, with L = 82 meters, Rsr = 4.98 ?. The multiple rod type s?L, with L = 42 and s = 40 meters, RM = 4.90 ?, while the multiple rod type> L, with L = 42 and s = 43 meters, Rm = 4.98 ?. Type plate with 2x1 meter plate size, in parallel of 10 pieces and t = 4 meters big Rp = 4,56 ? and type of grid with h = 3 meters, L = 1189 meters, big RG 4,79 ?. The grounding system that is possible to install is a grouding type systems plate or grid, since its planting is shallower than the single rod grouding system type, multiple rods s?L and s> L since the limestone ground texture.
Co-Authors A I Weking A. I. Weking A.A Ngurah Amrita AA. M Pemayun Achmad Noerkhaerin Putra Aggry Saputra Anandita Praja Dwitama Ananta Wijaya Ariany Frederika Biantoro, Kharis Dewa Agung Krishna Arimbawa P dwi ardiada Fachri Zamzami Ferry Ardiansyah Fransiskus Xaverius Saav Agus I B Gede Manuaba I G. P. A. Wartama I G.B. Satcitananda P I G.N Nanda Ramdipa Amerta I Gede Agus Handi Saputra I Gede Dyana Arjana I Gede Feryanda Fransiska I Gede Putu Aditya Kresna Artha K I Gst Agung Putu Raka Agung I Gusti Putu Andhita Mahayana I Kadek Agus Wahyu Raharja I Kadek Dwi Artika Putra I Komang Suarjana I M Suartika I Made Darmayusa I Made Dhanan Pradipta I Made Mudiarta I Made Suartika I Made Surya Ganesputra I Made Suwartama Wijaya I Nyoman Angga Prabawa I Nyoman Apriana Arta Putra I Nyoman Arnawan I Nyoman Budiastra I Nyoman Budiastra I Nyoman Julyantara I Nyoman Mudana I Putu Andrean Wiranata I Putu Arich Arthawan I Putu Bayu Suka Yasa I Putu Nanda Nugraha Utama I Putu Nova Suciawan I W A Wijaya I W Arta Wijaya I W Rinas I W. A. Premei Artha I W. A. Wijaya I W. A. Wijaya I W. Rinas I W.A Wijaya I Wayan Arta Wijaya I Wayan Arta Wijaya I Wayan Rinas I Wayan Sukerayasa I.W.A Wijaya I.W.A. Wijaya Ida Bagus A. Swamardika Ida Bagus Adisimakrisna Peling Ida Bagus Gede Wira Negara Ida Bagus Made Pandwa Putra IGP Agung Satya Wicaksana INA Seputra IWA Wijaya IWY Swara I_M. Suartika K A Kartika Sari Kadek Mirah Mahadewi Kadek Paramarta Dwi Parna kadek rudi andika setyawan Kadek Widipratama Ketut Dharma Yasa Khana Eland N.A Kharis Biantoro Lie Jasa M.S. Ugustra Made Andi Kusumayana B Made Dinda Pradnya Pramita Ngakan Putu Satriya Utama Ni Wayan Dian Puspita Sukma Dewi Nia Paramitha NPG Suardana Nyoman Karnata Mataram Putu Quentin MP Putu Sri Merta Suryani Quentin MP, Putu Ravinda Ariestya Pamungkas Riantika, I Gede Rama Rinas, I W. Rukmi Sari Hartati Satcitananda P, I G.B. Satriyo Agung Pribadi Tjok Gede Indra Partha W G Yoga Ananta Wijaya W. Arta Wijaya W.G. Suharthama Wahyu Adi Merta Wayan Gede Ariastina Yanu Prapto Sudarmojo Zulfachmi, Zulfachmi