Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Pastura

RESPON PERTUMBUHAN LEGUM PAKAN YANG DIBERI ROCK PHOSPAT DAN INOKULASI MIKORIZA PADA MEDIA TANAM STERIL DAN TIDAK STERIL Simel Sowmen; Suyitman Suyitman
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.386 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v04.i02.p08

Abstract

Penelitian rumah kaca dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Rock Phosphat dan inokulasi mikoriza terhadap pertumbuhan legum pakan pada media tanam steril dan tidak steril. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2x2x4, faktor pertama adalah sterilisasi media tanam (tidak disterilkan, disterilkan), faktor kedua adalah inokulasi mikoriza (tanpa mikoriza dan dengan mikoriza), dan faktor ketiga adalah dosis pemberian Rock Phospat (0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, dan 300 kg/ha), dengan tiga ulangan. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan jumlah tangkai daun yang dilakukan setiap minggu selama 6 minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan sterilisasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan panjang daun legum pada setiap waktu pengamatan. pertumbuhan tanaman legume. Faktor mikoriza hanya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman pada pengamatan minggu pertama. Faktor sterilisasi dan mikoriza terjadi interaksi (P<0,05) terhadap tinggi tanaman pada pengamatan minggu pertama. Secara umum, pertumbuhan legum pakan lebih baik pada media tanam yang tidak steril dibandingkan dengan media tanam yang telah disterilkan, dan mikoriza memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan tanaman baik pada media tanam yang disterilkan maupun tanpa sterilisasi.
APLIKASI PEMUPUKAN SUMBER P YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN NODUL Pueraria javanica YANG DIINOKULASI DENGAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DI ULTISOL Simel Sowmen; Ifradi Ifradi; Arif Rachmat; Tri Silfani; Karyadinata Karyadinata
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.485 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p01

Abstract

This research was aims to assess effect of the different phospor fertilizer on the growth and nodules in Pueraria javanica inoculated with Arbuscular Fungi Micorrhyza. This experimental design was Completely Randomized Design (CRD) with three phospor fertilizer treatments: P0 = 0 kg/ha phosphor (0, g/pot), P1 = SP36 200 kg/ha (1 g/pot), and P2 = rock phosphate 200 kg/ha (1 g/pot), with four replicates. The whole pot treatments received mycorrhizal inoculation. The variables measured were plant height, number of leaves, number of branches, root length, number of root nodule, number of active nodules , and the percentage of active nodules. The results of data analysis show that the treatment has no effect (P > 0.05) for all parameters. The results showed that the presence of mycorrhizal inoculation, macro and micronutrient elements of Pueraria javanica already fulfilled without phosporus fertilizing in ultisol. Key words: AMF, phosphor, Root nodule, rock phosphate, Pueraria javanica
UTILIZATION OF WARETHA AS A SOURCE OF PHOSPHATE SOLUBILIZING BACTERIA AND NPK FERTILIZER TO ROOT PERFORMANCE AND PRODUCTION OF Clitoria ternatea Hanif Nalas Wafi; Simel Sowmen; Qurrata Aini; Elsa Yulita
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 1 (2020): Pastura Vol 10 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v10.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan waretha sebagai bakteri pelarut posfatdan pupuk NPK mutiara terhadap akar dan produksi Clitoria ternatea pada tanah ultisol. Penelitian inimenggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.Perlakuan yang diberikan adalah: P0=NPK mutiara 100% (kontrol), P1=NPK mutiara 75% + waretha, P2=NPKmutiara 50% + waretha, dan P3=NPK mutiara 25% + waretha. Peubah yang diamati adalah massa akar (g),panjang akar (cm), rasio akar tajuk, berat biomassa segar (g), berat kering akar (g), dan produksi segar (kg/ha) Clitoria ternatea. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan jika terdapat pengaruhnyata terhadap peubah yang diukur maka dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test. Hasilanalisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang akar, massadan berat kering akar, serta berat biomassa segar dan produksi segar Clitoria ternatea, tetapi berpengaruhtidak nyata (P>0,05) terhadap rasio tajuk akar Clitoria ternatea. Rataan panjang akar pada penelitian iniberkisar antara 20,90 cm – 26,30 cm, massa akar berkisar antara 0,49 g - 1,25 g, berat kering akar berkisarantara 0,40 – 0,73, biomassa segar dengan kisaran 7,40 g – 14,51 g dan produksi segar Clitoria ternateapada kisaran 3,70 ton/ha – 7,25 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuanP3 yaitu 25% NPK dan Wareta memberikan hasil akar dan produksi Clitoria ternatea terbaik di ultisol.Kata kunci: akar, bakteri pelarut fospat, Citoria ternatea, NPK, waretha
PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KELOR (Moringa oleifera) PERIODE VEGETATIF AWAL DENGAN PEMUPUKAN SUMBER P YANG BERBEDA PADA TANAH ULTISOL Simel Sowmen; Rusdiamansyah Rusdiamansyah; Siti Zainab; Mari Santi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 1 (2016): Pastura Vol. 6 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.27 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v06.i01.p02

Abstract

Greenhouse study was conducted to investigate the effects of phosporous fertilizer on the growth and production of Moringa oleifera in ultisol. The experimental design was Completely Randomized Design (CRD), treatments which include 0 kg/ha, 100 kg/ha SP36, 200 kg/ha SP36, 300 kg/ha SP36, 100 kg/ha Rock Phospat (RP), 200 kg/ha RP, and 300 kg/ha RP, in five replicates. The result showed there wasn’t signicantly differences (P>0.05) of all phosporous fertilizer treatment to growth and production of moringa in early vegetative periode. Keywords: plants growth, Moringa oleifera, phosporous fertilizer