Ni Nyoman Candraasih Kusumawati
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Adaptive Feed Plant Association Model For Improved Post-mining Land In Karangasem Regency W. Suarna; N.N. Candraasih K; M.A.P. Duarsa
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study has been carried out to obtain the model legume association with superior grassplants that are adaptive to repair post-mining land on dry land. In the early stages, theresearch carried out on non-mining land to observe potential association models thatpredicted very suitable to recover the post-mining land. Experiment using a randomizedblock design with 12 combinations between grasses, legumes, and mycorrhizal and repeatedthree times. Grass used is Panicum maximum cvTrichoglumeand BrachiariaBrizanta, whilelegumes are used Centrocemapubescens and Clitoriaternatea. The results showed thatbased on analysis of growth and forage yield variables, almost all association models canbe developed in dry land, and models the association between panikum, Brachiaria andcentrocema can provide the highest results as much as 11.42 tons per ha of forage fresh or1,37 tons of dry forage per ha .
Growth and Yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha Fertilized with Fermented Virgin Coconut Oil Waste I Made Indra Suartana; N. G. K. Roni; N. N. Candraasih Kusumawati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 1 (2022): Pastura Vol. 12 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v12.i01.p08

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha yang dipupuk dengan limbah Virgin Coconut Oil (VCO) terfermentasi. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Sading, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung yang berlangsung selama 8 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk limbah VCO terfermentasi yang terdiri atas: 0 l ha-1 (D0), 2.500 l ha-1 (D5), 5.000 l ha-1 (D10), 7.500 l ha-1 (D15), dan 10.000 l ha-1 (D20). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil, dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian pupuk limbah VCO terfermentasi meningkatkan berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun per pot tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk limbah VCO terfermentasi mampu meningkatkan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha dan pada dosis 7.500 l ha-1 memberikan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha terbaik. Kata kunci: Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha, pupuk limbah VCO terfermentasi, dosis, pertumbuhan, hasil
The Use of Various Doses of Virgin Coconut Oil Waste To The Growth and Yield of Asystasia gangetica (L.) subsp Micrantha I M. A. A. Dwi Anggara; N. N. Candraasih Kusumawati; N. M. Witariadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 1 (2022): Pastura Vol. 12 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v12.i01.p10

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai doses limbah cair VCO terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman A. gangetica (L.) subsp. Micrantha telah dilakukan di Rumah Kaca Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian berlangsung selama 8 minggu dari bulan Februari sampai Maret 2021. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan, sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis limbah cair virgin coconut oil yaitu : 0 l ha-1 (D0), 2.500 l ha-1 (D1), 5.000 l ha-1 (D2), 7.500 l ha-1 (D3), dan 10.000 l ha-1 (D4). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman A. gangetica (L.) subsp. Micrantha yang dipupuk dengan berbagai dosis limbah cair virgin coconut oil dapat meningkatkan berat kering daun, berat kering batang, dan berat kering total hijauan dengan rataan pada berat kering daun sebesar 3,35 g, berat kering batang 6,08 g, dan berat kering total hijauan 9,43 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian limbah cair virgin coconut oil mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman A. gangetica (L.) subsp. Micrantha, dan penggunaan limbah cair virgin coconut oil dosis 10.000 l ha-1 menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman A. gangetica (L.) subsp. Micrantha terbaik. Kata kunci: Asystasia gangetica, dosis, hasil, pertumbuhan, limbah virgin coconut oil
PERTUMBUHAN DAN HASIL Stylosanthes guyanensis cv CIAT 184 PADA TANAH ENTISOL DAN INCEPTISOL YANG DIBERIKAN PUPUK ORGANIK KASCING N. N., Candraasih Kusumawati; A. A. A. S., Trisnadewi; N. W., Siti
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.87 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p02

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik kascing dan dosis optimalnya pada tanah Entisol dan Inceptisol terhadap pertumbuhan dan hasil hijauan Stylosanthes guyanensis cv CIAT 184. Penelitian dilakukan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jl. Raya Sesetan 122 Denpasar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah jenis tanah Entisol (T1) dan Inceptisol (T2). Faktor kedua adalah pupuk organik kascing yang terdiri dari 6 (enam) taraf dosis yaitu 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 25 ton/ha. Sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik kascing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada semua variabel pertumbuhan kecuali tinggi tanaman. Pada variabel hasil hijauan, pupuk organik kascing berpengaruh nyata (P<0,05) pada berat kering daun, berat kering tanaman di atas tanah, dan nisbah berat berat kering tanaman di atas tanah dengan akar. Jenis tanah tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua variabel baik variabel pertumbuhan maupun hasil hijauan, tetapi jenis tanah Inceptisol cenderung lebih baik daripada Entisol. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk organik kascing dengan jenis tanah terhadap semua variabel baik variabel pertumbuhan maupun hasil hijauan Stylosanthes guyanensis cv CIAT 184. Disimpulkan bahwa pengaruh jenis tanah Inceptisol cenderung lebih baik daripada tanah Entisol. Dosis pupuk organik kascing 15 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil hijauan Stylosanthes guyanensis cv CIAT 184 lebih baik daripada perlakuan lainnya. Dosis optimal pupuk hasil hijauan pada tanah Inceptisol adalah 33,67 g/pot (13,47 ton/ha) dan pada tanah Entisol 37,57 g/pot (15,03 ton/ha), masing-masing dengan hasil hijauan maksimal 42,95 g/pot dan 41,75 g/pot.