Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan penggunaan Mesin Automatic Chopper and Dryer for Brown Sugar Untuk Meningkatkan Mutu dan Produktivitas Pada UMKM Kuliner Sate Ayam di Kabupaten Ponorogo Hakim, Aulia El; Sudirman, Dirvi Juliando; Setyawan, Sulfan Bagus; Widyadharma, Andhika Putra; Yudha, R. Gaguk Pratama; Junaedi, Imam; P, Rakhmad Gusta; Saputra, Angga Dwi; Mahmud, Ahmad Ulil Albab
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.718

Abstract

Gula merah dijadikan bahan baku berbagai industri pangan seperti industri kecap, tauco, dan berbagai produk untuk makanan tradisional. Dalam proses pengolahan gula merah menjadi bahan baku industri kuliner, Gula merah harus dirajang (dicacah) dan dikeringkan terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Proses pencacahan gula merah sebagai bahan baku industri kuliner masih menggunakan peralatan sederhana seperti, pisau yang digerakkan dengan tangan (konvensional) dan proses pengeringan yang masih memanfaatkan sinar matahari. Dari hasil pengamatan secara langsung Pada UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet Jl. Raya Ngumpul, Ngumpul, Balong, Ponorogo, belum terdapat alat atau sebuah terobosan untuk mengatasi permasalahan tersebut. terdapat dua permasalahan yang dihadapi, yang pertama adalah saat proses pencacahan gula merah masih menggunakan metode konvensional, dilakukan dengan cara manual dan kurang steril karena dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana seperti pisau dan kayu. Permasalahan yang timbul tersebut tentu sangat tidak efisien dan tidak steril dan menyebabkan kualitas gula merah menurun untuk dijadikan bahan baku kuliner sehingga menyebabkan kerugian dan menghambat aktifitas yang dijalankan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilakukan dimulai dari Proses Validasi Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " yang sudah dibuat, kemudian Proses Pelatihan penggunaan Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " sampai proses Hibah alat pencacah dan pengering gula merah yang diberikan UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet.
WORKSHOP TEKNOLOGI SENSOR AKTUATOR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO PADA SISWA SDIU SAHABAT KOTA MADIUN Denny Hardiyanto; Hanum Arrosida; Dyah Anggun Sartika; Imam Junaedi; Liya Yuni Astutik; Fachruddin Ari Setiawan; Ricto Yudi Wicaksono; Aditya Fadhilah
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i2.1006

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan integrasi antara sistem fisik dan digital melalui Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, serta sistem otomatisasi berbasis sensor dan aktuator. Sayangnya, pemahaman siswa, terutama di tingkat sekolah dasar dan menengah, terhadap konsep dasar teknologi seperti sensor dan aktuator masih sangat minim. Sekolah Dasar Islam Unggulan (SDIU) Sahabat berdedikasi untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pembelajaran akademik modern, berlokasi di Jalan Sedoro, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Metode belajar umum fokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan di bidang sains, matematika, bahasa, dan studi sosial, menggunakan pendekatan berbasis inquiry dan pembelajaran aktif untuk mengasah kemampuan kognitif siswa. Saat ini, SDIU Sahabat ingin menambah kegiatan ekstrakurikuler untuk siswa di bidang teknologi khususnya robotika. Pihak sekolah juga ingin mengenalkan teknologi-teknologi sederhana kepada siswa-siswinya. Namun, pihak sekolah menyatakan belum ada kesiapan karena belum ada dasar ilmu tentang teknologi elektronika dan modul pembelajaran yang tepat. Oleh sebab itu, tim PKM PNM berencana untuk membantu pihak sekolah untuk mengenalkan teknologi dasar-dasar elektronika kepada siswa-siswi SD menggunakan perangkat pembelajaran mikrokontroller Arduino Uno. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SDIU Sahabat dengan target siswa-siswi SD Kelas 6 yang berjumlah 30 siswa. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk pengenalan dan pelatihan dasar tentang Sensor Aktuator sebagai dasar-dasar elektronika menggunakan mikrokontroller Arduino Uno. Selain itu, untuk menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi, khususnya dalam bidang elektronika dan pemrograman sejak dini. Metode dengan cara pemaparan materi, praktek langsung merakit sensor pada Arduino dengan menyelesaikan proyek sederhana. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan dan seluruh proyek sederhana berhasil diselesaikan oleh seluruh kelompok sehingga diperoleh nilai 100%.
Convolutional Neural Network Implementation with AlexNet Architecture for Face Recognition Denny Hardiyanto; Dyah Anggun Sartika; Imam Junaedi; Sukamto
International Journal on Information and Communication Technology (IJoICT) Vol. 9 No. 2 (2023): Vol.9 No. 2 Dec 2023
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21108/ijoict.v9i2.839

Abstract

In today's digital era, the process of facial recognition has a very big role. Face recognition has benefits for authentication and identification processes. The development of facial recognition research continues to be carried out with the aim of being able to get the right algorithm, more accurate, faster processing, to be able to recognize faces from various angles. In this study, a performance test was performed on the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm with the AlexNet architecture, which is one of the deep learning algorithm developments for facial recognition. AlexNet has 8 convolution layers so that it will not leave even the slightest feature of the object. The process of training and testing the system uses the MATLAB programming language. The number of datasets used is 400 image data which is divided into 360 training image data and 40 test image data. The 400 data come from 4 classes of facial images that have been labeled with names and each classes have 100 images. The training process produces an accuracy of 100% and the testing process produces an accuracy of 95%.
Real-time Monitoring and Optimization of Microgreen Cultivation dengan sistem modular berbasis IoT dan Machine Learning Hakim, Aulia El; Junaedi, Imam; Imtihanah, Nadzifah Zahrotul; Nurdiana, Avella Aivia; Maulana, Ahmad Faiz
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 8 No. 2 (2023): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v8i2.648

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang agraris dengan memiliki luas lahan potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya. Peningkatan kebutuhan pangan sangat dipengaruhi oleh pesatnya pertumbuhan penduduk. Adanya permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan konsep budidaya baru yaitu Microgreens. Microgreens merupakan biji yang ditanam dan dipanen sebelum daun aslinya tumbuh. Microgreens secara umum dapat dipanen pada umur 5 hari setelah perkecambahan saat daun lembaga nya terbuka dan mulai tumbuh daun pertama secara penuh. Dalam mengatasi masalah ini, peneliti membuat sebuah alat dengan judul “Perancangan Monitoring dan Controlling Microgreens Cultivation Dengan Modular System”. Sistem dirancang lebih fleksibel dengan menambahkan Modular System. Modular System merupakan sebuah tempat / box di dalamnya terdapat beberapa aktuator yang digunakan sebagai media untuk pertumbuhan bibit tanaman microgreens. Dengan Microgreens Cultivation Dengan Modular System, dapat terhubung dengan smartphone karena menggunakan real-time database dari google yaitu firebase. Pertumbuhan tanaman microgreens dapat diamati dan dikontrol secara manual ataupun otomatis. Microgreens Cultivation dengan Modular System dapat digunakan untuk menanam 1 jenis tanaman microgreens yaitu kacang hijau dan terdapat sistem kontrol penyinaran dan penyiraman. Masing masing sistem kontrol memliki 4 parameter. Dari hasil pengujian, Microgreens Cultivation dengan Modular System dapat dikontrol secara manual maupun otomatis dari jarak jauh maupun dekat menggunakan smartphone
WORKSHOP TEKNOLOGI SENSOR AKTUATOR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO PADA SISWA SDIU SAHABAT KOTA MADIUN Denny Hardiyanto; Hanum Arrosida; Dyah Anggun Sartika; Imam Junaedi; Liya Yuni Astutik; Fachruddin Ari Setiawan; Ricto Yudi Wicaksono; Aditya Fadhilah
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i2.1006

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan integrasi antara sistem fisik dan digital melalui Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, serta sistem otomatisasi berbasis sensor dan aktuator. Sayangnya, pemahaman siswa, terutama di tingkat sekolah dasar dan menengah, terhadap konsep dasar teknologi seperti sensor dan aktuator masih sangat minim. Sekolah Dasar Islam Unggulan (SDIU) Sahabat berdedikasi untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pembelajaran akademik modern, berlokasi di Jalan Sedoro, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Metode belajar umum fokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan di bidang sains, matematika, bahasa, dan studi sosial, menggunakan pendekatan berbasis inquiry dan pembelajaran aktif untuk mengasah kemampuan kognitif siswa. Saat ini, SDIU Sahabat ingin menambah kegiatan ekstrakurikuler untuk siswa di bidang teknologi khususnya robotika. Pihak sekolah juga ingin mengenalkan teknologi-teknologi sederhana kepada siswa-siswinya. Namun, pihak sekolah menyatakan belum ada kesiapan karena belum ada dasar ilmu tentang teknologi elektronika dan modul pembelajaran yang tepat. Oleh sebab itu, tim PKM PNM berencana untuk membantu pihak sekolah untuk mengenalkan teknologi dasar-dasar elektronika kepada siswa-siswi SD menggunakan perangkat pembelajaran mikrokontroller Arduino Uno. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SDIU Sahabat dengan target siswa-siswi SD Kelas 6 yang berjumlah 30 siswa. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk pengenalan dan pelatihan dasar tentang Sensor Aktuator sebagai dasar-dasar elektronika menggunakan mikrokontroller Arduino Uno. Selain itu, untuk menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi, khususnya dalam bidang elektronika dan pemrograman sejak dini. Metode dengan cara pemaparan materi, praktek langsung merakit sensor pada Arduino dengan menyelesaikan proyek sederhana. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan dan seluruh proyek sederhana berhasil diselesaikan oleh seluruh kelompok sehingga diperoleh nilai 100%.
Modeling and Optimization of PET Filament Making Machine Control System Based on Response Surface Methodology Deni Nur Fauzi; Pradhana Kurniawan; Imam Junaedi; Rendi Pambudi Wicaksono; Nabila Bilqis Mahardi
Jurnal E-Komtek Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v9i2.3017

Abstract

This study aims to model and optimize the control system of a PET filament making machine using Response Surface Methodology (RSM). Two main variables, namely extrusion temperature and winding speed, were analyzed through the Central Composite Design experimental design with the help of Design-Expert 13 software. A quadratic model was developed to predict the filament diameter, and the results of the analysis of variance showed that the model was statistically significant and able to represent the nonlinear relationship between variables. Optimization based on the desirability function produced optimum operating conditions at a medium temperature and winding speed range. Experiments showed that the combination of a temperature of 240–245 °C and a speed of 9–12 rpm produced a consistent filament diameter of 1.7 mm with 70–80% flexibility and a smooth surface.
Battery Management System Design Using Buck–Boost Converter with PID Control: Desain Sistem Manajemen Baterai Menggunakan Buck–Boost Converter dengan Kendali PID R. Akbar Nur Apriyanto; Mohammad Erik Echsony; Ibra Satriatama; Andhika Putra Widyadharma; Imam Junaedi; Adiratna Ciptaningrum; R. Gaguk Pratama Yudha; Rossanti Dwi Hapsari; Haykal Puguh Pratama
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.4213

Abstract

Sistem Manajemen Baterai (Battery Management System/BMS) merupakan komponen utama dalam menjaga efisiensi, keamanan, dan umur panjang baterai, khususnya pada aplikasi seperti kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Penelitian ini merancang BMS yang dilengkapi dengan Buck–Boost Converter berbasis kontrol Proportional-Integral-Derivative (PID) untuk mengoptimalkan kinerja baterai, dengan tujuan menghasilkan tegangan keluaran yang stabil sesuai dengan nilai referensi yang diinginkan. Konverter dirancang agar dapat beroperasi pada mode penurun tegangan (buck) maupun penaik tegangan (boost) sesuai dengan kondisi masukan, dan sistem dikembangkan menggunakan dua pendekatan kontrol: open-loop dan closed-loop. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode open-loop tidak dapat secara konsisten mencapai tegangan keluaran target sebesar 15 V, sehingga memerlukan penyesuaian duty cycle sebesar 5%, sedangkan metode closed-loop dengan kontrol PID berhasil mencapai error tegangan kurang dari 5%, yang menunjukkan kestabilan yang baik terhadap gangguan dan perubahan beban. Selain itu, penerapan kontrol PID pada konfigurasi Buck Converter berhasil menurunkan tegangan dari 18 V menjadi 15 V dengan error sekitar 3%.