Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENAMBAHAN BALLISTIC STRETCHING PADA LATIHAN KNEE TUCK JUMP LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN LATIHAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN VOLI LAKI-LAKI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Made Dwi Apri Pramana; I Putu Sutha Nurmawan; I Putu Adiartha Griadhi; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.214 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i01.p06

Abstract

Muscle power was defined as the combination between speed and strenght of muscle contraction and enters in the fitness components. Plyometrics exercises can be used to improve the skills of volleyball players. This study was an experimental study using research designs pre test and post test control group design. The sampling technique inthis study with a simple random sampling. The total sample of 20 person so in one group consisted of 10 person. The first group was given additional ballistic stretching on knee tuck jump exercise. The second group was given knee tuck jump exercise. Measurements of leg muscle power using vertical jump test. Normality test p > 0.05 and homogeneitytest p > 0.05. The results showed an increase in leg muscle power in first group amounted to 14.30 cm and in second group an increase of 7.70 cm. Paired samples t-test p value = 0.000 (p <0.05) in first group and p = 0.000 (p < 0.05) in second group. Test increase explosive power leg muscle after exercise in both groups using independent sample t-test obtained first group and second group where p = 0.000 (p <0.05) with an increase in the percentage of 30.95% in the first group and 16.73% in the second group. From the research done can be concluded that the addition of ballisticstretching on knee tuck jump exercise is more effective than knee tuck jump exercise in increasing explosive power leg muscle in male volleyball players Medical Faculty Of Udayana University. Keywords: muscle power, ballistic stretching, knee tuck jump, vertical jump test.
PERBEDAAN TINGKAT KESEIMBANGAN TUBUH ANTARA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM DENGAN YANG TIDAK MENGIKUTI SENAM LANSIA DI KECAMATAN DAWAN Ni Putu Septiarini Yuana Putri; Putu Ayu Sita Saraswati; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.803 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i02.p07

Abstract

Dengan bertambahnya usia, seseorang akan mengalami kelemahan muskuloskeletal yang akan meningkatkan resiko jatuh. Latihan keseimbangan untuk menurunkan resiko jatuh yaitu senam lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat keseimbangan tubuh antara lansia yang mengikuti senam dengan yang tidak mengikuti senam lansia di Kecamatan Dawan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 44 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok lansia yang mengikuti senam dan kelompok lansia yang tidak mengikuti senam. Dari perhitungan data menggunakan Mann Whitney-U menunjukkan adanya perbedaan tingkat keseimbangan tubuh antara lansia yang mengikuti senam dengan yang tidak mengikuti senan lansia dengan nilai p=0,000 (p<0,05) di Kecamatan Dawan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan tingkat keseimbangan tubuh antara lansia yang mengikuti senam dengan yang tidak mengikuti senam lansia di Kecamatan Dawan. Kata Kunci: Keseimbangan Tubuh, Lansia, Senam Lansia.
EFEKTIVITAS YOGA TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 3 DENPASAR Ni Luh Ayu Aris Ulan Devi; Nila Wahyuni; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.194 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i01.p06

Abstract

Dysmenorrhea primer ialah rasa nyeri saat menstruasi atau sebelum menstruasi tanpa adanya kelainan pada alat reproduksi. Rasa nyeri yang timbul akibat adanya kontraksi yang kuat dari uterus dan terjadi pada usia 13-16. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan jika latihan yoga efektif untuk menurunkan nyeri dysmenorrhea primer pada siswi remaja di SMAN 3 Denpasar. Menggunakan rancangan experimental dengan jenis sebelum dan setelah intervensi dengan kelompok kontrol. Jumlah individu sebanyak 20 orang, 10 orang diberikan yoga dan sebanyak 10 orang sebagai kelompok kontrol. Intervensi diberikan 2 kali seminggu selama 3 minggu. Pengukuran tingkat nyeri dysmenorrhea primer dengan Numerical Rating Scale (NRS). Rerata penurunan nyeri pada kelompok 1 sebelum yoga 4,90 dan setelah yoga 3,00. Data dari hasil pengolahan statistik pada uji Paired Simpel T- test sampel yoga menghasilkan p = 0,000, sampel kontrol p= 0,015. Uji selisih Independent T-test menunjukkan ada perbedaan anatara kelompok yoga dengan kelompok kontrol yakni menghasilkan p=0,000. Disimpulkan dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa ada efektivitas yoga dalam menurunkan nyeri dysmenorrhea primer pada siswi remaja di SMAN 3 Denpasar. Kata kunci : Dysmenorrhea Primer, Yoga, Remaja Putri, Numeric Rating Scale (NRS)
THE PENGARUH LATIHAN BEBAN TERHADAP PENINGKATAN MASSA OTOT PECTORALS MAYOR DAN BICEPS PADA REMAJA DAN DEWASA Gde Rabi Rahina Soethama; Dedi Silakarma; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.866 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2016.v04.i02.p09

Abstract

Latihan beban merupakan suatu latihan yang sangat mempengaruhi peningkatan massa otot, Ada beberapa faktor yang memperngaruhi peningkatan massa otot faktor makanan, usia, faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan massa otot pada remaja dan dewasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan pre dan post test control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok 1 terdiri dari sampel dengan golongan usia remaja (15-20 tahun) sedangkan Kelompok 2 terdiri dari sampel golongan usia dewasa (21-40 tahun). Kedua kelompok diberikan latihan bebaqn 3 kali per minggu sebanyak 12 kali latihan. Meteran ukur pita lila digunakan untuk mengukur diameter lingkar otot dada dan biceps. Setelah mendapatkan data hasil penelitian, dilakukan uji normalitas dengan Shapiro wilk test dan uji homogenitas dengan Levene’s test. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan paired sample t-test, untuk mengetahui perbedaan rerata sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok. Pada Kelompok 1 pada latihan dada sebelum dan sesudah latihan beban didapatkan hasil p=0,000 dengan beda rerata 0,095±0,065 dan pada latihan lengan 0,057±0,063, sedangkan pada Kelompok 2 pada latihan dada sebelum dan sesudah latihan beban didapatkan hasil p=0.000 dengan beda rerata 0,167±0,940 dan pada latihan lengan 0,137±0,164. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan massa otot pada setiap kelompok. Pada uji beda selisih anatara Kelompok 1 dengan Kelompok 2 yang menggunakan independent sample t-test didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan massa otot yang lebih signifikan pada Kelompok 2 setelah mendapatkan latihan beban jika dibandingkan dengan Kelompok 1. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan beban dapat menghasilkan peningkatan massa otot pectoralis mayor dan biceps yang lebih besar pada kelompok usia dewasa dibandingkan dengan kelompok usia remaja.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PROPRIOCEPTIVE EXERCISE DAN ZIG-ZAG RUN EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA ANAK USIA 9-11 TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 4 SANUR Made Dwi Indah Permatahati Gita; Ni Luh Nopi Andayani; I Wayan Sugiritama; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.453 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2016.v04.i03.p04

Abstract

ABSTRACTAgility is a person's ability to change the direction and position of the body quickly, effectively, and accurately in a short time without any sign of losing balance. This study with Pre and Post Test Two Group Design aims to compare Proprioceptive Exercise and Zig-zag Run Exercise in improving the agility of children aged 9-11 years in Elementary School 4 Sanur. The amount of samples is 16 children that divided to 2 groups. The average difference in agility improvement on the Proprioceptive Exercise group was 3.46 seconds and Zig-zag Run Exercise group was4.98 second with independent sample T-test result obtained p=0.003 (p<0.05). It can be concluded that Zig-zag Run Exercise is better for improving agility than Proprioceptive Exercise of children aged 9-11 years in Elementary School4 Sanur. Keywords: Agility, Proprioceptive Exercise, Zig-zag Run Exercise, Shuttle Run Test.
THE HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Martha Yuliani Habut; I Putu Sutha Nurmawan; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.549 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2016.v04.i02.p08

Abstract

Mahasiswa yang sibuk identik dengan rendahnya tingkat aktivitas fisik dan peningkatan pola konsumsi khususnya fast food menyebabkan penumpukan energi sebagai lemak sehingga terjadi peningkatan indeks massa tubuh (IMT). IMT dan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor pendukung keseimbangan tubuh. Keseimbangan yang baik, khususnya keseimbangan dinamis yang baik sangat bermanfaat bagi kelancaran aktivitas harian dan mengurangi resiko jatuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dan aktivitas fisik terhadap keseimbangan dinamis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Rancangan penelitian ini study potong lintang, dilakukan Mei 2015 dengan populasi seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 107 mahasiswa yang berusia 18-22 tahun dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire, pengukuran keseimbangan dinamis dengan Modified Bass Test. Analisis data menggunakan metode Chi Square Test dengan p < 0,05 adalah bermakna.Hasil penelitian ini didapatkan kelompok seimbang paling banyak pada kategori normal yaitu 17 responden dan tidak seimbang paling banyak pada kategori obes II yaitu 19 responden. Dari hasil analisis hubungan antara IMT terhadap keseimbangan dinamis, didapatkan hasil p=0,000 (p<0,05). Hasil penelitian ini juga didapatkan kelompok seimbang paling banyak pada kategori aktivitas fisik berat yaitu 25 responden dan tidak seimbang paling banyak pada kategori aktivitas fisik rendah yaitu 40 responden. Dari hasil analisis hubungan antara aktivitas fisik terhadap keseimbangan dinamis, didapatkan hasil p=0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan keseimbangan dinamis dan terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan keseimbangan dinamis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATHERAPY ABDOMINAL MASSAGE TEKNIK EFFLURAGE DIBANDINGKAN DENGAN ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER PADA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI DENPASAR Dewa Ayu Chintya Antari; I Made Niko Winaya; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.781 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2017.v05.i03.p07

Abstract

ABSTRACTPrimary dysmenorrhea is cramping in lower abdomen, back pain,often with diarrhea and nausea, and unstable emotionsand often occur in age 13-15 years and happen in time 24-48 hours. It will affect functional activity teenage girlsthat needed treatment to reduce the pain. The purpose of this study was to determine the differences in the effectivenessof aromatherapy abdominal massage technique efflurage with abdominal stretching exercise in reducing pain ofprimary dysmenorrhea in teenage girls at junior high school in Denpasar. Measurement of pain using Numerical RatingScale (NRS). This research is an experiment research design with pretest and posttest group design. The studyinvolved 20 samples then divided into 2 group. Group 1 aromatherapy abdominal massage technique efflurage andgroup 2 abdominal stretching exercise. Range of pain in group 1 decrease of 2,00 and group 2 decrease of 3,50.Paired T-test result in group 1 is p=0,000 and group 2 is p=0,000. The difference between group 1 and group 2 wasobtained p=0,001. It was concluded that abdominal stretching exercise more effective to reduce the pain of primarydysmenorrhea in teenage girls junior high school in Denpasar compared with aromatherapy abdominal massagetechnique efflurage.Keywords : Primary dysmenorrhea, Aromatherapy Abdominal Massage Technique Efflurage, Abdominal Stretching Exercise, Numerical Rating Scale (NRS)
GAMBARAN RISIKO TERJADINYA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS PADA PEMAIN BRASS INSTRUMENT MARCHING BAND SMA DI DENPASAR I Made Andika Tresnanda Putra; Ni Komang Ayu Juni Antari; Sayu Aryantari Thanaya Putri; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i01.p06

Abstract

Pendahuluan: Pemain alat musik tiup merupakan orang-orang yang secara terus-menerus dalam periode waktu yang lama melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pernapasan. Oleh karena itu, pemain alat musik tiup berisiko mengalami perubahan mekanisme pada paru yang bisa menyebabkan terkena penyakit paru obstruktif. Pemain alat musik tiup banyak ditemukan di dalam tim marching band. Di Indonesia skrining awal risiko terjadinya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) bagi pemain alat musik tiup masih sangat jarang dilakukan sehingga kondisi fisik dari masing-masing pemain masih kurang diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran risiko terjadinya PPOK pada pemain brass instrument marching band SMA di Denpasar.Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif cross-sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Skrining awal risiko terjadinya PPOK dilakukan dengan metode CAPTURE yang dapat mendeteksi secara dini adanya PPOK. Adapun faktor lain yang dicatat pada penelitian ini yaitu jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kebiasaan merokok.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran risiko terjadinya PPOK pada pemain brass instrument marching band SMA di Denpasar yaitu 66% tidak berisiko, 28% berisiko sedang, dan 6% beresiko tinggi mengalami PPOK.Simpulan: Responden dengan jenis kelamin laki-laki, IMT kategori kurus, dan yang memiliki kebiasaan merokok memiliki kecenderungan beresiko tinggi mengalami PPOK. Kata Kunci: pemain alat musik tiup, PPOK, CAPTURE
DEEP BREATHING EXERCISE LEBIH EFEKTIF DARIPADA DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS VITAL PARU PADA LANSIA DI BANJAR KEDATON, DESA TONJA, KECAMATAN DENPASAR TIMUR I Dewa Ayu Juniastari Putri; Ari Wibawa; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 1 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.355 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2017.v05.i01.p04

Abstract

ABSTRACT Problems that will appear from the reduction in lung vital capacity is the decrease the amount of oxygen that can be consumed by the elderly that would affect his health. This study design was Randomized Pre Test and Post Test Control Group Design involving 24 people were then divided into two groups. The test results show paired samples t-test p=0.000 in group I (deep breathing exercise) and group II (diaphragmatic breathing exercise). The test results show independent t-test p=0.000 the difference of vital lung capacity, conclusionis deep breathing exercise effective in improving lung vital capacity than diaphragmatic breathing exercise in the elderly. Keywords: lung vital capacity, deep breathing exercises, diaphragmatic breathing exercise, the elderly.
HUBUNGAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA DI DESA SERAI, KINTAMANI Puji Agustine Sri Rahayu; I Putu Gde Surya Adhitya; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.618 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i01.p04

Abstract

Fleksibilitas otot ialah kemampuan jaringan otot untuk memanjang semaksimal mungkin dengan lingkup gerak sendi yang normal. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara fleksibilitas otot hamstring terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Penelitian ini ialah penelitian analitik cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Jumlah sampel ialah berjumlah 108 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 108 orang (50 laki-laki, 58 perempuan) usia 60-75 tahun. Variabel independen yang diukur adalah fleksibilitas otot hamstring dengan Sit and Reach Test, sedangkan variabel dependen yang diukur adalah keseimbangan dinamis dengan Time Up And Go Test. Uji hipotesis yang digunakan ialah Chi Square Test untuk menganalisis signifikansi hubungan antara antara fleksibilitas otot hamstring terhadap keseimbangan dinamis. Pada perhitungan analisis, output data diketahui nilai p ialah 0,025 atau p < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fleksibilitas otot hamstring terhadap keseimbangan dinamis pada lansia di desa Serai Kintamani. Kata Kunci: Fleksibilitas Otot Hamstring, Keseimbangan Dinamis, Lansia