Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN KEBERHASILAN MELAKUKAN FREE THROW PADA PEMAIN BASKET SMA DI DENPASAR Putu Rama Adhityadharma; Made Widnyana; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 3 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i03.p05

Abstract

Basket dimainkan oleh lima orang pemain dengan menggabungkan beberapa gerakan yang sangat komplek seperti koordinasi, kelincahan, ketepatan, dan kelentukan. Kemampuan koordinasi dalam permainan basket sangat diperlukan khususnya koordinasi mata tangan, karena inti permainan basket adalah memasukkan bola kedalam keranjang sebanyak-banyaknya. Koordinasi mata tangan berpengaruh dalam menentukan target kemudian memasukkan bola kedalam keranjang. Kesempatan penting seperti free throw juga sangat membutuhkan koordinasi mata tangan. Penelitian ini dillaksanakan untuk mengetahui pengaruh koordinasi mata tangan dengan kemampuan free throw. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang, yang artinya dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan observasi hanya satu kali dan juga mengukur variabel penelitian dilakukan saat pemeriksaan. Penelitian dilakukan di SMAN 3 Denpasar pada bulan Maret 2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling yaitu peneliti memilih berdasarkan responden yang datang pada saat penelitian berlangsung dan memenuhi untuk kriteria inklusi dengan jumlah sampel sebanyak 47 sampel. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan free throw dengan nilai p=0,016 (p<0,05) dengan nilai r=0,48 yang menyatakan adanya hubungan dengan kekuatan cukup dan searah. Koordinasi mata tangan memiliki hubungan dengan keampuan free throw dengan nilai p=0,016 dan memiliki kuat hubungan cukup dan searah dengan nilai r=0,48. Hubungan ini akibat korteks visual primer mengintegrasikan arah dan jarak dan efektor akan menyesuaikan dengan kekuatan lemparan sesuai jarak dan apa yang menjadi imput korteks sehinggan bisa dilakukan free throw. Kata kunci: basket, koordinasi mata tangan, free throw
Pengaruh puasa berselang terhadap berat badan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Putu Ayu Adi Supraba; I Wayan Gede Sutadarma; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Intisari Sains Medis Vol. 11 No. 3 (2020): (Available online: 1 December 2020)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.856 KB) | DOI: 10.15562/ism.v11i3.173

Abstract

Background: Body weight is used as a measure of body mass in kilogram (kg). The way which is effective for weight loss is a lifestyle changes like diet and exercise. Besides low calorie diet, we can do intermittent fasting to prevent overweight and obesity.Aim: This research aims to know the effect of intermittent fasting on body weight in young adult group.Methods: This research uses pretest-posttest control group design which was conducted during Ramadhan fasting in 2017 in the Department of Physiology, Faculty of Medicine, Udayana University. The subject is divided into two groups, namely fasting group and unfasting group as many as 40 people, respectively. The data include weight before and after fasting.Results: Normality test obtained both fasting groups with p=0.326 and unfasting one with p=0.317, so that both groups are homogenous. Paired-sample t test on the weight for the beginning and end of the fasting group obtained the value of p=0.000, whereas in unfasting group obtained 0.149.Conclusion: Intermittent fasting affects early weight loss and final body weight on fasting group consequently. As for the unfasting group, it was obtained no significant distinction between initial weight compare with latest weight. Latar belakang: Berat badan digunakan sebagai ukuran massa tubuh dalam kilogram (kg). Cara yang paling efektif untuk menurunkan berat badan adalah perubahan gaya hidup meliputi diet dan olahraga. Selain diet rendah kalori, cara untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas adalah puasa berselang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh puasa berselang terhadap berat badan pada kelompok dewasa muda.Metode: Penelitian ini menggunakan pretest-posttest groups control design yang dilakukan saat puasa Ramadhan 2017 di bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok puasa dan kelompok tidak puasa yang masing-masing berjumlah 40 orang. Data yang diambil meliputi berat badan sebelum dan sesudah puasa.Hasil: Hasil uji normalitas didapatkan untuk kelompok puasa dengan p=0.326 dan kelompok tidak puasa p=0.317 yang berarti kedua kelompok homogen. Pada uji t-test berpasangan untuk berat badan awal dan akhir pada kelompok puasa didapatkan nilai p=0.000, sedangkan pada kelompok tidak puasa didapatkan nilai p= 0.149.Simpulan: Puasa berselang berpengaruh terhadap penurunan berat badan awal dan berat badan akhir pada kelompok puasa. Sedangkan bagi kelompok tidak puasa, tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara berat badan awal dengan berat badan akhir.
The level of knowledge regarding breast cancer among female high school students at Santo Yoseph School, Denpasar, Bali, Indonesia Hemalatha Thiruchelvam; Ni Nyoman Ayu Dewi; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 3 (2019): (Available online: 1 December 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.195 KB) | DOI: 10.15562/ism.v10i3.459

Abstract

Background: Breast cancer is the second leading cause of death among women around the world. In Indonesia, breast cancer is the leading cause of death among women. Previous studies have shown that female students have limited knowledge of breast cancer. This study is aimed at assessing the level of breast cancer knowledge among female high school students in Santo Yoseph School, Denpasar.Methods: A cross-sectional survey of 96 female high school students in Santo Yoseph School, Denpasar, was conducted using a self-administered questionnaire.  Questions asked in the questionnaire were about general knowledge of breast cancer, risk factors towards breast cancer, signs and symptoms of breast cancer and knowledge of Breast Self-Examination. The data was tabulated by scoring only the correct answers and analysed using SPSS version 17 for Windows.Results: The result of the study showed that high school female students had moderate to good knowledge of breast cancer. Fifty-three (55.2%) female students had average knowledge and forty-three (44.8%) female students had good knowledge of breast cancer. The majority of the participants, seventy-five (78.1%) of them, knew that breast cancer was the leading cause of death among women in Indonesia.Conclusion: The recent findings showed that female high school students had good knowledge of breast cancer. Good knowledge of breast cancer is important for girls and women equally.
POTENSI FLAVONOID PADA EKSTRAK DAUN MORINGA OLEIFERA SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI ARTRITIS REUMATOID BERBASIS PENDEKATAN ANTIINFLAMASI Komang Wahyu Widyasanti Sutama; Gregorius William Thongiratama; Putu Dian Amelya Putri Widarani; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 2 (2022): Volume 20 No. 2 (Juli - Desember 2022) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/essential.v20i2.96159

Abstract

ABSTRACT Introduction: Rheumatoid arthritis (RA) is a chronic systemic autoimmune disease that causes joints inflammation and the most cases are found in the elderly. However, until now pharmacological therapy for RA treatment is still considered inefficient, expensive, and causes many side effects. Therefore, a new alternative treatment is needed. One of the plants that can be used as an alternative is Moringa oleifera due to its anti-inflammatory properties. Discussion: Moringa oleifera leaf extract with ethanol maceration contains flavonoids (12.16%), mostly in the form of quercetin (6.3%). The role of flavonoids as anti-inflammatory agents in RA is to reduce neutrophil activity in the production of proinflammatory cytokines through inhibition of Nuclear Factor kappa-light-chain-enhancer from Activated B Cells (NF-?B) signaling, inhibition of Matrix Metalloproteinase (MMP) activity, and inhibition of the peroxidase active sites at cyclooxygenase-1 (COX-1), cyclooxygenase-2 (COX-2), and 5-lipoxygenase (5-LOX). Quercetin is effective in treating rheumatoid arthritis by providing anti-inflammatory and analgesic effects. The most effective method to obtained Moringa oleifera leaf extract is by drying method with maceration process in 96% ethanol and packaged in oral capsules. Moringa oleifera extract also has fewer side effects compared to currently available RA treatments. Moringa oleifera extract combined with other drugs as adjuvants, such as methotrexate and indomethacin, can increase the anti-inflammatory curative effect in RA without significant side effects. Conclusion: Moringa oleifera leaf extract has potential in the treatment of rheumatoid arthritis. Keywords: Anti-inflammatory, Flavonoids, Moringa oleifera, Rheumatoid Arthritis
Adiksi Smartphone dan Risiko Kejadian De Quervain Syndrome pada Mahasiswa Indah Puji Lestari; Gede Parta Kinandana; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p04

Abstract

Pendahuluan: Adiksi smartphone adalah sebuah perilaku ketergantungan terhadap penggunaan smartphone. Penggunaan smartphone yang berlebihan yang melibatkan gerakan ibu jari akan menimbulkan gesekan berulang dan penebalan selaput tendon extensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus, yang menjadi manifestasi sebagai de quervain syndrome yaitu suatu bentuk nyeri pada pergelangan tangan dan tenderness pada styloid radial. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan adiksi smartphone dengan kejadian de quervain syndrome pada mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode: Penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 67 orang. Variabel independen yaitu adiksi smartphone dan variabel dependen yaitu de quervain syndrome. Hasil: Data dikumpulkan dengan mengisi kuesioner smartphone addiction scale short version untuk menilai adiksi smartphone dan pemeriksaan tes Finklestein untuk menilai de quervain syndrome. Hasil uji analisis spearman rho, menunjukkan nilai p<0,01 (p=0,000) dan nilai koefisien korelasi 0,419. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan searah dengan kekuatan korelasi sedang antara adiksi smartphone dan kejadian de quervain syndrome pada mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yaitu semakin tinggi adiksi smartphone seseorang maka semakin tinggi pula kejadian de quervain syndrome. Kata Kunci: adiksi smartphone, de quervain syndrome, mahasiswa.