Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PANCA USAHA PETERNAKAN BABI DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETERNAK PLASMA PADA POLA KEMITRAAN PT. CHAROEN POKPHAND DI BALI Sadhu A. T. T.; N. W. T. Inggriati; N. Suparta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.217 KB)

Abstract

Pig farming in Bali with partnership pattern is one of action that important for society prosperity, particulary in order to fulfill animal protein needs. Partnership pattern is one of government and private sectors action to support public livestock business. This experiment aim were, 1) to know level of five actions implementation, 2) to know income level, and 3) to know relationship between level of five actions implementation of pig farming with farmers plasm income level at the Charoen Pokhphand LTD partnership pattern in Bali. Respondents of the experiment were pig farmers that collaborate with the Charoen Pokhphand LTD in Bali that already spread at Tabanan, Badung, Gianyar and Bangli Regencies. Data respondents were collected to all population i.e 25 farmers. Data primer and seconder were insed in the experiment. To know relationship between five action with income level, the Spearman Scale Correlation Coefficient was used. Results of the experiment showed that implementation diet level offered had highly significant relationship (P<0,01) with income level of pig farmers of the Charoen Pokhphand LTD partnership pattern, while other factors such as total implementation level, implementation of germ, implementation level of disease, prevention, respondent ages, formal and informal educations had non significant relationship with income level of pig farming of the Charoen Pokhphand LTD. To increase implementation level of five actions of pig farming it needs to increase knowledge and good communicationintensity of instructor and among sesame farmers of the Charoen Pokhphand LTD partnership. Keywords : partnership, five actions, income level, pig farming
TINGKAT PENERAPAN SAPTA USAHA TERNAK BABI DI DESA KACARIBU KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA Kacaribu E. K.; N. W. T. Inggriati; G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan sapta usaha ternak babi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi di Desa Kacaribu. Penelitian ini dilakukan di Desa Kacaribu, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dari bulan Agustus sampai September tahun 2021. Penentuan lokasi penelitian dengan metode purposive sampling, dan pemilihan responden menggunakan metode stratified random sampling sebanyak 45 orang. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dan uji Koefisien Korelasi Jenjang Spearman (Siegel, 1977). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan sapta usaha ternak babi di Desa Kacaribu masuk dalam kategori sedang. Faktor-faktor seperti pendidikan non formal, jumlah kepemilikan ternak, pendapatan, pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi peternak memiliki hubungan yang sangat nyata (P<0,01) dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi, faktor pendidikan formal peternak memiliki hubungan yang nyata (P<0,05) dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi, faktor umur, penguasaan lahan, jumlah tanggungan keluarga, dan lama beternak memiliki hubungan yang tidak nyata (P>0,10) dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi. Simpulan : 1) Tingkat penerapan sapta usaha ternak babi di Desa Kacaribu masuk dalam kategori sedang; 2) Faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan sapta usaha ternak babi adalah pendidikan formal, pendidikan non formal, jumlah kepemilikan ternak, pendapatan, pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi. Saran : kepada pemerintahan terkait, agar meningkatkan kualitas dan kuantitas penyuluhan, pelatihan dan bimbingan untuk lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap serta motivasi peternak babi. Kata kunci : faktor, pengetahuan, korelasi, penyuluhan
Analisis Jiwa Wirausaha Mahasiswa di Universitas Udayana Rofiah A. C.; B. R. T. Putri; N. W. T. Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.411 KB)

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk dan banyaknya pengangguran merupakan masalah klasik di negara berkembang termasuk di Indonesia, jumlah penganggurannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2013-2016 jumlah angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan atau pengangguran terbuka di Provinsi Bali mengalami peningkatan dari 41.820 (0,9 %) orang menjadi 46.484 (1,1%) orang dari total jumlah penduduk di Bali yaitu 4,2 juta orang. Pengangguran di Indonesia terjadi di semua jenjang pendidikan termasuk sarjana. Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa angka sarjana yang menganggur di Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada, terlihat bahwa lulusan perguruan tinggi masih berorientasi sebagai pencari kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan mata kuliah kewirasuahaan dalam membentuk jiwa wirausaha mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan total sampel 60 orang mahasiswa dari 13 fakultas di Universitas Udayana. Sumber data menggunakan data primer yaitu wawancara langsung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dan praktek memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan saja dan mahasiswa yang tidak mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dengan indikator rasa percaya diri (100%), inovatif (70%), kreatif (90%), dan jiwa kepemimpinan (95%). Mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan dan praktek nyata memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi (koef 0,999) dibandingkan mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan saja (koef 0,750) dan tidak diberikan mata kuliah kewirausahaan (koef 0,691). Kata kunci: jiwa wirausaha, kewira usahaan, mahasiswa, pengangguran
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI SAPTA USAHA PETERNAKAN BABI KEMITRAAN PT. CHAROEN PHOKPHAND DI BALI Suryawan I G.M.; Suarta G.; Inggriati N W.T.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.035 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi sapta usaha peternakan babi pada peternak pola kemitraan PT. Charoen Phokphand di Bali telah dilaksanakan selama 3 bulan yang diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan/saran bagi instansi terkait dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada peternak kemitraan sehingga tujuan dari suatu peternakan babi dapat tercapai secara efektif. Responden pada penelitian ini adalah peternakan babi yang menjalin kerjasama kemitraan dengan PT. Charoen Phokphand di Bali yang tersebar di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Bangli. Pengambilan data responden dilakukan secara sensus yaitu dengan mengambil seluruh populasi, yaitu sebanyak 24 orang peternak. Variabel yang diamati untuk mengetahui tingkat adopsi sapta usaha peternakan babi kemitraan PT. Charoen Phokphand adalah tingkat sikap, umur, pengetahuan, intensitas penyuluhan, tingkat pendapatan, pendidikan, kepemilikan ternak, dan luas lahan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Adapun pengukuran variabel menggunakan skala jenjang 5. Untuk mengetahui hubungan faktor digunakan metode Koefisien Korelasi Jenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan faktor kepemilikan tenak berhubungan nyata dengan tingkat adopsi teknologi sapta usaha pada ternak babi kemitraan PT. Charoen Phokphand, sedangkan faktor lainnya seperti umur, sikap, pengetahuan, intensitas penyuluhan, pendapatan, tingkat pendidikan dan luas lahan memiliki hubungan tidak nyata dengan tingkat adopsi sapta usaha pada peternakan babi kemitraan PT. Charoen Phokphand. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat adopsi sapta usaha peternakan babi kemitraan PT. Charoen Phokphand hanya dipengaruhi oleh jumlah kepemilikan ternak.
PERILAKU PETERNAK DALAM MENANGANI LIMBAH PETERNAKAN SAPI PERAH DI DESA BALUNGANYAR KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR Meiliana M; N. W. T. Inggriati; G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, ketrampilan, dan penerapan peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku peternak. Penelitian dilakukan di Desa Balunganyar Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan dari bulan Juni sampai Juli 2021. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling, dan mengambil responden secara quota stratified random sampling sebanyak 40 orang. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dan uji Koefisien Korelasi Jenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dalam kategori sedang, sikap dalam kategori positif, keterampilan dalam kategori tinggi, penerapan dalam kategori rendah, dan perilaku dalam kategori sedang. Faktor-faktor yang berhubungan sangat nyata dengan perilaku adalah : pendidikan formal dan pendidikan non formal; faktor-faktor yang berhubungan nyata adalah : jumlah kepemilikan ternak, persepsi, dan motivasi; sedangkan untuk faktor umur, jumlah tanggungan keluarga, dan jumlah penguasaan lahan berhubungan tidak nyata dengan perilaku peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah. Simpulan : 1) Perilaku peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah tergolong sedang; 2) Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku adalah : pendidikan formal, pendidikan non formal, jumlah kepemilikan ternak, persepsi, dan motivasi. Saran : untuk pemerintah agar memberi penyuluhan tentang cara menangani limbah peternakan sapi perah yang benar, untuk memperbaiki perilaku peternak dalam menangani limbah peternakan sapi perah. Kata kunci : pengetahuan, sikap, penerapan, korelasi, penyuluhan
MOTIVASI PETERNAK ANGGOTA KELOMPOK SIMANTRI DALAM MENERAPKAN PANCA USAHA TERNAK SAPI BALI PERBIBITAN Toineno A.R; Suarta IG.; Inggriati NW.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang motivasi peternak anggota kelompok simantri dalam menerapkan panca usaha ternak sapi bali perbibitan dilaksanakan dari bulan Januari – Juli 2014. Penelitian ini menggunakan metode purposif  yaitu metode penentuan lokasi penelitian yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Responden pada penelitian ini berjumlah 37 orang. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan motivasi peternak anggota kelompok simantri dalam menerapkan panca usaha ternak sapi bali perbibitan dan menjelaskan hubungan antara pengetahuan, sikap, tujuan, penerapan dengan motivasi pada anggota Gapoktan Sedana Bakti Pertiwi dan Gapoktan Mas Dewata. Hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan motivasi anggota kelompok Gapoktan Sedana Bakti Pertiwi dan Gapoktan Mas Dewata diuji dengan  uji Koefisien Korelasi Jenjang Spearman (Siegel, 1977). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi peternak anggota Gapoktan Sedana Bakti Pertiwi dan Gapoktan Mas Dewata termasuk dalam kategori kuat. Faktor-faktor seperti umur, tingkat pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, jumlah ternak yang dipelihara, pengalaman, pengetahuan, sikap, tujuan, dan penerapan masing-masing berhubungan tidak nyata (P>0,10) dengan tingkat motivasi.
PERILAKU PENGUSAHA PETERNAKAN BABI LANDRACE DALAM MENANGGULANGI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN RESPON PETERNAK TRADISIONAL DI DESA WISATA TARO KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR WIJAYA I G. N. P. S.; N. K. NURAINI; N. W. T. INGGRIATI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.196 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan di Desa Wisata Taro, (2) Mengetahui tanggapan atau respon peternak tradisional sekitar terhadap perusahaan peternakan babi landrace ini. Penelitian dilakukan di Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar pada peternak pengusaha babi landrace modern dan peternak tradisional peternak sekitar. Responden penelitian sebanyak empat orang pengusaha babi landrace modern yang ada di desa Taro dan 40 orang peternak tradisional di sekitar usaha peternakan tersebut. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus untuk pengusaha peternakan babi landrace, yaitu metode yang mengambil seluruh unit populasi sebagai responden. Untuk menentukan responden peternak di sekitar pengusaha peternakan babi landrace menggunakan metode pengambilan sampel secara kuota diambil 10 orang peternak tradisional yang bertempat tinggal di sekitar perusahaan peternakan dengan ketentuan jarak tempuh tertentu, kemudian dikelompokan menjadi empat (A,B,C dan D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan dilihat dari aspek pengetahuan, sikap dan penerapan. Rataan tingkat pegetahuan pengusaha termasuk dalam kategori tinggi, rataan sikap dalam kategori positif, dan rataan tingkat penerapan dalam kategori sedang; (2) Rataan respon kelompok peternak tradisional terhadap perilaku pengusaha babi landrace dari pengetahuannya tergolong rendah, sikap termasuk dalam kategori sangat postif, dan intensitas komunikasi sedang. Respon kelompok peternak tradisional A dilihat dari pengetahuan dan sikap mereka tentang manajemen usaha babi landrace oleh pengusaha sangat nyata lebih baik dibandingkan kelompok peternak tradisional lainnya. Intensitas komunikasi kelompok peternak tradisional B sangat nyata lebih baik dibandingkan semua kelompok peternak tradisional responden (A, C dan D).
MOTIVASI PETERNAK DALAM MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH TERNAK KAMBING DI DESA SUKA KECAMATAN TIGAPANAH KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA Ginting A. G; N. W. T. Inggriati; G. Suarta
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi peternak dalam membuat pupuk kompos dari limbah ternak kambing dan faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi peternak dalam pembuatan pupuk kompos dari limbah ternak kambing. Penelitian dilakukan di Desa Suka Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara dari bulan Agustus sampai September 2021. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling, responden sebanyak 45 orang yang ditentukan dengan metode stratified random sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan uji korelasi jenjang spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi peternak dalam membuat pupuk kompos dari limbah ternak kambing termasuk dalam kategori sedang. Faktor-faktor yang berhubungan sangat nyata (P<0,10) dengan motivasi peternak adalah : pendidikan formal, pendidikan non formal, internsitas komunikasi, pengetahuan, sikap, dan keterampilan; sedangkan faktor umur, tanggungan keluarga, kepemilikan ternak, penguasaan lahan, dan pengalaman beternak memiliki hubungan yang tidak nyata (P>0,10) dengan motivasi peternak. Kesimpulan : 1) Motivasi peternak dalam membuat pupuk kompos dari limbah ternak kambing di Desa Suka termasuk dalam kategori sedang. 2) Faktor-faktor seperti pendidikan formal, pendidikan non formal, intensitas komunikasi, pengetahuan, sikap, dan keterampilan memiliki hubungan yang sangat nyata dengan motivasi peternak. Saran : kepada dinas terkait agar lebih meningkatkan pembinaan dan penyuluhan terhadap peternak kambing di Desa Suka, agar dapat meningkatkan motivasi peternak dalam membuat pupuk kompos dari limbah ternak kambing. Kata kunci : Pengetahuan, faktor, penyuluhan
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI USAHA TERNAK BABI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA TUA KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Winda anjani N. L. G.; N. w. Tatik Inggriati; N. K. Nuraini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak babi yang dilakukan di pemukiman perdesaan secara intensif dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, yaitu kesulitan dalam pembuangan limbah kotoran ternak. Tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua Kecamatan Marga diukur dengan beberapa variabel tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Mengetahui tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 2). Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survai terhadap 50 responden, menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan koefisien kolerasi berjenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Persentase skor tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua adalah kategori rendah (51,5%) 2). Persentase skor untuk pengetahuan peternak adalah: kategori tinggi (74,3%) 3) persentase skor untuk sikap peternak adalah kategori negatif (45,67%) 4). Persentase skor untuk persepsi peternak adalah kategori baik (71,72%) 5). Persentase skor untuk motivasi peternak adalah  kategori kuat (75,60%). Pengetahuan dan sikap peternak memiliki hubungan sangat nyata (p<0,01) untuk pendidikan formal memiliki hubungan negatif sangat nyata, jumlah pemilikan ternak memiliki hubungan nyata (p<0,05) dan umur memiliki hubungan negatif nyata, selanjutnya persepsi dan motivasi mempunyai hubungan yang tidak nyata (p>0,10) dengan tingkat penerapan teknologi usaha ternak babi ramah lingkungan di Desa Tua Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH SAPI MENJADI KOMPOS OLEH PETANI PETERNAK DI DESA MANGESTA, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN Luter Purba; K. Nuraini; Tatik Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Volume 1 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research on the level of application of cow manure composting technology applied by the farmer had been undertaken from the 1st December 2010 until 30th of April 2011. The aim of this research is to set some understandings on how far is farmer could deal with cow’s manure to be composted in the village of Mangesta, district of Penebel, Tabanan Regency. There were some factors of influence the farmers in dealing with the cow’s manure to be compost. Thus the specific aim is to prove on the relationship of some factors such as; knowledge, attitudes, the purpose of processing the cow’s manure to be compost, the amount of cattle they own and the range of area the occupy. The data were collected from two kind of respondents i.e. the farmer group members and not group members. The farmers group member as respondents of this study taken by census method. Each of kinds of respondents has an amount of 20 farmers. Thus, the respondents were 40 farmers. They were all come from the village of Mangesta. The method use to analyze some different factors such as; knowledge, attitude, purpose in relation to how far farmer the farmer deal with the cow’s manure between to the group members and not belong to group members is the method of Wilcoxon’s Rank Sum Test. The methods used examine the relation of some free variables with the level of technology applied by the farmer in dealing with the cow’s feces (Siegel, 1997). The result of the research showed that the level of technology applied between those of group member and those out of the group member has the unreal relations. To Those of group members in deal in relation of some free variables such as; knowledge and purpose of processing the cow’s manure statistically, has a highly (P<0.05) miss the level of cow’s manure composting technology applied by the farmers in the village of Mangesta. However the range of area occupied and amount of cattle owned have a significant relation (P<0.05) with the level of cow manure composting technology applied by the farmers in the village of Mangesta. To those out of the group in relation with variables such as knowledge, attitude, and the purposes together with the range of area owned has a significant relation (P<0.05). Whereas the variables of the amount of cattle owned has a very significant relation (P<0.01) with the level of cow manure composting technology applied by the farmers in the village of Mangesta.